LOGINDia memiliki empat pelayan kelas satu bernama Nora, Nana, Sasa, Lila. Mereka semua adalah gadis-gadis yang cerdas dan sensitif. Sayangnya didalam kehidupan sebelumnya panjangnya tidak ada satupun dari mereka yang selamat.
Ketika dia menjadi sandera Ottoman, untuk melindunginya dari dipermalukan oleh Putra Mahkota Ottoman, Nana meninggal di tangan Putra Mahkota Ottoman. Sasa dan Lila, satu meninggal dalam perjalanan dengan Sophia, dan yang lainnya meninggal di tangan Sisilia.
Sedangkan untuk Nora, dia adalah yang paling cantik. Saat itu, untuk membantu Caspian naik takhta, dia menggunakan kecantikannya untuk merayu seorang pejabat yang kuat untuk membuatnya membantu Caspian. Pada akhirnya, dia dibunuh oleh istri pejabat yang kuat itu.
Sekarang Nora berdiri di depannya, alisnya masih seindah lukisan, Hurra tertegun.
Ketika dia menutup mata, bayangan dalam kehidupan sebelumnya itu seketika diputar seperti film!
Setelah beberapa saat, dia tersenyum dan menutup matanya lagi.
"Tidak, Halusinasi sebelum kematian ini terlalu nyata."
Dia dengan jelas merasakan anggur beracun itu mengalir membakar tenggorokannya.
"Nona, apa yang kamu bicarakan?" Nana menyisihkan cangkir teh dan mengulurkan tangan untuk menyentuh dahi Hurra.
"Apakah demam mempengaruhi fikiranmu?"
Tangan di dahinya dingin dan nyaman. Hurra tiba-tiba membuka matanya, dan tatapannya tajam. Dia perlahan menundukkan kepalanya dan menatap tangannya.
Itu adalah sepasang tangan yang kecil dan ramping. Kuku dipangkas dengan rapi, dan mereka bulat dan lucu. Saat melihat tangan ini orang bisa mengatakan bahwa itu adalah tangan seorang gadis bangsawan yang dimanjakan.
Dalam kehidupan sebelumnyanya dia dengan jelas melihat. Tangannya kasar karena menangani urusan istana. Di Ottoman, dia diperintahkan seperti pelayan. Tangannya menjadi kapalan dan persendiannya bengkak dan sakit. Dia tidak terlihat seperti gadis yang halus sama sekali.
“Bawakan aku cermin,” kata Hurra. Suaranya masih lemah, tapi nada suaranya tegas. Semua orang menatapnya dengan tercengang.
Nana dan Nora saling memandang. Pada akhirnya, Nora yang pergi untuk mengambil cermin dan menyerahkannya kepada Hurra.
Di cermin perunggu, gadis itu melihat wajah oval dan dahi yang putih terpantul dicermin. Matanya yang berbentuk almond besar berwarna biru sedikit sayu, dan hidungnya lancing dengan indah serta bibirnya yang kecil tapi penuh. Dia masih memiliki wajah anak-anak.
Cermin di tangan Hurra tiba-tiba jatuh ke tanah, membuat suara renyah. Suara pecahan kaca menghantam hatinya seperti badai besar.
Dia mencubit dirinya dengan keras, dan air mata mengalir di wajahnya.
Untung saja dia masih bisa terbangun dan semua itu ternyata hanya kehidupan sebelumnya. Tuhan pasti terlalu baik.
Nana dan Nora terkejut.
"Nona, kenapa kamu menangis?" Nora menyapu wajah Hurra dengan saputangan. Dia melihat bahwa Hurra memiliki ekspresi aneh di wajahnya, tampak seperti dia menangis dan tertawa. Hurra bergumam,
“Aku kembali ...”
Dia meraih Nora.
“Tahun berapa tahun ini?”
Nora sedikit takut, tapi dia masih menjawab dengan jujur,
"Pada tahun ke-41 Kaisar Nerva yang Agung. Apa yang salah, Nona? Apakah kamu merasa tidak enak badan?”
"Pada tahun ke-41 Kaisar Nerva yang Agung ..." Mata Hurra melebar.
Artinya dia belum memaksa ayahnya untuk menikahkannya dengan Caspian!
Pada saat ini, Nana berkata dengan cemas,
"Nona, jangan menakuti kami."
Dalam kehidupan sebelumnyanya, Hurra menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja untuk Caspian, tetapi hidupnya di keluarga Soros membosankan. Dia ingat ini dengan jelas, dan dia ingat segala sesuatu yang berkaitan dengan Caspian.
Angela mengatakan kepadanya bahwa Caspian datang ke rumah keluarga Soros untuk mengunjungi paman John dan Paman Jovian. Angela mengajaknya untuk ikut menemui Caspian yang saat itu masih bergelar Pangeran. Ketika mereka sampai di taman, Angela mendorongnya turun dari jembatan dan terjatuh ke dalam kolam yang di penuhi air dingin.
Semua orang tau dia sangat tergila-gila pada pangeran Caspian.
