MasukAlingga Adiva dibayar mahal oleh Zoerendra Ishaq untuk dinikahi di kotanya. Lelaki itu menikah demi legalisir status dan harga diri di mata para rekan bisnis. Sedang Alingga, menikah memang semata demi uang. Setelahnya, mereka sepakat tidak lagi bertemu sebab Alingga sudah punya calon suami seorang dokter. Setelah banyak uang, Alingga pergi ke kota B. Mencari sang ibu yang menghilang tanpa kabar sejak setahun lalu dibawa suami baru. Dia menumpang tinggal di rumah keluarga suami baru ibunya, alias ayah tirinya. Namun, siapa sangka, pemilik rumah megah itu adalah Zoerendra Ishaq, pria milyuner yang masih berstatus sah suaminya! Mereka pun sama-sama terkejut. Ternyata, Zoerendra adalah adik tiri dari ayah tiri, alias paman tirinya! Bagaimana akhir pernikahan mereka saat calon suami Alingga datang menagih janji? dan di mana ibu Alingga sebenarnya?
Lihat lebih banyakSubuh. Dua Hari Kemudian. Tok! Tok! Tok! “Mbak Alingga … Mas Zoe …! Sudah subuh!” Suara Mak Tini terdengar pelan dari balik pintu. Alingga mengerjap. Kepalanya masih bersandar nyaman di dada Zoe yang hangat. Lelaki itu pun masih memeluk pinggangnya erat, seolah belum rela melepaskan. “Bangun, Pak Zoe …,” bisik Alingga sambil menepuk pelan dada suaminya. Zoe mendesah, membuka mata dengan enggan. Rambutnya acak-acakan. “Baru juga tidur nyenyak.” “Kita sendiri yang minta dibangunin, kan. Ingat?” sahut Alingga. “Hm.” Zoe akhirnya duduk. Jubah tidurnya sedikit tersingkap, memperlihatkan dada bidangnya. Sama seperti Alingga yang tadi tidur hanya berbalut jubah tipis. “Kamu mandi duluan, Ling,” ucap Zoe sambil beringsut ke tepi ranjang dan berdiri. Selagi Alingga ke kamar mandi, Zoe membereskan kamar. Baju yang berserakan dipungut satu per satu. Selimut dirapikan. Ia bahkan memungut kerudung Alingga yang tersangkut di kaki ranjang, lalu tersenyum kecil. Tak lama, mereka
Alingga merasa kesal sekaligus ingin tertawa. Sudah berapa kali dirinya gagal berbusana. Lebih tepatnya digagalkan. Meski dengan memejam, tetapi tangan lelaki itu seperti kerasukan dan terus memenjara tubuhnya. “Pak Zoe, katakan segalanya mengenai pernikahanmu dengan Mbak Sandra.” Alingga mengungkitnya. Kesalnya kembali berserabut. “Ck, itu nanti dulu. Penuhi dulu tugasmu, senangkan aku dulu, Alingga.” Zoe mempererat dekapannya. “Ish, sengaja ngulur-ngulur. Sudah ah, main-mainnya, Pak zoe! Segan, nanti kedengaran Mak Tini!” seru Alingga dengan suara lirih. Namun, Zoe justru menghentak tubuhnya dan memeluk erat. “Mak Tini nggak akan ada di rumah ini. Sudah kusuruh pergi dan jangan kembali sementara.” Zoe berkata santai dengan suaranya yang menggema. “Pergi sementara, dia ke mana?!” tanya Alingga histeris. Zoe segera melonggarkan pelukan, khawatir istrinya jadi sesak napas sebab kaget. “Dia check in,” sahut Zoe dengan tersenyum. Sudah diduganya, Alingga pasti keheranan
“Tunggu, Pak Zoe!” sentak Alingga sedikit keras dengan ekspresi serius. Tatapannya lebar dan tidak berkedip pada lelaki yang membuatnya sedikit mendongak. “Ada apa, Ling?” Zoe terkejut dan memandang saksama. Mereka berhenti tepat di depan pintu kamar. Tangan yang akan mendorong handle pintu ditarik lagi dan tidak jadi membukanya. “Memangnya, Ini kamar siapa …?” Alingga berusaha terus serius tetapi tidak mampu menahan senyumnya. Merasa puas dengan ekspresi Zoe yang benar-benar tampak bingung. “Kamu ingin mengerjaiku, Ling? Jelas jika kata asisten rumahmu, ini kamarmu!” Namun, Zoe menyadari ulah Alingga dengan cepat. Tanpa menunggu lagi, pintu kamar sudah dibukanya. Alingga kembali ditariknya untuk masuk. Tidak peduli Alingga keberatan dan berusaha menolak. “Pak Zoe, kenapa kamu tiba-tiba datang?” Alingga bertanya saat Zoe menutup pintu kamar. Coba bertahan dengan diam di depan pintu. Lelaki yang ditanya tidak menjawab dengan kata-kata tetapi langsung dengan pelukan era
Jantung Alingga seperti meledak. Apa yang dilihat terasa kejutan luar biasa dan mendadak. Sosok yang membujur di sofa dan terlihat kakinya bersarung itu ternyata Pak Zoerendra! “Siapa, Ling?” tanya Danu juga ikut mendekati sofa untuk melihatnya. Setelah diamati, dia adalah pria dewasa. Kulitnya terlihat bersih dengan hidung yang mancung. Rambut tampak berkilat dan lebat. Fix, dia pria berkharisma dan tampan. “Dia … adik ipar ibuku,” jawab Alingga lirih. Simalakama rasanya. Antara menduga Zoe sedang kelelahan, juga khawatir akan berburuk sangka jika lelaki itu melihatnya dengan Danu berdua dalam rumah. “Apa dia orang baik?” tanya Danu terus terang. Merasa khawatir dengan keamanan Alingga di rumahnya. Tidak ingin kejadian buruk dulu terulang kembali. “Aman, jangan khawatir, Mas. Dia baik banget.” Alingga tidak tahu lagi harus bilang apa. Namun, segera menyadari bahwa kesalahannya adalah membawa lelaki ke dalam rumah. Bagaimana cara bilang pada Danu untuk segera pulang s
Mak Tini bahkan sudah menyongsong dengan wajah bantal. Kini duduk semua di ruang tamu. Danu telah berbicara dan memulai interogasi. Nadanya tegas dengan tatapan tajam. Anak Pak RT rupanya sudah mulai menunjukkan bakat. “Saya hanya ingin menikahinya, Mas. Tidak ada maksud jahat. Mohon maaf.” L
Meski sudah curiga, rasanya masih saja terkejut dan sangat tegang. Sebab seperti tidak percaya, Alingga memutar ulang hingga tiga kali. Ternyata sebelum Dinda datang, Mak Tini keluar ke belakang. Mengejutkan, seorang lelaki baru saja melompat pagar dan mereka saling berhadapan. Rupanya Mak Tini
Kunci pintu rumah yang sudah dipegang dia genggam lagi lebih dalam. Seseorang di dalam rumah sudah menyahut salamnya meski terdengar sayup. Langkah samar pun terdengar kemudian. Ceklek Seorang gadis telah membuka pintu dan tertegun mengamati Alingga. Kemudian keduanya saling melempar senyum.
Tin! “Antar saya ke Kota Malang ya, Pak!” seru Alingga sambil membungkuk. “Gass, Ning!” sahut driver taksi dengan wajah cerahnya. Alingga bergegas menghampiri pintu belakang. Blak! Telah duduk dengan perasaan waswas dan sedikit lega. Dadanya berdebar kencang sebab cemas. Taksi yang seda


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak