MasukTerima Kasih Kak Agus, Kak Ian, dan Kak Rubei' atas dukungan Gem-nya (. ❛ ᴗ ❛.) Dengan ini, jumlah total akumulasi mencapai 10 Gem, WOW! yang artinya ada 2 bab bonus lagi! (≧▽≦) Akumulasi Gem Bab Bonus: 16-10-2024 (siang) : 0 Gem (reset) Nah, karena hari ini ada total 3 bab bonus, kalian ingin othor merilis ketiganya hari ini, atau 2 bab bonus hari ini dan satu bab sisanya besok? Othor sanggup kok rilis semuanya hari ini. Tolong balas di kolom komentar bab ini ya, othor tunggu sampai jam 6 malam. Jika tidak ada komentar, maka opsi kedua othor pilih (2 bab bonus rilis hari ini, dan sisanya besok). terima kasih. Selamat Membaca (◠‿・)—☆
Pupil Lucas menyempit, setitik amarah tergurat di wajahnya."Sampah, siapa yang mengizinkanmu mati?!" Dia mendengus penuh dendam, seakan kematian Ryan sendiri pun sudah menjadi hak prerogatifnya."Tapi, sekalipun kau mati, jiwamu tidak akan bisa lolos dariku!"Tepat saat Lucas hendak menyerap jiwq Ryan sepenuhnya dan Mira Yin bersiap melancarkan serangan untuk menghalanginya, sebuah suara bergema dari dasar kawah, tenang namun jelas terdengar di antara reruntuhan puncak gunung, memotong ketegangan yang mencekam."Mati? Kau? Kau masih belum bisa membunuhku."Suara itu terdengar tenang, bahkan hampir terdengar geli, sama sekali tidak seperti suara orang yang baru saja tertusuk hingga jantungnya nyaris tercerabut habis.Mira Yin terpaku di tempat, belati di tangannya nyaris terlepas begitu saja.Zane juga terpaku, luka di dadanya untuk sesaat terlupakan sepenuhnya.Bahkan Lucas pun ikut terpaku, langkahnya yang tadi begitu percaya diri kini terhenti total di tempat.Ryan belum mati?Deng
"Apa kau bertanya-tanya mengapa aku tidak tampak putus asa?" tanya Ryan tiba-tiba, suaranya tenang seolah tidak sedang berlumuran darah."Lalu kenapa kalau kau tidak putus asa sama sekali?" Lucas mendengus mengejek."Sampah tetaplah sampah selamanya. Seberani apa pun kau, hasilnya tetap akan sama.""Lebih dari itu, apa kau pikir kau tidak takut mati? Jika kau mati, semuanya akan berakhir?"Ia tertawa dingin."Biar kuberitahu kau, setelah kau mati, semuanya baru saja dimulai!""Rohmu akan menjadi milikku, tersiksa selamanya di dalam tubuhku, menyaksikan tubuhmu sendiri melayani kehendakku!"Setelah berkata begitu, ia tidak ingin membuang waktu lagi bersama Ryan.Cahaya hitam yang teramat pekat memadat di sisa telapak tangannya, memancarkan hawa dingin yang mencekam tulang.Kekuatan domainnya membubung tinggi, menekan udara di sekitarnya hingga bergetar hebat.Lucas akan menggunakan serangan terk
Sembari berkata begitu, tubuh Zane memancarkan gelombang kehancuran yang luar biasa dahsyat, membuat tanah di sekitarnya bergetar hebat dan retak memanjang ke segala arah.Raut wajah Lucas sedikit berubah, matanya menyipit tajam.Meski Zane kini dalam keadaan mengenaskan dengan dada bolong, fondasi kultivasinya tetap jauh melampaui tingkatnya sendiri.Energi yang dilepaskan dari ledakan energinya nyaris setara dengan serangan penuh seorang kultivator Ranah Star Sealed.Sebelumnya, Lucas sudah terluka oleh serangan Zane, jadi kalau ia dipaksa menahan ledakan energi pria itu, sekalipun ia punya kemampuan melahap, ia kemungkinan besar akan terluka parah, bahkan mungkin cukup untuk mengubah jalannya pertarungan.Tepat saat Lucas hendak menggunakan teknik gerak untuk kabur dari jangkauan ledakan, sebuah teriakan bergema dari belakangnya, menahan langkahnya sepersekian detik."Tebasan Pembelah Jiwa!"Sebuah serangan tajam yang
Zane sama sekali tidak tampak peduli pada luka-lukanya. Ia menatap Lucas dengan terkejut, setitik rasa takut perlahan muncul di sorot matanya. "Mustahil," gumam Zane. "Itu adalah kartu as yang diberikan ayahku sendiri." "Tidak ada satu pun genius di Kompetisi Rising Dragon yang sanggup menahan satu serangannya. Bagaimana mungkin kau menahannya hanya dengan satu tangan kosong?" Lucas menikmati setiap keputusasaan yang terpampang jelas di wajah Zane. Perasaan ini sungguh nikmat, perasaan meremukkan orang lain hingga tak bersisa harapan. Ia tersenyum merendahkan. "Jangan samakan aku dengan kalian, manusia sampah." "Keberadaan yang menopangku tidak bisa dikalahkan hanya dengan mengandalkan kekuatan semata. Genius seperti kalian yang hidup bagai raja tentu saja tidak akan mengerti. Energi adalah hal yang paling pandai kuserap." Meski berkata begitu, Lucas jelas terluka parah oleh serangan barusan, dan cara terbaik untuk memulihkan diri dengan cepat adalah dengan melahap secepatnya.
