LOGINNggak ada angin, nggak ada hujan, apalagi guntur menyambar. Tiba-tiba seorang laki-laki datang melamar. Sebagai wanita fresh graduated yang ingin menyandang predikat perawan tua, Riri harus menelan semua niatnya bulat-bulat, karena ia tidak bisa menolak lamaran yang mendatanginya. Namanya Julian Raffa Gunawan, cakep iya, kaya jangan ditanya, keras kepala seratus persen, menyebalkan sampai Riri bergidik, dan jangan lupakan satu hal lagi ... playboy cap kadal. Untungnya, mereka tidak langsung menikah. Mereka diizinkan pacaran dulu, lalu tunangan, dan baru lanjut ke tahap serius. Untungnya itu ... karena Riri juga bukan wanita yang mau dimadu jika ke-playboy-an Raffa kambuh. ___ Allright reserved by Kaitani Hikari
View MoreFlora tidak dapat menahan kegundahan hatinya , Reno sudah melamarnya di depan keluarganya. Hari pernikahannya tinggal menghitung hari. Setelah menyerahkan dokumen untuk ditandatangani, Flora masih tetap berdiri di depan meja kerja bosnya. Sesuai etika dia tidak akan duduk jika tidak dipersilahkan bos.
"Duduk, silahkan lapor apa kegiatan kita hari ini." kata ibu Megawati.
Flora lalu melaporkan rencana kerja hari ini. Suasana di ruang kerja ibu Megawati Dirga Susanto, CEO PT Puspita Dara yang seluruh dinding ruangannya berbalut kaca, dari luar tidak bisa melihat aktivitas di dalam ruang kerja milik CEO yang berkuasa penuh atas perusahaan yang dipimpinnya, tapi bos bisa melihat seluruh aktivitas di luar ruang kerjanya, terutama siapa yang akan masuk ke ruang kerjanya. Sekarang sedang berhadapan dengan Personal Asistant, Flora Santi Wijaya. Mata yang berbalut bingkai kacamata mahal Channel seharga enam juta bertengger di atas hidungnya yang agak pesek sehingga terlihat menggantung, menatap tajam ke arah Flora.
"Kalau sudah, silahkan teruskan pekerjaanmu."
Flora masih tetap duduk menatap ibu Megawati dengan perasaan was-was.
“Kau mau minta izin lagi? Siapa yang meninggal atau siapa yang menikah?” tanya ibu Megawati.
“Saya bu.” Jawab Flora was-was.
“Hum, kamu yang meninggal? Kok masih duduk di depanku. Apakah yang duduk di depanku roh gentayangan?” Tanya ibu Megawati dengan senyum mengejek di bibirnya.
“Saya minta izin akan menikah.”
“Wow. Akhirnya kamu menikah juga, saya kira kamu akan masuk jajaran perawan tua yang ada di kantor ini.”
Flora menatap bosnya dengan tatapan tidak suka.
“Mengapa menatapku dengan tatapan itu. Tidak suka? “
“Maaf ibu,tanggal 15 Desember saya akan menikah.”
Terjadi ketegangan di ruang kerja ibu Megawati yang dingin, bukan karena AC tapi wajah ibu Megawati yang memasang wajah dingin membuat Flora was-was.Flora mengibaskan rambutnya untuk membuat dirinya lebih santai menghadapi ibu Megawati yang tidak menjawab permohonannya, sibuk membaca dokumen di depannya kemudian menandatanganinya, membiarkan Flora menunggu jawabannya.
Kearoganan seorang pemimpin, yang merasa dibutuhkan serta berkuasa membuat Flora menunggu dengan hati berdebar , diliputi kepercayaan bahwa ibu Megawati menyetujui permohonannya, karena ibu Megawati terkenal kikir memberikan ijin maupun cuti, meskipun dalam peraturan kepegawaian setiap karyawan berhak setahun menikmati cuti tahunan dan izin .
Flora masih duduk di depan ibu Megawati berbalut kecemasan. Beberapa hari yang lalu Reno telah melamarnya di depan keluarganya, Setelah ada ketetapan tanggal pernikahan Flora menghadap ibu Megawati sekaligus meminta izin menikah sekaligus minta hak cutinya.
Sejak menjadi CEO , mbak Megawati melakukan banyak hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi Flora. Flora kira dengan pimpinan seorang perempuan ada angin sejuk keibuan dalam perusahaan membawa perubahan buat masa depan perusahaan, tentunya kesejahteraan karyawan. Gaya memimpin perusahaan ibu Megawati malah lebih gila dari ayahnya. Sifat ambisius, dominan, memiliki rasa percaya diri tinggi, egois , keras kepala serta tidak segan mempermalukan orang lain , membuat banyak karyawan bekerja dengan penuh kecemasan dan takut berbuat kesalahan.
