MasukDi mata dunia luar, Reno Adiyaksa Salim adalah sosok yang sempurna. Namun, bagi Erika, pria itu adalah iblis yang nyata. Hanya karena tak sengaja melihat adegan terlarang, Erika dijebak dalam skandal menghebohkan seantero negeri. Namanya tercemar, harga dirinya diinjak-injak, hingga kehormatannya pun tak lagi berharga. Di tengah keterpurukan, Erika berusaha berontak berbekal nyali. Tapi percuma, karena Reno selalu memenangkan semua permainan. Erika terpuruk, di situlah Reno memperkuat tahtanya dengan menjadi pahlawan dan memberi Erika pilihan. Pilihan yang mustahil Erika terima, tapi Reno tetaplah sang penentu. Dijerat dalam pernikahan ilusi, pria itu menjadikannya tameng untuk menutupi wajah aslinya. Di balik janji suci yang diucapkan Reno, tersimpan runtutan derita yang Erika hadapi setiap saat. Akankah Erika berhasil bebas dari jeratan sang CEO, ataukah justru terjebak selamanya dalam cinta sesat yang selalu Reno sebut sebagai perlindungan?
Lihat lebih banyak"Aaahhh!"Laura mendesah. Mulutnya menganga. Kedua tangannya berpegangan pada kedua lengan Darwin yang begitu bringas menggerayangi tubuhnya. Bagian intinya bahkan sudah terasa sakit karena sudah terlalu lama bermain."Aahh, Darwin ... aaaahh!"Desahan Laura tak lagi mampu dibendung. Hentakan demi hentakan yang Darwin lancarkan semakin membuatnya terlena.Begitupun Darwin. Pria itu menatap wajah Laura yang semakin membuatnya kecanduan. Mata wanita itu terbuka sekejap lalu memejam lagi. "Aah, aku suka, Laura, aaaahhh ...."Dengan tenaga penuh, Darwin menghentakkan miliknya semakin dalam pada inti milik Laura. Membuat wanita itu menganga, mendesah penuh kenikmatan.Entah berapa kali mereka melakukannya semalaman. Hingga malam berganti siang, Laura membuka matanya. Mengerjap beberapa kali, kemudian menelaah tempat ia berbaring saat ini. Wanita itu menyentuh kepala sendiri, kemudian bangun perlahan. "Astaga ... aku di mana?"Perlahan, Laura mengangkat wajah. Mengedarkan pandangan ke selur
Rebo berjalan cepat menyusuri lorong menuju ruang kerjanya. Bersama Nico, keduanya tampak begitu serius, seolah tengah menghadapi masalah berat.Ketika memasuki ruangan, Reno langsung menuju kursi kebesaran, sambil berkata, "Nico, aku minta sebaiknya bergerak lebih cepat. Laura sudah sulit dikendalikan."Nico mengangguk. "Baik, Pak," jawabnya patuh. "Tapi ... apa rencana anda selanjutnya?"Reno memijit dagu. Seolah berpikir terlalu lama. "Aku akan segera menikahi Laura."Nico tercengang. "Pak, tapi dia ...."Reno mendongak. Memotong kalimat yang hendak Nico ucapkan. "Karena itu, kau harus bergerak lebih cepat. Sepertinya, ada yang dia tutupi dariku."Nico mengerutkan keningnya. Mencoba menerka apa yang tengah direncanakan Laura. "Pak, kalau boleh izinkan aku menyelidiki semuanya tentang Laura.""Tentu aku izinkan, asalkan kau harus hati-hati sepertinya dia punya orang kuat di belakangnya," kata Reno.Nico membungkuk patuh. "Baik," ucapnya. "Aku sudah mengirimkan hadiah untuk anda, buk
Laura muncul bagaikan hantu. Sampai-sampai kedatangannya cukup mengagetkan Reno dan Nico."Ada apa?" tanya Reno datar.Laura tersenyum, sempat melirik Nico sejenak, kemudian meraih tangan Reno. "Aku datang ke mari untuk membicarakan pernikahan kita."Reno dan Nico saling menatap satu sama lain.Nico merasa bukan saat baginya untuk ikut campur. Ia pun berpamitan. "Aku harus segera pergi, permisi," ucapnya sopan.Reno mengangguk samar. "Baiklah, terimakasih untuk hari ini, Nico, aku sangat mengandalkan mu," ucap Reno."Sama-sama, Pak. Aku permisi dulu."Nico pergi, Laura semakin leluasa menjalankan rencananya.Reno menatap wanita di sampingnya. "Tadi kau bilang, pernikahan? tanya Reno dengan kening mengerut.Sambil cengengesan, Laura menjawab, "Iya, pernikahan."Reno terdiam. Masih menerka apa yang tengah direncanakan Laura. "Kita bicara di dalam saja," ucapnya seraya berbalik memasuki lift dasar.Laura bergegas mengikuti pria itu dan masuk bersama ke dalam lift.Tring!Pintu lift terbu
Dilema.Erika tertegun penuh tanya. Hanya bisa menatap ibu panti dengan wajah bingung. "Siapa dia, Bu?" Dengan senyum yang menenangkan, wanita itu menjawab, "Kenapa kamu tidak menemuinya?" tanyanya dengan mata yang mulai basah. "Apa kamu tidak rindu pada ibumu?"Erika kembali menatap sosok wanita yang sudah berdiri. Erika kembali menatap sosok wanita yang sudah berdiri. Waktu seolah melambat.Langkah wanita itu ragu, seakan ingin maju, namun takut ditolak. Matanya tidak lepas dari wajah Erika, penuh harap sekaligus cemas. Tangan yang terulur setengah jalan itu bergetar pelan, lalu menggantung di udara.Erika mengernyit. Dadanya tiba-tiba terasa sesak, seperti ada sesuatu yang ingin keluar tapi tertahan kuat."Ibu?" suaranya lirih, nyaris tak terdengar.Ibu panti mengangguk. Ia tidak bisa melepas rasa haru yang begitu tumpah ruah dalam hatinya. Bagaimana tidak, hanya Erika yang beruntung dijemput kembali oleh ibu kandungnya. Sedangkan anak yang lain, entah akan seperti apa nasib dan
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.