ログイン“Baiklah kita cari makan sekarang, pantas saja dari tadi perutku terasa perih.” Mia cengengesan seraya mengusap perut dengan kedua tangannya.Keduanya akhirnya memutuskan untuk berjalan keluar rumah sakit mencari tempat makan yang sekiranya masih buka, namun tanpa mereka sadari seseorang memperhatikan mereka dari kejauhan. William berhenti sejenak, dan melihat ke arah belakang untuk memastikan sesuatu. “Apa hanya perasaanku saja, seperti ada seseorang yang sedang mengawasi.“Ada apa kak?” Tanya Mia yang menyadari William tiba-tiba berhenti berjalan. “Tidak apa-apa ayo kita pergi, hari sudah mulai malam takut tempat makan mulai pada tutup.” ajak William yang kini berjalan lebih dahulu.Tidak ingin membahasnya lagi, Mia memutuskan untuk menyusul William karena kondisinya saat ini sedang benar-benar lapar. Setelah menemukan makanan yang di inginkan, keduanya memutuskan untuk membungkusnya dan memakannya nanti di kamar inap ayah Mia, mengingat tidak ada yang menunggu dan merawat.Meski
“Kak…ayahku masuk rumah sakit.” kini air mata yang berusaha Mia tahan runtuh juga.“Kok bisa, bagaimana bisa masuk rumah sakit, bukannya terakhir kali kondisi ayah kamu baik-baik saja?” tanya William dengan ekspresi cukup terkejut. “Memang benar kemarin saat aku berkunjung kondisi ayah baik-baik saja, tapi entah kenapa baru saja tiba-tiba aku mendapatkan telepon dari pihak yang berwajib mereka bilang bahwa ayah saat ini sedang dilarikan ke rumah sakit.” sahut Mia. “Mereka juga tidak memberitahu secara detail apa yang sebenarnya terjadi dan hanya meminta untuk segera datang ke rumah sakit.” sambungnya.“Ya sudah kita pergi ke rumah sakit sekarang, biar aku antar.” ajak William bersiap. Mia menggelengkan kepalanya. “Tidak! Biar aku pergi sendiri saja, aku hanya meminta izin untuk pergi sekarang, lagi pula kakak saat ini sedang sibuk aku tidak ingin mengganggu.”“Sudah ayo! tidak masalah, pekerjaanku tinggal sedikit dan masalah sistem sudah hampir pulih semuanya.” ucap William dengan
William menghela nafas panjang. “Baiklah biar aku mencobanya.”“Baik tuan.” orang tersebut mengisyarat”kan kepada salah satu karyawan untuk memberikan tempatnya kepada William.William kini mengambil alih salah satu komputer, mencoba sebisanya untuk memulihkan kembali sistem di perusahaan ayahnya tersebut. Beberapa kali William berhasil memulihkan sistem, namun beberapa kali juga langsung mendapat serangan balik sehingga sistem kembali down.William mengepalkan kedua tangannya kesal. “Sebenarnya siapa orang dibalik serangan ini, sepertinya hacker suruhannya sangat profesional sekali.”“Bagaimana ini tuan, lagi-lagi sistem kembali down.”William menatap kearah komputer dengan sebelah tangan memijat dahi dan pelipisnya bergantian. “Yang lain belum ada yang berhasil?”“Belum tuan.”William menggebrak meja keal. “Kerja apa saja kalian selama ini.”Saat sedang berpikir keras untuk bisa memulihkan kembali sistem, William mendapatkan sebuah pesan.[Bagaimana apa sudah berhasil dipulihkan, p
William perlahan meraih berkas tersebut dan mulai membacanya secara seksama.Beberapa detik kemudian William membulatkan kedua matanya. “Hendery? Jadi orang yang membuat ayahmu dipenjara adalah dia? Kok bisa?”“Masalah intinya belum seratus persen aku yakin, namun aku melakukan melakukan pemeriksaan bahwa enam bulan yang lalu ayah memenangkan sebuah tender cukup besar dari pihak swasta, mungkin itu salah satunya yang aku dengar dia mengincar tender tersebut.” Mia menghela t tidak terlalu kesal.William menganggukkan kepalanya paham. “Dalam dunia bisnis hal tersebut tidak jarang bahkan sering terjadi, yang aku tidak menyangka ternyata dia melakukan tindakan yang sama seperti kebanyakan orang.” “Makanya ada peribahasa ‘jangan hanya menilai dan melihat seseorang dari luarnya saja’ apa yang kita lihat belum tentu itu yang sebenarnya.” sahut Mia.“Jadi bagaimana langkah selanjutnya?”“Aku sudah menyerahkan semua barang bukti kepada pihak berwajib, jadi tinggal menunggu kabar selanjutnya.”
