تسجيل الدخولDemi membiayai perawatan neneknya, Ruenna terpaksa berpura-pura menjadi Fiorella, menantu palsu di keluarga konglomerat Oleander. Namun, sebuah kecerobohan saat live streaming mengubah hidup Ruenna. Siaran langsungnya sebagai vlogger masak pemula mendadak viral karena tak sengaja memunculkan Jerry Deluca, aktor papan atas. Insiden itu pun menjebak Ruenna dalam kontrak kencan satu bulan bersama Jerry. Kini di bawah satu atap, sang suami palsu mendadak berpura-pura baik demi rencana tersembunyi, menuntut Ruenna melahirkan ahli waris Oleander. Sementara Jerry, mulai menginginkan Ruenna setelah permainan panas yang mereka lalui bersama. Di antara pernikahan palsu yang manipulatif dan dapur yang menyimpan gairah rahasia, siapakah yang akhirnya akan menjinakkan Ruenna?
عرض المزيدTiga tahun berperan sebagai istri dari seorang pria yang tak pernah menyentuhnya, keseharian Ruenna Selyn malah mengulek cabai di dapur kediaman Oleander. Alih-alih duduk manis menyeruput teh, atau menghabiskan uang di outlet fashion brand mahal layaknya menantu keluarga konglomerat.
Di bawah arahan sang ibu mertua, Livia, tangan Ruenna menggerus cabai dan bawang menggunakan ulekan batu warisan keluarga. Di rumah keluarga ini, blender adalah penistaan terhadap cita rasa cabai. Bagi Livia, masakan istri adalah pengikat suami, sebuah tradisi yang ia yakini sebagai marwah seorang istri. Ruenna menahan perih di sudut mata akibat aroma cabai dan bawang. Ingin rasanya ia menyembunyikan ulekan pusaka milik keluarga Oleander itu di dasar kolam ikan koi halaman belakang. Semuanya bermula tiga tahun lalu. Aras, ayah biologis yang tak pernah menganggap Ruenna ada, tiba-tiba muncul membawa tawaran, "Gantikan Fiorella di altar, dan nenekmu akan mendapatkan perawatan medis terbaik seumur hidupnya." Bagi Ruenna, tawaran gila itu adalah satu-satunya tumpuan. Seperti sebatang kayu yang melintas saat ia hampir tenggelam di tengah laut. Gajinya sebagai tukang cuci piring tidak akan cukup untuk membayar pengasuh, sementara ia tak tega membiarkan sang nenek yang mengidap demensia terus terkurung sendirian di rumah. Akhirnya, demi sang nenek, Ruenna yang hanya anak di luar nikah itu bersedia berdiri di altar. Ia menggantikan posisi Fiorella, sang putri sah yang melarikan diri dari pernikahannya dengan Altan Oleander. Ia pikir sandiwara itu hanya sehari. Namun Fiorella tak pernah ditemukan, dan pria yang menyematkan cincin di jarinya itu langsung terbang ke luar negeri keesokan harinya, tanpa pernah kembali hingga tiga tahun telah berlalu. Hari ini, kabarnya tuan muda Oleander itu akhirnya kembali. Karenanya, Livia sejak semalam sudah sibuk mempersiapakan kedatangan putranya. Dan Ruenna sendiri sibuk memikirkan, ‘Apa yang harus kulakukan? Menyapa halo, tuan Altan? Atau ... bagaimana jika pria itu menuntut haknya sebagai suami?’ Padahal mereka bukan pasangan suami istri. Ia hanyalah istri palsu, sementara. Tiba-tiba, Altan sudah berdiri di ambang pintu dapur. "Altan!" Pekik Livia yang tengah mencicipi sup yang masih menggelegak di atas kompor. Wanita paruh baya itu meletakan sendok sup begitu saja dan langsung berhambur, memeluk putranya dengan erat. "Astaga, kenapa tidak mengabari Mama? tiba-tiba sudah sampai di rumah!" Altan membalas pelukan ibunya dengan senyum. "Kejutan, Ma." "Ayo cerita ceritanya di ruang keluarga," ucap Livia antusias, menarik lengan putranya. Tinggalah di dapur Ruenna bersama seorang asisten rumah tangga yang melanjutkan masakan Livia. Beberapa menit kemudian, Livia kembali muncul di dapur. "Koper Altan sudah dibawa ke kamarnya, dan layani semua keperluannya," titah wanita paruh baya itu sembari berjalan ke meja dapur mengecek masakan yang dilanjutkan Ruenna bersama ART mereka. Ruenna mematung sejenak. ‘Melayani apa? Termasuk pakaian dalamnya?’ batinnya berontak. Karena terbiasa patuh demi kelangsungan biaya perawatan neneknya, Ruenna hanya mengangguk pelan dan menaiki tangga menuju kamar pribadi Altan. Gadis itu menarik koper besar milik Altan itu ke dalam walk-in closet. Ia duduk di lantai, tersembunyi di balik meja kabinet tengah, mulai memilah pakaian dari dalam koper. Sayup-sayup, suara gemericik air dari kamar mandi terdengar. Altan sedang membersihkan diri. Tak berapa lama kemudian, dering ponsel menggema di kamar itu. Karena yakin ponsel yang berdering bukan miliknya, Ruenna lanjut fokus dengan pekerjaannya. Bersamaan dengan itu, pintu kamar mandi terbuka. Altan melangkah keluar dari kamar mandi hanya dengan sehelai handuk putih tebal yang melilit pinggangnya, mengekspos otot perut dan dada yang terbentuk atletis. Pria itu tidak menyadari keberadaan Ruenna di balik meja kabinet. Sambil mengeringkan rambutnya, ia menekan tombol terima di layar ponselnya, dan menyalakan speaker. "Hai, Babe," jawabnya sembari mencari pakaian untuk dikenakannya. "Sayang... Aku sudah sampai di apart. Kau sudah bertemu ibumu?" Suara yang keluar dari ponsel Altan membuat Ruenna mau tak mau harus memasang kupingnya lebar-lebar. Sayang?? “Kau menyukainya?” tanya Altan. "Ah... Kau benar-benar nakal," desah wanita di seberang telepon. "Tahu nggak apa yang sedang aku bayangkan sekarang?" "Apa? Katakan padaku," tuntut Altan. "Tidak... tidak sampai kau di sini. Undress me, sign my labyrinth, Altan. Aku ingin kau datang dan melakukan apa yang kau mau padaku." Altan terkekeh pelan, tawa maskulin yang terdengar penuh hasrat. Ruenna yang tak sengaja menguping dengan telinga lebarnya, tidak bisa menahan diri lagi. Percakapan cabul itu lebih panas dari ulekan cabai yang digunakannya tadi. Lekas, ia bangkit berdiri dari balik meja kabinet. Altan, yang baru saja selesai memakai kaosnya, tersentak kaget dan lekas mengkhiri pembicaraannya di telepon. “Babe, nanti aku hubungi lagi,” katanya sebelum memutuskan sambungan teleponnya. Mata pria itu menatap tajam ke arah Ruenna. "Apa yang kau lakukan di kamarku?" tanyanya. Ruenna balik bertanya. "Jika Anda sudah memiliki wanita lain yang begitu Anda cintai... mengapa tiga tahun lalu Anda tidak menolak saja pernikahan ini? Mengapa Anda membiarkannya tetap berjalan?" Altan menatap Ruenna dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan. "Pernikahan ini adalah keputusan mutlak Kakekku dan Harmlock. Siapa pun wanita di balik gaun pengantin itu tidak ada bedanya. Pernikahan ini hanya soal legalitas penggabungan keluarga." "Apa maksudnya?" tanya Ruenna. Pria itu berjalan mendekat ke arah Ruenna. "Sejak awal aku tahu kalau kau bukan Fiorella." Ruenna terbelalak, dan menelan ludah, "Apa... apa Anda akan memberitahu Kakek Mario?" tanyanya. Jika itu terjadi, maka tugasnya gagal. Sesuai perjanjian dengan Aras, ia tidak boleh ketahuan sampai Fiorella yang asli ditemukan. Altan tertawa meremehkan. “Jika aku ingin membatalkan pernikahanku, aku sudah melakukannya ketika mengetahui kau bukan cucu asli Harmlock." Ruenna mengerutkan kening. "Mengapa Anda mempertahankan pernikahan ini, meskipun istri Anda yang asli telah kabur?" "Kau