Share

Bab 81

Penulis: Khai Tsan
last update Tanggal publikasi: 2026-02-06 07:28:21

Napas mereka berdua perlahan mulai teratur, meski keringat masih membasahi kulit yang saling bersentuhan. Ayu menyandarkan kepalanya di dada bidang Daniel, matanya terpejam dengan senyum tipis terukir di bibir. Rasanya seperti melayang. Beban berat di pundaknya seolah hilang sesaat, digantikan oleh rasa lelah yang nikmat dan perasaan penuh di dalam dirinya.

Daniel masih belum beranjak. Ia membiarkan penyatuan mereka bertahan, menikmati sensasi denyutan sisa-sisa orgasme yang masih terasa menjep
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 132

    Rangga membalikkan tubuh Ayu dengan lembut, lalu memintanya untuk membungkuk sedikit, bertumpu pada besi pembatas balkon. Posisi Ayu yang agak menungging membuat pemandangan kota Jakarta terhampar di depannya, sementara lekuk tubuh polosnya terekspos sempurna dari belakang.​Sebelum melakukan penetrasi, Rangga berlutut di belakang Ayu. Telapak tangannya meremas pelan kedua pinggul Ayu, menahannya agar tetap stabil. Rangga menundukkan kepala dan mulai melayangkan ciuman-ciuman kecil di area punggung bawah Ayu, lalu perlahan merayap turun.​"Sayang... apa yang mau kamu lakukan?" desah Ayu saat merasakan hembusan napas hangat Rangga.​Rangga hanya diam dan tidak menjawab. Ia menjulurkan lidahnya yang basah dan hangat, memberikan sapuan lembut yang menyusuri seluruh area sensitif Ayu di bawah sana yang sudah sangat basah oleh cairan gairah. Sentuhan lidah Rangga bergerak perlahan dari lipatan depan, memutar, hingga naik menyapu area lubang belakang tubuh Ayu.​Srrrph...​Ayu seketika meme

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 131

    Rangga menatap Ayu sejenak, lalu menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukan hangatnya. Bibir mereka kembali bertemu. Ciuman yang awalnya terasa lembut dan penuh kehati-hatian perlahan berubah menjadi makin dalam, intens, dan dipenuhi gairah yang membakar. Lidah mereka saling beradu, memupus habis sisa-sisa jarak dan keraguan yang sempat membentang di antara mereka.Di tengah kehangatan ciuman itu, jemari Ayu bergerak lincah membuka satu per satu kancing kemeja yang dikenakan Rangga. Ia melucutinya dengan sabar, membiarkan kemeja itu terlepas dari bahu suaminya dan jatuh begitu saja ke lantai balkon.Rangga membalas gerakan itu dengan mengusap punggung polos Ayu, lalu menyusupkan tangannya untuk meremas lembut bokong istrinya. Tanpa melepas tautan bibir mereka, jemari Rangga menarik tali gaun tidur berbahan satin yang terikat longgar di pinggang Ayu. Kain halus itu seketika merosot jatuh, menumpuk di sekitar pergelangan kakinya.Di bawah terik matahari pagi yang mulai membiaskan c

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 130

    Aroma kopi hitam hangat yang bercampur dengan gurih manisnya sirup karamel perlahan merayap masuk ke dalam hidung Ayu, membuyarkan segenap kebingungan dan kekacauan pikiran yang menyelimuti kepalanya sejak ia terbangun.*Tok... tok... tok...*Ketukan lembut terdengar menyapa pintu kamar tidur yang sedikit terbuka. Sesosok pria tegap melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu tampak membawa secangkir minuman yang mengepul halus di tangan kanannya."Sudah bangun?" ucapnya dengan suara berat dan tenang, sambil meletakkan secangkir *caramel latte* di atas meja kecil tepat di sebelah tempat tidur, persis di samping Ayu yang masih mematung kebingungan merapatkan selimut tebalnya."Rangga...?" panggil Ayu dengan nada sangat bingung, matanya berkedip berulang kali menatap wajah suaminya yang tampak tenang.Rangga berdiri tegak di samping ranjang, menatap Ayu dengan pandangan mata yang jernih tanpa ada sisa kemarahan semalam."Tawaranku untuk membawamu ke Australia masih terbuka," ucap Rangga de

