Masuk“Apa ...? Sarapan di sini?” ekspresi Dorian menanggapi perkataan Viola dengan heran. Apakah di desa ini, sudah menjadi tradisi membawa makanan ke rumah orang lain dan ikut makan bersama di rumah tersebut?
“Apakah hanya ada dua piring? Ada istriku juga di rumah ini,” kata Dorian.“Istrimu ...? Oh astaga, aku lupa tentang istrimu. Aku hanya menyiapkan dua porsi untukku dan untukmu. Bagaimana ini?” Viola tampak bersalah. Padahal dari awal dia memang sengaja membawa dua porsi maDengan tetap melumat bibir Bella, tangannya dengan terampil membuka kancing kemeja wanita itu, menyelesaikan apa yang telah dia mulai sebelumnya.Setelah berhasil, tangan itu menelusup ke balik penutup dada Bella dan meremas apa yang tersembunyi di baliknya. Desahan Bella terdengar lebih keras dan jelas ketika tangannya menjamah titik sensitifnya yang belum terjamah oleh siapa pun, kecuali Bella sendiri ketika mandi.Tak puas dengan gerakan tangannya yang kurang bebas, Marck melepas kemeja Bella dan membuangnya ke sembarang tempat. Dia melepas pengait penutup dada wanita itu yang ada di bawah punggung Bella, membukanya dan memperlihatkan dua bukit indah yang menjulang menantangnya.“Pemandangan yang indah,” gumam Marck ketika menjauhkan bibirnya dari bibir Bella dan menatap apa yang tersembunyi selama ini.Seakan mendapat harta karun, kedua tangan Marck meremas kedua bukit tersebut. Pekikkan kaget terdengar di telinganya ketika Bella menikmatinya,
“Bagaimana pertemuan yang seharusnya Marck ikuti?” tanya Leah.“Aku menggantikannya atas perintah Tuan Marck,” jawab Bella.“Woow ... itu hal yang sangat jarang terjadi. Marck jarang mempercayakan bagiannya pada orang lain, aku rasa dia sangat mempercayaimu. Lalu bagaimana hasilnya?” kejar Leah.“Tuan Marck tidak sepercaya itu padaku, kebetulan saja karena dia sakit sehingga terpaksa mempercayaiku,” ucap Bella merendah. “Hasilnya, perusahaan Marck dipercaya menjadi unggulan dan produknya akan diproduksi secara massal dan besar-besaran serta disebar ke seluruh dunia.”“Kolaborasi kalian berdua memang sangat cocok, aku bangga padamu,” puji Leah.“Terima kasih atas pujianmu, Nyonya.”“Aku titip Marck, jaga dia sampai benar-benar sembuh dan kabari jika ada apa-apa,” kata Leah.“Tentu saja Nyonya. Aku akan mengabari kondisi Tuan Marck agar Anda tidak terlalu khawatir dengannya.”“Terima kasih Bella. Setelah kalian pu
Ini adalah kali pertama Marck mempercayakan event besar padanya. Rasa gugupnya bukan karena besarnya event atau karena dia harus berbicara di depan orang banyak, tapi karena kepercayaan yang Marck berikan, dimana hidup dan matinya proyek pria itu kini ada di tangannya.Jika dia gagal memaparkan proyek tersebut, maka Marck bisa kehilangan apa yang dia kerjakan selama beberapa bulan terakhir ini. Pria itu telah bekerja keras, dia tidak ingin mengecewakannya.Sebelum dirinya menjelaskan tentang produk yang dikembangkan, seorang wanita bernama Andrea naik ke podium untuk menjelaskan produknya lebih dulu. Background Andrea yang lama berkecimpung di dunia seni, membuat rancangan produknya sungguh elegan.Wanita itu memikirkan setiap detail goresan yang ada di label produk mereka. presentasi Andrea juga cukup memukau membuat banyak orang bertepuk tangan kagum. Hal tersebut membuat kepercayaan diri Bella runtuh seketika.Apalagi saat dia mengingat bagaima