Diawal kehidupan sebelumnyanya, dia menyalahkan Angela karena mendorongnya ke kolam, tetapi tidak ada yang mempercayainya. Hurra merasa sangat sedih. Nenek mereka, Helena bahkan menyuruhnya tinggal di aula gereja untuk merenungi kesalahannya dan melarangnya keluar selama Festival Glocklerlauf. Cania diam-diam membiarkannya keluar dan membawanya ke perjamuan Tulip di Aula Strauss.
Hurra menutup matanya.
Keluarga Soros adalah keluarga bangsawan agung sekaligus keluarga militer terkenal yang memiliki tiga putra. Ayahnya Sergey adalah yang tertua, dia adalah satu-satunya anak kakeknya dengan istri sahnya. Nenek kandungnya meninggal ketika ayahnya masih berumur sembilan tahun dan jenderal tua itu menikah dengan wanita lain. Istri baru ini melahirkan paman John dan paman Jovian. Setelah jenderal tua itu meninggal, Helena menjadi penguasa di rumah ini.
Keluarga Soros sebenarnya telah berada di militer selama beberapa generasi. Pada generasi Ayahnya, hanya ayahnya yang memegang kekuatan militer, paman John dan Paman Jovian adalah pegawai kekaisaran. Jenderal Sergey dan istrinya menjaga perbatasan utara sepanjang tahun. Hurra selalu berada di sini, dibesarkan oleh Helena dan dua bibinya, Theresia dan Luisa.
Sebelumnya dia merasa bahwa bibi dan nenek memperlakukannya dengan sangat baik. Dia tidak perlu mempelajari aturan dan etiket putri bangsawan yang harus dipelajari Cania dan Angela. Sekarang, setelah difikir-fikir mereka sepertinya sengaja mengabaikannya.
Saat dia berpikir, dia mendengar Sasa berlari masuk dan berkata,
"Nona, Nona Angela datang ke sini untuk melihatmu."
Oleh karena itu, bukti yang Wallis berikan ke Felipe pasti tentang William yang tidak mengikuti perintah Kaisar Ferdinand untuk membantai kota.Masalah ini bisa dikatakan besar atau namun juga bisa kecil. Dalam situasi saat ini, keluarga kekaisaran ingin mengambil kembali kekuatan militer keluarga Soros, jadi bagaimana mereka bisa melepaskan kesempatan ini?Masalah menjadi sangat rumit.Hurra mengepalkan tinjunya dan perlahan menenangkan dirinya. Sekarang bukan waktu yang terburuk. Meskipun keluarga kekaisaran ingin berurusan dengan keluarga Soros, itu hanya karena mereka ingin mendapatkan kembali kekuatan militer mereka. Jika mereka menargetkan keluarga Soros saat ini, pasti akan membangkitkan ketidakpuasan keluarga bangsawan agung lainnya.Apa yang harus dia lakukan sekarang?Beberapa orang di ruangan itu melihat ekspresi Hurra yang berubah dan bingung. Hurra tiba-tiba berdiri dan berkata,"Aku akan keluar untuk sementara waktu."&l
Apa tabu terbesar bagi seorang kaisar? Itu adalah para pejabat membuat tebakan liar tentang keputusan Kaisar karena hal itu akan menyebabkan rumor yang sulit untuk di kendalikan. Kaisar akan sangat marah jika para pejabat bicara sembarangan di luar pengadilan. Bukankah Hurra mencoba mengatakan bahwa Ludwig dan John tahu apa yang akan dilakukan Kaisar Ferdinand?Tidak ada kaisar yang ingin seorang pejabat yang terlalu pintar hingga menebak-nebak liar apa yang akan dia lakukan. Jika pejabat terlalu pintar, kaisar akan merasakan bahaya.Ini adalah tabiat asli keluarga kekaisaran. Mereka adalah orang yang paling paranoid.Kata-kata Hurra membuat ekspresi Ludwig dan John berubah, tetapi mereka tidak berani untuk membantah. Mereka takut jika Kaisar Ferdinand mendengar ini, mereka akan berada dalam masalah besar. Mereka berdua diam-diam terkejut. Mereka tidak tahu kapan Hurra menjadi begitu fasih.Hurra tidak benar-benar ingin berdebat dengan mereka di sini. Yan
Christoper dan Charlie tertegun, tetapi Contantine sudah pergi. Penghinaan di sudut matanya terlihat oleh mereka berdua.Melihat sosok Contantine yang pergi, Christoper berkata dengan penuh kebencian,"Sial4n! Dia fikir dia siapa?"Ekspresi Charlie sangat menyeramkan."Suatu hari, aku akan menginjak-injak kepalanya di bawah kakiku!"Ketika Contantine kembali ke rumah, sudah ada dua orang yang menunggu di sana. Satu setengah baya dan memiliki jenggot, dan yang lainnya masih muda dan memiliki alis lurus.Pria paruh baya berjanggut bertanya,"Tuan, apakah kamu benar-benar akan ..."Contantine duduk di meja dan melambaikan tangannya."Christoper dan Charlie ..." Yang lebih muda berkata,"Apakah Anda ingin kami ..." Pada akhir kalimatnya, ada jejak niat membunuh.“Tidak perlu. Jika kita melakukannya sekarang, kita akan menyebabkan lebih banyak masalah.” Contantine menyela.“Dengan aku di
