Beranda / Mafia / PEREMPUAN MILIK MORETTI / Rumah Ini Menggigit yang Ragu

Share

Rumah Ini Menggigit yang Ragu

Penulis: Pilar Waisakha
last update Tanggal publikasi: 2026-03-11 21:47:29
Halaman belakang mansion terasa lebih luas saat seseorang bekerja sendirian di dalamnya.

Rumput masih basah di beberapa sudut, namun matahari telah naik cukup tinggi untuk mengusir sisa dingin pagi.

Di tengah taman itu, Elena berdiri dengan gunting rumput besar di tangannya.

Bilah besinya terbuka.

Menutup.

Terbuka lagi.

Suara logamnya berulang pelan—ritme kerja yang sunyi.

Kakinya masih nyeri.

Gigitan anjing tadi tidak dalam, tetapi cukup membuat setiap langkah terasa berat.

Ia
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Pilihan yang Tidak Lagi Miliknya

    Malam menempel di balik kaca jendela.Elena berdiri di depannya sejak entah kapan.Tirai yang biasanya tertutup rapat terbuka sedikit di ujung jari.Cukup untuk melihat taman.Lampu-lampu batu menyala di sepanjang jalur pejalan kaki. Bayangan cemara membentang gelap di atas rumput. Sesekali seorang penjaga melintas di kejauhan, langkahnya teratur, kepala menoleh ke titik-titik yang sudah ditentukan.Gerbang utama terlihat samar dari sayap kamar ini.Terlalu jauh.Terlalu terang.Tak pernah benar-benar kosong.Matanya mengikuti jalur itu.Dari taman.Ke pagar besi.Ke gerbang utama.Seorang penjaga menghilang di balik bayangan pohon.Beberapa detik kemudian, penjaga lain muncul dari arah berbeda.Rute yang sama.Pola yang sama.Jari Elena mengendur.Tirai kembali jatuh menutupi kaca.Pantulannya muncul di permukaan

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Saat Mereka Mengira Menang

    Ruang kerja Valerius jauh lebih tenang dibanding bagian lain mansion.Jendela tinggi menghadap taman belakang. Angin bergerak pelan di antara pucuk cemara, menekan bayangan yang jatuh ke lantai kayu.Di atas meja kecil, teh baru diganti. Uapnya hampir hilang.Elias masuk tanpa suara.Map tipis diletakkan di sisi meja.Tidak terdengar bunyi tambahan.Valerius tidak langsung menyentuhnya.Ia menunggu beberapa detik sebelum membuka halaman pertama.Matanya bergerak pelan.Satu baris.Lalu berikutnya.Buyer Vienna telah menyelesaikan pembayaran kompensasi.Jari di kepala tongkat berhenti.Sekali.Tidak ada komentar.Halaman berganti.Naples menerima penyelesaian awal tanpa keberatan.Valerius membaca sampai ujung paragraf.Lalu lanjut lagi.Tidak ada gugatan balik yang diajukan oleh tiga pihak tambahan.Tongkat menyentuh lantai.Pelan.Elias tidak bergerak.Matanya tetap pada tablet, tapi layar tidak berubah.Valerius membalik halaman berikutnya.Media masih berjalan.Judul baru muncul se

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Membiarkan Mereka Percaya

    Koridor menuju ruang rapat lebih ramai dari biasanya.Telepon berdering di berbagai ruangan.Langkah kaki bersahutan di atas lantai marmer.Seorang staf administrasi hampir berlari membawa map tebal ke arah lift, sementara dua orang lain berhenti di depan printer yang terus memuntahkan lembar demi lembar laporan.Tak ada yang benar-benar berbicara dengan suara normal.Kalimat dipendekkan.Instruksi diberikan sambil berjalan.Pintu dibuka dan ditutup lebih cepat.Saat Adriano muncul di ujung koridor, jalur di depannya kosong dengan sendirinya.Tak ada yang menatap terlalu lama.Tak ada yang menghalangi langkahnya.Pintu ruang rapat terbuka.Percakapan yang tersisa langsung terputus.Belasan pasang mata terangkat.Pengacara.Direktur keuangan.Kepala distribusi.Supervisor regional.Kepala operasional pelabuhan.Berk