Pesawatnya sebentar lagi akan berangkat, tapi tidak ada tanda-tanda kedatangan Jossie maupun Bella. Dia yakin Bella tidak akan berani datang karena ketegangan mereka terakhir kali. Sedangkan Jossie, dia juga yakin Kevin tidak akan memperbolehkan istrinya jauh dari pria itu.“Aku sepertinya harus menangani semuanya sendiri,” geram Marck lalu berbalik dan berjalan menuju gerbang keberangkatan.“Tuan Marck, tunggu!” Suara seorang wanita memanggilnya, membuat langkah Marck terhenti.Marck yang tahu jika suara itu adalah suara Bella, tersenyum lebar karena ternyata Jossie berhasil membujuk wanita itu. Tentu saja Bella tidak tahu akan senyuman tersebut karena posisinya memunggungi wanita itu.Ketika Marck membalikkan tubuhnya untuk menatap Bella, senyuman itu telah hilang dan berganti dengan wajah dingin tidak bersahabat, matanya menatap Bella dengan tajam. “Kenapa kamu berada di sini? Di mana Jossie?”“Jossie sedang sakit dan saya yang menggan
“Apakah rencana kita akan berhasil?” gumam Leah pada suaminya. “Entahlah, semoga saja berhasil. Sudah saatnya Marck mengenal seorang wanita.” Bella duduk kaku dan tegang di kursi mobil yang dikendarai oleh Marck. Matanya menatap lurus ke depan dengan mulut terkatub. Dia bahkan tidak berani menatap pria di sampingnya. Meredam kegugupan, dia meremas dan memainkan jarinya sepanjang perjalanan. “Aku benar-benar tidak suka dengan caramu mendekati orang tuaku. Apakah kamu tidak bisa menerima penolakanku dengan halus?” geram Marck. “Saya benar-benar tidak sengaja bertemu dengan mama Anda, saya tidak berbohong dan saya sama sekali tidak berniat untuk mendekati orang tua Anda. Bahkan saya tidak tahu jika Nyonya Leah adalah mama Anda. Lebih mengejutkan lagi saat saya tahu jika kalian semua adalah anggota keluarga Collins termasuk Jossie. Jika saja saya mengetahuinya sejak awal saya tidak akan ...” Perkataan Bella seketika terhenti ka
“Apa yang Tuan Marck lakukan sehingga hubungan mereka selalu berakhir tidak baik? Apakah para wanita itu tidak menginginkan Tuan Marck ketika mereka tahu apa yang terjadi?” tanya Bella ingin mengetahui Marck lebih banyak lagi.Leah menatap Bella tanpa mengatakan sesuatu. Dia seolah sedang mempertimbangkan apakah dia akan menceritakan keburukan putranya atau tidak pada wanita yang baru saja dikenalnya itu. Dia meneliti ekspresi Bella yang tidak terbaca. Hanya ini kesempatan yang dia miliki untuk membuat putranya bisa menjalani hubungan normal dengan seorang wanita.“Marck sering kali melakukan kekerasan yang tidak dia sadari pada pasangannya jika wanita yang bersamanya membahas masalah fisik. Hal itulah yang membuatnya tidak pernah bisa berhubungan lama dengan seorang wanita. Dia merasa jijik dengan dirinya sendiri karena pelecehan tersebut. Kemarahan itu tersimpan rapat di dalam hatinya dan bisa muncul kapan saja tanpa bisa diprediksi. Jika Marck marah, di dalam pi
Sedangkan Hazel yang melihat hal tersebut hanya bisa menggerutu tak jelas karena tidak berani meminta bantuan pada majikannya itu.“Duduk di depan, aku tidak ingin duduk di sebelah seorang pelayan,” ucap Ethan dengan nada jijik pada Hazel ketika mereka masuk ke mobil. Hazel mengangguk pa
Tak lama kemudian, Athena kembali dan duduk menghadap Dorian. Tanpa tahu apa yang dipikirkan suaminya, dia menyuapi Dorian dengan penuh semangat. Dorian dengan senang hati menerima suapan istrinya. Namun bukan hanya itu yang dia lakukan, tangannya mulai nakal dengan mengusap kaki bagian
Leah langsung berbalik dan menatap manik mata pria itu. “Kamu masih bermimpi buruk?” tanya Leah sambil menangkup pipi Owen. Owen mengangguk mengiyakan.“Tapi Olivia bilang kamu sudah sembuh sepenuhnya.” Leah mengingat perkataan Olivia.“Benarkah? Sepertinya dia mengata
Namun sampai detik ini, belum ada pendonor yang cocok. Jadi, Olivia mengandalkan obat-obatan untuk bertahan selama menunggu ada pendonor yang cocok. Selama itu pula, Olivia tinggal bersama dengan Owen dan Owen merawatnya dengan baik.Owen kemudian memperkenalkan Olivia pada Zack dan