Share

Bab 224 Imbalan

Penulis: Tristar
last update Tanggal publikasi: 2026-07-09 00:00:09

Sampai di parkiran depan dealer. Joko menghentikan mobilnya.

"Sayang, mau jalan-jalan dulu gak?" tanya Rita.

"Mau dong! Aku mau nyoba keliling kota pakai mobil baru," balas Joko dengan riang.

"Kalau gitu, ke grosirku dulu! Aku mau simpan mobil," ucap Rita.

"Ayo!"

Rita turun dari mobil, lalu pergi ke tempat mobilnya terparkir. Setelah melihat mobil Rita melaju, Joko pun melajukan mobilnya.

Mobil baru Joko masuk ke dalam jalan raya yang sangat ramai kendaraan, di belakangnya mobil Rita men
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 265 Saham Perusahaan

    Joko mengeluarkan laptop barunya. Kemudian, dia menyalakannya. Setelah itu, dia mengunjungi situs web pasar saham. Para wanita memperhatikan dari samping dengan penuh rasa penasaran. "Sayang, kamu mau beli saham?" tanya Lana. "Iya. Kalau uangku di cuma di simpan, gak akan bisa bertambah. Kalau beli saham, pasti bertambah!" ucap Joko. "Hati-hati, jangan sampai salah beli saham!" Ayu mengingatkan. "Tenang saja, aku sudah jago, hehe," balas Joko sambil cengengesan.Setelah cukup lama melihat-lihat pasar saham, ada perusahaan yang menarik perhatian Joko. Nama perusahaan itu, Permata Biru. Perusahaan itu bergerak di bidang perhiasan mewah. Setelah Joko mencari tahu, ternyata pemilik perusahaan itu bernama Nadya. Asal perusahaannya pun dari ibu kota. Joko seketika teringat Nadya."Apa ini perusahaan milik Nadya?" itulah yang terpikirkan olehnya.Joko tidak langsung yakin. Dia mencari tahu kembali tentang perusahaan itu. Joko menemukan hal yang membuat heran. Perusahaan Permata Biru di

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 264 Membuat Para Wanita Heboh

    Joko tidak pulang ke rumahnya. Dia langsung mengunjungi rumah Lana. Setibanya di sana, hanya Sinta dan Ayu yang menyambutnya, karena jam segini Lana masih bekerja di kantor desa. Kedua wanita itu langsung menghampiri Joko dan memeluknya. Keduanya tampak sangat merindukan Joko sekaligus mengkhawatirkannya. "Kamu baik-baik saja kan?" tanya Sinta sambil menatap sekujur tubuh Joko. "Aku baik-baik saja kok. Gak ada sedikitpun lecet," balas Joko dengan riang. "Ayo masuk! Kamu pasti lelah," ajak Ayu buru-buru. "Bentar! Aku mau ambil sesuatu dulu," Joko pergi mengambil tiga kantung belanja dan satu kardus yang cukup besar dari bagasi mobilnya. Melihat itu, Sinta dan Ayu merasa penasaran. "Jo, kamu beli apa?" tanya Ayu. "Ini hadiah buat kalian!" ucap Joko sambil memberikan masing-masing satu tas belanja kepada kedua wanita itu. "Ini... buat aku?" tanya Sinta

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 263 Sekali Hentak

    Joko memeluk erat tubuh wanita itu sampai dada besar wanita itu menempel erat di dadanya. "Kalau itu... sudah pasti aku berikan! Tapi... aku tetap mau kasih Tante hadiah. Aku juga mau kasih hadiah buat para wanita yang selama ini baik sama aku. Posisiku sekarang gak bakalan ada, kalau bukan gara-gara mereka." "Kamu mau kasih hadiah apa? Aku pasti bantu kamu menyiapkannya," Tante Riana menawarkan. "Pakaian, tas, sepatu, perhiasan," balas Joko. "Buat berapa wanita? Kamu tahu gak ukuran pakaian dan sepatu para wanita itu?" tanya Tante Riana. Joko menggaruk kepalanya dengan ekspresi canggung. "Hehe, aku gak tahu." Tante Riana berpikir sejenak. "Begini saja. Kamu tanyakan dulu saja ukurannya mereka!" Joko mengangguk. Kemudian, dia dengan cepat mengirim pesannya ke semua wanita yang ingin di beri hadiah olehnya. Para wanita itu sempat bingung, tapi mereka tetap memberi tahu ukuran pakaian dan sepatu mereka kepada Joko. Setelah mendapat ukuran pakaian dan sepatu. Joko menyerahkan p