Pada saat itu, suara Lucas seakan memenuhi seluruh penjuru. Sebuah mimpi buruk tak kasatmata mencengkeram semua genius yang ikut Kompetisi Rising Dragon. Tekanan jiwa itu menjalar ke segala arah, membuat para peserta yang bersembunyi jauh di kejauhan bergidik ketakutan, badan mereka gemetar tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi di puncak gunung. Namun di balik kesombongannya, Lucas tetap menahan sedikit aura iblisnya, wajahnya tampak lebih pucat dari sebelumnya, napasnya juga sedikit memburu. Artefak yang dipakai Xander Jett tadi memang benar-benar luar biasa, jauh di luar dugaannya. Seandainya Xander Jett sedikit lebih kuat, atau seandainya kultivasinya cukup untuk menopang penuh artefak itu, Lucas pasti sudah terperangkap sepenuhnya tanpa jalan keluar. Walaupun pada akhirnya Xander Jett tidak sanggup bertahan, Lucas juga telah menguras cukup banyak tenaganya sendiri untuk lolos dari kurungan tersebut. Meski begitu, kini ia paham Ryan kemungkinan besar hanya memakai suatu cara
Mata Ryan menyipit.'Sekalipun aku bisa menyegel sebagian besar kekuatan melahap Lucas, dia tetap saja kultivator Ranah Star Sealed,' pikirnya cepat. 'Tanpa bantuan Zane, aku mungkin tidak akan sanggup membunuhnya.'Karena itu, ia sama sekali tidak boleh membiarkan Zane menjadi santapan Lucas.Tepat saat Lucas hendak menerkam Zane, sebuah lingkaran cahaya hitam tiba-tiba turun dari langit dan mengurung Lucas di dalam sebuah penghalang.Penghalang hitam itu memancarkan aura yang teramat kuat, sisi-sisinya berkilau kehitaman seperti logam purba, bahkan lebih dahsyat daripada kapal terbang milik Zane sendiri.Itu artefak True God, benda yang sungguh langka dan berharga, bahkan di antara faksi kelas satu sekalipun.Selain itu, penghalang hitam tersebut juga memancarkan kekuatan sebuah domain, mengunci Lucas rapat-rapat di dalamnya dan mencegahnya bergerak bebas.Ryan dan Zane tertegun, mata mereka berdua melebar tak percaya.
Melihat Ryan sudah siap, Senior Feng membentuk segel tangan dan jam pasir besar tiba-tiba muncul. Benda itu melayang di udara dengan elegan, berpendar dengan cahaya keemasan yang menunjukkan keistimewaannya. Jam pasir itu berputar dengan sendirinya, dan pasir di dalamnya mulai mengalir ke bawah d
Dari cerita ayahnya, Ryan mengetahui kebenaran yang menyakitkan. Kakek neneknya bukan sekadar meninggal karena kecelakaan seperti yang selama ini dia ketahui. Mereka dibunuh—diracuni dengan pil yang tampak seperti ramuan kultivasi. Keluarga Pendragon di Gunung Langit Biru bertanggung jawab atas
"Aku adalah kultivator yang mempelajari banyak Dao dalam hidup saya. Namun, jika aku harus mengatakan apa yang terbaik bagiku, itu adalah alkimia dan pembuatan artefak." Mata tuanya menatap Ryan penuh makna. "Jika kamu menguasai dua hal ini dariku, maka yang ada hanya keuntungan dan tid
"Tuan Ryan..." Sarah Denn berbisik pelan. "Emosi Jenderal Larry Brave sedang tidak baik akhir-akhir ini, jadi harap berhati-hati..." Dia ingat betul bagaimana hampir terluka parah saat terakhir kali mencoba membujuk Larry Brave. Bagaimanapun, kekuatan Larry Brave dianggap salah satu yang terkuat