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Saat Semuanya Terlihat Aman

    Ponsel itu berpindah tangan.Elena tidak berusaha menahannya.Jemarinya masih berada di atas meja, kaku di tempat pesan terakhir dikirim.Adriano membaca layar sekali.Tak ada perubahan di wajahnya.Tak ada kepuasan.Tak ada kemarahan.Ia menekan tombol kunci.Layar padam.Ruangan kembali redup."Apa yang akan kau lakukan padanya?"Suara Elena terdengar serak.Adriano menyelipkan ponsel itu ke dalam saku jas.Tak langsung menjawab.Tatapannya jatuh pada sisa roti di piring.Pada gelas kosong.Pada kursi yang memaksa Elena tetap duduk di hadapannya."Harapan membuat orang melakukan banyak hal."Elena menatapnya.Rahangnya mengencang."Apa maksudmu?"Tak ada jawaban.Adriano berdiri.Kursi bergeser pelan di lantai kayu."Apa yang akan kau lakukan pada Julian?"Kali ini Elena memaksa suaranya keluar.Adriano berhenti di dekat pintu.Punggungnya masih menghadap."Orang selalu datang sendiri ketika mereka percaya seseorang sedang menunggu."Darah Elena terasa turun dari wajahnya.Ia tidak

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Tidak Ada Jalan Kembali

    Pintu tertutup di belakang Adriano.Bunyi kuncinya terdengar pelan.Cukup untuk membuat Elena mengangkat kepala.Kamar masih redup.Gorden tetap tertarik rapat seperti semalam. Cahaya pagi hanya masuk dari celah tipis di antara kain tebal dan dinding, meninggalkan garis pucat di lantai kayu.Elena duduk di ujung ranjang.Masih mengenakan pakaian kemarin.Rambutnya jatuh berantakan di bahu.Ia tidak berdiri.Tidak menyambut.Tidak bertanya.Tatapannya mengikuti Adriano yang berjalan melintasi kamar membawa nampan.Pria itu meletakkannya di atas meja dekat jendela.Roti.Buah.Segelas air.Tak satu pun disentuh.Sunyi kembali turun."Makan."Suara Adriano memecahnya.Elena memandang nampan itu."Aku tidak lapar."Adriano berbalik.Jarak di antara mereka menyusut tanpa tergesa.

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Harga yang Belum Lunas

    Pagi di mansion Moretti berjalan seperti biasa bagi siapa pun yang tidak tahu cara membaca perubahan kecil.Lift servis tetap naik turun membawa kotak logistik. Langkah staff berderak pelan di lantai marmer koridor timur. Aroma kopi dari dapur menyusup sampai area administrasi, bercampur dengan bau kertas baru dari ruang arsip.Di salah satu koridor dekat sayap keluarga, dua penjaga baru berdiri di depan satu pintu.Tidak banyak bergerak.Tidak saling bicara.Hanya keberadaan mereka yang cukup membuat siapa pun memilih jalur lain.Di dalam ruang kerja, cahaya pagi jatuh miring ke atas meja kayu gelap.Berkas-berkas tertata rapi, garis tepinya sejajar sempurna. Laporan distribusi. Audit. Kontrak buyer.Tak satu pun disentuh.Ponsel Elena tergeletak di sisi kanan meja.Layar gelap.Diam.Adriano sudah berpakaian lengkap.Kemeja putih.Manset terpasang rapi.

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Yang Akan Terjadi Sudah Menunggu di Depan

    Pagi datang tanpa suara. Elena tidak tahu apa yang membangunkannya lebih dulu—dinginnya sisi ranjang yang kosong, atau hilangnya sesuatu yang semalam terasa terlalu dekat. Matanya terbuka perlahan. Cahaya di balik tirai masih pucat. Belum cukup terang untuk disebut pagi. Aroma kopi sudah lebih

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sesuatu Sudah Menunggu

    Mobil itu sudah menyala saat mereka mendekat. Mesinnya tidak meraung—hanya bergetar pelan, seperti sesuatu yang hidup… dan memilih untuk menahan diri. Para pengawal bergerak lebih dulu. Pintu dibuka. Jalur dibentuk. Rapi. Tanpa celah. Adriano masuk tanpa menoleh. Elena menyusul. Pintu

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Sarapan yang Tidak Pernah Aman

    Ruang makan sudah siap sebelum siapa pun masuk. Cahaya pagi jatuh lurus dari jendela tinggi, membelah meja panjang menjadi dua sisi yang terlalu rapi untuk disentuh. Piring porselen tersusun presisi. Sendok dan garpu sejajar seperti garis komando. Cangkir kopi mengepul tipis—hangat, tapi tidak m

  • PEREMPUAN MILIK MORETTI   Aturan Rumah Moretti

    Pintu kamar menutup pelan di belakang Adriano. Bunyinya kecil— tapi cukup untuk mengubah udara di dalam ruangan. Elena langsung berdiri. Gerakannya terlalu cepat untuk disebut kebetulan. Seolah tubuhnya sudah lebih dulu mengambil keputusan sebelum pikirannya sempat menyusul. Mangkuk sup hangat i

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status