sendiri? Kau tetap bertahan menjadi menantu Oleander, meski aku kabur selama tiga tahun lalu?" Ruenna berdehem pelan. "Itu... itu karena Fiorella belum ditemukan." Altan mendengus sinis, "Apa kau menikmati identitas Fiorella. Kau menyukai status sebagai menantu Oleander, bukan?" "Aku tidak seperti itu,” elak Ruenna. "Jika aku pergi, Anda akan diam saja kan?" Altan tidak menjawabnya. Ia lanjut mencari celananya di lemari. “Kalau begitu saya boleh pergi?” tatapan Ruenna mengikuti gerak gerik Altan yang kini terlihat benar-benar mengabaikan keberadaannya, dan malah bersiap melepas handuknya. Ruenna buru-buru membuang muka. "Baik! Saya pergi sekarang!" serunya sebelum melarikan diri dari kamar itu secepat kilat. *** Hanya butuh waktu dua puluh menit bagi Ruenna untuk mengepak seluruh barang-barangnya ke dalam satu koper. Begini sajakah akhir ceritanya? Pikiran itu mengusiknya saat ia menyeret koper menuruni tangga. Haruskah ia merayakan hari ini? Ia akhirnya bebas, kembali menjadi gadis bernama Ruenna Selyn. Namun sebelum sempat Ruenna menuju pintu keluar, siap meninggalkan rumah megah itu untuk selamanya, pintu utama terbuka. Sosok Mario Oleander berdiri di ambang pintu. Kakek tua itu tidak sendirian. Ia ditopang oleh seorang pria muda berwajah tampan bersih dengan hidung dan rahang yang kokoh simetris, mata hitam tajam, rambut sedikit berantakan menutup dahinya. Langkah Mario terhenti, matanya yang mulai kabur langsung tertuju pada koper di tangan Ruenna. "Ella? Kau mau pergi ke mana?" Ruenna tertegun. Di keluarga Oleander, hanya Kakek Mario yang memperlakukannya dengan kasih sayang yang tulus, kerena selain Altan tidak ada yang tahu bahwa pengantin di altar tiga tahun lalu adalah Fiorella palsu.Suasana ballroom hotel berbintang itu heboh oleh gelak tawa dan tepuk tangan meriah dari ratusan kru serta para pemeran. Di layar LED raksasa yang membentang di panggung, pemutaran rekaman bloopers selama berbulan-bulan masa syuting tengah berlangsung. Momen-momen kekonyolan di balik layar, adegan salah ucap, hingga aksi jahil antar kru mencairkan seluruh kelelahan setelah tahap pengambilan gambar utama resmi dinyatakan usai. Beberapa saat sebelumnya, sesi pidato ucapan terima kasih dari sutradara dan produser eksekutif telah ditutup dengan pembagian cenderamata eksklusif edisi terbatas untuk mengapresiasi kerja keras seluruh tim. Denting gelas, garpu piring porselen, dan aroma hidangan mewah melengkapi riuhnya pesta penutupan siang itu. Saat perhatian semua orang masih teralih pada tayangan video kekonyolan di layar besar, Jerry sebagai pemaran utama, secara perlahan berbalik dan melangkah keluar tanpa menunggu seluruh rangkaian acara usai. Pria itu menyandarkan punggungnya
Di restoran yang sama, ruangan yang sama, Ariana melangkah masuk bersama kedua buah hatinya. Bee dan Boo yang melihat sosok sang ayah langsung membelalakkan mata berbinar. "Papa!" seru keduanya serempak. Kedua balita cerdas itu berlari kecil menghampiri Nicholas dan saling berebut demi menjadi yang pertama diangkat ke dalam dekapan. Nicholas dengan mudah merengkuh tubuh Bee dan Boo sekaligus. Ariana yang menyaksikan pemandangan itu menghela napas panjang. "Tidak hanya menyabotase CCTV rumahku," ucap Ariana tanpa basa-basi, "kau juga menyabotase pengasuh anakku?" "Aku melakukannya demi menjaga hubungan baik denganmu," jawab Nicholas santai, sesantai ia mengayun-ayunkan kedua balitanya. Membuat Bee dan Boo berseru senang dalam ayunan lengan ayahnya. "Hubungan baik apa?!" protes Ariana. "Aku tidak mengganggumu, kan?" balas Nicholas datar. "Justru itu!" Ariana berusaha menahan volume suaranya. "Harusnya kau mengatakannya padaku baik-baik kalau kau ingin bertemu mereka." N
