Share

bab 252. Kata Maaf

Penulis: Yanti Soeparmo
last update Tanggal publikasi: 2025-08-20 23:51:18

Heru masih menatap Maryam yang sedang berbicara dengan seorang wanita separuh baya. Sementara pria muda yang datang bersama wanita separuh baya itu, berdiri di dekat Maryam sembari merangkul bahu Maryam. Sepertinya Maryam sudah cukup kepayahan berdiri, karena kakinya masih sakit, maka dia kembali duduk di kursi roda. Wanita separuh baya itu menciumi Maryam, bahkan pria muda itu juga mencium kepala Maryam yang tertutup jilbab.

Bu Farida sudah selesai diinterogasi oleh penyidik. Sejak awal pengac
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Mencintai Seorang Climber   bab 406. Akhirnya Pergi

    Maryam berdiri di halaman dengan bayi di gendongan, menatap satpam klinik yang mendekat ke arahnya.“Maaf Bu ....”“Ada apa, Pak?” Maryam deg-degan tak keruan.“Ada yang jatuh dari gendongan Ibu.” Satpam menuding topi bayi.“Oh iya.” Maryam hendak membungkuk untuk memungut topi itu. Satpam sudah lebih dulu mengambilnya, lalu memberikan pada Maryam.“Terima kasih, Pak.”“Ibu, silakan duduk di dalam. Ibu sedang menunggu dipanggil ke ruangan dokter, kan?”Untuk sesaat Maryam kehilangan kata. Dia tahu dirinya baru tiba, dan satpam itu sudah mengawasi setiap orang yang masuk ke area klinik. Maryam berpikir, jika dirinya mengatakan bahwa bayinya sudah selesai diperiksa oleh dokter, mungkin bakal kentara bohong, karena baru saja dia masuk ke area klinik.“Saya lagi nungguin suami, ngantarin kartu imunisasi. Kartunya ketinggalan di rumah, jadi saya belum bisa daftar.”“Oooh, pantasan dari tadi ibu di luar terus. Kalau capek, Ibu bisa duduk di bangku teras.”Maryam melihat ke teras, di sana ad

  • Mencintai Seorang Climber   bab 405. Mau Minggat

    Maryam meletakkan ponsel, lantas kembali duduk bersandar di ranjang, bayi ada di dekapannya, tidak tidur, tapi tidak menangis. Bayi itu menatap Maryam dengan matanya yang bulat. Maryam menciumi tubuh bayi itu, sembari menahan isak tangisnya. Lalu ada suara ketukan di pintu.“Yang, kenapa pintunya dikunci? Aku mau masuk!”Maryam menaruh bayi di tempat tidur, lantas membuka pintu. Marco masuk.“Enggak sengaja kekunci Bang. Aku sudah terbiasa ngunci pintu, waktu kemarin-kemarin Abang sering pergi semalaman.”“Kamu habis nangis?”“Enggak, cuma capek.”Marco menuju tempat tidur, lalu berbaring di sisi bayi.“Bang, itu lapakku! Abang kan, lapaknya yang sebelah sana!”“Ah, kamu, apa sih, bedanya? Spreinya juga sama.”“Ya beda lah, bang. Tanya bayi kita, kalau boboknya dekat bunda, pasti beda dengan bobok dekat ayah. Ya kan, Nak?” lantas Maryam berbaring di ranjang, mepet ke tepinya. Marco terpaksa kembali ke lapaknya, supaya Maryam bisa bergeser, dan mendapat tempat yang lebih luas di ranjan

  • Mencintai Seorang Climber   bab 404. Bayi yang Akan Diambil Lagi

    Malam itu Maryam sedang berada di luar paviliun, menguping beberapa orang yang sedang mengobrol, atau berdebat, di dalam ruang duduk paviliun itu.Terdengar lagi suara Bu Marianne, “Mama rasa sudah cukuplah Maryam bisa merasakan mengasuh Calvin. Kita pertemukan Calvin dengan Maryam itu kan, tujuannya supaya Maryam tahu kalau sebenarnya bayinya tidak m@ti saat lahir. Jadi dia jangan lagi menganggap ada hal yang salah di tubuhnya, yang bisa bikin bayinya meninggal. Tubuhnya sehat, baik-baik saja. Makanya segera kamu suruh dia buka KB, segera hamil lagi. keluarga Wiratama butuh banyak cucu!”Marco menjawab, “Mama masih punya anak dua lagi, Nirmala dan Evan. Mama bisa minta cucu sama mereka.”“Si Nirmala itu malah bilang mau childfree! Entah pikiran sesat dari mana itu?! Suara Bu Marianne menahan rasa geram. “Sedangkan Evan, katanya belum kepikiran mau nikah, dia pengin lanjut kuliah S-2, terus S-3. Jadi yang bisa mama harapkan punya anak lagi, adalah kamu, Marco!”Hening.Lalu suara Bu