Sudah setengah jam Flora duduk di depan ibu Megawati yang sibuk membaca dokumen kemudian menandatanganinya. Wanita berusia empat puluh tahun itu kemudian beralih dari dokumen ke wajah Flora yang menatapnya penuh harap.
“ Ohhh…. Saya dengar dari staf, kamu baru saja dilamar. Beraninya cowok itu melamar kamu di kantorku tanpa ijin?” seru ibu Megawati mengulasnya dengan senyum mengejek.
“ Katanya pria blasteran?” tanyanya lagi sambil menurunkan kaca matanyanya agar bisa melihat Flora lebih jelas.
“ Iya… bu.”
“ Apa pekerjaannya?” tanyanya lagi.
“ Dia … dia… kerja di RB & J Buildings” jawab Flora. Flora tidak berani mengatakan bahwa Reno adalah CEO RB & J Bulidings.
“Apa ? Itu perusahaan kontraktor yang besar dan terkenal di Singapura , ada cabangnya di Jakarta! Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang?” gerutu ibu Megawati.
“ Mmm… saya kira itu perusahaan kontraktor yang biasa-biasa saja.” bohong Flora.
“Apa !? Kamu ini tolol atau dungu! Itu perusahaan konstruksi yang terkemuka, kau bilang biasa-biasa saja?!” sungut ibu Megawati.
“Katamu dia pegawai biasa? tapi hemm… tidak mungkin, menurut Shanti dia melamarmu dengan bunga dan cincin berlian.” nerocos ibu Megawati.
Flora memandang bosnya dengan perasaan tidak enak karena telah berbohong. Dia ingin meralatnya, tapi takut nanti bosnya akan mengindoktrinasinya.
“Apa posisinya di RB & J Bulidings?” tanyanya menatap tajam Flora.
“Saya tidak tahu…” lirih Flora.
“Hei…kok kamu tidak tahu ? Harusnya kamu tahu siapa dia, apa latar belakangnya. Hmm.. dimana kau kenalan?” tanyanya lagi.
“Di Jakarta, waktu saya ikut ibu mengikuti seminar bulan Februari lalu,” kata Flora.
“Apakah dia peserta seminar”” tanya ibu Megawati.
“Saya tidak melihatnya sewaktu di seminar, mungkin karena banyak orang saya tidak lihat.” Kata Flora.
“Siapa nama calon suamimu?”
Flora agak ragu menyebut nama, agak lama dia termenung, menatap lantai di bawahnya seolah lantai di bawahnya bergerak karena merasakan kakinya bergetar beriringan dengan jantungnya berdetak tajam.
“Flora?”
“ Namanya Reno…..”
“Reno Baskara Jatmiko?” tanya ibu Megawati , langsung berdiri, mendekati Flora.
“Iyaahh…” jawab Flora dengan kaki bergetar.
“Apa ? Pria yang digandrungi para wanita sosialita kau katakan biasa-biasa saja? Kamu tahu siapa dia? Dia owner of RB & J Buildings , kontraktor terkenal di Singapura.” Ucap ibu Megawati sambil menekankan kata owner.
“Dia tidak memperkenalkan jabatannya, saya hanya tahu dia kerja di di RB & J Bulidings waktu kami pertama kali bertemu.” Elak Flora ingin melepaskan diri dari integorasi ibu Mega.
Ada ketegangan di ruang kerja ibu Megawati yang sibuk hilir mudik di depan Flora, kemudian berhenti menatap Flora dengan tatapan dengki, “Kurang Ajar !Kau mengambil dia dariku. Aku sudah lama mengincarnya ,kau dengan seenaknya merebut seluruh khayalanku ! " Ujar ibu Megawati kemudian melempar vas bunga yang ada di mejanya ke arah Flora.
Untung Flora cukup gesit menjauhkan tubuhnya dari vas berisi bunga segar yang melewati tubuhnya disusul suara prank terdengar sampai keluar ruang kerja ibu Megawati. Terdengar pintu diketuk , beberapa staf berebutan masuk ke ruang kerja ibu Megawati.
“Kamu memang brengsek !!” jeritnya.
“Keluar !! “ teriak ibu Megawati.
Mendengarnya , para staf langsung keluar, termasuk Flora.
“Flora ! Kamu tetap disini !”
