Short
Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan

Setelah Sepuluh Hari, Semua Tersisa Kenangan

By:  LidikKumpleto
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Mga Kabanata
2views
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Setelah mengetahui keberadaan Larissa, aku tidak bertengkar dengan Nicholas Sena. Aku hanya menyerahkan surat perjanjian cerai kepadanya. Dia duduk tertunduk. Setelah ragu sejenak, dia merobek surat itu. “Sepuluh hari. Sepuluh hari lagi, aku akan mengirim Larissa pergi sejauh mungkin. Dia tak akan muncul lagi dalam kehidupan kita.” Setelah berkata begitu, dia langsung berbalik dan pergi meninggalkan rumah tanpa menunggu jawabanku. Begitulah sepuluh hari itu dimulai. Nicholas mengajaknya arung jeram, mendaki gunung bersalju, lompat bungee, hingga terjun payung. Mereka mencoba segala hal yang memacu adrenalin. Dia juga mengajak wanita itu melihat matahari terbit di pantai, berdoa di Vihara Kalindra, dan melakukan segala hal yang romantis. Hingga malam di hari kesembilan. Setelah membereskan semua barang bawaanku, tanpa sengaja aku menerima panggilan video dari diriku sepuluh tahun yang lalu. “Jadi, kamu benar-benar diriku sepuluh tahun lagi ya?” serunya dengan mata berbinar. “Kalau begitu, aku dan Nico pasti sudah menikah dan punya anak, kan?” Senyumku seketika meredup dan langsung melangkah ke balkon. Aku mengarahkan kamera ke bawah, memperlihatkan Nicholas dan Larissa yang sedang berpelukan erat, seakan tak ingin terpisahkan. “Inilah akhirnya.” Dia terpaku, matanya membelalak tak percaya. “Ini nggak mungkin.” Suaraku terdengar lemah, nyaris tanpa tenaga. “Elena ... kumohon. Jangan menikah dengannya.”

view more

Kabanata 1

Bab 1

Dia menangis tersedu-sedu di sana.

Kesedihan dan keterkejutan terpancar di matanya, bibirnya terus bergumam, “Bagaimana bisa jadi begini?”

Aku tak bisa menjawabnya, bahkan aku sendiri tidak tahu. Aku hanya bisa berkata, “Kalian nggak akan bahagia setelah menikah. Elena, berjanjilah padaku, ya?”

Dia mengusap air matanya lalu menatapku dengan matanya yang memerah.

“Tapi sekarang dia nggak ada di sampingku. Dia pergi ke Veridia untuk meminta tabib pertapa itu agar menyembuhkan penyakitku.”

Aku terdiam.

Benar juga, aku hampir lupa.

Saat itu, aku mengalami kecelakaan di panggung yang membuat kedua kakiku terluka parah. Aku bahkan tidak mampu berdiri.

Nicholas yang melihatku seperti itu jauh lebih tersiksa dariku. Dia menemaniku siang dan malam, tanpa pernah meninggalkanku sendirian.

Dia mengganti perban, memijat kakiku, dan sering kali melakukannya sepanjang malam.

Suatu hari, secara kebetulan kami mendengar bahwa di Veridia ada seorang tabib pertapa yang mungkin bisa menyelamatkanku.

Tanpa ragu sedikitpun, dia langsung berangkat ke sana.

Dia berlutut di depan rumah tabib itu selama tiga hari tiga malam, tidak makan dan minum sedikit pun. Kakinya bahkan sampai membengkak hingga akhirnya berhasil meluluhkan hati tabib itu agar bisa mengobatiku.

Namun sekarang ....

Aku tanpa sadar menyentuh kakiku. Kakiku sudah sembuh, tetapi kami justru telah kehilangan satu sama lain.

Yang lebih ironisnya lagi .…

“Kamu tahu nggak siapa gadis bernama Larissa yang ada di bawah itu?”

Dia menggeleng dengan matanya yang sembap.

Aku tersenyum getir. “Dia cucu perempuan tabib pertapa itu.”

Dia seketika menahan napas.

Dia menutup mulutnya sambil terisak.

“Jadi, Ni, Nico, apa dia jatuh cinta pada orang lain saat menyelamatkanku?”

Aku menggeleng.

“Aku nggak tahu. Mungkin saat itu belum bisa disebut cinta. Mereka baru bertemu lagi dua tahun lalu, tepatnya lima tahun setelah waktu di duniamu.”

Kami berdua terdiam.

Tepat pada saat itu, terdengar suara kunci pintu terbuka.

Aku dengan refleks menyembunyikan ponsel di belakang tubuhku.

Nicholas menoleh ke arahku.

Tatapannya tertuju pada gerakanku. Dia tidak bertanya apa pun, hanya saja ujung matanya memerah, membuatnya terlihat begitu lelah.

“Sekarang kamu puas?”

Dia tersenyum sinis. “Aku sudah mengantarnya pergi.”

Aku menatapnya tanpa ekspresi.

Padahal, tanganku yang tersenyembunyi di belakang tubuhku mengepal erat hingga terasa sakit.

“Iya, puas.”

“Nicholas, apa pernikahan ini cuma tanggung jawabku seorang? Apa hanya aku yang harus berjuang?”

Dia melepas dasinya dan melemparkannya begitu saja ke sofa.

“Jangan cari gara-gara.” Begitu mengucapkan itu, dia mendorongku untuk masuk ke dalam kamar mandi dan membanting pintu dengan keras.

Tubuhku membeku.

Setelah lama terdiam, barulah aku menunduk dan kembali mengambil ponselku.

Terdengar isakan Elena dari layar ponsel. “Dia bukan Nicholas yang kukenal, dia bukan ....”

Aku tidak bisa menangis.

Aku ingin meluapkan semuanya seperti dia, tetapi sekuat apa pun aku mencoba, tidak ada satu pun air mata yang jatuh. Mataku justru hanya terasa kering dan perih.

“Mungkin ... manusia bisa berubah.”

Saat aku hendak pergi, tiba-tiba hujan deras turun.

Ponselku juga menerima pemberitahuan bahwa penerbangan dibatalkan.

Aku menghela napas.

“Apa kalian sudah tidur terpisah?” tanyanya dengan hati-hati.

Tanganku terhenti sejenak. Aku dengan cepat menyembunyikan kesedihanku. “Iya, kami sudah hampir setahun tidur terpisah.”

Dia masih terisak.

“Tapi, Nicholas yang sekarang jelas-jelas orang yang bahkan nggak bisa tidur tanpa memelukku.”

Aku terdiam sejenak. Waktu sudah berlalu terlalu lama, sampai aku hampir melupakannya.

Dulu, Nicholas memiliki gangguan tidur yang parah, hanya saat berada di sisiku dia bisa tidur dengan tenang.

Makanya kami tidak pernah terpisah.

Aku berkata pelan, “Sekarang dia sudah menemukan orang lain yang bisa membantunya tidur. Larissa itu punya kemampuan medis yang hebat.”

Setelah lama terdiam, Elena yang di seberang sana menatapku dengan mata sembap.

“Tiga hari. Tiga hari lagi Nicholas pulang. Beri aku tiga hari ini untuk benar-benar melepaskannya.”

Aku mengangguk. “Oke.”

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Walang Komento
8 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status