  • Mencintai Seorang Climber   bab 403. Bayi yang Kembali

    Anita lanjut bicara, “Sewaktu kamu hamil, kamu sering terlihat stress, karena saat itu Marco lagi disandera di tempat jauh. Lalu ketika menjelang kamu melahirkan, ada berita di TV, aparat mengepung lokasi penyanderaan itu, dan terjadi kontak senjata. Ada sandera yang meninggal. Kamu langsung saja mengira hal buruk terjadi pada Marco. Kamu mengira sandera yang meninggal itu adalah Marco. Kondisi kamu drop.”Anita bertutur lagi, tentu saja separuh ucapannya adalah bohong. “Karena kondisi kamu menurun, akhirnya dokter menyiapkan operasi caesar. Setelah kamu melahirkan, bahkan kamu ... seperti mengingau, kamu bilang enggak mau hidup lagi, pengin ikut Marco. Kita jadi khawatir sekali dengan kondisi kamu.”“Masak sih, aku mengigau seperti itu?” tanya Maryam.“Namanya juga kamu lagi enggak sadar, masih ada sedikit pengaruh obat bius, pokoknya kamu bicara seolah ... kamu enggak peduli lagi sama apapun, kecuali pengin ikut Marco. Waktu itu kita juga belum dapat info soal kondisi Marco, apakah

  • Mencintai Seorang Climber   bab 402. Depresi

    Pak Ardi melihat situasi yang makin panas di dalam keluarganya. Yang terlihat seolah Marco sedang dikeroyok dengan banyak permintaan, bujukan, oleh kakaknya dan mamanya. Namun Pak Ardi tahu, Marco itu keras kepala dan pantang menyerah. Tidak akan ada yang menang jika bertengkar dengan Marco, yang ada malah emosi berkepanjangan.“Baiklah, sekarang kita pulang ke rumah papa, bayi itu dibawa!”Anita menggeleng, “Tidak Pa. Secara hukum Calvin adalah anak kami, dan sekarang kami akan membawanya ke rumah kami di Serang.”“Apa kamu bisa ambil bayi itu dari tangan Marco, tanpa kena tonjok?”Anita menatap Marco yang masih menggendong bayi. Zakki berbisik pada istrinya, “Kita ikuti saja rencana papa.”“Itu berarti kita bisa kehilangan Calvin.” isak Anita.“Kita ke rumah papa saja, mungkin papa punya penyelesaian terbaik.”Marco mau masuk ke mobilnya tanpa melepas dekapan tangannya dari bayi, tapi Pak Ardi melarang Marco menaruh Calvin di jok mobil.“Marco, berikan Calvin pada mama, jadi kamu bi

  • Mencintai Seorang Climber   bab 401. Mencuri Identitas

    Bu Marianne sedang membujuk Marco, “Tolong biarkan Calvin menjadi anak kakakmu. Calvin tetap menjadi cucu Pak Ardi Wiratama. Calvin akan dirawat dengan sangat baik. Calvin akan menjadi pewaris. Kamu dan Maryam akan punya anak lagi. Kamu bisa memantau perkembangan Calvin, sembari mengasuh anak-anakmu yang kelak akan lahir. Kamu juga bisa bertemu Calvin kapan saja. Tapi jangan katakan pada istrimu kalau Calvin adalah anaknya.”“Jadi anakku sendiri, akan memanggil aku dengan sebutan Om Marco? Ironis sekali.”Bu Marianne mengusap lengan putranya. “Ini penyelesaian yang paling logis dan damai untuk keluarga kita. Pada dasarnya juga tidak ada yang dirugikan.”Marco tertawa pahit. “Bahkan tidak ada yang buka mulut untuk meminta maaf padaku karena sudah mencuri bayiku. Tidak ada yang merasa bersalah, sudah menipu istriku?” “Kakakmu sudah mengakuinya. Jangan kamu buat Zakki seperti kriminal. Tidak ada yang dirugikan. Anakmu masih ada, jadi jangan kamu sebut anakmu dicuri!”Marco berdiri, men

  • Mencintai Seorang Climber   bab 181. Klarifikasi dari Marco

    Marco tiba di rumah itu satu jam kemudian, dengan naik ojek online. Bapaknya Maryam menyuruh Marco masuk dan turut duduk bersila di ruang tamu yang tanpa kursi, tapi dihampari karpet tebal. Marco memberikan sebuah bungkusan pada Maryam, lantas dia menyalami para pria di ruangan itu, yaitu bapaknya

  • Mencintai Seorang Climber   bab 177. Ada yang Menguntit

    Marco tiba di Kota Cirebon saat tengah malam. Dia menuju sebuah penginapan kecil milik kerabatnya, bernama Sunedi. Sebenarnya Sunedi bukan kerabat berdasarkan hubungan darah. Dulunya Sunedi adalah sopir di rumah Pak Waluya, kakeknya Marco. Sudah sejak remaja Sunedi bekerja di rumah Pak Waluya.Pak

  • Mencintai Seorang Climber   bab 176. Jadi Tersangka

    Niar bergegas ke luar dari kamar kos, berjalan menyusuri gang sempit menuju halaman minimarket di tepi jalan. Itulah lokasi yang paling sering menjadi titik penjemputan anak-anak kos sekitar situ, yang mau naik kendaraan online. Niar juga naik ojek online, sembari menggendong bungkusan boneka. Dia

  • Mencintai Seorang Climber   bab 175. Retur

    Maryam mengira begitu dia tiba di Cirebon, besoknya atau lusa pernikahan sang kakak akan dilangsungkan, sehingga dia bakal disuruh ikut bantu memasak hidangan. Ternyata belum ada waktu yang pasti, belum ada kesibukan memasak dalam jumlah besar untuk tamu pernikahan. Tentu saja Maryam merasa heran.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status