MasukLahir dengan mata kanan berwarna merah membuat orang-orang mengutuk dan menjuluki Mo Feng sebagai pembawa sial, titisan iblis, Sang Pangeran Mata Iblis! Terlebih di hari yang sama dengan hari kelahirannya itu, tragedi berdarah terjadi secara tiba-tiba! Monster iblis melakukan pembantaian di mana-mana! Ayah ibunya ikut mati, kerajaan porak-poranda, dan seluruh rakyat menderita. Mo Feng pun hidup nelangsa karena kebencian orang-orang kepadanya. Tidak sedikit orang yang berniat membunuhnya. Hal ini membuat Mo Feng bertekad untuk membuktikan pada dunia kalau dia bukan titisan iblis!
Lihat lebih banyak"Serahkan kitab Iblis Pemakan Jiwa itu!"
"Atau kami akan membunuhmu." Lu Fei terpojok sampai ke tepi jurang Neraka. Jurang yang tidak berdasar. Setiap orang yang terjatuh ke sana. Tidak pernah ada yang bisa kembali. Lu Fei berdecak kesal. Dia menoleh ke belakang dan hanya itu pilihannya. Dia sudah berusaha melarikan diri, tetapi pada akhirnya dia tetap saja terpojok oleh para patriarch berbagai sekte. Seluruh Sekte bekerja sama untuk membunuh Lu Fei. Lu Fei adalah seorang pemuda yang sangat luar biasa. Dia sangat kuat dan itu membuat para cultivator lain iri kepada dirinya. Mereka menyebarkan rumor buruk tentang Lu Fei. Tentu saja banyak yang termakan dan akhirnya membenci Lu Fei. Akhirnya Lu Fei diserang oleh seluruh sekte besar. Bahkan kekaisaran juga ikut. Itu membuatnya terpojok. Lawan yang harus dia lawan terlalu banyak. "Aku tidak akan memberikannya kepada kalian. Dari pada memberikannya, lebih baik aku membawanya mati bersama denganku," ucap Lu Fei. "Lakukan saja kalau kau berani!" tantang salah satu patriarch. Lu Fei sebenarnya takut, tetapi dia merasa kalau dirinya tidak punya pilihan lain. Dia pun tersenyum ke arah para cultivator itu. "Kalian tidak akan mendapatkannya," ucap Lu Fei dengan tengil. Dia pun melompat kecil ke belakang sambil membentangkan tangannya. Lu Fei terjatuh ke dalam Jurang Neraka. Seluruh cultivator kuat di sana langsung bergerak. Mereka ingin menghentikan yang terjadi, tetapi tidak sempat. Yang mereka lakukan hanya melihat ke dalam jurang. Wajah mereka langsung terlihat sangat kecewa karena tidak berhasil mendapatkan kitab Iblis Pemakan Jiwa. Mereka berdecak kesal. "Sial. Kitab itu tidak bisa aku dapatkan. Bocah ini ... dia terlalu gila." Mereka pun pergi dari sana. Tidak ada harapan sama sekali untuk mendapatkan kitab itu lagi. Tidak ada yang bodoh sampai terjun ke bawah. Mereka lebih memilih untuk pulang. Kabar kematian Lu Fei pun menyebar. Dia dianggap sudah tewas. *** "Haaaaaa ... haaa." Lu Fei bangun. Saat dia bangun, semuanya gelap. Tak ada cahaya di sana. Dia berusaha berdiri, tetapi perutnya sakit. Saat dia meraba bagian perutnya, saat itu juga dia sadar kalau ada luka di perutnya. Luka tusukan yang sangat dalam. Bukan hanya satu, totalnya ada tiga luka tusukan. Lu Fei mengerutkan keningnya, dia mencoba mengingat. "Arrrgh," rintihnya. Dia merasakan sakit kepala yang luar biasa. Beberapa ingatan masuk ke dalam kepala lu Fei. Ingatan yang tumpang tindih. Dia terdiam saat semua ingatan sudah masuk ke dalam dirinya. Dia mengingat ingatan yang berbeda dengan apa yang dia ketahui. Ingatan anak yang memiliki nama yang sama dengan dirinya yaitu