Share

Bab 149

Penulis: Dandelion
last update Tanggal publikasi: 2026-07-31 21:57:38

"Dim, kamu pesan tiket ke Singapura untuk keberangkatan Jumat malam, ya. Sekalian pesan buat kamu."

Setelah mengirimkan pesan itu kepada Dimas, Jagat langsung keluar dari mobilnya yang terparkir di tempat parkir sebuah restoran bergaya eropa. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya ketika mengingat bahwa sang Mama membuat reservasi di restoran ini karena tahu tempat ini adalah salah satu tempat makan favoritnya.

Berjalan ke arah resepsionis, ia lalu mengatakan tentang reservasi yang telah dibuat
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 149

    "Dim, kamu pesan tiket ke Singapura untuk keberangkatan Jumat malam, ya. Sekalian pesan buat kamu."Setelah mengirimkan pesan itu kepada Dimas, Jagat langsung keluar dari mobilnya yang terparkir di tempat parkir sebuah restoran bergaya eropa. Senyum tipis terukir di sudut bibirnya ketika mengingat bahwa sang Mama membuat reservasi di restoran ini karena tahu tempat ini adalah salah satu tempat makan favoritnya.Berjalan ke arah resepsionis, ia lalu mengatakan tentang reservasi yang telah dibuat oleh Mamanya dan tak lama ia langsung diantar ke meja yang dimaksud.Mamanya ternyata memesan privat room untuk yang terletak di sudut lantai dua restoran itu. Saat akhirnya ia membuka pintu ruangan itu, Jagat sedikit terkejut karena ternyata Mamanya tidak datang sendiri, melainkan bersama Papa sambungnya - Om Aji."Selamat malam, Ma, Om." Sapanya dengan sedikit canggung. Mungkin efek dari renggangnya hubungan mereka."Malam, Jagat. Sini duduk." Ucap Om Aji yang begitu ramah padanya. Meski tak

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 148

    Satu bulan telah berlalu sejak pengunduran dirinya dari AYT Tech dan Jagat merasa tidak ada hari yang lebih melegakan dari itu selama enam bulan ini. Kali ini hanya tinggal menyusun rencana untuk bisa mendekati Sekar kembali."Dim, kamu ada rencana ke Singapura?" Tanya Jagat saat Dimas sedang membereskan laptop dan document di meja di ruang rapat."Saya, Pak? Buat apa saya ke Singapura, Pak? Atau ada Bapak ada rencana perjalanan dinas ke sana yang belum saya ketahui?" Dimas balik bertanya karena bingung dengan maksud pertanyaan Jagat."Bukan. Maksud saya kamu ada rencana ke sana buat ketemu cewek yang waktu itu di direct message? Dia ada di Singapura kan?""Ohhh itu" Dimas lalu tersenyum malu-malu. Pria itu tiba-tiba terlihat gerogi dan ia bisa menebak bahwa Dimas membalas direct message itu dan hubungan mereka berlanjut."Saya masih pendekatan, Pak. Kayaknya terlalu cepat kalau saya tiba-tiba datang ke sana buat ketemu dia. Saya nggak mau bikin dia nggak nyaman dan terkesan terburu-b

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 147

    "Cukup, Pa!"Bu Dian berkata dengan tegas dan nada yang meninggi, membuat Pak Ruli terkejut karena ini adalah pertama kalinya sang anak perempuan berbicara seperti itu padanya. Sedari kecil Bu Dian selalu menurut pada Papanya, mengiyakan segala perintah sang Papa termasuk untuk meninggalkan pria yang ia cintai - Robert dan juga mengabaikan anak lelakinya - Jagat selama bertahun-tahun."Dian! Apa-apaan kamu?" Ucap Pak Ruli dengan nada yang juga ikut meninggi.Bu Dian bangkit dari duduknya, berniat langsung pergi karena tak ingin berdebat dengan Pak Ruli. Namun Pak Ruli tak terima dan menganggap percakapan mereka belum selesai."Mau ke mana kamu? Papa belum selesai ngomong, Dian. Temui anak kurang ajar kamu itu. Bilang sama dia kalau dia tidak mau menikah dengan Rachel, maka Papa akan selalu mengusik hidupnya. Kalau perlu akan Papa hancurkan perusahaannya itu."Bu Dian mengepalkan kedua tangannya, lalu ia berbalik dan menatap Pak Ruli dengan mata yang berkaca-kaca.

