Share

71

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-06-25 12:45:05

Pengawal muda itu menelan ludah dengan susah payah sebelum akhirnya mendudukkan diri di kursi yang berada tepat di hadapan Eryx.

Namanya adalah Marco. Di akademi ini, ia dikenal sebagai satu-satunya orang yang paling sering berada di dekat Gahensa, baik saat latihan fisik di lapangan berlumpur maupun saat menghabiskan waktu di barak logistik sekadar untuk membersihkan senjata.

"T-ada yang bisa saya bantu, Tuan Muda Eryx?" tanya Marco, suaranya sedikit bergetar.

Atmosfer di dalam ruang tunggu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   93

    Ketegangan di dalam ruang interogasi mencapai titik didih. Eryx masih menatap detektif lokal itu dengan pandangan membunuh, sementara Aeri berdiri kaku di sampingnya, bersiap menghadapi skenario terburuk. Namun, sebelum perdebatan tentang penahanan itu berlanjut, suara langkah kaki yang berat dan teratur terdengar dari koridor luar, memecah keheningan malam di kantor kepolisian tersebut.BRAK!Pintu ruang interogasi terbuka lebar. Alih-alih Kaeragha yang datang memenuhi panggilan, yang datang malah Tiago Leander dan Selena. Kehadiran dua petinggi distrik itu seketika mengubah atmosfer ruangan menjadi sangat intimidatif. Di belakang mereka, belasan pengawal elit berbaju hitam langsung memblokir pintu, membuat para petugas kepolisian sipil di dalam ruangan mundur teratur karena ketakutan.Tiago melangkah maju dengan keangkuhan mutlak seorang kepala keluarga. Mata tuanya yang tajam langsung mengunci sosok sang detektif lokal. Tanpa basa-basi, Tiago meminta detektif itu untuk berhenti mem

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   92

    Ruang interogasi di kantor detektif lokal itu terasa pengap dan dingin. Cahaya lampu neon di langit-langit berkedip pelan, memantulkan bayangan buram pada kaca satu arah yang memisahkan mereka dari ruang pemantau. Eryx duduk dengan santai di kursi besi, melipat kedua tangannya di depan dada seolah dia sedang berada di ruang kerjanya sendiri, bukan di bawah tekanan interogasi kepolisian pusat. Di belakangnya, Aeri berdiri tegak sebagai pengawal, menyembunyikan badai emosi yang berkecamuk di dalam dadanya.Sang detektif aneh melemparkan berkas foto tempat kejadian perkara ke atas meja kayu. "Jadi, Tuan Muda Eryx, mari kita mulai dari malam itu. Felix jatuh dari balkon penthouse pribadi Anda. Apa yang Anda lakukan bersamanya malam itu?"Ketika diwawancarai soal Felix, Eryx tidak mengungkapkan kebenaran apa pun. Ekspresi wajahnya begitu datar, hampir menyerupai topeng porselen yang sempurna. Dia selalu menjawab tidak tahu. Setiap pertanyaan taktis yang dilayangkan oleh detektif itu diment

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   91

    Keputusan Tiago Leander setelah insiden penggeledahan penthouse sangat mutlak. Dinasti Leander tidak boleh terseret lebih dalam ke dalam pusaran hukum sipil, terutama tepat di ambang pelantikan akbar. Pihak kepolisian pusat dan detektif lokal yang menangani kasus Felix telah melayangkan surat panggilan resmi kepada Eryx Leander untuk dimintai keterangan sebagai saksi kunci sekaligus pemilik lokasi kejadian. Namun, Tiago bergerak lebih cepat. Di ruang keluarga utama, dengan wajah yang menggelap oleh amarah, Tiago memerintahkan Eryx untuk menolak panggilan tersebut secara sepihak. Tidak hanya itu, demi meredam gejolak publik dan menjauhkan putranya dari jangkauan kementerian, Tiago memerintahkan Eryx untuk segera pergi bersembunyi ke sebuah pulau pribadi terpencil di wilayah selatan sebelum fajar menyingsing. Eryx, yang menyadari bahwa posisi takhtanya sedang dipertaruhkan, tidak membantah. Dia pun bergegas melakukannya. Dengan dikawal oleh tim internal, Eryx bersiap menuju dermaga he