Lu Fei, tetapi pemuda itu tidak punya bakat yang bagus. Bahkan diumurnya yang sudah 17 tahun, dia masih berada di tahap Forging Qi ke tujuh. Itu setara dengan anak berusia 10 tahun. Bahkan ada anak 10 tahun lebih tinggi dari itu. Sampah, itu adalah kata yang paling tepat menggambarkan anak bernama Lu Fei ini. Tingkat kultivasi terdiri dari 8 tingkatan yaitu pertama adalah Basic Foundation 1-5, Forging qi 1-9, flowing qi 1-9, core foundation 1-9, True foundation1-9, nescent soul 1-5 dan terakhir adalah immortal ascension 1-5. "Apa yang terjadi sebenarnya? Apa aku masuk ke dalam tubuh orang lain atau apa? Semua ingatan ini bukan ingatakanku.s" Lu Fei tidak paham dengan keadaannya sekarang. Dia pun bangun, tetapi saat dia bangun, dia merasakan ada yang bergerak ke arah dirinya. Saat Lu Fei ingin membalik badan, dia langsung diserang oleh sesuatu. Itu adalah monster. Lu Fei terkena serangan itu dan terpental. Tubuhnya yang sudah terluka semakin terluka lagi. Dia sampai mengerenyitkan keningnya saat dia berdiri. Lu Fei tidak bisa melihat monster yang menyerang dirinya karena gelap. Dia berusaha memfokuskan dirinya. Blash! Satu cakaran sekali lagi mengenai Lu Fei. Dia pun terjatuh lagi dan lagi. Itu terjadi berkali-kali sampai Lu Fei benar-benar kelelahan. Dia sudah hampir kehabisan qi. Lu Fei hampir pingsan, tetapi tiba-tiba tubuhnya menjadi panas. Tubuhnya menjadi kuat. Sesaat itulah dia bangun dan fokus Lu Fei menjadi luar biasa. Dia bisa merasakan gerakan monster yang menyerang dirinya. "Ah, iya. Aku hampir lupa dengan teknik Perubahan Iblis ini," ucap Lu Fei. Dia pun memasang kuda-kuda dan langsung maju ke depan. Monster itu menyerang Lu Fei, tetapi serangan itu langsung dihindari. Lu Fei muncul di belakang monster itu. Sesaat kemudian Lu Fei mengalirkan qi ke tangannya. Sesaat itulah kegelapan menyelimuti tangan Lu Fei. Kegelapan itu juga mengikat monster itu. Lu Fei pun melakukan pukulan. Satu pukulan yang langsung membunuh monster itu. Hanya dengan satu pukulan. "Ini cukup bagus," ucap Lu Fei. Setelah itu, dia langsung terjatuh dan pingsan. Lu Fei kehabisan qi. *** Setelah dua jam pingsan, lu Fei bangun. Dia merasakan luka nya sedikit pulih. Dingin menusuk ke dalam kulit Lu Fei. Dia langsung mengumpulkan ranting. Dia juga mencari batu dan menggesek kedua batu itu dengan berulang kali. Api pun berhasil di dapatkan. Lu Fei meraba tubuhnya dan ternyata ada sebuah pisau menancap di punggungnya. Lu Fei mengambil pisau itu. Dia menggunakan pisau itu untuk menguliti dan memotong daging monster yang dia kalahkan. Setelah itu dia membakar daging monster itu. Lu Fei mendongak ke atas. Saat itulah lu Fei merasa kalau dirinya harus naik ke atas. "Aku tidak tahu di mana aku berada, tetapi yang pasti ini adalah jurang yang dalam. Aku harus memanjat ke atas," ucap nya. Sebelum itu, dia merasa harus membuat dirinya sedikit lebih kuat agar dia bisa memanjat ke atas. Butuh tenaga yang cukup banyak untuk bisa naik ke atas sana. Itu sangat tinggi. Memanjat saja, mungkin butuh berjam-jam lamanya. Lu Fei pun lanjut makan dan lanjut dia berkeliling tempat itu untuk melihat sekitar. Hanya saja saat dia ingin masuk semakin dalam, Lu Fei mengurungkan niatnya. Itu terlalu berbahaya karena dia merasakan