Share

Cium

Author: Ivorybeige
last update publish date: 2026-05-07 21:26:11

Di dalam kamar paviliun yang baru, keheningan hanya dipecahkan oleh suara sikat yang menyisir rambut pirang keemasan Meghan. Saat pelayan mencabut jepit perak, rambut itu tergerai jatuh seperti aliran emas murni hingga mencapai pinggangnya.

Pintu terbuka. Ralph melangkah masuk, membiarkan langkah botnya bergema di lantai marmer. Para pelayan segera membungkuk dan undur diri, meninggalkan Meghan sendirian dengan pria yang telah menjadikannya alat pembalas dendam.

Ralph berdiri di belakangnya, me
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Tidak Berguna

    "Bertahanlah, Yang Mulia! Demi Tuhan, kumohon bertahanlah!" Meghan memeluk tubuh Elanor dari belakang dengan sisa-sisa kekuatannya yang hampir habis. Dada Meghan bergetar hebat. Rasa dingin danau yang masih tersisa di tulang-tulangnya seketika menguap, digantikan oleh rasa panas yang membakar saat kulitnya bersentuhan dengan tubuh Elanor yang bersimbah keringat dan darah. Pakaian pelayan Meghan yang baru diganti kini mulai ternoda oleh darah persalinan sang Ratu, namun ia tidak peduli. Tidak sedikit pun. Elanor mengerang mengerikan, sebuah jeritan parau yang menyayat hati terdengar dari tenggorokannya yang kering. Kepala Ratu terkulai ke belakang, menghantam bahu Meghan, sementara jemarinya yang berlumuran darah mencakar lengan Meghan dengan sangat kuat hingga menembus kain bajunya. Rasa sakitnya menular, mencabik-cabik psikis Meghan yang memang sudah hancur sejak semalam. "Aku tidak kuat, Meghan ... sakit sekali ...," racau Elanor, air matanya menetes melewati pipi piasnya dan

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Prematur

    Meghan merasa harga dirinya sudah tidak bersisa lagi. Kejadian semalam bukan sekadar merenggut paksa kesucian raganya, melainkan menghancurkan berkeping-keping psikisnya hingga ke dasar yang paling kelam. Sebagai seorang selir, ia sudah tahu bahwa khalayak umum tidak akan pernah menaruh hormat padanya. Namun, dijadikan tontonan dan diperlakukan bagai binatang pemuas birahi di depan wanita lain benar-benar berada di luar batas kemanusiaannya. Tanpa melepas sehelai pun kain tipis yang membungkus tubuh penuh memarnya, Meghan melangkah masuk ke dalam air danau yang sedingin es. Sebenarnya, apa yang ia lakukan bukan lagi sekadar berendam untuk membersihkan diri. Meghan sengaja menenggelamkan tubuhnya, membiarkan air danau yang pekat merayap naik ke dada, leher, hingga akhirnya seluruh permukaan kulit kepalanya ikut masuk dan menghilang di bawah permukaan air. Meghan memejamkan mata. Ia berharap Tuhan berbaik hati untuk mendengar jeritannya kali ini, cabut sekali lagi nyawanya, dan t

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Mahkota Hina

    Ralph tidak memberi Meghan waktu untuk memikirkan skenario pembunuhan di kepalanya. Sentakan pria itu begitu kuat hingga punggung polos Meghan menghantam kasur sutra dengan keras, menyisakan sensasi dingin yang kontras dengan suhu tubuh Ralph yang membakar. Pria itu mengungkung Meghan sepenuhnya. Kedua tangan kekarnya langsung mengunci pergelangan tangan Meghan ke atas kepala, menekan urat nadinya begitu erat hingga jemari Meghan yang semula berniat meraih tusuk rambut perak itu mati kutu, tak berdaya di atas bantal. "Buka kakimu," perintah Ralph, suaranya bukan lagi bariton yang tenang, melainkan geraman rendah yang sarat akan syahwat dan dominasi mutlak. Meghan memalingkan wajah, menggigit bibir bawahnya hingga hampir berdarah saat merasakan lutut Ralph yang kokoh memaksa kedua paha bagian dalamnya terbuka lebar. Hawa malam paviliun Utara terasa menusuk bagian tubuhnya yang paling intim, yang kini terekspos sepenuhnya di bawah tatapan lapar Ralph dan sepasang mata Vespera yan

