Share

1175. Part 10

last update Petsa ng paglalathala: 2025-03-18 01:02:27

"Justru aku mendampinginya untuk dapatkan cambuk itu!"

"Kalau begitu kau pun perlu mengetahui bahwa aku tidak memiliki cambuk itu!"

"Kau tak bisa bohongi kami!" katanya dengan dingin sekali.

"Aku berani bersumpah. Kusarankan urungkan niat itu, sebab cambuk tersebut telah terkena kutuk seorang paderi, bahwa barang siapa menggunakan cambuk itu untuk pertarungan, maka selamanya si pemegang cambuk akan menjadi orang sesat dan rohnya akan berkelana masuk ke binatang-binatang m

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pendekar Kera Sakti   1633. Part 11

    Zlaapp...!"Pinang... jangan ikut mengejar! Nanti aku sendirian di sini!" Tua Bangka gemetar takut. Gerakan si pemilik sinar merah itu cukup cepat, atau memang Pendekar Kera Sakti salah arah dalam mengejarnya. Orang tersebut tak berhasil ditangkap oleh Pendekar Kera Sakti. Beberapa saat lamanya Baraka mencari orang itu ke beberapa arah, namun tetap tidak berhasil ditemukan."Agaknya aku sudah telanjur salah arah dalam mengejarnya. Sebaiknya aku segera kembali menemui Tua Bangka. Barangkali kakek ompong itu punya bayangan siapa kira-kira orang yang ingin membunuhnya itu."Namun alangkah terkejutnya Baraka begitu kembali ke tempat semula, ternyata Tua Bangka sudah tidak ada di tempat. Pinang Sari dan Darah Prabu juga tidak ada di tempat. Yang tinggal hanya mayat orang berompi hitam."Ke mana mereka perginya!" pikir Baraka sambil memandang ke sana-sini."Apakah orang yang kukejar tadi yang membawa pergi mereka? Oh, kalau begitu aku tertipu oleh pancin

  • Pendekar Kera Sakti   1632. Part 10

    "Matanya siapa?" sela Baraka menanggapi dengan santai juga."Mungkin mata kalian itulah yang dibohongi!" gerutu Tua Bangka.Darah Prabu dan Pinang Sari menjadi heran dan menampakkan wajah keraguannya. Akhirnya Darah Prabu berkata, "Aku perlu tanyakan kepada Guru tentang kebenaran pusaka itu. Ada atau tidak, dan benarkah Empu Tapak Rengat tidak mau memegang senjata pusaka lagi. Aku perlu jawaban dari Guru secepatnya.""Aku akan mendampingimu," kata Pinang Sari. "Aku juga perlu menceritakan kematian guruku kepada Resi Badranaya, sebab kudengar kabar dari seorang tokoh tua yang telah tiada; Resi Badranaya adalah kakak sepupu mendiang guruku."Baraka menyahut, "Kalau begitu aku akan ke Gunung Bunting untuk temui Empu Tapak Rengat. Akan kutanyakan kebenaran tentang pusaka itu juga.""Baiklah, kita berpisah untuk sementara waktu Baraka," kata Pinang Sari."Sepertinya kita akan jumpa lagi dalam peristiwa Kapak Kubur ini. Kita sama-sama mencari kete

  • Pendekar Kera Sakti   1631. Part 9

    "Begitukah menurutmu, Kek?" Darah Prabu tersenyum, segera memandang Baraka dan bertanya, "Apakah kau datang bersama kakekmu ini, Kang?""Aku bukan kakeknya Baraka!" potong Tua Bangka."Aku... aku adalah penasihatnya Pendekar Kera Sakti. Ya, penasihat pribadi!"Baraka melirik dengan sedikit bersungut-sungut. Tua Bangka tak enak hati, sehingga berkata kepada Darah Prabu, "Maksudnya, penasihat yang jarang sehat. He, he, he...!"Tiba-tiba gadis cantik itu berkerut dahi dan berkata pelan, “Tua Bangka, aku sepertinya pernah melihatmu sebelum ini.""O, ya! Di mana kau melihatku, Anak manis?""Entah. Aku lupa. Tapi aku merasa pernah melihatmu. Mungkin... mungkin dalam mimpi.""Memang dari muda aku sering menjadi impian para gadis," kata Tua Bangka dengan nada sombong, membuat Baraka mencibir geli."Apakah kau kenal dengan Papan Rayap tadi, Darah Prabu!" tanya Baraka mengalihkan pembicaraan.“Tidak. Aku tidak kenal de