William ingin prasangkanya terhadap Hendery hanya sebatas kekhawatiran semata, namun mengingat beberapa hal janggal beberapa waktu terakhir membuatnya harus waspada juga. Ada yang bilang beberapa pelaku kejahatan bukan orang dari orang lain atau orang luar, justru beberapa pelaku merupakan dari orang terdekat bahkan bisa keluarga sendiri yang menjadi pelaku utama kejahatan kepada kita.Disibukan dengan pekerjaan yang semakin banyak, membuat William tidak menyadari bahwa hari sudah berganti malam, dia melakukan peregangan merasakan punggungnya kaku terlalu lama duduk fokus dengan pekerjaannya“Ternyata sudah malam, saking sibuknya.” William menghela nafas saat melihat ke arah jendela langit yang sudah gelap dengan lampu yang mulai menyala dari gedung.William bergegas mematikan komputer serta laptop, setelah mematikan semua selesai dan tidak ada yang tertinggal dia perlahan melangkah keluar dari ruangannya.Sesuai rencananya, malam ini dirinya ak daan datang ke rumah Mia untuk membaha
“Ternyata masih bisa menanganinya dengan baik, tapi dengan begitu tentu uang kas perusahaan akan semakin menipis. Kita lihat sampai mana bisa bertahan,” gumam Hendery Saat sedang fokus menyaksikan para karyawan mendapatkan gaji mereka, William memicingkan kedua matanya fokus ke salah satu orang yang berada diluar ruangan.“Hendery? Kenapa dia ada disini?” gumamnya pelan lalu memandang kembali kepada para karyawan agar tidak dicurigai bahwa dirinya sudah mengetahui keberadaan Hendery dibalik salah satu tembok bangunan.Di balik salah satu bangunan memang Hendery sedang memperhatikan apa yang sedang dilakukan William untuk mengatasi masalah di tempat tersebut.Kedua tangannya mengepal kuat dan terdengar suara gemeretak gigi menahan amarah. “Wah aku tidak menyangka kamu bisa mengendalikan situasi dengan cepat, tapi dengan begitu anggaran perusahaan keluargamu akan semakin menitip. Lalu bagaimana nanti kamu menanggung dana beberapa proyek lainnya yang sedang berjalan?” gumam Hendery mend
William terkekeh begitu mendengar apa yang baru saja diucapkan sang ayah. “Kenapa aku harus kembali, bukannya ada dia?” sorot mata William mengarah ke arah Rian.Rian yang melihat tatapan tajam yang dilayangkan William mencoba tetap biasa saja, terkesan tersenyum sangat tipis sekali untuk mengejekn
“Apa dia orangnya? tapi aku rasa tidak mungkin. apa dia sedang berseteru dengan Tedi Yan.” gumam William pelan.“Tapi aku rasa tidak mungkin dia terlibat dalam masalah ini, perusahaan Tedi Yan tidak mengusik perusahaannya.”“Ada apa? Kamu begitu fokus melihat ke arah mereka.” tanya Tedi Yan yang me
William menghentikan langkahnya sejenak saat membaca pesan baru dari Mia.[Jangan dulu datang kesini, ada beberapa orang yang mencurigakan berlalu-lalang dari tadi di dekat rumahku]“Kenapa aku diminta untuk tidak pergi kesana, bukannya bahaya jika dia berada disana seorang diri?” gumam William tid
Mata William membulat saat membaca pesannya, bahkan dia membacanya beberapa kali untuk memastikan bahwa dia tidak salah membaca.“Tedi Yan bukan orang yang membuat kamu masuk penjara.”“Kalau bukan Tedi Yan pelakunya, lalu siapa orang yang membantu anak itu yang membuatku masuk penjara.”gumam Willia







