Home / Romansa / Resep Cinta Miri / Bab 79. Miri Dipecat??

Share

Bab 79. Miri Dipecat??

Author: Mozze Satrio
last update publish date: 2026-07-29 08:05:18
“Mir, dipanggil Chef Dom tuh ke ruangannya,” panggil seorang senior.

Belum juga Miri memulai persiapan di pagi hari. Ia kini berdiri di depan pintu kantor sang Kepala Koki. Ruangannya terletak di belakang gedung restoran, bersebelahan dengan ruang loker dan gudang.

Miri tahu suatu saat Chef Dom akan memanggilnya juga. Miri menarik napas panjang. Benaknya tak karuan, membayangkan konsekuensi terburuk yang mungkin akan Miri hadapi karena tingkahnya belakangan ini.

Sang koki muda berdiri di depan p
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Resep Cinta Miri   Bab 81. Waktu Miri Bersama Arman

    “Miri. Temenin Arman cara makan sana. Kamu juga pasti lapar, kan?” panggil Nenek Aisha, menoleh ke sisi Miri.Miri sedang asyik membolak-balik halaman majalah rumah sakit ketika sang nenek memanggilnya. Ia mengerutkan kening. Dalam waktu dua jam, Arman telah menjadi kesayangan baru sang nenek.Menjelang jam makan siang, perut Arman mulai keroncongan. Di saat obrolannya dengan Nenek Aisha sedang seru-serunya, suara perutnya nyaring, memecah suasana. Arman tersipu. Naluri keibuan Nenek Aisha pun bangkit.“Biar saya cari makan sendiri aja, Nek. Miri bisa tinggal di sini menemani di kamar,” sahut Arman.Nenek Aisha menggelengkan kepala.“Kalian pergi berdua aja sana. Nggak enak makan sendirian.

  • Resep Cinta Miri   Bab 80. Nenek Aisha Kedatangan Tamu

    “Di depan sini aja, bang,” ucap Miri, menunjuk tepi trotoar depan Rumah Sakit Medika Aruna.Sang supir ojek melambatkan laju kendaraan hingga ke titik tujuan. Miri turun dari motor, mengucapkan terima kasih kepada si supir. Setelah motor pergi, Miri melepaskan helm dan memasukkannya ke dalam kantung serut. Ternyata, helm yang dipinjamkan Arman berguna juga.Pagi itu ia telah tiba di rumah sakit untuk berjaga di pagi hari. Ia memasuki bangunan dengan langkah riang, tak perlu khawatir terlambat datang ke restoran. Chef Dom telah menyetujui pilihannya untuk masuk di shift malam setelah jam makan siang.‘Uang masih bisa dicari nanti. Yang penting sekarang Nenek segera sembuh,’ pikir Miri dalam hati.Sesampainya di kamar inap nomor dua belas RS Medika

  • Resep Cinta Miri   Bab 79. Miri Dipecat??

    “Mir, dipanggil Chef Dom tuh ke ruangannya,” panggil seorang senior.Belum juga Miri memulai persiapan di pagi hari. Ia kini berdiri di depan pintu kantor sang Kepala Koki. Ruangannya terletak di belakang gedung restoran, bersebelahan dengan ruang loker dan gudang.Miri tahu suatu saat Chef Dom akan memanggilnya juga. Miri menarik napas panjang. Benaknya tak karuan, membayangkan konsekuensi terburuk yang mungkin akan Miri hadapi karena tingkahnya belakangan ini.Sang koki muda berdiri di depan pintu ruangan Chef Dom dan mengetuk. “Masuk,” ucap seseorang dari dalam.“Permisi, Chef,” sapa Miri.Ia memutar knop dan melangkah masuk. Chef Dom duduk di balik meja. Kakinya saling bertumpu, dengan tumit sepatu bersandar pada permukaan. Kepalanya tersembunyi di balik majalah kuliner. Ruangan berukuran 3x3 meter persegi itu tampak sempit menampung tubuh Chef Dom yang bongsor.Di sisi kanan, terdapat sebuah lemari pajangan dari kayu tua. Setiap raknya terisi oleh beragam barang, didominasi oleh

  • Resep Cinta Miri   Bab 78. Arman Vs. Namira

    “Terima kasih untuk hari ini, Baskara. Saya tunggu berita baik untuk proyek di Bali, ya. Semoga berjalan lancar,” ucap Seno, menjabat tangan Baskara erat.“Sama-sama, Pak Seno. Nanti kami akan segera menghubungi untuk diskusi selanjutnya, ya,” balas Baskara.Menjelang jam makan siang, pintu ruang rapat kantor Arkate akhirnya terbuka. Baskara dan Namira berjalan keluar, diiringi oleh langkah Seno.Keduanya berpamitan, masih menyunggingkan senyum korporat. Langkah mereka lambat saat menyusuri lorong kantor yang mulai kosong. Para karyawan telah berpencar menikmati waktu istirahat mereka.“Mau makan siang dulu sebelum meeting selanjutnya, Bas?” tanya Namira.Baskara mengecek waktu di pergelang

  • Resep Cinta Miri   Bab 77. Baskara dan Namira di Kantor Arkate

    “Selamat pagi, Baskara. Gimana di jalan? Udah macet, ya, pagi-pagi gini?” sapa Seno riang pada tamu istimewanya.Kejutan menyenangkan singgah di Arkate pagi itu. Seno, sang pemilik kantor konsultan, mengira akan butuh waktu lebih lama untuk meyakinkan Baskara Wibowo. Ia pikir sang petinggi Terrahaus akan memiliki kriteria ketat dalam memilih partner kerja.Lututnya gemetar ketika sang direktur muda dari Terrahaus Property muncul di ujung tangga. Baskara tampak gagah dalam balutan jas berwarna abu-abu tua. Di sampingnya, Namira Apsari setia mendampingi.“Cukup padat, tapi untungnya nggak sampai macet. Maaf, ya, Pak Seno, saya hubungi mendadak semalam,” jawab Baskara lugas, memasang senyum korporat di wajah.“Nggak masalah. Namanya juga

  • Resep Cinta Miri   Bab 76. Nenek Aisha Bangun

    “Udah berapa lama Nenek tidur?” tanya Nenek Aisha dalam suara parau.“Sekitar dua hari,” jawab Miri, sesenggukan.Sambil menangis, ia mengambil segelas air minum yang telah siap di meja nakas. Ia memosisikan tempat tidur dengan menaikkan punggungnya, agar Nenek dapat minum sambil duduk.Dengan hati-hati, Miri membantu neneknya menyesap air.“Terima kasih, Sayang,” Nenek Aisha membuang napas lega.Punggungnya kembali bersandar pada bantal yang tebal.“Nenek lapar? Sakit? Mau aku ambilkan sesuatu?” tanya Miri.Nenek Aisha menggeleng.Miri

  • Resep Cinta Miri   Bab 6. Berita Baru Bu Sara

    “Makasih makan siangnya, ya, Kemal. Lain kali masak lagi buat Tante, oke?” ucap Bu Sara ketika mengantar Jihan dan Kemal ke pintu.Selepas menikmati hidangan buatan Kemal, Bu Sara sempat bergabung dengan Miri dan teman-temannya. Mereka saling melempar canda di meja makan, berbagi berita terbaru ten

  • Resep Cinta Miri   Bab 5. Ibu Sara Baru Pulang

    “Selamat siang. Wah, kalian udah makan duluan, ya?” sapa sang wanita anggun yang muncul dari pintu depan.“Selamat siang, Tante,” balas Jihan dan Kemal bersamaan.Sara, seorang wanita paruh baya berparas cantik dengan potongan rambut sebahu. Tutur katanya lembut, berbagi pesona yang serupa dengan M

  • Resep Cinta Miri   Bab 2. Kita Usahakan Restu Itu

    “Terus? Kamu ambil amplopnya?”Pertanyaan dari Jihan, sahabatnya, membuat Miri meradang. Bisa-bisanya ia berpikir Miri akan menerima uang suap untuk meninggalkan Baskara?“Ya nggak, lah! Gila kali!” teriak Miri.“Ssst–”Jihan meletakkan jari di depan bibir, lalu menoleh ke kiri dan ke kanan dengan

  • Resep Cinta Miri   Bab 1. Kedatangan Serigala Betina

    “Selamat malam. Selamat datang di Nero&Bianco. Ini tiramisu pesanan Anda,” ucap Miri pada wanita paruh baya di hadapannya.“Hm,” gumam Amara Wibowo, calon ibu mertua Miri, rendah.Wanita tua itu mengambil sendok dan mulai mengambil lapisan utuh tiramisu. Ia melahapnya dalam satu suap. Setelah mulut

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status