Masukini bab bonus ketiga malam ini. dan ada satu bab bonus lagi setelah ini ditunggu (◠‿・)—☆
Pandangan Lucas kembali jatuh pada Ryan.Dengan nada merendahkan, dia berkata, "Ryan, jadi inikah penolong yang berhasil kau temukan?""Hahaha, kuat juga rupanya. Bayangan kepalannya tadi cukup lezat. Apakah itu memang serangan terkuat yang bisa dia keluarkan, atau masih ada yang tersembunyi?""Beberapa tahun lalu, aku menghancurkan keluargamu di Kota Golden River dengan tanganku sendiri, dan membuatmu tenggelem di Sungai Emas."Ia menyeringai lebar, memperlihatkan deretan gigi yang menghitam."Aku masih ingat jelas betapa putus asanya wajahmu saat itu. Sekarang, aku bisa memenuhi lagi duniamu dengan keputusasaan yang sama. Kali ini, kau tidak akan seberuntung waktu di Kota Golden River dulu!"Ryan menggenggam erat Pedang Iblis Darah di tangannya, mulai menghimpun aura ke seluruh tubuhnya, siap dilepaskan sewaktu-waktu.Tepat saat dia hendak bekerja sama dengan Zane untuk melancarkan Kombo Harimau-Unicorn melawan Lucas, sebuah suara berwibawa dari kejauhan tiba-tiba bergema di benakny
Lucas menatap Ryan yang melayang di angkasa, lalu menyeringai lebar. "Kenapa tak lari lagi sekarang?""Sampah seharusnya bertingkah selayaknya sampah. Ayo. Biar kulihat sekali lagi kau berlarian panik seperti dulu."Sembari berkata, dia mengibaskan kedua tangannya berulang kali.Ruang di sekitar Lucas bergetar, dan sebuah jaring raksasa penyegel ruang seakan hendak menyelimuti Ryan sepenuhnya dari segala sisi. Benang-benang jaring itu terbuat dari energi iblis hitam pekat, dan tiap helainya memancarkan tekanan tajam yang sanggup mengoyak ruang sekalipun.Ryan mengerutkan kening. Dia sama sekali tak berniat menunggu jaring itu mengurungnya dengan pasrah.Ryan langsung mengerahkan Seratus Langkah Mengejar Petir, Teknik Membakar Darah, dan Teknik Reinkarnasi Dewa Iblis sekaligus.Pola-pola ilahi merah bermunculan di sekujur tubuhnya, darahnya mendidih, dan kecepatannya melonjak drastis dalam sekejap.Dengan paksa
Angin dahsyat dari benturan serangan tadi menderu kencang melintasi puncak gunung, menyingkap tudung dan topeng si kultivator berjubah hitam hingga terbuka.Sebuah wajah bengis yang dipenuhi bintik-bintik hitam mengerikan kini terlihat jelas. Kulitnya tampak setengah membusuk dan mengelupas di beberapa bagian, sementara urat-urat gelap menjalar seperti akar di sepanjang kedua pipinya.Wajah itu dipenuhi kegembiraan yang menyeramkan. Pria itu menatap Ryan lekat-lekat."Hahahaha, bagus. Bagus sekali. Ryan Pendragon, akhirnya kau datang juga. Ini menghemat tenagaku untuk mencarimu lagi."Mendengar itu, Zane dan Roxanne sama-sama terkejut. Kultivator berjubah hitam ini mengenal Ryan?Tanpa sadar, keduanya melempar pandang ke arah Ryan dengan penuh tanya. Mereka sama sekali tak menyangka iblis pelahap yang selama ini meneror alam rahasia ini ternyata punya kaitan langsung dengan pemuda yang berdiri di samping mereka.
