LOGINRyan mengalihkan pandangan ke bawah, ke apa yang tersisa dari Korvan.
Di tengah gundukan daging dan tulang yang sudah tidak berbentuk, ada satu benda aneh.Tulang rusuk seukuran jari, mulus dan tidak tergores, seolah pertarungan tadi tidak menyentuhnya sama sekali.Ryan mengerutkan dahi. Seluruh tubuh Korvan hancur, tapi ini tetap utuh?Ia memungutnya dan menyimpan ke dalam sakunya.Belum waktunya menganalisis. Yang terpenting sekarang adalah kellBeberapa jenius Ranah Creation dan Ranah Dao Integration yang lebih lemah nyaris tak sanggup menahan tekanan itu. Tubuh mereka bergetar hebat, seakan siap ambruk kapan saja.Kaki mereka goyah, wajah mereka memucat, dan mereka susah payah berusaha tetap berdiri tegak. Beberapa bahkan menggigit bibir menahan sakit.Padahal, mereka adalah jenius-jenius berbakat yang kekuatannya sudah melampaui tingkat kultivasi mereka sendiri.Sementara Ryan, yang menjadi sasaran utama tekanan itu, menanggung beban seribu, bahkan sepuluh ribu kali lipat lebih berat dari yang mereka rasakan.Dengan tingkat kultivasi seperti Ryan yang bahkan belum mencapai Ranah Creation, bukankah semestinya ia sudah remuk menjadi serpihan dan lenyap tak bersisa?Namun kenyataannya, Ryan tetap berdiri tegak, menatap ke arah datangnya aura itu dengan sorot menantang. Kedua tangannya terkepal erat di sisi tubuh.Tak setetes pun rasa gentar tampak di wajahnya. Kalau ini bukan sesuatu yang melawan kodrat, lalu apa namanya?
Hening.Kerumunan yang tadi ramai mendadak bungkam. Semua orang menatap Ryan seolah sedang memandang orang gila. Beberapa bahkan melongo tanpa sadar.Akademi Heavenly Flame sampai rela menunggunya dua jam, dan ia masih merasa itu kurang? Dia bahkan menolak syarat sebaik itu?Setinggi itukah ia menilai dirinya sendiri?Ini Akademi Heavenly Flame! Sebuah nama yang mampu membuat faksi papan atas sekalipun menundukkan kepala.Kalau sampai salah bicara, sekalipun ia juara kompetisi, dia bisa saja dicoret dari daftar penerimaan hanya karena kelancangannya!Banyak orang di sana malah diam-diam berharap Ryan terus keras kepala, supaya kesempatan yang dia sia-siakan bisa jatuh ke tangan mereka.Mungkinkah Ryan sungguh sama sekali tak punya rasa hormat pada Akademi Heavenly Flame?Kening Lucian berkerut, jarinya mengetuk-ngetuk pelan di sisi tubuh menahan kesabaran yang mulai menipis. Ia sudah cukup memberi muka dengan bersedia menunggu dua jam, tapi Ryan masih juga menolak?"Jadi, apa seb
Ryan merasa Kompetisi Rising Dragon ini tidak sesederhana kelihatannya.Dari raut wajah Lucian Lowe, ia bisa menebak bahwa bahkan orang ini pun masih berada dalam kegelapan. Ada kerutan samar di dahi Lucian yang sulit disembunyikan.Kompetisi Rising Dragon adalah salah satu ajang paling meriah di Benua Valorisia.Namun anehnya, hanya sebagian dari faksi kelas satu dan faksi papan atas benua yang datang.Yang lebih janggal lagi, sepanjang kompetisi, Ryan hanya sempat melihat sebagian dari faksi kelas satu itu. Ke mana perginya para murid dari kekuatan papan atas?'Istana Roh Abadi sangat kuat. Kalau Rindy Snowfield tahu aku ikut kompetisi, dia pasti sudah mencariku.''Aku sempat membuat keributan cukup besar di sini, jadi mustahil Rindy tidak menyadari keberadaanku. Kalau begitu, kenapa dia tidak muncul sama sekali?'Ryan lalu teringat sesuatu. Yuriel Leviathan tidak memenuhi syarat untuk mas