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 146

    "Lo ngapain, Cin?" Sekar bertanya karena begitu penasaran. Sudah sepuluh menit berlalu, Cindy masih saja menatap ponselnya."Lagi stalking Si Dimas di L*nkind. Ternyata udah lama kerja di JB Company. Thank you, Sekar. Berkat informasi dari lo, sekarang gue tahu sosmednya Si Dimas. Gue mau pendekatan, saatnya jadi cegil." Ucap Cindy dengan bahagianyaSekar hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan temannya itu. Semoga saja Dimas sedang tidak menjalin hubungan dengan siapapun agar Cindy tidak sakit hati nantinya.Sementara itu di sisi lain, Dimas yang sedang makan siang di kantin perusahaan tiba-tiba mendapatkan notifikasi bahwa ada yang mengunjungi akun L*inkind miliknya. Ia hanya melihatnya sekilas, lalu sudah tak peduli. Namun beberapa saat kemudian, ada pesan yang masuk ke inst*agramnya. "Hallo, gue Cindy. Salam kenal, ya."Dahinya berkerut, ia mulai bertanya-tanya siapa wanita yang mengiriminya pesan. Setelah ia perhatikan, ternyata mirip dengan nama yang tadi melihat akun L

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 145

    Jagat keluar dari ruang rapat dengan perasaan lega. Akhirnya sesuatu yang selama ini ia nantikan untuk terjadi terwujud hari ini. Sepanjang Pak Nadim tadi ada di ruangan, Mamanya juga lebih banyak diam dan ia juga melihat wajah Mamanya yang pasrah. Semoga saja Mamanya memang diam karena menyerah, bukan karena sedang menyiapkan rencana untuk kembali mengekangnya dalam sebuah kontrak ataupun perjanjian.Ia kemudian melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam lift menuju ruangan tempat ia bekerja. Maksudnya tempat dulu ia menjabat sebagai pimpinan. Saat lift itu sudah akan tertutup, tiba-tiba Rachel menerobos begitu saja yang berakhir membuatnya tak bisa menghindar untuk keluar ketika wanita itu memeluknya."Jagat, berkahirnya perjanjian kamu dengan Tante Dian nggak akan membuat perjodohan kita batal, kan?"Jagat yang masih berusaha melepaskan diri dari pelukan Rachel hanya bisa mengertutkan keningnya. Ia sungguh tak mengerti kenapa wanita itu masih saja berharap tentang perjodohan mereka.

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 144

    Jagat menatap dirinya di depan cermin. Hari ini ia akan mengumumkan pengunduran dirinya dari AYT Tech di rapat umum pemegang saham. Tidak ada yang tahu tentang keputusannya ini, kecuali Dimas sekretarisnya di JB Company dan beberapa pemegang saham di AYT Tech yang ia kenal baik karena ia tetap membutuhkan suara mereka agar permohonan pengunduran dirinya disetujui. Namun untuk Mamanya dan Pak Januar, Jagat tak memberitahukan akan hal itu.Selama ia di Singapura, ia sudah memikirkan hal ini dengan matang. Semakin cepat pengunduran dirinya, maka itu akan semakin baik. Toh semua tugas yang diembankan kepadanya selama menjadi CEO di AYT Tech sudah ia lakukan. JB Company juga sudah stabil berkat beberapa investor yang mau berinvestasi ke perusahaannya, terutama Alexander."Semoga hari ini berjalan sesuai rencana dan setelah ini gue bisa fokus di JB Company serta Sekar." Ucapnya pada diri sendiri.Lalu ia mengambil tas kerjanya, memeriksa semua dokumen yang akan ia bawa dan mengambil kunci m

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 99

    "Untung hasilnya negatif. Pikiran gue udah ke mana-mana." Sekar menghembuskan napas lega. Perlahan-lahan jantungnya berdebar dengan normal. Ketegangan yang sedari tadi menyelimuti dirinya kini mulai pudar. Tapi ia akan kembali mengeceknya besok pagi agar dia merasa lebih yakin.Ketika ia bangkit da

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 100

    Setelah kepergian sang Mama dari rumahnya, Jagat tak bisa tenang. Apa yang sudah Mamanya rencanakan untuk membuat Sekar menjauhinya? Apa ia telah melewatkan sesuatu? Apa mungkin Sekar yang tak bisa ia hubungi juga karena ulah Mamanya? Ya Tuhan, ia jadi berburuk sangka seperti ini. Jagat lalu kembal

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-01
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 93

    “Dan semoga kelak pasangan saya itu kamu.”Kalimat itu terus terngiang di pikiran Sekar meski yang mengucapkan sudah pulang ke rumahnya beberapa jam lalu. Di saat ia sedang berusaha membentengi hatinya lagi agar tidak terjebak terlalu dalam di kubangan perasaan, Jagat justru kembali memberikannya s

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 92

    Belum sempat Sekar merespon ucapan itu, Jagat lebih dulu mendorong tubuhnya masuk dan berbalik menutup pintu kamar mandi. Pria itu bahkan sudah membawa handuk seperti sudah mempersiapkan untuk mandi di tempatnya."Saya tadi ke bawah nggak cuma ambil oleh-oleh buat kamu, tapi juga perlengkapan mandi

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-31
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status