ada sosok mengerikan di bagian tengah jurang itu. "Aku tidak akan mengambil risiko untuk sekarang. Fokus sekarang adalah menerobos ke tahap flowing qi ke satu. Hanya perlu tiga kali menerobos lagi. Harusnya ini tidak akan sulit," ucap Lu Fei. Setelah makan, dia pun bersila dan memfokuskan dirinya. Lu Fei berkultivasi, tetapi apa yang dia kira tidak sesuai dengan kenyataan. Ternyata menerobos satu kali saja, itu sulit bagi Lu Fei. Dia memegang perutnya. Meridian dan dantian miliknya tidak terlalu bagus. Sangat lemah, tidak bisa menyerap atau mengolah terlalu banyak qi. Itu menghambat perkembangan kultivasi. "Wajar saja bocah ini sangat terbelakang. Dia mempunyai tubuh yang buruk. Ini akan sulit untukku menerobos, tetapi setidaknya aku bisa sedikit memberikan paksaan. Hanya saja tidak bisa terlalu keras. Aku tidak ingin membuat tubuhku meledak," ucap Lu Fei. Dia kembali berkultivasi. Kali ini dengan lebih dipaksa ditambah dengan teknik pernapasan yang agak unik. Lu Fei butuh waktu 2 jam hanya untuk menerobos satu kali. Dia pun terbaring karena kelelahan. "Ini buruk. Kalau begini, aku akan tertinggal. Aku harus mencari cara lain," ucap Lu Fei. Lu Fei tidak ingin tinggal di sana terlalu lama. "Apa ini jurang Neraka?"Senior Yuan melotot tajam. “A-Apa? Lengan kiriku? Apa yang kau bicarakan?! Siapa yang lengan kirinya terluka? Lengan kiriku tidak terluka sama sekali!”Mo Feng maju selangkah. Dan ini membuat Senior Yuan entah kenapa juga ikut mundur selangkah. Ekspresinya tidak terlalu bagus. Ada sorot takut dan gentar yang samar di kedua matanya.Senior Xu yang berada di samping agak belakang dari Senior Yuan pun turut gelagapan. Dia bertanya-tanya kenapa Mo Feng bisa menebak bahwa Senior Yuan terluka di lengan kirinya.“Mungkinkah?”Senior Xu takut dengan dugaannya sendiri. Kalau benar Mo Feng sudah menebak siapa pemanah yang hendak membunuhnya semalam, maka di sini Tetua Agung pastilah sudah tahu semua kebenarannya!Ekspresi Senior Xu terus menyusut semakin cepat. Mo Feng juga sempat melihat melalui ekor matanya. Dalam hati, dia mendengus dingin.“Hmph.”Seraya memfokuskan kembali kedua matanya pada Senior Yuan yang ada di hadapannya, Mo Feng akhirnya berbicara.“Kalau kau tidak terluka, kau bisa
Perkataan Mo Feng membuat Senior Yuan agak panik hingga buru-buru angkat bicara. “Ya! Kita bertemu lagi setelah terakhir kali aku bertemu denganmu kemarin," ujarnya tergesa, tidak terdengar stabil.Mo Feng menaikkan sebelah alisnya. “Kemarin, ya?”Kali ini, Xue Lingzhi mengambil alih. “Kalian datang lebih awal dari yang aku pikirkan, Senior. Kupikir kalian masih akan datang 1 jam lagi. Mengingat ucapan kalian tadi yang katanya begitu kelelahan setelah menjaga Tetua Xia sepanjang malam.”Warna wajah Senior Xu dan Senior Yuan berubah pucat. Mereka saling bertukar pandangan sebelum akhirnya tertawa dengan agak terpaksa.“Ha-ha! Tidak, tidak. Kami hanya bercanda denganmu.” Senior Xu mengelak dengan sedikit menyenggol lengan kanan Senior Yuan.“Ya. Mana mungkin kami berani mengabaikan panggilan Tetua Agung?” timpal Senior Yuan lagi sambil memalingkan wajahnya ke arah Tetua Agung.“Tetua Agung, ada apa memanggil kami?” alihnya cepat, enggan terlalu banyak basa-basi dengan Mo Feng ataupun