Ryan memandang rendah orang-orang itu, tahu persis apa yang mereka pikirkan. Sudut matanya melirik sekilas, lalu kembali datar.Meski begitu, ia tidak peduli. Bagi Ryan, orang-orang ini memang tidak berada di kelas yang sama dengannya.Pikirannya masih berkutat pada satu hal, yaitu alasan kepergian Mira.Pemuda tampan itu tersenyum. "Baiklah, dengan ini Kompetisi Rising Dragon resmi berakhir. Selamat kepada 49 orang yang berhasil lolos.""Kalian telah memenangkan sesuatu yang diimpikan oleh jenius yang tak terhitung jumlahnya, dan berhak masuk ke Akademi Heavenly Flame.""Sekarang, berdirilah di panggung dan jangan bergerak. Kami akan langsung mengirim kalian ke Akademi Heavenly Flame!"Tepat saat semua orang mengira Kompetisi Rising Dragon akhirnya benar-benar usai dan bersiap pergi, sebuah suara pelan tiba-tiba terdengar dari atas panggung."Tunggu sebentar."Tunggu?Semua orang yang lolos justru tak
"Aku sudah menyisir seluruh pulau ini, tapi tetap tidak menemukan Mira. Rasanya seperti... dia lenyap begitu saja," ujar Eren Carster, suaranya bergetar menahan cemas. Wajahnya pucat, keringat dingin membasahi pelipisnya."Yang lebih aneh lagi, Mira semestinya masih hidup. Kalau begitu, kenapa sama sekali tidak ada jejaknya? Pasti ada yang tidak beres!"Mendengar itu, Ryan tenggelam dalam pikirannya sendiri, alisnya sedikit berkerut.Ia mengingat kembali kejadian sesaat setelah warisan selesai diterima. Memang benar, ada yang janggal pada diri Mira waktu itu.Warisan Mordane Lethe sendiri tidak bermasalah, sebab ia sudah memeriksanya dengan teliti. Lalu, apa sebenarnya yang membuat Mira sampai ingin pergi secepat itu?'Ada sesuatu yang tidak beres di suatu tempat.'Di tengah keheningan itu, pemuda tampan tadi kembali bersuara."Baiklah. Sekarang, kami akan mengumumkan 49 pemenang! Mulai dari peringkat ke-49, para jenius dari berbagai sekte yang namanya dipanggil dipersilakan menaiki
"Mira sudah pergi?" tanya Ryan pada Xander.Xander mengangguk. "Kami ingin menanyakan sesuatu padanya, tapi ia mengabaikan kami dan pergi dengan tergesa-gesa. Rasanya seperti sedang takut akan sesuatu."Ryan tidak ambil pusing, dia hanya tersenyum.'Mungkin dia takut padaku,' pikirnya sambil mengangkat bahu.Meski begitu, di sudut hatinya, sikap Mira yang buru-buru pergi setelah memperlihatkan wajahnya tetap terasa sedikit ganjil. Dahinya sempat berkerut sesaat.Namun ia memutuskan untuk tidak terlalu memikirkannya. Gadis itu sudah dewasa dan punya kekuatannya sendiri. Kalau ia bilang ada urusan, tentu memang ada urusan."Oh iya, Kakak Ryan, apa rencanamu setelah ini?" tanya Xander.Bagaimanapun, warisan Mordane Lethe memang sudah berakhir, tapi Kompetisi Rising Dragon belum selesai. Waktu penutupan alam rahasia pun belum tiba.Ryan berpikir sejenak. "Aku sudah punya cukup token giok ungu, jadi aku berniat berkeliling melihat-lihat dulu."Dia memperoleh token giok ungu itu dari Luca
Seni bela diri Nexopolis terbagi menjadi beberapa ranah, yaitu ranah Master, ranah Greatmaster, dan ranah Grandmaster. Setiap Ranah tersebut juga dibagi lagi menjadi tiga tingkat, tingkat awal, tingkat tengah, dan tingkat puncak. Secara kebetulan, sebagai Greatmaster yang setengah langkah lagi m
Tujuh tahun yang lalu, saat keluarga Pendragon masih ada, dia pernah jatuh cinta pada seorang gadis. Gadis itu bernama Selly Hilton, putri bungsu dari keluarga Hilton yang tersohor. Dengan rambut pirang berkilau dan mata biru cemerlang, Selly adalah definisi dari kecantikan yang mampu membuat seti
Hanna melangkah maju dan meludah dengan nada menuduh, "Jangan kira kau bisa lolos dengan kartu debit palsu! Jika transaksi ini gagal, kau akan masuk penjara karena penipuan!"Matanya berkilat penuh kebencian, seolah-olah dia berharap Ryan akan langsung hancur di tempat. Adel, yang berdiri di sampin
Melanie menatap ibunya yang baru saja diselamatkan Ryan dari percobaan bunuh diri. Napas lega keluar dari mulutnya, dan ia hendak mengucapkan terima kasih. Namun, kata-kata Ryan berikutnya membuatnya tertegun.Melanie merasakan kepalanya berdenyut. Berbagai pikiran berkecamuk dalam benaknya.'Buk