Penghalang hitam yang melindungi Xander Jett dan dua orang lainnya itu mulai menampakkan retakan-retakan halus, akibat terus dihantam gas hitam yang seolah tak ada habisnya.Mira Yin menatap retakan itu dengan gelisah. Ia bertanya pada Thea, "Kak Thea, berapa lama lagi penghalang ini bisa bertahan?""Aku khawatir hanya sanggup bertahan satu jam lagi." Thea menatap penghalang itu, sepasang matanya yang indah berkilat cemas.Awalnya, Xander Jett menyiapkan tirai cahaya ini untuk menghadang para peserta yang hendak merebut harta peninggalan Mordane Lethe.Tak disangka, kini tirai itu malah dipakai untuk menahan gempuran gas hitam yang tak ada batasnya.Lebih buruk lagi, makin banyak kultivator yang dilahap si jubah hitam di puncak ini, makin kuat pula gas hitam yang mengurung mereka. Kalau keadaan terus begini, jangankan satu jam, mungkin mereka tak akan sanggup bertahan lebih lama lagi.Thea memandang Xander Jett. Untuk sekarang, ia hanya bisa berharap pemuda itu segera pulih, sebab ha
Sorot mata Ryan meredup. "Betul. Orang ini bisa menciptakan monster-monster buruk rupa dari korbannya. Aku sendiri bahkan sudah membunuh tiga di antaranya tadi, dan ketiganya sekuat Ranah Creation.""Tuan Muda, saat ini di dalam alam rahasia, semua kultivator kuat yang percaya pada kekuatan mereka pasti sedang berlomba menuju pilar cahaya hitam itu untuk merebut harta," ucap Roxanne. "Kita harus segera ke sana dan bekerja sama dengan mereka untuk membunuh iblis ini sebelum semuanya terlambat."Pada saat itu, bahkan Zane yang biasanya santai dan haus pertarungan pun akhirnya sadar betapa gawatnya keadaan yang mereka hadapi.Dia langsung berkata pada Ryan, "Saudara Ryan, sepertinya pertarungan kita terpaksa ditunda ke lain hari. Mari naik ke kapal terbang dulu dan menuju puncak itu bersama-sama secepatnya."Ryan mengangguk tanpa ragu, dan dalam sekejap sosoknya sudah berdiri tegak di atas kapal terbang."Saudara Ryan, tolong alirkan energi spiritualmu ke dalam kapal ini supaya kecepatan
Pada saat itu, seorang wanita bertubuh sintal melayang turun dari kapal terbang dengan gerakan ringan dan mendarat tanpa suara di samping Zane. Dialah Roxanne Carr.Ia menatap Ryan lekat-lekat dan langsung bertanya, "Orang yang kau maksud itu, apa dia memang sedang memburu para peserta di alam rahasia ini?"Ryan melirik wanita itu sekilas, lalu mengangguk pelan. "Bukan sekadar memburu. Orang ini sepertinya punya teknik aneh yang membuatnya bisa melahap kultivator lain, lalu menyerap habis kultivasi dan garis darah mereka.""Saat ini dia sudah menyentuh puncak Ranah Creation. Kalau dia terus melahap kultivator di alam rahasia ini sampai naik ke Ranah Star Sealed, akibatnya sungguh tak terbayangkan."Mendengar itu, raut wajah Zane berubah serius.Bahkan bagi dirinya yang gemar bertarung, menghadapi orang yang sanggup melahap kultivasi lawan pasti akan sangat merepotkan. Kekuatan musuh itu terus bertambah setiap kali ia m
Setelah menghela napas, Master Alkimia Ling Yi berbalik dan berkata kepada mereka berdua, "Kalian boleh pergi. Aku akan mengasingkan diri selama setahun. Tidak seorang pun boleh menggangguku." Pak Tua Yong berbalik dan pergi, tetapi beberapa detik kemudian dia menyadari ada yang tidak beres. Dia
Secara bertahap, Ryan mulai menguasai sebagian teknik Godsbreaker. Dia belajar bagaimana merasakan dan menyerap energi di sekitarnya, mengubahnya menjadi kekuatan untuk dirinya sendiri. Perlahan-lahan, dia tidak lagi tereduksi ke dalam kondisi menyedihkan seperti awal latihan. "Kau mulai memaha
"Teknik Dao Pedang Tak Terbatas!" Ryan melepaskan Teknik Dao Pedang Tak Terbatas dan menyalurkan kekuatan petir ke dalamnya. Kilatan-kilatan cahaya biru keperakan menari-nari di sepanjang bilah pedangnya. "Hancurkan!" Namun Ryan segera menyadari bahwa itu belum cukup untuk menghadapi serangan a
Raja Harimau Hitam tentu saja geram karena kawanannya dibantai tanpa ampun. Cakarnya yang tajam terlihat jelas, berkilau berbahaya seperti pisau tajam yang dapat merobek segalanya."Guru, serahkan binatang ini padaku!" seru Hina Lambert dengan percaya diri.Teringat ba