Contantine dengan cepat menyingkirkan pemikiran itu. Dia mundur selangkah dan berkata,“Tentara Soros juga terlalu kuat. Ini bukan hal yang baik.”Hurra menjawab,“Ibuku yang dipanggil ke istana hari ini, dan orang-orang yang memanggilnya adalah Selir Astrid dan Selir Caroline.” Ketika dia mengatakan Selir Astrid dan Selir Caroline, ekspresinya tidak hormat, seolah-olah dia berbicara tentang dua orang biasa. Contantine terbiasa dengan Hurra yang begitu tenang.Contantine bergumam dengan suara rendah.“Mundur.”"Mundur?" Hurra bertanya.Contantine berhenti bicara. Pada akhirnya, dia masih memberi Hurra petunjuk. Jika Hurra pintar, dia akan mengerti apa yang dia maksud.Hurra menundukkan matanya dan berpikir sejenak sebelum berkata,“Terima kasih. Kapan kamu akan pergi?”“Sepuluh hari kemudian.”“Segera?” Hurra berseru.“Kena
Disampingnya, Contantine menggosok tangannya yang sakit tampak sedikit marah. Namun ... bukan itu yang dipedulikan Hurra.Tidak seperti dirinya yang biasa bermain-main dan memberontak, hari ini ia mengenakan seragam resmi merah gelap dengan aksen emas dan sepatu bot hitam. Dia tampak seperti orang yang berbeda dari sebelumnya. Hurra belum pernah melihatnya seperti ini dan tertegun sejenak.Contantine mengunci pintu dan berbalik untuk menatapnya dengan tangan disilangkan, tampak seperti dia akan menyelesaikan skor.Namun, Hurra tidak takut padanya. Dia hanya mengerutkan kening dan berkata,"Apa yang kamu lakukan di sini?""Ketika aku keluar dari istana, aku melihatmu, jadi aku datang untuk menyapa." Contantine memberi alasan dengan santai,"Apakah kaisar memanggil ayahmu ke istana?"Hati Hurra berdebar.“Apa maksudmu?”“Apa maksudmu?” Hurra mendesaknya lagi.Contantine tidak akan mengatakan
Dia tidak berjuang untuk apa pun dan tidak merebut apa pun. Di permukaan, dia adalah orang yang paling tidak memiliki status di antara empat selir, tetapi Hurra tahu bahwa Selir Caroline jelas bukan wanita yang tidak berbahaya.Selir Astrid dan Selir Caroline berpikir bahwa Hurra adalah pemalu. Selir Astrid bertanya dengan santai,"Berapa umurmu tahun ini?""Yang Mulia," kata Hurra dengan lembut, "Aku lima belas.""lima belas ..." Selir Astrid merenungkan sejenak sebelum berkata sambil tersenyum,"kamu akan segera mencapai usia debut dan usia pernikahan."Kata-kata ini membuat Isabel entah kenapa gugup. Apa yang paling dia khawatirkan sekarang adalah pernikahan Hurra. Jika Hurra menikah dengan istana dan terlibat dalam permainan kekuatan para wanita ... Ekspresi Isabel sangat jelek. Melihat bahwa Isabel sedikit tegang, Selir Astrid terkekeh dan berkata,“Duchess, mengapa kamu sangat gugup? Apa kamu takut aku akan menjadi mak com
"Selama petunjuk itu benar, aku bahkan tidak akan keberatan jika harus menunggu selama seminggu lagi. Tapi jika itu palsu ....” Dia tidak melanjutkan tapi sorot matanya jelas menunjukkan niat membunuh yang kuat.Harald Bathory tidak senang lagi setelah mendengar itu. Dia tidak peduli
“Mengapa kamu terlihat seperti tidak makan selama berhari-hari?”Harald Bathory mengulurkan jari dan mengguncangnya.“Cemilan di tempat lain tidak sebaik yang dibuat oleh koki pribadi kakak. Beberapa bulan lalu aku membawa cemilan ini untuk nona Letizia dan coba te
Bahkan ketika Jenderal agung Sergey berdiri di medan perang, para musuh pasti akan ketakutan setengah mati. Bagaimana bisa gadis kecil itu menggunakan nama besar ayahnya sebagai taruhan?Harald mengangkat tirai dan duduk di meja seperti cacing kepanasan. Dia menuangkan anggur dan meminumny
Kepribadian pemuda ini mungkin ceria, yang tampaknya sesuai dengan usianya. Namun saat Hurra memikirkan pria usia muda yang dapat mengurus Savgar dengan baik, dia benar-benar tidak bisa diremehkan. Kenaifan yang dia tampilkan mungkin hanya penyamaran.“Aku adalah Harald Bathory.&rdqu







