RUTHLESS TEMPTATION

RUTHLESS TEMPTATION

last update最後更新 : 2025-12-03
作者:  authorchomzy已完成
語言: English
goodnovel18goodnovel
10
3 評分. 3 評論
133章節
14.3K閱讀量
閱讀
加入書架

分享:  

檢舉
作品概覽
目錄
掃碼在 APP 閱讀

故事簡介

Contemporary

Steamy

Possessive

CEO

Heir/Heirness

MxM

Hate to Love

Revenge

Dark Romance

Elias's grip tightened around Jace's wrist, pulling him closer until their bodies were flush, the heat between them undeniable. His voice was a low growl in Jace's ear. "You're mine now," he whispered, his thumb tracing the line of Jace's jaw. "And I'll make you beg for every inch of me." ......... Jace Rivera is a man on a mission. A struggling artist and bartender, he's desperate to save his brother, Noah, who is dying from a critical illness and needs a kidney transplant. With no money and no hope of finding a donor, Jace's only option is to destroy the Crane family from within. His plan? Seduce Elias Crane-the handsome, emotionally detached heir to the Crane fortune-and use him to exact his revenge. But Elias is more dangerous, more seductive than Jace ever imagined. The closer he gets to the puzzling billionaire, the more he's pulled into a web of obsession, betrayal, and forbidden desire. What starts as a quest for vengeance becomes a fight for survival, as Jace realizes his feelings for Elias are more complex than mere revenge. In a dangerous game of power and passion, Jace will have to decide if his need for justice outweighs the love he's unwilling to admit. Will he risk it all to bring down the Crane empire-or will the fire between him and Elias burn everything to the ground?

查看更多

第 1 章

Chapter 1

“Ini cuma kesalahan semalam, She.”

Kalau itu memang hanya kesalahan semalam, apakah lantas kehamilan Shea yang mendadak menjadi tidak valid?

Dibesarkan dengan keluarga disiplin militer membuat Shea terbiasa membatasi diri, jadi walaupun dia bukan gadis yang menjunjung tinggi akhlak, kelakuannya masih minus, tapi Shea tidak mungkin mencoreng nama keluarga dengan bertindak gegabah.

“Kamu kasih aku energi bar yang mengandung obat malam itu, Dim.”

“Kok nuduh?”

“Kenyataannya memang gitu, sampai sekarang kamu nggak mau nunjukin di mana kamu beli energi bar itu, dan di mana sisa energi bar yang lain?”

“Yah, untuk apa?”

“Bukti kalau kamu memang brengsek!” Shea nyaris memekik, tapi dia menahan diri dengan berusaha duduk tenang di sofa.

Tapi sulit sekali rasanya bersikap tenang saat Adimas menolak bekerja sama. Penyangkalan demi penyangkalan terus dilontarkannya seperti pengecut.

Yah, Shea kan, tidak mungkin tiba-tiba melendung sendiri!

“Keluarga aku pasti bakal tanggung jawab, kamu nggak usah khawatir.”

“Kalau tanggung jawab yang kamu maksud itu uang, jangan harap aku bakalan terima. Aku akan bawa masalah ini ke jalur hukum.”

“Memang kamu bisa?” tanya Adimas, kali ini wajahnya kelihatan menantang. “Keluarga kamu berani lawan keluarga Lomana?”

Sial.

Walaupun Shea enggan mengakui, tapi posisinya saat ini memang terjebak. Status sosial mereka yang seperti langit dan gorong-gorong menghantam kenyataan dengan pahit.

Shea hanya anak petani biasa, dan meskipun Papa punya sawah berhektar-hektar di desa, tapi Adimas bukan berasal dari keluarga biasa saja.

Keluarganya bahkan dijuluki sebagai The Gasoline Godfather, atau saudagar minyak karena perannya yang dominan dalam bisnis impor minyak di Indonesia.

“Kamu mau nambah masalah? Kalau kamu coba-coba mempublikasikan ini She, kamu hanya bikin keluarga kamu menderita. Hukum nggak akan bisa menjangkau Lomana, apalagi orang seperti kamu.”

Benar, kalau Shea melawan, dia bukan hanya butuh uang yang banyak, tapi juga koneksi di pemerintahan agar kasusnya tidak disingkirkan. Masalah ini bukan hanya akan menguras harta, tapi juga tenaga dan mental.

Tanpa sadar Shea mengelus perutnya, tempat janinnya yang masih berusia empat minggu berada.

“Kamu nggak usah banyak protes, ini juga kesalahan kamu, kamu ada di sana pas aku lagi horny, makanya ini terjadi.”

Pintar sekali dia playing victim.

“Jadi ini semua salah aku?”

“Salah kita berdua, aku minta maaf, tapi ini bukan saatnya kita main salah-salahan. Nggak ada jalan keluar lain sekarang. Aku akan minta keluargaku untuk urus semuanya.” Lalu jemarinya menuding Shea. “Tapi bukan dengan pernikahan.”

Shea mendengus. Memang siapa yang berharap menikah sama dia?

“Jangan kepedean Adimas,” kata Shea, perlahan berdiri. “Kalau bukan karena obat, aku juga nggak mau tidur sama kamu. Dan kamu nggak akan bisa nidurin aku.” Lalu pandangan Shea turun menatap bagian tubuh Adimas sebelum kembali ke matanya, “Kamu terlalu imut-imut buat aku, maaf.”

Tangan Shea gemetar saat melenggang meninggalkan laki-laki itu, dia tidak bisa membalas secara materil, jadi biarkanlah Shea membalas dengan menginjak egonya.

“Sialan.”

Namun baru Shea akan membuka pintu, rambutnya terasa dijambak, Shea memekik kesakitan lalu merasakan pelipisnya menghantam pinggiran meja.

“Berani kamu ngejek aku She?”

***

Jerikho benci basa-basi busuk, jadi ketika melihat adik tirinya muncul di kantor dengan wajah pucat dan kuyu, Jerikho segera menawarkan.

“Kamu butuh berapa Dim?”

Adimas duduk di sofa ruangan, menunduk dengan bahu merosot lemas. “Aku nggak butuh uang kali ini, Bang.”

Alis Jerikho terangkat, Adimas bergerak-gerak gelisah di kursi.

“Yah, begini... aku bikin masalah.”

Sudah bukan cerita baru, sejak kecil terbiasa dimanja oleh keluarga, Adimas merasa bisa mencengkeram dunia. Dan ini bukan pertama kalinya Jerikho mendengar pengakuan tersebut, sehingga dia kembali sibuk di layar macbook.

“To the point aja, Abang akan bantu pinjamkan salah satu pengacara, dengan catatan kamu mengakui kesalahan dan meminta maaf dengan korban.”

“Dari mana Abang tau ada korban?”

“Kamu nggak akan datang ke Abang kalau bisa menyelesaikannya sendiri.”

Wajah Adimas semakin suram. “Aku menghamili teman kampus, Bang.”

“Kamu nggak pakai pengaman?”

“Kebobolan.”

“Berapa usia janinnya?”

“Baru empat minggu, aku mau Abang nikahin dia.”

Jerikho mengetik cepat di papan keyboard memastikan susunan kalimatnya jelas sebagai pledoi untuk dibacakan di persidangan atas tuduhan malpraktik kliennya, lalu mengangkat kepala.

“Coba ulangi lagi?”

“Yah, dia nggak mau nerima uang dan dia juga nggak mau damai.”

“Terus kamu berharap Abang akan menggantikan posisi kamu?”

“Bukan berharap, tapi harus,” koreksi Adimas, mendesah lelah sambil menyugar rambut. “Dia beneran keras kepala Bang. Abang juga kan, sudah waktunya buat menikah, Papa nggak bakal memberikan warisan kalau Abang tetap single.”

“Dan kamu pikir Abang akan tertekan dengan ancaman itu?”

“Abang nggak punya pilihan selain menerima, ini bukan soal ancaman saja, tapi juga soal mood Papa yang semakin berantakan,” tambah Tante Gina. Dia melenggang masuk ke kantor. Membawa serta aroma parfumnya yang menyengat.

Jerikho menyandarkan punggung di kursi. Sekarang tekanan sesungguhnya sudah datang, siap membantu sang anak tanpa repot-repot memikirkan anak orang lain.

“Kamu harus setuju Jerikho, ini juga demi nama baik keluarga. Bayangkan kalau Papa kamu tahu masalah ini, dia pasti bakal menyuruh orang untuk menghabisi perempuan itu tanpa ampun, bisnis sedang buruk akhir-akhir ini, Papa akan kehilangan kesabaran.” Ibu tirinya kemudian duduk di samping sang putra. “Tapi Adimas nggak mau itu terjadi, dia kasihan dengan perempuan itu, jadi lebih baik kalau kamu menikahi perempuan itu, memberikan perlindungan.”

“Saya yakin Adimas bisa melakukannya Tante, dia sudah dewasa, dia bukan lagi anak kecil yang ditimang-timang, biarkan Adimas bertanggung jawab atas tindakannya.”

Tante Gina mengernyit. “Adimas masih kuliah, kamu mau menghancurkan masa depannya hanya karena masalah ini?” serunya seolah tidak percaya.

“Dialah yang menghancurkan masa depannya sendiri. Dim, bertingkahlah seperti laki-laki, jangan jadi—”

“Perempuan itu sengaja menjebak aku Bang,” potong Adimas lesu. Bahunya kembali merosot. “Dia tau aku anak siapa, dan berusaha buat masuk ke keluarga kita. Makanya dia nolak waktu aku kasih uang, karena dia tau bisa dapat lebih dari itu.” Kedua rahangnya mendadak mengeras, tangan terkepal erat di pangkuan.

Sang Mama mengelus lengannya dengan sayang. Lalu memandang Jerikho. “Dengar? Kalau kamu biarkan perempuan itu, dia akan terus-terusan meneror keluarga kita dengan memeras Adimas. Menganggu studynya. Kamu mau itu terjadi Jerikho?”

Jerikho memandang langit-langit dengan jengkel. Berusaha mengatur napas. Tapi ketika kembali memandang keluarganya, dia berkata tenang. “Kirimkan biodata lengkap siapa perempuan itu.”

Dalam beberapa menit sebuah dokumen masuk ke email Jerikho, dia segera memeriksa, membaca profil seorang perempuan asing di sana.

Jerikho memandang foto gadis itu, lama.

“Gimana?”

“Saya akan bicara dengan dia.”

***

展開
下一章
下載

最新章節

更多章節

致讀者

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

評論

PrinceNova
PrinceNova
I love this ...
2025-12-06 12:48:26
1
2
Emma Stone
Emma Stone
This is so good! I literally can't put it down 🫶
2025-12-05 17:07:31
2
1
Princess Kamsy
Princess Kamsy
interesting ... guys you really need to check this story out ...
2025-07-25 05:46:26
3
0
133 章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status