Beranda / Romansa / Om Duda! 2 / Chapter 15: Rahasia

Share

Chapter 15: Rahasia

Penulis: Anaa
last update Tanggal publikasi: 2023-09-11 10:56:51

"Saya masuk saja ya, Sya?"

Disya menggeleng dengan bibir yang dikerucutkan. "Antar Disya sampai di sini saja, Pak Devan langsung pulang saja ya...."

"Kamu tadi di jemput saya, Bunda juga sudah tahu kamu pergi dengan saya. Saya justru merasa tidak enak jika tidak berpamitan dengan Bunda."

Lagi-lagi Disya menggeleng, tidak mengijinkan Devan untuk masuk ke dalam rumahnya. Saat ini, mereka berdua masih berada di dalam mobil, mobil milik Devan terparkir cukup jauh dari rumah Disya—terparkir tepat di
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Om Duda! 2   Chapter 84: Melekat vs Menjauh

    "Ada apa?" tanya Disya melirik suaminya beberapa detik, lalu kembali fokus dengan kegiatanya yang sedang memasangkan dasi di leher Devan.Lelaki itu tersenyum lalu mengusap lembut pipi kanan Disya. "Kamu cantik sekali, Sya?"Disya memberengut, memukul pelan dada Devan untuk menutupi rasa gugupnya. Bukan satu, dua bulan mereka bersama. Tetapi, Disya selalu dibuat salah tingkah jika Devan menggodanya. Jelas pipinya bersemu merah sekarang, membuat Devan gemas, tidak tahan untuk menciuminya, bahkan lelaki itu sudah memeluk tubuh Disya."Pak Devan harus sarapan, nanti telat.""Saya cuti lagi ya hari ini.""Ngga boleh! Kemarin kan Pak Devan udah ngambil cuti."Devan berdecak, lelaki itu malah semakin memeluk Disya erat. "Saya mau sama kamu terus...." rengeknya manja—Bukan Devan sekali 'kan?!"Ayo sarapan, di bawah Naya sama Bang Sam pasti nungguin!" kata Disya mencoba melepaskan pelukan suaminya."Biarkan saja mereka," ucap Devan sama sekali tidak mau melepaskan pelukannya.Kalau sudah begi

  • Om Duda! 2   Chapter 83: Kebenaran Yang Ditunda

    "Abang cinta sama Naya, Sya...." Disya mengangguk pelan memeluk lengan Samudra dengan lembut sesekali mengelusnya, mencoba menyampaikan bahwa ia percaya dengan ucapannya—bagaimana Disya tidak percaya, manik mata Abangnya sudah memerah sekarang, bahkan berkaca-kaca jika saja matanya berkedip beberapa detik maka air mata yang menggenang itu akan jatuh membasahi pipinya. "Abang ngga tau kenapa kamu sama Devan masih belum percaya itu. Abang harus bagaimana lagi?" Disya menggeleng pelan. "Pak Devan bilang apa sama Bang Sam?" Tanya Disya memastikan, beberapa menit yang lalu suami dan abangnya ini baru mengobrol di halaman samping. Disya sudah mengetahui apa yang dibahas, tetapi ia tidak tahu secara rinci kalimat seperti apa yang suaminya ucapkan kepada Samudra sehingga lelaki itu sampai berkaca-kaca hendak menangis seperti ini. "Disya cuman takut—" "Sudah beberapa kali Abang bilang takut kalian itu keterlaluan, berlebihan. Apalagi sekarang

  • Om Duda! 2   Chapter 82: Wejangan Pernikahan

    "Siapa Layla?" Samudra menoleh, lelaki itu baru mendaratkan bokongnya di kursi dan langsung ditembak dengan pertanyaan dari Devan yang sudah menatapnya dengan tatapan penuh selidik—menginterogasi. "Siapa Layla bagi kamu dan Mamah Gina?" Tanya Devan lagi, memperjelas pertanyaannya. "..." Samudra masih diam, tidak membalas tatapan Devan, lelaki itu memilih menatap ke depan dengan mulut terkatup rapat. "Disya menangis semalam, dia mengkhawatirkan pernikahan kalian berdua, dia takut terjadi masalah di hubungan pernikahan kamu dengan Naya, dia takut jika hal itu terjadi... saya akan meninggalkannya—" Devan menjeda kalimatnya, terdengar helaan nafas berat dari mulutnya, mengalihkan pandangan ke arah lain, tidak lagi menatap Samudra. Tiba-tiba saja dadanya terasa sesak mengingat semalam Disya menangis tersedu karena masalah ini. "Saya tidak akan pernah melakukan kesalahan untuk kedua kalinya—saya tidak akan pernah meninggalkan Disya apapun

