MasukSetiap pukul nol nol dini hari, studio radio tempat Ardian Sagara dan Raina Mahesa bekerja dipenuhi aroma pandan yang lembut dan aneh, karena tak seorang pun membawa bunga atau daun pandan. Awalnya mereka mengira hanya halusinasi karena lelah siaran malam. Namun ketika suara perempuan samar menyusup lewat setiap kesempatan dan menyebut satu nama “Mei Lin...” hidup Ardian tak pernah sama lagi. Aroma itu bukan sekadar wangi. Ia adalah panggilan dari arwah seorang gadis Tionghoa yang mati tragis dua puluh tahun lalu, terkubur tanpa nama di taman liar tempat pandan tumbuh. Mei Lin tak ingin menakuti siapa pun, ia hanya ingin ditemukan dan dimakamkan dengan layak. Tapi untuk mencapainya, ia mengikat nyawa gadis yang disukai Ardian sebagai jaminan. Demi menyelamatkan keduanya, Ardian harus menelusuri misteri masa lalu yang kelam. ritual keluarga, perjanjian darah, dan sebuah cermin yang menjadi penjara arwah. Di antara bisikan malam dan suara siaran yang tak pernah berhenti, Ardian belajar satu hal, tidak semua arwah datang untuk menakuti, sebagian datang untuk menuntaskan kisah yang belum sempat diakhiri. “Dan malam itu, di balik aroma pandan yang lembut, suara itu berbisik... "Tolong, selamatkan aku.’” Bagaimana ceritanya, yuk baca terus novelnya hingga tamat. Happy Reading
Lihat lebih banyakSenja di Taman Pandan Senja turun perlahan di atas Taman Pandan. Cahaya jingga menembus sela-sela dedaunan, menari di permukaan danau yang tenang. Angin berhembus lembut, menggoyangkan daun pandan yang tinggi, seolah menyambut kedatangan seorang pengunjung yang berjalan perlahan di jalan setapak. Lina Mei melangkah di antara rerumputan hijau, tangannya sesekali menyentuh daun pandan yang basah oleh embun sore. Setiap langkah terasa berat dan ringan sekaligus berat karena kenangan panjang dari masa lalu, ringan karena ketenangan yang kini mengisi hatinya. Ia tahu, setiap inci taman ini menyimpan sejarah yang panjang: cermin yang menghubungkan dunia, jiwa yang tersesat, pengorbanan Adrian dan Raina, dan semua roh yang akhirnya menemukan rumahnya. Suara air yang menetes dari pancuran kecil di danau menambah ketenangan. Burung-burung pulang ke sarang, menyanyi lembut, dan bunga m
Matahari pagi menyelimuti desa kecil itu dengan cahaya hangat, menembus sela-sela pepohonan yang rindang. Rumah-rumah kayu sederhana berjajar rapi, dan aroma tanah basah bercampur wangi bunga melati yang tumbuh di sepanjang jalan setapak. Adrian duduk di teras rumahnya, menatap lembah yang jauh, tempat matahari perlahan menyingkap kabut tipis.Di tangannya terdapat selembar kertas yang belum diisi. Pena itu siap bergerak, namun pikirannya melayang pada semua perjalanan panjang yang telah mereka lalui.Cermin-cermin yang mengubah hidup, roh-roh yang tersesat dan menemukan jalan kembali, serta jiwa Mei Lin yang kini hidup kembali dalam diri Lina Mei. Dan di tengah semua itu, ada Raina, sosok yang tak pernah meninggalkan sisi Adrian, yang selalu menjaga cinta dan ketenangan di tengah keajaiban yang tak bisa dijelaskan. Adrian menarik napas dalam-dalam, merasakan udara segar pagi itu. Ia tahu surat ini bukan sekadar kat
Beberapa tahun berlalu sejak malam ketika debu cermin terakhir menyatu di danau taman pandan. Kota kecil itu telah kembali hidup, taman pandan tetap menjadi tempat favorit penduduk untuk berjalan-jalan dan mengingat sejarahnya, meski kisah di baliknya tetap menjadi rahasia bagi kebanyakan orang.Lina Mei kini tumbuh menjadi wanita dewasa dengan keanggunan yang tenang, wajahnya sering tersenyum lembut, dan matanya memancarkan ketenangan yang tak tergoyahkan.Ia tidak hanya menjadi sosok yang dikenal oleh Adrian dan Raina sebagai anak yang mereka didik, tetapi juga mulai dikenal oleh publik karena karyanya yang tulus dan mendalam.Di rumah kayu sederhana dekat danau, Lina duduk di depan meja kerja, menatap tumpukan naskah yang belum selesai. Pena di tangannya bergerak perlahan, mencatat setiap peristiwa, setiap ingatan, dan setiap pelajaran yang ia dapatkan dari perjalanan panjangnya dari masa hidupnya sebagai Lina Mei, hingga masa ketik
Pesawat mendarat dengan lembut di landasan Bandara Soekarno-Hatta. Udara tropis menyambut mereka dengan hembusan lembap yang membawa aroma hujan. Setelah berminggu-minggu di Beijing, melewati badai spiritual dan ritual penebusan, kini mereka kembali ke Indonesia ke tempat di mana semua kisah ini pertama kali ditulis oleh waktu.Adrian menatap keluar jendela mobil yang membawa mereka menuju kota kecil di pesisir, tempat taman pandan berada. Langit berwarna jingga keemasan, sama seperti sore pertama kali ia melihat cermin terkutuk itu bertahun-tahun lalu. Bedanya, kali ini ia tidak membawa beban.Di kursi belakang, Lina duduk diam, memeluk kain merah yang dulu menutupi cermin terakhir. Di dalamnya tersimpan debu kaca, sisa-sisa benda yang telah menjadi saksi ratusan tahun luka dan penebusan.Raina menoleh dari kursi depan. “Kau yakin ingin menaburkannya di taman pandan?” tanyanya lembut.Li
Tiga bulan telah berlalu sejak semua kekacauan itu berakhir.Rumah Adrian kini terasa seperti rumah sungguhan bukan lagi tempat yang dikelilingi ketakutan.Dindingnya bersih, cermin-cermin yang dulu penuh retakan sudah diganti dengan lukisan lukisan Raina yang menenangkan, matah
Bimo masih berdiri di ambang pintu kamar Adrian, wajahnya penuh rasa iba. Ia menyodorkan segelas air putih yang tadi sempat ia ambil dari dispenser ruang tengah.“Minum dulu, Yan.”Adrian menerima gelas itu dengan tangan bergetar. Ia meneguknya perlahan, mencoba menstabilkan naf
Sambungan telepon berakhir, meninggalkan Raina yang masih berusaha menstabilkan napasnya. Ia menatap sekeliling studio, memastikan dirinya aman. Beberapa menit kemudian, suara pintu studio berderit pelan. Seorang pria bertubuh tambun masuk dengan raut wajah santai.
Raina melangkah cepat keluar dari mushola kecil kantor. Wajahnya pucat, nafasnya masih memburu setelah mendengar bisikan menyeramkan itu. Telapak tangannya dingin, meski keringat tipis menempel di punggung. Lorong menuju ruang siar terasa lebih panjang dari biasanya,
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak