Masuk"Sakti, kamu memang luar biasa. Aku mau nambah lagi," bisik Laura. "Aku akan lakukan apa yang kamu mau," balas Sakti. Dikhianati istrinya, membuat Sakti berada di kehidupan lain. Yang tadinya dingin dan kaku. Kini lebih perkasa dan kuat di ranjang. Sakit datang untuk membalas dendam dengan caranya. Terutama pada orang yang telah menyakitinya. Apalagi dia telah menemukan cincin aneh penambah kekuatan.
Lihat lebih banyakSakti duduk. Berkali-kali dia membaca pesan dari Rina. WANITA ITU BENAR-BENAR SAMPAH!Sakti menggumam dan tertawa. Bahagia sekali saat umpannya bisa mengenai sasaran. Hancur satu persatu. Rina begitu mudah membayar pria untuk menemani berkencan. Sakti menyeringai.BAIKLAH. PERMAINAN AKAN SEGERA DIMULAI.Begitu juga dengan Rina. Wanita yang hampir putus asa karena Sony membatalkan pernikahan itu seolah menemukan cahaya. Sakti yang dikenalnya dengan nama Dewa datang menjadi sang penyelamat. Rina masih rebahan di ranjang. Dia sudah mandi dan memakai baju yang sangat tipis. Biasanya dia akan bercinta dengan Sony saat masih di kediaman Dewangga GrupWalau belum menikah Rina sudah sering melakukan hubungan suami istri. Kini, Rina dibuang saat menuntut pernikahan. Melihat tubuh kekar dan otot besar milik Sakti, Rina menjadi tergoda. Dia membayangkan pasti senjatanya besar dan tembakannya hebat. Wanita itu tersenyum sendiri. Dia meraba tubuhnya sendiri. Memegangi buah semangka yang
Sakti mengantar Rina. Atas permintaan Sakti sendiri. Sambil ingin mengorek keterangan kapan mereka menikah. Atau gak bikin balas dendam dengan caranya sendiri. Bikin Rina tertarik dan jatuh cinta. "Terima kasih sudah mau mengantar sampai rumah. Aku gak bisa balas," ucap Rina dengan senyum manisnya. Sakti membalas dengan senyum manis pula. Matanya mengerling. Ya, Janda dan Duda. Mantan suami istri sekarang duduk berdua di dalam taksi. Rina tidak menyadarinya. "Gak apa-apa, Nona. Aku emang tidak suka lihat laki-laki yang semena-mena dengan perempuan. Bagiku wanita adalah bunga yang harus dirawat dan diperlakukan istimewa," jawab Sakti. Ucapan itu meluncur begitu saja bagai menohok jantung Rina. Begitu mengena. Rina sesak napas. Terlihat berkali-kali dia gelisah. Terkadang membetulkan rambut dan dress yang dia pakai. Sakti melirik sebentar. Bungkam.Hening.Tidak ada yang membuka percakapan. Hanya suara musik yang diputar oleh supir taksi. Lagu dari Yuni Shara. Mengingatkan S
"Enyah dari pandanganku!" bentak Sakti. Dia mendorong dua pria bertubuh kekar itu hanya dengan sekali hentakan saja. Hingga mereka terjungkal dekat meja saji di sebelah. Wanita itu berdiri di belakang Sakti dengan wajah pias. Ada titik bening ngalir dari kedua matanya. Napasnya naik turun. Terdengar suara gemuruh di dadanya. "Tolong Bang. Aku takut banget," lirih wanita itu. Dua pria itu bertubuh kekar bangun dan melawan Sakti. Namun, Belum juga tegak berdiri, satu bogem sudah mendarat di pipi salah satu pria. Hingga pria itu mental. Semua pelayan Cafe Diamond berkumpul tapi tidak berani mendekat. Terlihat wajah wajah pucat dan badan gemetar. Terbayang kemarahan manager kalau semua barang rusak. Mereka menutup mulut dengan kedua tangan. Saat ada yang mau bergerak mengambil ponsel, Sakti dengan cepat melempar sumpit ke arah pelayan itu hingga ponselnya terjatuh. "Jangan ada yang panggil polisi. Ini hanya urusan kecil. Kalau gak aku patahkan leher kalian!" bentak Sakti denga
Sampai pulang kantor, Ratih tidak menemuinya. Wanita itu berubah dalam sekejap. Yang tadinya ramah mendadak dingin. Sakti juga sibuk dengan kerjaan barunya. Dia kembali harus berurusan dengan data-data. Dia merasa bosan. Lebih suka hidup berpetualang di alam bebas, daripada harus berkutat di belakang meja kerja. Tapi ..Tenang.Sakti hanya ingin merebut kembali harta dan perusahaannya. Tidak ingin hilang percuma di tangan yang salah. Membalas sakit hatinya pada Rina. Paling enggak mereka merasakan apa yang dia rasakan. Sakti membuka pintu ruangan Ratih. Di sana wanita itu masih sibuk dengan komputernya. "Ratih, aku pulang dulu ya. Besok kita akan ke proyek Kapuk Permai. Sekarang kamu kan bosnya, "ucap Sakti. Ratih menoleh ke arah pintu. Tersenyum yang dipaksakan. "Baik, Pak.Walau aku bosnya tapi yang punya uang adalah Pak Sakti," sahut Ratih.Sakti diam sejenak. Menatap Ratih sambil dahi mengkerut. Kayak aneh. Ada yang beda. Tapi ...Ya sudahlah.Di depan bertemu dengan Sus






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan