Share

Bab 91

Penulis: Khai Tsan
last update Tanggal publikasi: 2026-02-14 07:55:49

Ayu menemukan ritmenya. Tangan kirinya mengocok batang Daniel yang kini terasa semakin keras dan bengkak, seolah mau meledak. Mulutnya kembali turun, menghisap dan melumat dua bola pelir Daniel dengan rakus. Sementara itu, jari kanannya di dalam sana terus menusuk dan menekan titik prostat Daniel dengan gerakan mengait.

Kombinasi tiga serangan itu—kocokan tangan di batang, hisapan mulut di testis, dan tusukan jari di prostat—membuat Daniel kewalahan. Ia bukan lagi pihak yang dominan. Pagi ini,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 135

    Kilau matahari perlahan terhalang oleh kaca mobil Alphard hitam yang melaju mulus melintasi Tol Sedyatmo menuju Bandara Soekarno-Hatta. Di dalam kabin yang senyap dan sejuk, keheningan terasa begitu pekat, seolah melapisi setiap sudut ruang dengan ketegangan yang tak kasatmata.Ayu menyandarkan kepalanya pada kaca jendela yang dingin. Di luar, pepohonan dan papan reklame besar melesat cepat, berganti menjadi bayang-bayang kelabu. Jakarta, kota yang menyimpan seluruh cerita, rahasia, dan kehancurannya, perlahan-lahan tertinggal di belakang.Rangga duduk tepat di sampingnya. Pria itu tampil rapi dengan kemeja kasual premium berwarna abu-abu gelap yang lengannya tergulung rapi hingga ke siku. Jemari tangannya yang kokoh bertengger santai di paha, sementara pandangannya tertuju pada layar tablet bisnis di pangkuannya.“Begitu mudahnya dia membawaku pergi,” gumam Ayu dalam hatinya, merasakan denyut nyeri yang samar di dada bagian kirinya. “Seolah-olah semua perbuatannya selama ini tidak pe

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 134

    Pagi itu, suasana koridor kantor tampak ramai seperti biasa. Namun, begitu melangkah masuk melalui pintu kaca utama bersama Rangga, sosok Rina yang berdiri di dekat meja resepsionis langsung mengenali Ayu dari kejauhan."Ayuuuu!" jerit Rina histeris. Ia berlari kencang mendekati Ayu, lalu tanpa aba-aba langsung menjatuhkan tubuhnya, memeluk Ayu dengan sangat erat."Huuuhuuuhuuu... Tega kamu, Ayu! Udah lama enggak masuk kerja, sekalinya masuk malah bawa surat resign! Huuuuuhuuuhuuu!" Rina terisak kencang di bahu Ayu, meratapi kepindahan sahabatnya itu.Ayu menepuk-nepuk punggung Rina dengan lembut. "Iya, Rin, iya... maafin aku, ya."Ayu melepaskan sedikit dekapan hangat sahabatnya. "Bentar deh, aku antar surat resign ini dulu ke dalam. Kalau udah kelar semua urusannya, nanti kita ngobrol, ya?""Beneran, ya? Janji, ya?" tagih Rina sambil mengusap air matanya yang mengalir di pipi. "Awas kamu kalau tiba-tiba hilang lagi!""Iya, Rin, beneran janji," jawab Ayu meyakinkan.Rangga yang berdi

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 133

    Saat Rangga baru saja merebahkan tubuh Ayu secara perlahan di atas kasur kamar tidur mereka, tiba-tiba ponsel Ayu yang tergeletak di atas meja rias bergetar kencang.Drrt... drrt... drrt...Di layarnya yang menyala terang, tampak nama "Rina" memanggil. Ayu merapikan kain yang menutupi dadanya, lalu meraih ponsel itu dan menggeser ikon hijau untuk menekan tombol terima."Halo, Rin?" panggil Ayu dengan suara yang masih agak serak.Seketika terdengar suara tangisan yang cukup keras dari seberang telepon."Ayuuu! Kamu beneran mau resign?!" jerit Rina di balik telepon sambil sesenggukan. "Aku baru dengar dari HRD tadi pagi! Kamu bercanda, kan, Yu? Kamu tega banget sih ninggalin aku sendiri di kantor ini!"Ayu mendesah pelan, mencoba menenangkan sahabatnya. "Rin, pelan-pelan bicaranya. Jangan menangis begitu, malu kalau didengar orang kantor.""Gimana aku enggak menangis, Yu!" potong Rina dengan nada sangat sedih. "Kamu tahu, kan, kalau bagiku kamu itu lebih dari sekadar partner kerja. Masa

