Home / Romansa / Pengantin Pengganti Milioner Mandul / BAB 65 DITIKAM RASA BERSALAH

Share

BAB 65 DITIKAM RASA BERSALAH

last update publish date: 2025-08-08 16:00:04

Di sebuah saung yang terletak di tepi sungai, Elena dan tim mengumpulkan seluruh warga desa Bergdorf untuk memulai sebuah penelitian.

Suara deburan air terjun yang turun dari gunung, menjadi latar pemandangan  yang indah hari itu. Seindah suasana hati Elena, saat mendapat kesempatan bertemu lagi dengan para warga desa Bergdorf yang dicintainya.

"Selamat siang... Nyonya dan Tuan..." teriak Elena menyapa semua warga.

"Selamat siang, Nona Elena..." jawab seluruh warga s

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 122 LURUHNYA LUKA DI DESA BERGDOF

    Meix menggandeng lembut lengan Elena, menuntunnya menjauh dari kerumunan staf. "Ayo, Sayang. Di sini terlalu berisik," bisiknya.Elena mendengus pelan. Sebelum benar-benar memutar tubuh, ia sempat melemparkan lirikkan sinis yang dingin ke arah Viviane yang masih bersimpuh meratapi nasibnya di atas lantai koridor. Tanpa sepatah kata pun lagi, Elena melangkah mantap bersama Meix menuju ruang kerja direktur yang kini telah resmi menjadi miliknya."Kau hebat, Elena. Kau sungguh berbeda dengan Elena yang kukenal dulu," puji Meix tulus, begitu pintu kayu ek ruang direktur tertutup rapat, menyisakan keheningan yang menenangkan.Elena menatap manik mata suaminya. Mengikuti dorongan emosi yang membuncah, ia melangkah mendekat dan melingkarkan kedua tangannya di leher Meix dengan gerakan yang intim."Itu semua karena dirimu, Meix."Mata mereka saling mengunci, melempar senyuman hangat yang sarat akan kelegaan. Perlahan, Elena merasakan wajah Meix mendekat hingga jarak di antara mereka terkikis

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 121 PELAJARAN SETIMPAL

    "Apa yang kau lakukan?!"Hardikan Meix menggema di seluruh penjuru ruangan seiring dengan gerakannya yang mendorong kasar bahu Camille agar menjauh dari Elena. Pria itu dengan sigap menangkup wajah Elena, menyentuh bekas hantaman yang mulai berdenyut di pipinya. "Kau tidak apa-apa, Sayang?"Elena hanya menggeleng samar, mengabaikan rasa perih di kulit wajahnya karena sepasang matanya kini terkunci rapat pada Camille yang berdiri beberapa langkah di depannya.Di hadapan Elena, Camille justru menyunggingkan senyuman miring penuh penghinaan. "Dia memang pantas menerima semua itu!" teriak wanita tua itu tanpa rasa bersalah. "Selama bertahun-tahun, aku bekerja keras untuk tetap berada di posisi ini. Tapi kau... seenaknya mengambil alih dengan mudah?"Elena menangkap pergerakan Meix dari sudut matanya yang hendak melangkah maju menghampiri Camille, namun ia segera mengulurkan tangan untuk menahannya. "Biar aku saja, Meix," ucap Elena, suaranya terdengar begitu tenang namun sarat akan kete

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 120 EKSEKUSI PEMBALASAN

    Di dalam keheningan kabin mobil yang tengah melaju membelah jalanan menuju gedung Vorontsof Group, Elena meraih ponselnya. Jemarinya bergerak lincah mencari satu nama, lalu menekan tombol panggil. Ia menghubungi Belinda, seorang karyawan tepercaya yang sengaja ia tempatkan di dalam perusahaan sebagai mata-mata untuk mengawasi pergerakan musuh-musuhnya.​"Halo, Belinda..." Elena bersuara. Ia tidak bisa menyembunyikan getaran tipis yang menyelinap dalam intonasinya begitu panggilan itu tersambung.​"Halo, Nona..." sahut suara Belinda di seberang sana, terdengar berbisik seolah sedang bersembunyi.​Elena memajukan posisi duduknya, menuntut kejelasan. "Kau sudah mendapatkan bukti yang aku perintahkan?"​"Sudah, Nona. Semua dokumennya sudah berada di tangan saya. Selama ini, Nona Viviane banyak sekali mengalirkan uang perusahaan ke rekening pribadinya. Beliau menggunakan dalih biaya perjalanan bisnis untuk menutupi semuanya."​Elena menyunggingkan senyum miring sembari melemparkan tatapan

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 119 MEMBOHONGI DIRI SENDIRI