“Apa? Tetua Agung memanggil kami berdua? Kenapa? Ada apa?” Xue Lingzhi menggelengkan kepalanya. Dia menatap Senior Xu dan Senior Yuan secara bergantian. “Aku tidak tahu, Senior. Tapi lebih baik kalian berdua segera ke sana. Jangan membuat Tetua Agung menunggu lebih lama.”Senior Yuan yang semula masih duduk tenang di kursi bawah jendela, akhirnya bangkit dan tersenyum pada Xue Lingzhi. “Lingzhi, bisakah kau katakan pada Tetua Agung kalau kami akan datang beberapa saat lagi? Kami baru saja kembali setelah menjaga Tetua Xia di ruang pengobatan sepanjang malam.”Ekspresi Xue Lingzhi agak berubah. Dia jelas-jelas mendengar keluhan Tetua Xia karena tidak ada orang yang menjenguk dan menjaganya semalam. Lalu di sini, kenapa pernyataan Senior Yuan seperti itu? Apakah dia berbohong? Tapi kenapa dia berbohong padanya?“Benarkah?” tanyanya kemudian.Senior Yuan tersenyum lebih lebar dengan tatapan yang meyakinkan. “Tentu saja. Memangnya siapa lagi yang menjaga Tetua Xia selain kami? Bukank
“Mo Feng? Dari mana kau? Apa kau baru saja pergi keluar?” tanya Xue Lingzhi setelah dia melihat sosok Mo Feng berjalan dari arah gerbang.Mo Feng tersenyum simpul. “Ya. Aku hanya berjalan-jalan sebentar.”“Tapi kau sepertinya menghilang sejak semalam? Aku sempat mencarimu ke kamar beberapa kali dan kau tidak ada,” balas Xue Lingzhi lagi.Ekspresi Mo Feng berubah sedikit. Namun, dia menggelengkan kepalanya dan berjalan menuju teras yang menghubungkan gedung depan dengan aula utama sekte di gedung belakang.Mau tak mau, Xue Lingzhi mengikutinya.“Aku memang tidak ada di kamar sejak semalam. Aku mulai berlatih dari tengah malam sampai dini hari di halaman samping. Setelah itu, aku pergi ke luar untuk berjalan-jalan sebentar.”Penjelasan Mo Feng itu membuat Xue Lingzhi menganggukkan kepalanya beberapa kali. “Oh, begitu. Aku paham.”“Lalu biar aku tebak, alasan kau tiba-tiba melakukan latihan sepanjang malam itu adalah karena Tetua Agung lah yang menyuruhmu?” lanjutnya penasaran.Mo Feng y
‘BUGH! BUGH! BUGH!’Mo Feng terus meninju batang pohon besar yang ada di samping gua itu kuat-kuat menggunakan kedua tangannya secara bergantian.Saking kuatnya, kulit batang kayu yang begitu tebal dan keras itu bahkan sekarang sudah mulai hancur hingga menunjukkan daging batang pohon yang berwarna pu
‘BOOMMM!!!’‘BOOMMM!!!’‘BOOMMM!!!’Suara ledakan beruntun yang begitu dahsyat berhasil memecah keheningan hutan bambu di siang hari ini. Bahkan, suara itu membuat banyak hewan penghuni hutan seperti burung-burung kecil beterbangan secara acak karena terkejut.Dari kejauhan, kepulan asap berwarna putih
“IBLIS?!”Mo Feng sangat terkejut setelah tahu bahwa yang barusan mengganggunya saat berlatih itu ternyata adalah sesosok monster iblis. Dengan bentuk menyeramkan, bermata nyalang tajam, dan tampak ganas, monster iblis itu kini berhadapan dengan Mo Feng tanpa sedikit pun rasa takut.Ditilik dari aura
‘HAP! HAP! HAP!’Mo Feng terus berlari dengan kecepatan penuh. Derap langkahnya memecah keheningan hutan yang sangat sunyi hari ini. Untuk beberapa alasan, Mo Feng merasakan ada yang aneh dari suasananya.“Tidak biasanya hutan ini begitu sepi dan senyap tanpa sedikit pun suara kicauan burung-burung ke












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.