Mag-log inSetelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”
view moreDunia di hadapan Nicholas seketika kehilangan warna. Seolah-olah di matanya hanya tersisa sosok yang telah dirindukannya selama lima tahun.Lima tahun.Hampir dua ribu malam telah berlalu, dia bahkan tidak tahu bagaimana dirinya bisa bertahan sampai sekarang.Dia mengirim Larissa pergi ke luar negeri.Kakek sangat marah sampai tidak mau lagi menemuinya.Semua orang mengatakan dia sudah gila.Terkadang, Nicholas bahkan merasa ragu, apakah semua ini hanya khayalannya.Hingga saat ini ....Melihat tatapan Elena yang menyimpan begitu banyak emosi, dia akhirnya tahu bahwa semua ini nyata.Memikirkan semua itu ....Matanya memerah, hatinya terasa sesak hingga membuatnya sulit bernapas.“Aku pikir seumur hidup ini aku nggak akan pernah bisa bertemu denganmu lagi.”Semua emosinya terlihat jelas di mataku.Aku menoleh ke arah Vincent.“Kamu pulang dulu, aku mau bicara dengannya.”Dia terdiam sejenak, lalu menjawab, “Baik.”Baru saat itu, Nicholas menyadari keberadaan Vincent. Tatapannya tertuju
Tahun demi tahun berlalu.Bagiku, waktu hanyalah pergantian siang dan malam, pasang dan surut.Tanpa terasa, lima tahun telah berlalu.Kini, dalam ingatanku semua tentang Nicholas hanya tersisa serpihan kenangan. Semua kenangan manis itu telah menjadi masa lalu yang memudar.Kini, hanya tersisa ....Hanya luka yang dia tinggalkan setelah panggilan video yang tak sengaja kulakukan saat itu.Untungnya, semua masih bisa dimulai lagi.Seperti biasa, aku mengeluarkan ponsel dari tas lalu menelepon nomor itu.Namun kali ini, tak ada lagi yang menjawab panggilanku.Sejak percakapan terakhir kami lima tahun lalu, jalan hidup kami berubah.Sejak saat itu, panggilan yang menghubungkanku dengan Elena tidak pernah lagi tersambung.Aku menghembuskan napas panjang.Kusimpan kembali ponsel itu ke dalam tas.Ponselku yang lain tiba-tiba bergetar. Begitu kulihat layar ponselku, raut wajahku langsung melembut.[Sudah pulang kerja belum? Aku tunggu di luar ya.][Aku juga bawa kue kesukaanmu.]Aku langsun
Foto pernikahan itu bukan lagi foto dirinya dan Elena, melainkan dirinya dan Larissa.Cincin nikahnya pun terukir nama dirinya dan Larissa.Nicholas meragukan dirinya sendiri untuk pertama kali.Mungkinkah dia benar-benar sudah gila?Apa benar yang seperti Kakek katakan tadi? Elena menolak lamarannya, lalu dia menjadi gila ....Namun, sesaat kemudian dia langsung menepis pikiran itu.Tak seorang pun lebih memahami hubungan sepuluh tahunnya dengan Elena selain dirinya.Mereka pernah menyaksikan matahari terbit dan terbenam bersama, juga menikmati indahnya alam.Mereka juga naik balon udara di Naveri dan melihat aurora di Westoria bersama.Semakin dia memikirkannya, kenangan indah yang selama ini dia pendam bermunculan satu per satu.Mereka pernah benar-benar begitu bahagia.Namun, selama bertahun-tahun ini ....Kenapa semuanya bisa berubah menjadi seperti ini?Kini, bahkan semua jejak Elena dalam hidupnya pun lenyap begitu saja.Nicholas terhuyung lalu terduduk lemas di sofa.Dia memega
Pikiran Nicholas terasa kacau.Dia menatap Kakeknya yang mengernyitkan kening, merasa bingung dan berkata, “Kakek bicara apa? Siapa yang sepuluh tahun nggak bertemu?”Mata Larissa sudah memerah karena menahan tangis di sampingnya.Kakek Sena menepuk tangannya dan berkata pada Nicholas dengan marah, “Nicholas, Kakek peringatkan kamu. Keluarga Sena nggak boleh punya pria yang berperilaku buruk!”Nicholas langsung bingung.Dia ingin bertanya, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana.Kakek Sena mendengus.“Elena yang masih kamu pikirkan itu, sepuluh tahun lalu setelah kamu mencarikan dokter untuknya, dia malah meninggalkanmu. Kamu lupa, ya?”Pikirannya seakan meledak.Nicholas merasa seolah tersambar petir. Dia hanya merasa semua ini begitu mustahil.“Meninggalkanku? Kakek, apa Kakek sudah pikun?”“Aku dan Elena sudah menikah selama sepuluh tahun. Bukankah Kakek juga sangat suka istri cucumu ini?”Pada saat itu ....Larissa akhirnya tak mampu menahan tangisnya. Matanya sudah berlinang air






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.