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 129

    Ayu merebahkan dirinya secara kasar, menjatuhkan tubuh lelahnya dengan posisi tengkurap di atas tempat tidur berukuran king size tersebut. Bantalnya seketika basah oleh air mata yang kembali menetes tanpa bisa ia bendung. Kelelahan fisik dan mental yang teramat sangat akhirnya menang, menuntun Ayu perlahan-lahan tenggelam ke dalam alam bawah sadarnya.Dalam lelapnya yang pekat, Ayu merasa tubuhnya seperti terapung di atas lautan yang hangat. Kesadarannya samar-samar berada di batas antara mimpi dan kenyataan.Tiba-tiba, ia merasakan ada sesosok tubuh hangat yang melangkah mendekati tempat tidurnya. Dalam keremangan memorinya, ia merasa ada sebuah selimut tebal dan lembut yang ditarik perlahan menutupi tubuh polosnya yang kedinginan oleh terpaan AC kamar.Ayu melenguh pelan. Tanpa ia sadari, tangannya secara refleks bergerak menarik selimut itu lebih tinggi, namun jemarinya tidak sengaja menyentuh pergelangan tangan seseorang yang sangat kokoh dan hangat.Seketika, suasana di sekitarny

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 128

    Ayu mencengkeram kemudi mobilnya sangat kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Pedal gas ia tekan sembilan puluh persen, membiarkan raungan mesin mobil membelah jalanan dengan kecepatan tinggi. Pandangannya samar, tertutup oleh lapisan air mata yang terus merebak tanpa bisa dihentikan.Pikirannya kalut. Suasana di dalam kabin mobil terasa begitu menyesakkan, dipenuhi oleh gemuruh kemarahan yang membakar dada."Sialan kau, Daniel! Pengecut! Tega-teganya kamu memperlakukan aku seperti ini! Bajingan!" serapah Ayu berulang kali di dalam hatinya. Suara batinnya berteriak histeris, menyuarakan rasa sakit hati dan kehancuran harga dirinya yang diinjak-injak.Di tengah kecepatan mobil yang menggila, kenangan-kenangan masa lalunya bersama Daniel mendadak berputar kembali secara otomatis di dalam kepalanya. Momen manis saat pertama kali pria itu memperhatikannya, sikap lembutnya, hingga kenangan panas beberapa hari lalu di Bali. Bayangan saat ia menyerahkan seluruh kendali dirinya, melampaui ba

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 127

    "Kakak tiri?" suara Ayu bergetar, nyaris berbisik. "Rangga itu... kakak tirimu, Niel?"Daniel mengangguk perlahan. Ia duduk bersandar di sofa abu-abu, menatap lurus ke depan dengan pandangan kosong. "Iya. Ia kakak tiriku, Yu.""Tunggu, ini enggak masuk akal," Ayu melangkah mundur, menggelengkan kepala. "Lalu kenapa kalian merahasiakan ini semua dari aku?""Karena Rangga yang minta, Yu," jawab Daniel, menoleh menatap Ayu. "Ia enggak mau orang lain tahu siapa aku sebenarnya. Statusku... keluarga besar kami enggak pernah menganggap aku ada. Cuma Rangga yang peduli.""Tapi kenapa harus berbohong sampai sejauh ini, Niel? Aku ini istrinya!" suara Ayu mulai meninggi, air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Kenapa rahasia sebesar ini disembunyikan dari aku?""Rangga mau melindungi nama baik keluarga, dan di sisi lain, ia juga mau melindungi aku," Daniel menghela napas panjang, mencoba meraih tangan Ayu namun Ayu menepisnya. "Selama ini Rangga yang banyak membantu hidupku. Ia membiayai

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 102

    "Ya. Aku ingin merasakan kenikmatan yang lebih dari sekadar hubungan badan biasa. Aku ingin merasa benar-benar diinginkan oleh lebih dari satu orang pada saat yang sama. Aku ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku punya kendali penuh atas tubuhku, dan aku bisa mendapatkan apa pun yang aku m

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-04-05
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 16

    “Daniel!, keluar kan di dalam please! Basahi rahimku dengan cairanmu Niel!, aku aman hari ini,” jawab Ayu sambil terengah-engah.Mendengar itu, Daniel makin semangat. Gerakan pinggulnya dipercepat. Kemudian, dibenamkan batangnya ke dalam lubang Ayu sepenuhnya.“Aaaah,” Daniel mengerang.Bersamaan d

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 13

    Kakinya kehilangan kekuatan. Ayu merosot ke lantai yang terasa kotor, memeluk lututnya lagi seperti pagi tadi, tetapi kali ini dengan isakan yang keras dan memilukan. Ia menundukkan kepala, membiarkan rambutnya jatuh menutupi wajahnya, sementara bahunya bergetar hebat.Daniel berlutut di depannya,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 15

    Ayu sudah tak terkendali, badannya menggeliat tak karuan. Namun, Daniel tetap profesional, layaknya seorang terapis kepada pasiennya.Urutan tangan Daniel di payudara Ayu benar-benar pas, tidak terlalu kuat ataupun terlalu lembut. Payudara Ayu benar-benar dimanjakannya. Tanpa sadar Ayu membuka kaki

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-18
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status