MasukKekagumanku pada sosok supervisor yang terlihat berwibawa dan bijak dalam mengambil sikap, seketika berubah menjadi kebencian yang teramat karena dia tega menodaiku hanya gara-gara aku tidak sengaja menumpahkan secangkir kopi ke pakaiannya. Hidupku hancur! Masa depanku hilang sudah. Akibat dari perbuatan kejinya, aku harus mengandung benih yang dia semburkan ke tubuhku tanpa izinku sama sekali. Laki-laki itu membuatku merasakan hidup dalam kesengsaraan, dan yang lebih membuatku terluka lagi adalah, laki-laki yang memerkosaku itu tak lain adalah kekasih ibuku!
Lihat lebih banyakIt’s the day of my Alpha ceremony. My father, Liam Holstin, couldn’t wait to pass the Alpha title over to me. He’s been training me to take over our pack, the Shadow Falls pack, since I was a child. Unlike him, I’ve had my parents to help raise and guide me. I’m ready to take over the pack. And, unlike many Alphas that don’t want to give up the power and control that comes with being an Alpha, my father couldn’t wait to spend all his time with his mate, my mother, Angel.
My parents are disgustingly happy. I may be the oldest, but I have six brothers and sisters ranging in ages from 6 months younger than me to three years younger. Four of us are only two years apart if that gives you any idea of how much my father enjoys my mother. The thought of my parents together still makes my stomach churn. I've walked in on them in a compromising position way too many times.
My parents plan to take my three youngest sisters with them to the house that they built for their retirement, but my brothers and oldest sister will stay here in the packhouse with me. Since I haven’t found my mate yet, it’s no problem having them here. My sister, Leana, can help with Luna duties until she finds her mate, or mom can come and fill in as needed until I find my mate.
I’m the first child of our allied packs to reach adulthood and take over as Alpha for my pack. While the first child of Canyon Ridge pack, Lily, is my age, she is a female and has known that she was mated to fae royalty her entire life. There was never a plan for her to take over their pack. Cohen, Rik and Cara's first-born son and my brothers’ best friend, is still a couple years away from reaching adulthood. Emerson, the Alpha heir of Safe Haven pack, is still a year away from taking over for his father, Eli. So, that makes me, Richard Holstin, the first to ascend to Alpha.
The children of the three packs have all grown up together. Our mothers are all Guardians, werewolves blessed by the Moon Goddess with extra strength and senses compared to other wolves, including Alphas. Cara Nelson, the current Luna of Canyon Ridge pack, was the first Guardian born to two Guardians. However, this generation, my generation, has shown that when a Guardian mates with their fated mate, they produce more Guardians. Every Alpha female in all three packs has the Guardian gene. None of the males show the tell-tale signs of the Guardians, the golden eyes, but we are stronger than most Alphas our age. And, if we happen to be mated to one of our neighboring packs’ Guardians, we will take on their strengths as our fathers have done.
My father comes to find me. He and my mother have always told me how proud they are of me. Compared to the lives of my parents, my brothers, sisters and I have led charmed lives. We’ve always been safe, loved and well cared for. Our pack has thrived and our alliance with our neighboring packs is strong. I plan to continue this pattern when I take over as Alpha.
“Are you ready son?” My father asks me. He comes to stand behind me in the mirror. I am a perfect replica of my father except for my gray eyes. I have my mother’s eyes. But, I have my father’s curly, unruly dark blond hair, his tall, muscular build and his dominant personality. I am my father’s son in all ways.
“I’m ready.”
After standing in front of the pack, taking my oath as Alpha and having the entire pack swear their loyalty to me, it’s time to party.
