Share

Bab 206

Author: Millanova
last update publish date: 2026-06-25 16:11:22
Setelah melewati gerbang utama, Kukuh melangkah masuk ke dalam lobi gedung PT Sumber Wangi Tbk yang sepi dan remang-remang. Suara sepatunya menggema di atas lantai marmer.

Di balik meja resepsionis, seorang penjaga malam berseragam rapi menatapnya dengan kening berkerut. Matanya menyipit, berusaha mengenali wajah Kukuh di bawah cahaya lampu lobi.

"Loh... Anda bukannya OB (Office Boy) yang dulu pernah terkena hukuman oleh Bos Adiwangsa?" tegur resepsionis itu dengan nada curiga. Pada nametag di d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 231

    Kalimat balasan Ratih meluncur dengan sangat mulus, terdengar begitu anggun namun memiliki ketajaman layaknya belati yang menohok telak harga diri Ratna tepat di titik terlemahnya. Angin malam yang berembus di balkon itu seolah ikut membeku mendengar sindiran mematikan sang pewaris utama Keluarga Cokro."Ayo, Kuh, kita masuk ke dalam ballroom saja," ucap Ratih dengan nada suara yang tenang, mengalun lembut namun menyayat.Matanya yang indah melirik sekilas ke arah Ratna dari atas ke bawah dengan tatapan meremehkan, sebuah gestur aristokrat yang sudah mendarah daging dalam dirinya. "Aku khawatir, kalau kita berlama-lama di sini... nanti akan ada yang menangis sedih lagi kalau miliknya terambil olehku secara tidak sengaja."Namun, sebelum Ratna sempat meledak dalam amarah dan membuang martabatnya dengan berteriak, Kukuh sudah lebih dulu mengambil alih situasi. Pemuda itu melangkah pelan, menempatkan dirinya sedikit di depan Ratih sebagai perisai pelindung, lalu menundukkan kepalanya sed

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 230

    Ratih hanya menatap dingin uluran tangan Aryo Lembu Sasmita. Sebagai pewaris Keluarga Cokro yang sudah terbiasa menghadapi ular-ular beracun di dunia bisnis, ia sama sekali tidak berniat merendahkan gengsinya untuk menyentuh tangan bawahan dari musuh masa lalunya.Melihat penolakan Ratih, sorot mata Aryo menajam. Ada kilatan rasa tersinggung yang dengan cepat ia tutupi dengan senyum miring.Namun, sebelum Aryo sempat menarik tangannya kembali, Kukuh melangkah maju menutupi separuh tubuh Ratih. Dengan gerakan yang sangat tenang namun cepat, pemuda itu meraih dan menyambut uluran tangan Aryo."Perkenalkan, saya asisten pribadi Keluarga Cokro. Nama saya Kukuh," ucap Kukuh dengan senyum sopan yang sengaja dibuat-buat.Tepat saat kulit tangan mereka bersentuhan, Kukuh seketika merasakan ada hawa aneh yang menjalar. Sebuah energi gaib yang sangat dingin dan setajam jarum mencoba menembus pori-pori telapak tangannya, merayap naik dengan niat melumpuhkan aliran darahnya.(Jadi begini cara mai

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 229

    Angin malam berembus pelan, membawa keheningan sesaat di antara mereka berdua."Iya, memang penuh sesak di dalam," ucap Kukuh santai, memecah kesunyian sambil menyandarkan kedua tangannya di pagar pembatas balkon. "Orang-orang itu seperti sedang saling bunuh dengan pegangan mereka masing-masing. Auranya berbenturan keras."Mendengar istilah 'pegangan' keluar dari mulut Kukuh, dahi Ratih sedikit berkerut. Namun, sebelum ia sempat menanyakan hal itu, Kukuh sudah menoleh dan menatapnya dengan raut wajah serius."Tih, aku mau tanya," ucap Kukuh tiba-tiba, suaranya merendah. "Sudah diperluas seberapa Rajah Wangi yang kamu miliki?"Ratih tersentak pelan. Matanya melebar sesaat. Jantungnya berdegup lebih kencang. Pertanyaan itu sama sekali bukan sesuatu yang bisa dilemparkan oleh orang awam. Rajah Wangi adalah rahasia darah terdalam Keluarga Cokro yang tidak diketahui oleh sembarang orang, apalagi oleh pria yang selama ini hanya dianggap mantan Office Boy."Apa yang kamu maksud, Kuh?" balas