Bee sudah tertidur lelap di pangkuan Ariana, napas kecilnya berhembus teratur. Di sisi lain meja, Boo pun tidur nyaman di pangkuan Nicholas yang menopangnya dengan sebelah lengan. Setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar mengenai masalah ENKA, Nicholas menatap Ariana lekat. "Kau yakin aku pasti akan menuruti permintaanmu?" tanya Nicholas pelan agar tak membangunkan anak-anak. "Tidak," jawab Ariana singkat. Nicholas diam sejenak, menatap Ariana yang tak memohon padanya. Ia lalu melirik jam tangannya. "Sudah larut, kedua anakku harus tidur dengan nyaman di kamarnya," ucap Nicholas. Pria itu berdiri merengkuh Boo ke dekapannya tanpa membuat balita itu terbangun, lalu melangkah ke luar. Ariana bergegas membopong Bee dan mengekor di belakangnya. Di luar, asisten pribadi Nicholas sudah siap menunggu. Nicholas menoleh sedikit ke arah Ariana. "Berikan kunci mobilmu padanya. Aku akan mengantar kalian." Ariana mengernyit, "Tidak perlu repot-repot. Bee dan Boo bisa la
Ruenna mengerjapkan matanya berkali-kali. Di sekelilingnya tertutup tirai. Aku di IGD rumah sakit? Tatapan Ruenna bergeser hingga menemukan Ariana berdiri bersedekap dengan wajah meneliti."Kamu sudah sadar?" tanya wanita itu. Ruenna memegangi belakang lehernya yang masih terasa berdenyut nyeri. "Berhentilah mengganggu saya," lanjut Ariana. "Sudah saya bilang, kamu salah orang."Ruenna mencoba bangkit duduk, "Kalau saya salah orang, tidak mungkin ada pengawal yang mendadak muncul dan membuat saya terdampar di IGD seperti ini. Maaf... saya pasti sudah membuat keributan besar di kampus Anda."Ariana memutar bolamata. "Sangat heboh, Nona.""Maafkan saya," Ruenna meringis pelan. "Saya memang tidak punya rencana. Saya cuma punya keyakinan kalau Anda pasti mau membantu saya."Ariana mengurut pangkal hidungnya, benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran gadis di hadapannya ini. 'Generasi muda zaman sekarang benar-benar ajaib,' batinnya heran. Minta bantuan mantan istri untuk mendap
"Sebentar, aku butuh waktu untuk berpikir," sahut Ruenna pelan. "Hanya latihan, kan? Maksudku... ini murni latihan akting?" Jerry mengangguk singkat. "Ya." Ruenna menarik napas dalam. Baginya, berakting bukan hal baru. Setiap hari ia berakting menjadi Fiorella yang anggun di depan keluarga Ol
Ruenna menelan ludah. Bayangan tentang kesuksesan lewat konten memasak tiba-tiba terasa seperti gelembung yang siap pecah. "Jadi, terima saja tawaran kami," tekan Genio lagi. "Apa untungnya bagi Anda menghapus akun Chef Rue? Membagikan resep adalah cita-cita saya." "Untuk mematikan akses Anda
Di menara Aureon, sebuah raksasa teknologi, Altan duduk di depan layar monitor. Alih-alih ruang kerja mewah dengan pemandangan kota, ia kini terjepit di sebuah kabikel yang sempit, dikelilingi oleh bising suara rekan kerja yang sibuk bergosip tentang drama kantor. Kakek Mario benar-benar membuat A
Keesokan paginya, Ruenna berpapasan dengan Altan yang juga baru keluar dari kamarnya. "Lihat siapa yang sudah bangun," cemooh Altan, memasukkan satu tangannya ke saku celana. "Kau semakin pandai berdandan memakai barang-barang mahal." Ruenna mengabaikan ejekan itu. Ia hanya ingin berjalan melewa


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
المراجعاتأكثر