“Saya tidak memberikan cuti kepadamu ! Kalau saya beri cuti, berarti kau jadi menikah dengan Reno yang sudah lama saya incar. Setiap ada seminar tentang konstruksi bertajuk Internasional aku selalu hadir agar bisa bertemu dengannya. Waktu ada seminar di Singapura, aku pernah bertemu dengannya . Oh…. Dia pria tampan, cerdas, memiliki kekuasaan dan kekayaan yang tak terhitung. Tatapan matanya, wow.. buat aku tidak bisa tidur semalaman.” Cicit ibu Mega.
Flora menatap bosnya , Dia sudah tergila-gila pada Reno, kenapa aku tidak tahu bahwa dia terobsesi pada Reno, batin Flora.
“Tidak !! Saya tidak setuju kau menikah dengannya !” katanya lagi sambil mengepalkan tangannya wajahnya berubah kemerahan karena menahan amarah.
“Tapi… Reno… “
“Apa ?Reno ? Kau sudah panggil dia dengan Reno bukan pak?” tanyanya dengan nadamarah.
Tak ada sepatah katapun terucap dari mulut Flora yang berusaha untuk menahan kemarahannya.
“Kau tahu waktu di Singapura aku mengejar-ngejarnya ketika dia menuruni tanggal berjalan, kakiku sampai terkilir. Kami sempat bertatapan mata, dia tersenyum padaku ,mempermainkan matanya, betul-betul lelaki jantan.”
“Saya tidak tahu kalau itu Reno yang membuat ibu terobsesi memilikinya.”
“Iya ! Aku sangat ingin memilikinya. Berikan nomor ponselnya Reno Baskara Jatmiko !" kata ibu Megawati .
“Tapi ibu...pak Reno tidak suka nomor ponselnya diberikan kepada orang yang tidak dikenalnya.” Kata Flora.
“Berikan nomor ponselnya ! Cepat !” teriaknya.
Dengan tangan gemetar Flora menyebut nomor ponsel Reno. Setelah mendapat nomor telepon Reno, ibu Megawati menatap Flora, ada sinar ancaman di matanya, “Jangan kau beberkan apa yang saya katakan kepada Reno ! Kamu tahu siapa saya bukan ?! Saya bisa melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang saya inginkan, jangan menghalangi keinginanku ! “ katanya sambil meninggalkan ruangan kerjanya.
Telapak tangan Flora mengepal erat, Flora langsung terhenyak tak berdaya di sofa. Tak terasa air matanya menetes ke pipinya yang mulus .Saat-saat yang dinantikannya telah di depan mata. Mengapa ibu Megawati terobsesi pada Reno Baskara Jatmiko.
"Aku baru tahu bahwa Reno menjadi incaran wanita sosialita yang senang berpakaian modis, menampilkan gaya hidup mewah pada acara-acara sosial yang kemudian diunggah di jejaring sosial." bisik Flora lirih.
Flora berdiri menuju ruang kerjanya, perkataan ibu Megawati telah menampar hatinya. Rupanya rencana untuk meraih kebahagiaan tidak semulus dengan apa yang ada diangan-angan Flora yang telah berusia tiga puluh tahun, sudah siap menikah lahir batin.
" Apakah aku harus mengalah untuk ibu Megawati? Membatalkan pernikahanku demi bos gila yang terobsesi pada Reno?" bisiknya.