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Cara Melayani Paduka

    "Se-seperti ini caranya melayani Paduka." Suara Meghan bergetar hebat, nyaris tenggelam dalam keheningan kamar paviliun Utara yang mencekam. Jemarinya yang dingin bergerak ke arah ikatan terakhir dari gaun pelayannya yang sudah compang-camping. Dengan satu tarikan napas yang terasa mencekik tenggorokan, kain koyak itu akhirnya ia lepas, meluncur jatuh ke lantai batu bersama dengan kain dalamnya. Meghan berdiri telanjang di bawah temaram cahaya lilin. Kulitnya yang pias meremang, bukan hanya karena hawa malam yang menusuk, melainkan karena rasa hina yang teramat pekat mulai menguliti harga dirinya lapis demi lapis. Vespera, yang sejak tadi berdiri di dekat pilar ranjang, menatap tubuh Meghan tanpa banyak berkomentar. Tidak ada binar kepuasan, tidak ada pula rasa jijik di matanya yang sedingin es. Wanita dari Kerajaan Barat itu hanya menonton dengan tatapan kosong seorang tawanan yang sudah mati rasa terhadap segala bentuk kegilaan di istana ini. Namun, di balik wajah Meghan yan

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Lelaki Iblis

    "Bajingan! Keparat! Lelaki iblis!" Entah ini adalah umpatan ke berapa yang keluar dari mulut Meghan sepanjang ia mati-matian menepis tangan-tangan nakal dan kasar yang mulai menjamah tubuhnya tanpa izin. Nadira tidak pernah menyangka ternyata kehidupan keduanya sangatlah buruk! Hidup kembali dalam tubuh seorang anak Baron bernama Meghan bukanlah sebuah mimpi indah seperti di dongeng-dongeng. Pantas saja Meghan yang asli memilih mati, ternyata hidup di zaman ini sangat gila dan tidak masuk akal! Meski di kehidupan sebelumnya jantungnya cacat sedari lahir, setidaknya menjadi Nadira tidak membuatnya dikelilingi oleh monster-monster tidak bermoral seperti sekarang ini! "Hei, jangan bergerak terlalu banyak, Manis! Paduka Raja sudah memberikanmu pada kami!" Tawa seorang prajurit pecah saat jemari kasarnya merenggut paksa kerah gaun Meghan. Sret! Bajunya sudah compang-camping. Kekuatan para prajurit yang terbiasa memegang pedang di medan laga jelas tidak setara dengan tenaga ringki

  • Selir Angkuh Kesayangan Paduka   Akhirnya Datang!

    "Paduka, tolong jangan begini!"Meghan masih mencoba membujuk, suaranya bergetar menahan desakan tangis yang mati-matian ia seka di balik pelupuk mata. Napasnya tersengal, beradu dengan degup jantungnya yang bertalu liar di rongga dada. Bagaimanapun, melakukan hubungan badan di depan orang asing, menelanjangi diri dan membiarkan setiap jengkal tubuhnya ditonton oleh wanita yang baru menginjakkan kaki di istana ini, sangat menentang moralnya sebagai seorang perempuan. Statusnya mungkin telah merosot menjadi selir yang terikat. Namun sisa-sisa kehormatannya sebagai putri seorang Baron menolak untuk diinjak sedalam itu.Di hadapannya, kemarahan yang tadinya berkilat di sepasang mata elang Ralph mendadak surut, digantikan oleh perubahan ekspresi yang begitu cepat hingga membuat Meghan terpaku."Jadi, kau tidak mau melakukan itu, Meghan?"Ralph menatapnya dengan sepasang mata yang tampak rapuh. Iris gelapnya dibuat bergetar, memancarkan luka dan kekecewaan yang terlihat begitu nyata, seo

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status