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 132

    Rangga membalikkan tubuh Ayu dengan lembut, lalu memintanya untuk membungkuk sedikit, bertumpu pada besi pembatas balkon. Posisi Ayu yang agak menungging membuat pemandangan kota Jakarta terhampar di depannya, sementara lekuk tubuh polosnya terekspos sempurna dari belakang.​Sebelum melakukan penetrasi, Rangga berlutut di belakang Ayu. Telapak tangannya meremas pelan kedua pinggul Ayu, menahannya agar tetap stabil. Rangga menundukkan kepala dan mulai melayangkan ciuman-ciuman kecil di area punggung bawah Ayu, lalu perlahan merayap turun.​"Sayang... apa yang mau kamu lakukan?" desah Ayu saat merasakan hembusan napas hangat Rangga.​Rangga hanya diam dan tidak menjawab. Ia menjulurkan lidahnya yang basah dan hangat, memberikan sapuan lembut yang menyusuri seluruh area sensitif Ayu di bawah sana yang sudah sangat basah oleh cairan gairah. Sentuhan lidah Rangga bergerak perlahan dari lipatan depan, memutar, hingga naik menyapu area lubang belakang tubuh Ayu.​Srrrph...​Ayu seketika meme

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 131

    Rangga menatap Ayu sejenak, lalu menarik tubuh istrinya kembali ke dalam pelukan hangatnya. Bibir mereka kembali bertemu. Ciuman yang awalnya terasa lembut dan penuh kehati-hatian perlahan berubah menjadi makin dalam, intens, dan dipenuhi gairah yang membakar. Lidah mereka saling beradu, memupus habis sisa-sisa jarak dan keraguan yang sempat membentang di antara mereka.Di tengah kehangatan ciuman itu, jemari Ayu bergerak lincah membuka satu per satu kancing kemeja yang dikenakan Rangga. Ia melucutinya dengan sabar, membiarkan kemeja itu terlepas dari bahu suaminya dan jatuh begitu saja ke lantai balkon.Rangga membalas gerakan itu dengan mengusap punggung polos Ayu, lalu menyusupkan tangannya untuk meremas lembut bokong istrinya. Tanpa melepas tautan bibir mereka, jemari Rangga menarik tali gaun tidur berbahan satin yang terikat longgar di pinggang Ayu. Kain halus itu seketika merosot jatuh, menumpuk di sekitar pergelangan kakinya.Di bawah terik matahari pagi yang mulai membiaskan c

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 130

    Aroma kopi hitam hangat yang bercampur dengan gurih manisnya sirup karamel perlahan merayap masuk ke dalam hidung Ayu, membuyarkan segenap kebingungan dan kekacauan pikiran yang menyelimuti kepalanya sejak ia terbangun.*Tok... tok... tok...*Ketukan lembut terdengar menyapa pintu kamar tidur yang sedikit terbuka. Sesosok pria tegap melangkah masuk ke dalam kamar. Pria itu tampak membawa secangkir minuman yang mengepul halus di tangan kanannya."Sudah bangun?" ucapnya dengan suara berat dan tenang, sambil meletakkan secangkir *caramel latte* di atas meja kecil tepat di sebelah tempat tidur, persis di samping Ayu yang masih mematung kebingungan merapatkan selimut tebalnya."Rangga...?" panggil Ayu dengan nada sangat bingung, matanya berkedip berulang kali menatap wajah suaminya yang tampak tenang.Rangga berdiri tegak di samping ranjang, menatap Ayu dengan pandangan mata yang jernih tanpa ada sisa kemarahan semalam."Tawaranku untuk membawamu ke Australia masih terbuka," ucap Rangga de

  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 49

    "Sshhh... pelan-pelan, Sayang. Itu... ahhh, di situ," desis Rangga. Kepalanya mendongak ke belakang, urat-urat di lehernya menegang. "Kamu luar biasa malam ini. Kenapa kamu begitu lapar, hmm?"Ayu tidak menjawab dengan kata-kata. Ia justru semakin memperdalam hisapannya, menciptakan suara-suara bas

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-25
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 44

    Suasana apartemen yang biasanya terasa tenang mendadak berubah menjadi panggung sandiwara yang menyesakkan bagi Ayu. Di ruang tengah, Rangga berdiri membelakangi jendela besar yang menghadap kerlip lampu kota Jakarta, ponsel menempel di telinganya."Niel! Hahaha, iya, gue sudah di rumah sekarang,"

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 46

    Ayu tersentak bangun.Napasnya tersengal-sengal, dadanya naik turun dengan cepat. Ia segera meraba area di sekelilingnya. Tidak ada Daniel. Hanya ada Rangga yang tertidur lelap di sampingnya dengan posisi membelakanginya.Ayu terduduk, menyeka keringat dingin di dahinya. Jantungnya masih berdegup k

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-24
  • Puaskan Aku, Sahabat Suamiku!   Bab 38

    Kegundahan Ayu mencapai puncaknya ketika hari-hari berganti. Rangga, yang berada ribuan kilometer di Australia, benar-benar bertransformasi. Bukan lagi sekadar mengirim makanan, kini Rangga rutin mengirimkan video-video pendek kegiatannya: saat ia memasak sendiri, saat ia melihat matahari terbenam,

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-23
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status