    Langkah kaki mereka akhirnya membawa Elena menyusuri koridor rumah sakit yang dingin, tempat Vladimir tengah dirawat. Elena berhenti tepat di depan sebuah pintu kayu. Melalui kaca transparan kecil di sana, pandangannya langsung tertuju pada sesosok pria yang terkulai tak berdaya di atas ranjang putih. Tubuh yang biasanya tegak dan angkuh itu kini membeku, tidak bergerak sedikit pun. Hanya kelopak matanya yang tampak berkedip dengan ritme stabil.'Ayah... andai saja dulu kau mau mendengarku sedikit saja. Mungkin, kau tidak akan berakhir menyedihkan seperti ini,' batin Elena, berbisik perih di dalam kepalanya sendiri.Keheningan batin Elena terusik saat ia merasakan jemari Meix bergerak hangat, menggenggam tangannya erat. "Kalau kau mau, kau bisa masuk ke dalam dan bicara padanya," bisik pria itu tepat di sisi telinganya.Elena tidak langsung menyahut. Sepasang matanya masih terpaku pada sosok di dalam sana, sementara benaknya dipenuhi pertimbangan yang berkecamuk. Namun, rasa sakit y

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 118 KABAR BURUK NAMUN MELEGAKAN

    Keesokan harinya, tepat saat Meix dan Elena bersiap melangkah keluar menuju mobil untuk bertolak ke gedung Vorontsof Group, getaran di saku jas menghentikan gerakan Meix. Ia merogoh ponselnya, menatap layar sekilas, lalu menempelkan benda pipih itu ke telinga."Halo, Jack. Kau sudah dapat petunjuknya?" tanya Meix tanpa basa-basi."Iya, Tuan," sahut suara Jack di seberang sana, terdengar mendesak. "Rupanya, Vladimir sudah mengetahui bahwa Nona Elena adalah benar anak kandungnya."Meix merasakan darahnya berdesir hebat. Kalimat pertama dari Jack sukses membuat ekspresi wajahnya mendadak pias. Secara refleks, Meix menoleh ke arah Elena yang berdiri di dekatnya. Ia menatap lekat-lekat wajah istrinya itu selama beberapa saat, mencoba mencerna kebenaran baru ini sebelum kembali bersuara ke ponselnya."Jadi... itu yang membuat sikap Vladimir tiba-tiba berubah?" gumam Meix, merendahkan intonasi suaranya."Benar, Tuan. Menurut informasi yang saya dapat, Vladimir juga baru saja terlibat perten

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 117 KEKALAHAN TELAK

    Tanpa berpikir panjang lagi, Elena langsung menorehkan tanda tangannya di atas berkas pelimpahan saham tersebut, lalu menggeser map tebal itu kembali ke hadapan Vladimir."Elena... Maafkan, Ayah," bisik Vladimir lirih.Elena tertegun. Sepasang matanya sedikit melebar menatap pria tua di hadapannya. 'Maaf?' batinnya bersuara, sarat akan rasa tidak percaya.Pikiran Elena mendadak ditarik mundur ke masa kecilnya yang dingin. Jangankan kata maaf, Vladimir bahkan tidak pernah memperlakukannya layaknya seorang anak kandung. Pria itu selalu membanding-bandingkannya dengan Viviane, bahkan berkali-kali melontarkan kalimat kejam bahwa Elena bukanlah darah dagingnya sendiri."Selama ini Ayah sudah salah besar tentangmu. Ayah sangat menyesal telah mengabaikanmu selama ini." Vladimir menundukkan kepala dalam-dalam.Bahunya yang biasa tegak lurus penuh keangkuhan kini tampak merosot, seolah-olah ia sedang berusaha menyembunyikan gurat penyesalan di wajahnya.Elena mengepalkan jemari di bawah meja.

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 73 SALING MENGANCAM

    Lucien menggenggam tangan Meix, berusaha melepas cengkramannya. "Apa maumu, Meix?!"Meix mendorong tubuh Lucien lebih kasar, mengunci pria itu pada dinding kayu hingga tak bisa berkutik. "Katakan! Siapa yang membunuh Nyonya Anastasia?""Dia bunuh diri, Meix!" sangkal Lucien, sembari

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 69 HATI YANG MEMBATU

    "Tuan, ini bukan salah Anda," ujar Jack lembut, tangannya terangkat hendak menyentuh bahu Meix, tetapi ia urungkan kembali. "Anda hanya butuh waktu untuk sembuh."Meix mematung. Ia mencengkeram kuat kuesen jendela, pandangannya menembus pegunungan bersalju yang tampak dingin. Tatapan itu s

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 67 PRIA AROGAN BERHATI DEWA

    Elena turun dari saung, membiarkan para timnya menyelesaikan proses penelitian. Kakinya yang masih telanjang tanpa sengaja menginjak rumput berembun, ia berjalan ke depan gunung, menyaksikan air terjun yang jatuh dengan begitu indah, seolah mencerminkan perasaannya yang meluap.Elena menga

  • Pengantin Pengganti Milioner Mandul   BAB 66 ARNICA MONTANA

    "Meix..." teriak Elena dari kejauhan. Ia berlari menyusul Meix yang berjalan cepat, menjauh."Meix, kenapa kau pergi?" Elena menarik lengan Meix. Keningnya berkerut samar. Matanya terpaku, seolah mencari jawaban yang tak kunjung terucap dari bibir sensual suaminya.Meix menarik tang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status