  • Om Duda! 2   Chapter 81: Masalah Pernikahan

    Tentang Layla dan bayinya yang ada di kediaman Gina, dan Disya yang bertanya apakah Devan akan meninggalkannya jika terjadi hal buruk dalam pernikahan Samudra dan Naya—Tidak salah kan kalau Devan menyangkut pautkan semuanya? "Bayi itu... anak Samudra?" Disya menggeleng cepat. Segera merogoh handphonenya di dalam tas, tangannya dengan cepat mencari file dokumen hasil tes DNA yang pernah dikirim oleh Alif dan juga Naya. "I—ini, ini Naya sama Alif yang ngirim bukti ini ke Disya," kata Disya sembari menyodorkan handphonenya kepada Devan, kedua pipinya basah, matanya memerah karena masih menangis. Devan segera menerima handphone untuk membaca file tersebut, wajahnya tampak serius, dingin—Selama keduanya kembali bersama, Disya baru melihat ekspresi wajah Devan yang seperti itu, lagi. "Ada jaminan ini dokumen asli?" Disya menunduk dalam, meremas dressnya kuat, berusaha untuk menahan isak tangisnya. "Naya datang

  • Om Duda! 2   Chapter 80: Orang Asing

    Suasana di rumah ini sangat ramai dan hangat terlebih karena kehadiran bayi dalam gendongan Gina. Bahkan Ayah dan Bunda Disya juga sesekali berekspresi lucu untuk mendapat tawa dari bayi kecil itu, ini adalah kali pertama terdengar ada tawa bayi di dalam keluarga—Kai dulu hadir di keluarga ini saat berusia lima tahun, bukan bayi—mereka tampak senang seolah ini adalah pengalam pertama. Disya melirik Naya yang duduk di sampingnya, ikut tersenyum melihat bayi dalam gendongan Gina. Bergantian, menatap Samudra yang duduk di samping Naya, lelaki itu juga terlihat menyunggingkan senyumnya beberapa kali ketika si bayi tertawa. Satu-satunya orang yang tidak ikut terbawa suasana hangat di ruang tengah ini adalah Disya. Perempuan itu bangun dari duduknya, menjauh dari perkumpulan, tidak ada yang menyadari, pun ia tidak mengatakan akan pergi ke mana. Memilih ke luar dari dalam rumah untuk duduk di kursi taman sembari menunggu kedatangan suaminya. Acara dinner akan dilangsungkan setelah kedatan

  • Om Duda! 2   Chapter 79: Ulang Tahun Mamah Gina

    "Belum selesai juga ketawa-ketawanya, sayang?" tanya Devan menatap sang Istri yang masih asyik menatap layar handphone dengan tawa yang tidak kunjung berhenti sedari tadi."Habisnya ini lucu banget Pak Devan," kata Disya menanggapi, mengusap pelan sudut matanya yang sudah berair.Devan menggeleng-gelengkan kepalanya pelan, naik ke atas kasur lalu duduk setengah berbaring di samping Disya. "Sudah malam ini, ayo kita tidur! Besok pagi katanya akan ke rumah Mamah Gina." Devan mengelus bagian atas rambut Disya dengan lembut."Hehehe oke...."Disya segera menyimpan handphonenya di atas nakas, menyamankan posisi berbaringnya, menjadikan dada suaminya sebagai bantalan. "Kayanya kalau fotonya dicetak tambah lucu deh, nanti kita pajang di sini—"Devan mengernyit, sepertinya lelaki itu tidak setuju. "Aneh sekali nanti kalau ada foto si kembar di dinding kamar kita, Sya."Disya kembali terkekeh. "Iya juga ya...."Disya benar-benar mengerjai si kembar, tadi. Selain menyuruh si kembar memakai paka

  • Om Duda! 2   Chapter 70: Istri Kedua?

    Alif menjelaskan bahwa dia bertemu dengan Layla di salah satu club malam, keduanya tertarik secara fisik satu sama lain sehingga terjadihal hal yang tidak diinginkan, apalagi keduanya dalam pengaruh alkohol malam itu, nafsu benar-benar menguasai mereka. Disya percaya? Tidak— Yang benar saja? Bisa

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Om Duda! 2   Chapter 71: Titik Terang

    "Yakin tidak papa jika saya berangkat kerja, sayang?" tanya Devan, ini adalah pertanyaan kesekian yang lelaki itu berikan kepada istrinya. Yang semulanya Disya menjawab 'Tidak papa' perempuan itu kini menatap Devan dengan bibir yang ditekuk sembari menampilkan puppy eyesnya. "Kamu ingin saya tidak

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-02
  • Om Duda! 2   Chapter 66: Bucin

    Disya mengerjapkan matanya perlahan, menatap jam yang sudah menunjukkan pukul satu siang, bukannya bangun dari tidurnya Disya malah semakin mengeratkan pelukannya di tubuh Devan, semakin menyamankan posisi tidurnya. "Sudah siang sayang," ucap Devan mengecup bagian atas rambut Disya. "Disya lapar,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Om Duda! 2   Chapter 68: Berita Baik?

    "Tokcer juga ya Pak Devan," ucap Fani menatap lembaran hasil USG milik Disya dengan senyuman lebar menghiasi bibirnya. "Iyalah tokcer! Kamu ngga lihat Pak Devan tuh aura-auranya hyper—" "Al!" Yumna menyenggol lengan Alya, memperingati agar ia berhati-hati dengan ucapannya. Tidak masalah jika hanya m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status