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 228

    Setelah kepergian Panji dan Kyai Agus, keheningan di meja VVIP itu perlahan mencair, digantikan oleh kasak-kusuk para elit yang masih terheran-heran."Baiklah, Tuan-tuan dan Nyonya-nyonya, silakan melanjutkan menikmati hidangan dan acara pesta ini. Saya mohon pamit sebentar," ucap Pak Eko dengan raut wajah sedikit tegang. Tanpa membuang waktu, tuan rumah acara itu bergegas melangkah pergi untuk mengejar Kyai Agus dan sang dewa perbankan.Adiwangsa dan Eyang Putri menatap kepergian Pak Eko dengan raut kekecewaan yang tak bisa ditutupi. Di mata mereka, sebuah peluang emas baru saja terlepas begitu saja dari genggaman.Melihat wajah masam keluarga Cokro, Nyonya Broto tak melewatkan kesempatan untuk kembali memanaskan suasana. Matriark keluarga saingan itu menutup mulutnya dengan kipas lipat dan tertawa pelan."Wah, wah... sayang sekali ya. Ternyata cuma salah orang," sindir Nyonya Broto dengan nada suara yang sengaja ditinggikan agar terdengar oleh meja di sekitarnya. "Padahal, kalau sea

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 227

    (Waduh, ini bahaya,) batin Kukuh cepat.Otaknya berputar. Jika identitas aslinya terbongkar di hadapan puluhan konglomerat dan pejabat VVIP ini, tidak hanya rencananya yang akan berantakan, tapi posisi Ratih dan Keluarga Cokro juga akan langsung menjadi sorotan utama musuh-musuhnya di dunia bawah.Dengan ekspresi wajah yang diatur sedatar dan sepolos mungkin, Kukuh menundukkan kepalanya, bersikap layaknya bawahan yang sedang kebingungan."Maaf, Tuan. Sepertinya Anda salah orang," ucap Kukuh dengan nada yang sangat sopan dan merendah. "Saya ini hanya tenaga angkut dan perawat dari Keluarga Adiwangsa. Saya hanya orang biasa yang kebetulan beruntung bisa mengabdi di sini. Tidak mungkin saya ini Tuan Besar yang Anda maksud."Sambil mengucapkan hal itu, pandangan Kukuh melirik tajam ke arah Kyai Agus yang berdiri tak jauh di belakang Panji. Lewat sorot matanya, Kukuh memberikan kode keras: Tarik dia sekarang, atau situasi ini akan memancing bahaya yang lebih besar.Memahami isyarat dari sa

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 226

    Kukuh menghentikan kursi roda Eyang Putri tepat di salah satu meja bundar berlapis taplak emas di area khusus VVIP. Di meja tersebut, telah duduk beberapa sesepuh dari keluarga konglomerat, termasuk Nyonya Broto, kompetitor sosialita abadi Keluarga Cokro.Melihat siapa yang datang, Nyonya Broto memindai Kukuh dari atas ke bawah sambil tersenyum sinis."Wah, wah... Raras Trenggono. Kulihat keluargamu semakin sukses saja. Tapi... kenapa seleramu malah menurun?" sindir Nyonya Broto dengan suara pelan namun tajam. "Acara sekelas ini, kau malah membawa pelayan ke meja kita. Apa Keluarga Cokro sudah tidak sanggup menyewa perawat medis profesional?"Mendengar ejekan itu, wajah Eyang Putri langsung merah padam. Rasa malunya memuncak."Dia ini cuma tenaga angkut gratisan yang tidak tahu aturan," sahut Eyang Putri ketus, melampiaskan kekesalannya pada Kukuh. Ia menoleh sedikit ke belakang, menatap menantunya dengan berang. "Heh, Gembel! Untuk apa kamu berdiri mematung di situ? Cepat tuangkan mi

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 168

    Rasa penasaran yang membuncah mengalahkan rasa mual di dada Kukuh. Alih-alih menyudahi malam itu, ia justru tertantang untuk menguji batas kemampuannya. Lembaran buku catatan dari Dokter Harsha kembali dibalik, matanya langsung tertuju pada tingkatan yang lebih dinamis.Latihan 4: Berjalan Meditasi

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 166

    Sore menjelang malam itu, langit ibu kota perlahan meredup digantikan oleh pendaran lampu jalanan. Kukuh berjalan kaki menyusuri trotoar menuju kawasan perumahan elit tempat mansion megah keluarga Cokro berdiri. Di dalam tas ransel sederhananya, tersimpan beberapa buku tebal berisi kisi-kisi tes da

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 165

    Di dalam ruang perpustakaan kuno yang hening itu, Kukuh termenung sejenak. Otaknya memutar kembali segala hinaan dan cacian yang selalu dilontarkan oleh keluarga besar Cokro kepadanya. Selama ini, ia memang tidak memiliki gelar, jabatan, maupun kekayaan di atas kertas yang bisa dibanggakan. Tawaran

  • OB - Sang Pewaris Rajah Terkuat   Bab 158

    "Ya, benar apa yang dikatakan Agus, Nak Kukuh," tambah Eyang Bayu Manik Waja dengan suara berat yang mengalun tenang. "Seingat saya dari catatan kuno para leluhur, keluarga Sekar Taji dan keluarga Cokro sebenarnya berasal dari silsilah awal yang berpangkal pada rahim ibu yang sama, namun mereka lah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status