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   90

    Kalimat terakhir Eryx mengalir begitu mulus, begitu tenang, hingga hampir terdengar seperti kebenaran mutlak. "Batasan tegas atau tidak, tempatmu sekarang sedang digeledah, Eryx!" potong Regan kasar, mencoba memanfaatkan situasi. "Jika detektif itu menemukan sesuatu yang bisa mencoreng nama Leander tepat sebelum pelantikan, kau harus bertanggung jawab!" "Cari tahu siapa detektif lokal itu!" Tiago menyela dengan suara berat, mengabaikan perdebatan Regan dan Eryx. Beliau menatap bawahannya melalui sambungan telepon yang masih menyala. "Gunakan faksi militer untuk menekan kepolisian pusat. Jangan biarkan satu pun berkas dari penthouse itu keluar ke publik!" Selena mendekati meja Tiago, wajahnya tampak mengeras. "Paman, jika kasus ini sampai naik ke tingkat kementerian karena tekanan massa, kita tidak bisa hanya menggunakan kekerasan. Faksi sipilku harus turun tangan untuk meredam media sebelum saham kota anjlok." Di tengah keributan adu argumen dan kepanikan para petinggi Leande

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   89

    Suasana di dalam ruang kerja pribadi Tiago Leander seketika berubah menjadi medan laga yang sesungguhnya. Ketegangan memuncak hingga ke titik tertinggi saat para tetua marga menolak mentah-mentah pembelaan emosional Eryx. Bagi mereka, dinasti Leander tidak bisa dipimpin oleh amarah yang meledak-ledak tanpa kalkulasi yang matang. Salah satu tetua paling senior, dengan rambut memutih dan tatapan sebuas burung kenari, mengetukkan tongkat kayunya ke lantai marmer dengan keras. "Cukup! Kita tidak bisa menyerahkan stempel emas hanya berdasarkan siapa yang paling pandai menggertak. Jika kau ingin membuktikan ketangguhanmu, Eryx, lakukan dengan cara Leander yang sesungguhnya." Tetua itu kemudian melirik ke arah Regan yang sejak tadi berdiri tenang di sudut ruangan dengan senyuman penuh kemenangan yang tertahan. "Kalian berdua, Eryx dan Regan, akan diuji di depan Dewan Tetua sekarang juga," perintah sang tetua dengan lantang. "Kalian harus bertarung memaparkan berbagai macam kebijakan untuk

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   88

    Perjalanan menuju Kediaman Utama Leander pagi itu terasa seperti prosesi menuju tiang gantungan. Di dalam limusin hitam yang dikirim langsung oleh Tiago, Eryx duduk bersandar sembari memejamkan mata. Wajahnya yang pucat tampak kontras dengan setelan jas hitam formal yang kini menggantikan kemeja pasiennya. Di sampingnya, Aeri duduk dengan postur tegap sempurna, pandangannya terpaku pada jalanan distrik pusat yang mulai ramai, sementara tangannya yang bersarung tangan kulit mendekap erat sepucuk senjata di balik mantel pengawalnya. Di kursi depan, Calixto yang ikut sebagai pengawal sekunder sesekali melirik melalui spion. Ada ketegangan tak kasat mata yang merayap di antara mereka bertiga. Aeri tahu, melangkah masuk ke kediaman utama dalam kondisi Eryx yang baru saja membantai pasukan akademi sama saja dengan menyerahkan diri ke kandang singa. Namun, ini juga merupakan satu-satunya kesempatan emas untuk membuka jalan bagi sang detektif aneh. Ketika gerbang besi raksasa berukir lamb

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   04

    Aeri datang lebih awal karena itu adalah cara untuk menunjukkan kepada Eryx Leander bahwa keputusannya untuk mengambil Gahensa Xan bukan kesalahan—itu adalah investasi dalam hidupnya sendiri.Maya, pembantu rumah tangga, terlihat terkejut melihat Aeri sudah di penthouse saat pagi buta."Tuan Eryx m

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   06

    Namun ketegangan itu segera berubah total. Lantai kantor Leander Corporation adalah gambaran efisiensi dan kekuasaan. Setiap orang bergerak dengan tujuan. Setiap interaksi terukur. Setiap detail direncanakan. Lalu Eryx masuk, dan semuanya berubah menjadi kacau. “Halo, semuanya,” katanya denga

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   05

    Pukul delapan pagi, Eryx muncul di ruang makan dengan penampilan yang membuat Aeri terdiam sejenak. Ia tidak bertelanjang dada seperti yang Aeri bayangkan. Sebaliknya, ia mengenakan kaus desainer yang pas di tubuh, celana rapi berpotongan presisi, dan arloji yang nilainya lebih tinggi dari gaji Ae

  • Pengawal Palsu Tuan Muda   03

    "Gahensa Xan, tuan.""Gahensa," ulangi Eryx, melafalkannya dengan cara yang berlagak-lagak, seolah-olah nama itu adalah bahan lelucon. "Nama yang aneh. Kamu dari planet mana? Atau itu nama asli? Karena ini terdengar seperti nama yang dibuat saat ayahmu sedang mabuk dan ibu mu sedang—""Tuan," poto

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status