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 262 Harus Berusaha Keras

    Joko terus menggerakkan pinggangnya. Batang besarnya itu terlihat timbul tenggelam di antara paha Sonya. Tak lama kemudian, area tersebut menjadi basah. Cairan yang membasahi area tersebut tentu saja berasal dari apem Sonya. "Kamu gampang basah yah," ucap Joko dengan suara serak. "Gesekanmu terasa banget! Geli banget, ahh..." balas Sonya dengan ekspresi menikmati. "Kalau CDmu di buka, pasti lebih terasa!" ucap Joko. "Gak ah. Kalau di buku, kamu pasti memasukkannya," balas Sonya. "Jangan khawatir, aku gak akan melanggar kok ~ selama kamu gak mau!" tegas Joko. Sonya terdiam sejenak. Setelah itu, tangannya bergerak melepaskan CD nya. Melihat itu, Joko merasa lebih bersemangat. Setelah kain renda itu terlepas, dia kembali memosisikan batangnya tempat sebelumnya. Sonya pun kembali merapatkan pahanya. "Sangat lembut, sangat licin! Ahhh... enak banget!" ucap Joko dengan ekspresi menikmati. "Mmm... ahh... ahh..." desahan yang keluar dari mulut Sonya terdengar lebih keras."Gimana, l

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 261 Cuma Gesek Saja

    Di ibu kota, di rumah Tuan Muda Rico. Rico sedang duduk dengan punggung bersandar di sandaran tempat tidur. Tangannya melingkari pinggang seorang wanita muda berpakaian seksi yang memiliki wajah cukup cantik. Keduanya sedang menikmati anggur, bisa di lihat dari tangan mereka yang memegang gelas berisi anggur. "Kenapa belum ada kabar juga yah?" gumam Tuan Muda Rico sambil meraih ponselnya. Dia berniat menelepon bawahannya yang di kirim untuk menangkap Nadya. Namun, saat dia hendak menelepon, sebuah telepon masuk mendahuluinya. Mata Tuan Muda Rico sedikit berbinar. Dia buru-buru mengangkat telepon itu. "Halo, gimana? Apa kalian berhasil?" tanyanya dengan penuh semangat. "Tuan... Tuan Muda, maaf... kita gagal lagi! Petarung ranah pendekar tingkat tinggi itu di kalahkan pengawal Nona Nadya," balas pria di seberang telepon dengan suara bergetar. Wajah Tuan Muda Rico seketika menjadi sangat gelap. "Mana mungkin, mana mungkin bisa kalah! Emangnya sekuat apa pengawal dia?" teriak T

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 260 Hampir Keluar, Malah Nadya Datang

    Sonya datang membawa tiga gelas jus jeruk. Dia mendengar semua yang di katakan Joko. "Nona, kamu jangan ingkar janji lho," ucapnya sambil menatap Nadya dengan tatapan menggoda. Hati Nadya bergejolak. Dia menggigit bibirnya dengan wajah yang sedikit menunduk. Joko menarik tubuh Nadya, sampai tubuh wanita itu meletakkan di tubuhnya. "Gimana, mau menepati janji, atau mau mengingkari?" Nadya mengepalkan tinjunya. Dia menatap Joko dengan tatapan tajam. "Kamu berani?" "Hei, tentu saja aku berani! Lagi pula, kamu sudah setuju sebelumnya!" balas Joko dengan nada main-main. Telapak tangannya yang berada di pinggang Nadya, perlahan naik ke atas. Tatapan Nadya semakin tajam. Wajah cantiknya itu semakin memerah. Tak ada ucapan keluar dari mulut wanita itu dan tak ada tindakan untuk menjauhi Joko. Sonya menyaksikan dari sisi dengan penuh minat. Matanya terus mengikuti arah pergerakan tangan Joko. Hanya beberapa nafas, Joko sudah berhasil menyentuh area sisi semangka Nadya. "D

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 2 Memiliki Hasrat Besar

    Namun, saat Bu Sinta hendak meladeni godaan Joko, tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya mendekat ke warung. Perhatikan Bu Sinta dan Joko langsung teralihkan kepada wanita paruh baya itu. Bu Sinta yang mengenali wanita paruh baya itu, langsung menyapanya dengan hangat. "Bu Sri... mau ke mana? in

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 1 Pangkalan Baru

    "Jok, kamu emang ojek, tapi kamu baik banget. Anterin aku ya, tiap hari, nanti bayarannya uang sama ada deh, bayaran khusus, plus-plus kok!"Setiap wanita yang ditemui Joko, hampir selalu seperti itu. Entah itu gadis desa, wanita lajang, hingga para janda kesepian. Usianya dua puluh lima tahun. Ia

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 7 Ada Yang Cemburu

    Waktu terus berlalu. Tak terasa, jam pulang sekolah pun sebentar lagi akan tiba. Selama menunggu waktu itu, Joko sudah mendapatkan tujuh penumpang. Tentu saja, penghasilannya hari ini sudah cukup banyak. Joko sudah bersiap menunggu para siswa SMA yang sebentar lagi pulang sekolah. Ia duduk santa

  • Pemuda Pemikat Gadis Desa   Bab 6 Bantu Puaskan Aku, Bang!

    Tak lama kemudian, Bu Sinta telah selesai membuat kopi, lalu dia menyajikannya di meja depan Joko. "Nih... sudah jadi, silakan di minum," ucap Bu Sinta dengan riang. "Makasih yah." Joko langsung mengambil cangkir berisi kopi itu, laku menyesap kopi di dalamnya. Ekspresi wajahnya tampak sangat me

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status