  • Pendekar Kera Sakti   1630. Part 8

    Di lain kejap, Suling Naga Krishna yang berwarna kuning keemasan menjadi hijau matang. Suling Naga Krishna yang telah berwarna hijau matang dijulurkan lurus ke depan. Saat Baraka mengalirkan tenaga dalam, lubang-lubang yang ada di Suling Naga Krishna menyemburkan asap berwarna hijau."Wusss...!"Asap yang mengandung racun itu segera lenyap diterbangkan angin. Baraka menarik nafas lega, selanjutnya tinggal menyembuhkan luka Pinang Sari. Dengan satu sentakan tangan kanannya, jari tengah Baraka mengeras lurus dan dari ujung jari itu melesat sinar putih bening seperti kaca. Sinar itu menghantam pertengahan dada Pinang Sari. Aji Kristal Bening digunakan oleh Baraka.Clapp...!Dess...!Lebih dari lima helaan napas sinar bening mirip kaca itu dibiarkan menghantam tubuh Pinang Sari. Beberapa saat kemudian, tampak kulit tubuh yang terluka itu bergerak-gerak. Dari berubah warnanya sampai gerakannya membentuk kesatuan seperti semula.Trang, trang, tran

  • Pendekar Kera Sakti   1629. Part 7

    Wuuttt...! Brreett...!"Aaauh...!" Pinang Sari terpekik. Ulu hatinya bagaikan sedang dibedah oleh pedang lengkung itu. Ia segera tersentak mundur dan tergagap-gagap. Darah menyembur dari luka panjang tersebut.Brrukk...!Pinang Sari jatuh terjengkang, kini ia terkapar dengan tubuh menggigil. Rupanya pedang si Papan Rayap beracun ganas. Dalam waktu cukup singkat tubuh Pinang Sari mulai dikerumuni rayap yang muncul dari dalam tanah akibat mencium bau racun pedang yang bercampur dengan darah. Binatang putih kecil-kecil itu semakin banyak jumlahnya dan membuat Pinang Sari menjerit karena jijik."Katakan di mana kau simpan kapak itu! Lekas! Kalau tidak kau katakan, akan kubiarkan rayap-rayap itu menggerogoti tubuhnya hingga menjadi tulang belulang!"Namun sekelebat bayangan segera bergerak menerjang Papan Rayap.Bruuss...!Papan Rayap terpelanting dan jatuh dengan menyedihkan karena kepalanya bagaikan disambar kaki petir. Hampir saja ujung

  • Pendekar Kera Sakti   1628. Part 6

    Orang kerempeng yang menjadi lawan Pinang Sari itu memakai jubah coklat tua yang lusuh dengan celana merah tanpa baju dalam. Tulang iganya kelihatan bertonjolan. Wajahnya tampak angker, karena matanya biar kecil tapi memancarkan kebengisan. Rambutnya kucal, tipis, panjang sebatas punggung. Lelaki itu menyelipkan senjata di pinggangnya berupa pedang lengkung panjangnya satu lengan, tapi ukurannya cukup kecil. Pedang itu belum dicabutnya, ia masih menggunakan tangan kosong dalam melawan Pinang Sari. Tangannya itu bagaikan besi yang mampu membuat pohon yang terhantam menjadi somplak besar. Pinang Sari masih tampakkan kelincahannya dengan melenting ke atas dan bersalto hindari serangan orang kurus itu.Wuukkk...!Pinang Sari mendarat ke belakang orang kurus itu dalam jarak lima langkah. Orang kurus itu segera balikkan badan dan sentakkan satu tangannya ke depan.Wuuttt...!Slaapp...! Sinar merah lurus tanpa putus keluar dari tangan telapak tangannya. Sinar se

  • Pendekar Kera Sakti   488. Part 4

    Dulu mereka terlibat bentrokan karena seorang pemuda yang bernama Trenggono. Pemuda yang punya mulut setajam pisau itu telah menyebar fitnah asmara, sehingga Selendang Maut dan Peri Malam saling beradu kekuatan ilmunya. Tetapi setelah diketahui bahwa Trenggono seorang pemuda yang gemar melihat pe

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Pendekar Kera Sakti   497. Part 13

    Praak...!Airnya muncrat ke mana-mana, serabut dan tempurungnya pun terpental tak tentu arah. Cepat-cepat Peri Malam palingkan wajah dengan mata nanar.Pandangannya menyapu sekeliling sambil ia membatin. "Rupanya ada orang usil ingin menggangguku. Hmm... tahu aku sekarang. Gerakan per

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Pendekar Kera Sakti   511. Part 8

    Tawa Datuk Marah Gadai terlepas keras. Pada saat yang sama, Peramal Pikun berkata dalam hatinya. "Pasti dia sudah dapatkan pusaka itu. Kalau dia tidak memperoleh Pusaka Air Mata Malaikat dari Cadaspati, tak mungkin dia menyelam di dalam telaga dalam keadaan tanpa melepas pakaian. Sengaja dia meny

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
  • Pendekar Kera Sakti   547. Part 5

    "Tapi sebelum kita mendobrak masuk, ada baiknya kalau kita selidiki dulu apakah Baraka benar-benar ada di sana, dan di sebelah mana. Jadi kita tidak buang-buang waktu dan tenaga jika harus membantai habis orang-orangnya Nyai Lembah Asmara.""Setuju aku gagasanmu dengan!"Kemudian, Puj

    last updateHuling Na-update : 2026-03-23
Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status