Dalam samar-samar penglihatan, aku mencoba membuka mataku yang terasa berat. Tersenyum ketika melihat suami yang sedang duduk di tepi ranjang. Menggendong bayi mungil kami dengan raut wajah yang sumringah. Aku dan bayiku sudah dibolehkan pulang dua hari yang lalu. Dan tadi, aku disuruh Bryan istirahat sejenak. Dia yang menggantikan tugasku menjaga si baby. Kebetulan hari ini hari libur. Bryan bilang, aku harus banyak istirahat agar tidak terlalu lelah. Agar ASI eksklusif yang aku berikan kepada bayi kami tetap lancar. Maklum, memang belum seminggu aku menjadi seorang ibu. Tapi, semua tanggungjawab ini sudah membuatku kalang kabut. Sebab aku tidak punya pengalaman mengurus bayi. Jangankan bayi, menjaga adik saja aku tidak pernah. Sebab aku kan anak tunggal. "Kau sudah bangun?" tanyanya. Aku mengangguk. Lalu, berusaha untuk duduk dan bersender di ranjang. Ngilu jahitan caesarku masih terasa. "Apa dia rew
Bintang-bintang terlihat begitu cantik menghiasi langit malam yang gelap. Ada bulan separuh di tengah-tengah mereka. Seakan menjadi ratu di antara hamparan bintang-bintang itu.Di balkon kamar, aku berdiri menengadah ke atas langit. Tersenyum dalam lamunan. Menyaksikan indahnya ciptaan Tuhan. Ku elus perutku yang sudah membuncit. Gerakan si jabang bayi langsung menyambut tanganku. Begitu kuat dan aktif. Membuatku tertawa dalam hati.Tidak terasa kini usia kehamilanku sudah memasuki usia 9 bulan. Hamil di usia muda tidak mudah bagiku. Aku sempat mengalami stres saat trimester pertama dan kedua. Panik memikirkan bagaimana rasanya persalinan nanti. Beruntung ibu dan suamiku selalu menyemangatiku, hingga aku dapat menyingkirkan pikiran buruk yang ada di otakku.Sekarang berat badanku naik dua kali lipat. Wajar saja, karena selama hamil, nafsu makanku naik dari biasanya. Ditambah lagi dengan sikap suami yang selalu mengingatk
Perutku benar-benar sedang keroncongan sekarang. Sampai badanku gemetaran karena menahan lapar. Setelah tadi makan siangku tertunda karena jengkel dengan bik Sumi, sekarang aku harus kembali menunda untuk makan. Sebab aku sedang menunggu makanan yang ingin aku cicipi. Nasi goreng kampung buatan suami dadakanku sedang bergumul dalam wajan.Tak pernah ku sangka, aku akan menghadapi hari-hari seperti ini. Rumahku terasa ramai dengan kehadiran suami dadakanku. Bagaimana tidak, dia selalu saja membuatku jengkel. Begitu juga dengan bi Sumi. Mereka bagaikan dua kubu yang berbeda jenis tapi satu haluan. Mahir sekali membuatku kesal.Akan tetapi, kekesalan itu kini berubah 180 derajat. Sepertinya tingkah kedua orang ini sekarang berubah menjadi semacam hiburan bagiku. Sebab aku tidak lagi merasakan yang namanya kesunyian di rumah ini seperti hari-hari sebelumnya. Bryan dan bi Sumi berhasil mengembalikan senyumku.Klentang, klenteng!Suara sendok dan wajan pe
Anandita POV~Aku terbangun saat jam menunjukkan pukul satu siang. Perutku keroncongan. Pantas saja tidurku terganggu, aku kan belum makan siang. Ketika aku membuka mata, tak sengaja pandanganku tertoleh ke samping. Mataku langsung menangkap sosok Bryan yang tertidur pulas di sampingku. Tepatnya di bahuku. Kepalanya bertengger di bahu polosku yang tanpa alas.Melihat keberadaannya, baru aku sadar kenapa tubuhku terasa lelah tak karuan. Aku baru ingat tadi Bryan menjelajahi seluruh lekuk tubuhku hingga akhirnya dia kembali menggauliku. Aku terhanyut dalam sentuhannya, terbuai pada indahnya surga dunia. Meski masih terasa perih, tapi aku menikmati permainannya. Sebab dia melakukannya dengan lembut. Tidak seperti ketika pertama kali dia menjamahku. Begitu kasar dan sama sekali tidak memikirkan kesakitan yang aku rasakan saat itu.Aku mengeliatkan tubuh. Badanku terasa remuk. Persetubuhan yang kami lakukan tadi benar-benar menguras tenaga. Hingga tanpa sengaja kami
Setelah noda kopi itu menghilang, aku kemudian mengibas-ngibaskan kemeja itu agar bagian yang aku basuh tadi segera mengering. Semerbak harum parfum dari kemeja yang ku pegang saat ini tiba-tiba menyapa hidungku. Aku menghirupnya dalam-dalam. Ah! Benar-benar sangat memanjakan hidung dan pikiranku
Jleb!Aku tersentak ketika tangan pak Bryan menggenggam tanganku. Aku terpaksa menghentikan aktivitas mengilap kemejanya. Aku langsung memandang wajah pak Bryan yang sudah memandang wajahku duluan. Menatapku tajam hingga seluruh tubuhku gemetaran. Tanganku yang sedang dipegangnya samp
Aku sudah berada di depan ruangan supervisorku. Aku masuk ke dalam ruangan itu dan menutup pintu. Pak Bryan mempersilakan aku untuk duduk di kursi yang tersedia di depan meja kerjanya. Aku pun menurut. Sementara itu dia sibuk mengotak atik laptopnya."Mana laporan hasil penjualanmu? Sini be
Ojek online yang aku pesan secara online sudah muncul di depan pagar rumah. Hal itu semakin membuat ibuku menggeram. Aku tahu karena sedetik lalu aku melirik wajahnya. Dia terpaku di teras rumah melihat kepergianku bersama abang tukang ojek.Aku juga tahu yang ada
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak