Masuk“Baiklah, karena kita sudah mengetahui posisi keduanya. Aku akan mencoba menghubungi para pemimpin lain untuk menyiapkan rencana, Chen’er … kamu tidak perlu datang lagi, serahkan saja peta itu dan selanjutnya adalah urusan kami!” Xiao Chen hanya mengangguk, dia memberikan peta kepada master sekte Heaven lalu keluar dari aula dengan sikap santai. Semua tetua yang melihat Xiao Chen pergi hanya menghela nafas, mereka bisa melihat kalau Xiao Chen sekarang sudah bisa lebih tenang. Dan tampaknya mereka tidak akan mengalami kejadian tidak terduga lagi setelah ini, karena Xiao Chen tidak mungkin bertindak terlalu liar sekarang. Saat Xiao Chen sampai di rumah, dia melihat anak keduanya sedang bermain dengan Lulu. Dia datang dan menggendong anaknya yang baru saja bisa berjalan dengan langkah kecil. “Anak ayah yang baik, kamu harus tumbuh jadi anak yang berbakti. Nanti ayah akan ajarkan semua yang bisa ayah ajarkan padamu!” Kata Xiao Chen tersenyum lembut dan tampak sangat menyayangi anaknya
Di saat alam dewa damai, banyak hal yang terjadi di beberapa tempat dan contohnya ada pada kehampaan dimana kehancuran di segel. Mereka yang telah gagal sebelumnya menguasai alam dewa sekarang berkumpul untuk membahas langkah selanjutnya tapi semua tetap diam dan tidak dapat mengatakan apapun. Kegagalan ini cukup membuat mereka terpukul bahkan meski ada bagian dari mereka turun pun tidak bisa menyelesaikan masalah tersebut. Akibatnya mereka kehilangan banyak bawahan dan beberapa jari kehancuran yang telah mereka asuh selama ini juga ikut musnah, kerugian kali ini cukup besar bagi mereka. “Ini memang sulit tapi jangan menyerah begitu saja. Meski disana gagal bukankah rencana kita masuk kesana berhasil?” Di saat semua kehancuran masih dalam diam karena memikirkan kegagalan mereka, memang benar ada satu rencana yang berhasil karena memang perhatian dari banyak kekuatan tidak tertuju pada hal lain. Sekarang mereka masih jauh dari bebas dan hanya dapat bergerak dengan menggunakan bawahan
“Ayah, kenapa ayah tidak memaksa dia pergi dengan kita?”. Setelah kembali ke clan, putri naga bertanya kepada sang ayah yang terlalu lembut kepada Xiao Chen. Mereka bisa saja membawa Xiao chen dengan paksa sebelumnya dan dia yakin itu pasti akan berhasil tapi sang ayah malah memilih jalan berbeda.“Kamu melihat anak itu sendiri bukan? dia benar-benar keras kepala, lalu ada dua orang itu dengannya.. Aku tidak mungkin bisa membawa dia secara paksa. Dan … (Tubuh anak itu sungguh luar biasa meskipun clan ingin mengambil tulang itu kembali hampir mustahil, malah hanya akan menghancurkan tulang leluhur!)”. Dia telah melihat sendiri kekuatan dari Xiao chen dan dia juga sudah memastikan kalau Xiao Chen memang punya darah naga sehingga dapat dipastikan kalau kecocokan pada tulang naga sangat tinggi. mereka tidak bisa memaksakan kehendak mereka pada Xiao Chen, dari aura hitam yang masih ada pada tubuh Xiao Chen itu sudah jelas aura kebencian yang sangat kuat, bahkan dia yang sudah hidup lama t
Pada akhirnya Xiao Chen benar-benar tunduk di hadapan Xue Rong’er, dia diseret pulang dan berlutut di depan pintu. Sekarang semua orang bisa melihat pahlawan yang sebenarnya malah takut dengan wanita nya sendiri. Lulu melihat itu dengan tatapan penuh perhatian, dia sudah tahu kalau ayahnya memang tidak berniat tapi kadang ayahnya cukup gila untuk melakukan hal itu. Jika tidak ada orang saat itu, mungkin saja ayahnya masih bisa selamat karena tidak ada bukti nyata tapi saat itu banyak orang. Bahkan dua master sekte dan juga dua neneknya ada disana, bagaimana bisa Xiao Chen akan berbohong? Malah jika semakin bersikeras semua itu tidak asli, mungkin membuat Xiao Chen jatuh dalam bahaya. “Ayah, aku katakan iya …. Sebaiknya ayah jangan terlalu membuat masalah di luar, ibu pasti tidak akan berbaik hati lagi!” “Anak kecil diam saja! Sana pergi berlatih!” Xiao Chen agak kesal dengan anaknya karena itu dia sedikit keras bicara tapi Lulu hanya tersenyum seolah dia tidak peduli dengan yang d
“Masalah? Hehehehe, bukankah aku yang ingin masalah tapi masalah itu yang datang sendiri!” Kata-kata itu membuat master sekte Heaven menggelengkan kepala, masalah yang dia maksud bukanlah putri naga tapi hal lain.Tapi melihat Xiao Chen yang tampak bangga dan tidak khawatir, dia juga tidak mengatakan apapun dan hanya mengangkat bahu seolah tidak mau tau dengan urusan Xiao Chen setelah ini lagi. Bagaimanapun masalah itu karena Xiao Chen sendiri yang membuatnya bukan karena dia atau orang lain, jadi jika pun ingin berbohong cukup sulit karena banyak mata yang melihat langsung. Pasangan kedua master sekte juga hanya tersenyum diam memandang Xiao Chen yang masih tidak sadar. Bagi mereka, Xiao Chen memang tidak menyadari kalau tindakannya itu membuat beberapa kenalan marah padanya. “Semua sudah selesai …. Bagaimana dengan musuhmu?” Tanya master sekte Heaven menatap master sekte Dao dengan tenang dan seolah dia penasaran apakah master sekte Dao berhasil mengalahkan musuhnya atau bagaimana?
“Jadi begitu …. Ini menarik!” Xiao Chen tiba-tiba menjadi tertarik dengan perkataan dari pria paruh baya yang ternyata adalah pemimpin clan naga. Siapa sangka kalau ada sesuatu yang seperti itu disana, ketertarikan Xiao Chen benar-benar terlihat jelas. Bahkan pemimpin clan naga juga ikut tersenyum, pemuda seperti Xiao Chen ini benar-benar tanpa rasa takut. Bahkan jika dipaksapun olehnya, dia yakin Xiao Chen akan tetap melawan dan dari ekspresi santai Xiao Chen sudah jelas punya sesuatu di lengan bajunya. Dia tertarik dengan Xiao Chen tapi anaknya seperti kesal dan ingin menghancurkan kepala Xiao Chen. Tentu saja sebagai putri clan naga harga dirinya benar-benar telah dihancurkan oleh Xiao Chen. Meski tidak ada yang di tempatnya mengetahui hal ini tapi sebagai wanita yang punya harga diri tinggi sekaligus generasi muda terbaik dalam clan. Mana mungkin dia bisa menahan diri setelah dilecehkan seperti itu oleh seorang pria yang dia tidak kenal. “Bagaimana nak? Tertarik? Aku janji padam
“Heee, tampaknya ini akan jauh lebih menarik. Apa mereka semua adalah lawanku dalam ujian ini?” Beberapa sosok tampak memandang ke arah samping mereka dan di arah samping ada kelompok Jiang Ming’er dengan Mu Biyu yang kebetulan memasuki tempat warisan sama. Sehingga mereka berdua tampak saling ber
“Kalian semua sudah berkumpul? Biyu, adakah yang tertinggal?” tanya tetua agung pada Mu Biyu yang telah diangkat menjadi pemimpin murid. Mu Biyu memeriksa dengan hati-hati dan mengatakan kalau semua murid yang akan ikut dalam kompetisi telah berkumpul. Tidak ada yang kurang dan mereka semua sudah a
Xiao Chen benar-benar mengejek orang-orang yang menaikan harga tanpa tahu barang yang mereka beli. Dan ini cukup untuk membuat Xiao Chen menertawakan mereka, tapi memang pedang yang sedang di lelang memiliki sedikit niat pedang dari seorang dewa tingkat tinggi. Dan bagi mereka yang berada dalam jal
“Huaaaa! Akhirnya bangun, ini benar-benar melelahkan. Eh? Kenapa dia disini?”Xiao Chen yang baru saja bangun, melihat sosok Mu Biyu yang bersandar di sebelah kasurnya. Wanita itu terlihat sangat cantik dan manis saat dipandang seperti itu, Xiao Chen yang melihatnya pun benar-benar terpesona akan k







