INICIAR SESIÓNZuhra Kalinka, harus menerima kepahitan karena sang kekasih lebih memilih pergi melanjutkan studinya ke luar negeri di saat wanita itu sedang mengandung. Memiliki anak tanpa status ayah yang jelas tentu bukan hal yang membanggakan mengingat dirinya tinggal di kepulauan yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat. Lalu, apa yang akan Zuhra lakukan saat seseorang datang dan siap bertanggung jawab atas kehamilannya. Pria dingin yang diam-diam membuat wanita itu jatuh cinta.
Ver más“Tapi gue hamil anak lo, Ren. Zuhra berteriak melampiaskan kekecewaannya.
“Gue tahu, Ra. Gue tahu. Tapi gue gak bisa.” Reno menjambak kasar rambutnya, merasa frustasi.
“Lo tega, Ren. Lo tega sama gue.”
“Ra, sorry. Gue janji setelah kuliah gue selesai, gue bakal jemput lo, oke? Reno mencengkeram bahu Zuhra, “sekarang gue harus berangkat, lo baik-baik di sini.”
“Lo berengsek, Ren. Ini anak lo tapi lo mau lepas tangan gitu aja? Lo bilang cinta ke gue, mana, Ren? Mana?” Zuhra meronta saat Reno menariknya ke pelukan pria itu.
Gue beneran sayang sama lo, Ra. Tapi, sorry gue harus tetep berangkat demi nyokap bokap gue. Gue bakal jemput lo suatu saat nanti.”
“Terus gue gimana, Ren? Anak ini gimana?” Zuhra menunjuk perutnya yang masih terlihat rata sambil tersedu-sedu.
“Ra, lo bisa gugurin, kan?”
Bagai disambar petir, kata-kata Reno seperkian detik lalu membuat tubuh Zuhra menegang, isakannya tiba-tiba terhenti. Dipandangnya wajah pria di hadapannya itu, benarkah ini pria yang selama tiga tahun belakangan dicintainya? Sekejam itukah pria yang selama ini dibangga-banggakannya?
“Ini anak lo, Ren. Lo tega?” Zuhra menjerit histeris. Suaranya gemetar menahan amarah.
“Gak ada cara lain, Ra. Gue harus pergi!” Reno balas membentak Zuhra.
“Lo berengsek! Bajingan! Pecundang!! Zuhra memaki membabi buta.
Satu suara khas pertemuan telapak tangan dengan kulit pipi terdengar.
“Ren, lo ....” Zuhra seketika terdiam.
Dia menatap tak percaya pada Reno, seraya memegangi pipinya yang terasa perih.
Sementara Reno menatap tangannya yang terasa gemetar, tapi dia menguetkan hatinya.
“Gue pergi, Ra. Jaga diri lo baik-baik, gue pasti balik,” ucapnya sebelum berbalik.
Pria itu melangkah meninggalkan Zuhra dengan tangisannya yang makin menjadi.
Suat saat lo akan tahu kenapa gue lakuin ini, Ra.
"Ra, udahan dong," rengek Dirgam.Zuhra melotot garang. "Nggak ada! Itu hukuman Mas karena suka ganjen!" ucapnya ketus."Aduuh, Ra. Dia itu sekretaris Papa. Masa sekretaris Papa juga Mas yang pilihin?"
Dirgam merangkul bahu Zuhra dengan sayang. Dia tak membiarkan sedikit pun wanita itu jauh dari jangkauan, membuat semua keluarga yang berkumpul menggelengkan kepala melihat sikap protectivenya.H
Dirgam duduk termenung di taman rumah sakit tempat ibunya dirawat. Sudah satu jam berlalu, dan dia masih enggan untuk beranjak. Ia merenung atas apa yang sudah dialaminya selama ini. Fakta yang baru saja diketahui, dia tak ingin percaya. Tapi, logikanya selalu membenarkan. Jika begitu, bukankah Dirgam sudah berbuat kejam terhadap ayahnya selama ini? Ah, tentu tidak. Ini juga termasuk salah ayahnya yang tak membawanya serta pergi. Kenapa meninggalkan anak pada istri yang tukang selingkuh?Ia menghela napas, terus saja mencari alasan kebenaran atas sikapnya selama ini. Dia juga korban di sini. Lamunan pria itu terhenti karena tarikan kasar seseorang. "Berengsek! Di sini lo ternyata! Bajingan yang udah hamilin adik gue!!" Randy berteria
“Ra ....”Dirgam lantas menoleh karena sapaan lembut Reno pada Zuhra yang berdiri tak jauh dari mereka, dengan perut membuncit serta mata berkaca-kaca.“Maaf ... tapi yang harus selalu kamu tahu, aku tulus sayang sama kamu, Ra,” bisik Reno.
Zuhra melirik sebal Dirgam yang sudah duduk tegak dengan santainya, seolah baru saja tidak terjadi hal apa pun. Yah, meskipun memang tak terjadi hal apa-apa. Tapi kan ....“Kenapa wajahmu cemberut begitu?” tanya pria itu heran.Zuhra menoleh, menatap garang wajah Dirgam. “Nggak apa-apa,” ucapnya ketus
“Kamu ... ngapain di sini?”“Kita harus bicara, Ra,” ucap laki-laki itu tegas.Zuhra tersenyum miris, rasanya ingin menangis mendapati orang itu kembali. Lelaki itu berdiri tegak di hadapannya dengan tubuh sehat wal’afiat tidak kekurangan sesuatu apa pun.
Tepukan lembut di pipi Zuhra mengusik tidur nyenyaknya. Matanya bahkan terasa amat lengket untuk sekedar terbuka. Karena itu dirinya hanya bergumam sambil berbalik dan tidur lagi. Namun tidak bertahan lama saat indera pendengarannya menangkap suara khas seseorang.“Kamu mau sholat Sub
Keadaan rumah Zuhra sudah mulai ramai pagi ini, beberapa kerabat yang tinggal di luar Pulau Jawa sudah mulai tiba di Jakarta. Beberapa pekerja juga tengah sibuk menata peralatan pesta untuk esok hari. Sesekali Zuhra juga ikut mengecek apakah semua sudah sesuai dengan yang direncanakan atau belum.






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Calificaciones
reseñasMás