Perusahaan keluarga nyaris bangkrut, keuangan menipis lantaran terbiasa hidup hedonis.Lilya harus menerima takdir Kenanga yang menolak dijodohkan dengan Pak Tua Mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal. Demi keluarga dia rela berkorban, dia rela digadaikan, dinikahkan dengan Pak Tua Mesum Gunawan yang terkenal kaya raya.Namun, Pak Tua itu tidak mau menunjukkan dirinya sebelum hari pernikahan mereka tiba. Sosoknya yang misterius dan selalu bersembunyi di balik kamera, akhirnya terungkap saat ia menikahi Lilya dengan cara terhormat."K-kamu ... masih muda?" tanya Lilya dengan polosnya."Kamu kira saya sudah tua?"Lilya menggeleng panik. "Tapi, kata Kak Kenanga, kamu orang tua mesum dari keluarga Gunawan yang terkenal."Laki-laki bernama Evan itu mendengkus keras. "Itu hanya rumor palsu tentang saya, jangan percaya rumor sebelum kamu melihat sendiri buktinya."Apakah Lilya yang selalu menderita bisa hidup bahagia dengan suaminya Evan? Ataukah Kenanga akan menjadi duri dalam daging di p
KEPALANYA terasa pusing, padahal Syila hanya perlu kembali pada teman-temannya dan mengatakan, kalau dia sudah menyelesaikan tantangannya untuk mencium orang pertama yang ia lihat ketika keluar dari toilet.Benar sekali, mereka sedang memainkan permainan terkenal "Truth or Dare" di mana Syila lebih memilih dare daripada dia harus berkata jujur pada teman-teman barunya.Syila menyenderkan tubuhnya ke tembok. Alkohol yang ia minum cukup banyak dan membuatnya mabuk, itu mengapa dia menerima tantangan gila itu tanpa protes apa pun."Hei!"Syila menoleh, dengan mata menyipit, mencoba mengenali sosok yang menghampirinya. Ternyata pria itu yang mendatanginya, Syila kira siapa."Kenapa?" Syila mengedip berulang kali.Awalnya, Syila pikir pria ini seorang perempuan, jadi ia sama sekali tak merasa ragu saat menciumnya. Apalagi dia sedang memakai hoodie hitam yang menutupi kepala, jadi identitasnya terasa samar-samar."Lo mabuk?""Hm, nggak apa-apa," gumam Syila seraya berjalan dengan menggunakan
TIDAK ada hal yang lebih mendebarkan daripada menunggu kelahiran anak pertama. Apalagi, baik Riri maupun Raffa sama-sama tidak mau mengetahui jenis kelamin anak mereka. Yang mereka mau dengar setiap kali memeriksakan kandungan adalah kesehatan bayi mereka di perut Riri yang kini sudah menginjak usia sembilan bulan.Raffa mendekatkan wajahnya ke perut buncit istrinya. "Kak, kamu beneran nggak mau apa-apa di dalam perut mamamu?"Riri terkikik melihatnya, ini bukan kali pertama Raffa berbicara pada anak mereka, tapi entah mengapa dia selalu ingin tertawa setiap kali melihatnya.Dulu, saat pertama kali Raffa berbicara pada anak mereka, dia memanggilnya dengan sapaan 'Dek' yang kemudian Riri lerai, "Memangnya kamu nggak mau punya anak lagi setelah ini?"Dan setelahnya Raffa jadi bersemangat untuk menyapa anak mereka setiap malam dengan panggilan 'Kakak'.Raffa memandangi istrin
RAFFA sedang bekerja. Punya asisten merangkap sekretaris seperti Allen membuat Raffa tidak bisa berbuat apa-apa selain duduk patuh di balik laptop dan mengerjakan semua tugasnya.Allen seperti memaksa Raffa membuang semua sifat malas yang ia punya. Dan pria itu berhasil, Raffa benar-benar ingin pekerjaannya segera selesai agar ia bisa pulang dan menemui istrinya, daripada harus menghadapi si Robot Allen terus-menerus.Ponsel Raffa tiba-tiba saja berbunyi. Dia meraih ponselnya dan mulai membuka akun sosmed yang barusan berbunyi.Dari Instagram Revan. Tampak, sahabatnya itu sedang memeluk seorang wanita dengan tangan kanannya.Raffa tersenyum manis, dia pikir Revan telah menemukan wanita pujaan hatinya, tapi begitu melihat wajah wanita itu, Raffa jadi ingin membunuh seseorang sekarang."Kalau jodoh nggak akan ke mana." Tulis Revan di caption Instagramnya yang membua
"GIMANA hasilnya?" tanya Raffa yang menunggu di depan pintu sambil menatap istrinya dengan harapan besar.Riri menyodorkan sebuah tes pack kepada Raffa dengan muka cemberut. "Negatif, aku nggak hamil."Raffa mendesah kecewa. Mereka merasa
RIRI tidak boleh stres, tidak boleh banyak pikiran apalagi memikirkan kapan dia punya anak. Dia harus rileks, santai, dan biasa saja. Riri juga harus mengenali kapan dia berada di fase lagi tanggal subur atau tidak dan berusaha meminimalisir hubungan seksual yang keras atau aneh-aneh.Nasih
UNTUK mengatasi rasa hausnya tentang masalah Raffa tempo hari, Riri menghubungi Nayla, berharap jika suami kakak tingkatnya itu bisa mendapatkan rekaman CCTV di ruangan Raffa saat itu.Namun, Ethan tidak memberinya jawaban. Dia tidak memberikan apa yang
RAFFA bisa menghela napas lega setelah Riza pergi dari sana. Walau imbasnya, dia kehilangan uang cash di dompetnya, tapi tak masalah. Setidaknya, Riza akan meninggalkan mereka dan bersumpah takkan menunjukkan batang hidungnya lagi.Kenyataan jika Riza ti






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore