LOGINSetelah dimohon oleh bosku terus-menerus, akhirnya aku menyetujui permintaannya untuk ‘meminjamkan benihku’. Di atas ranjang besar kamar utama, istri bos yang biasanya selalu bersikap angkuh, hanya memakai gaun tidur. Air mata penghinaan menggantung di sudut matanya, tapi sepasang kakinya yang putih mulus dan jenjang malah gemetar tak terkendali di bawah kendaliku. “Awas… berani-beraninya kamu menyentuhku….” ujarnya sambil berusaha menahan tangisan, masih mencoba mempertahankan kesombongannya yang konyol itu. Aku tertawa dingin, lalu tanpa ragu membuka kain terakhir yang menutupi tubuhnya. “Nyonya, jangan buru-buru. Pak Zafri yang bilang sendiri, demi meningkatkan peluang keberhasilannya, aku bebas melakukan apa saja malam ini.” Seiring dengan gerakanku, wanita itu mendongakkan lehernya, menghembuskan napas tertahan yang penuh kepasrahan. ….
View MoreUsia kandungannya sudah memasuki bulan ketujuh, perutnya sudah semakin membesar, tapi kedua tangan dan kakinya tetap terlihat ramping. Seluruh tubuhnya memancarkan aura keibuan yang sangat memikat.Wanita dingin dan anggun yang dulu selalu bersikap angkuh dan pernah menunjuk-nunjukku, sambil memakiku di depan pintu gedung kantor, kini hanya tersisa kepatuhan yang manis di tatapannya.“Sayang, kopinya sudah jadi, hati-hati masih panas.”Dia berjalan mendekat ke sisiku, lalu meletakkan cangkir kopi itu dengan hati-hati.Aku merangkul pinggangnya yang berisi, lalu menariknya ke dalam pelukanku hingga dia duduk dengan nyaman di atas pangkuanku.Telapak tanganku reflek mengelus perutnya yang membesar, merasakan gerakan halus dari kehidupan kecil di dalamnya.“Sayang, kamu lagi mikirin apa?”Winny bersandar dengan patuh di dadaku. Jarinya memainkan dasiku dengan lembut, sambil bertanya pelan.“Nggak ada, hanya teringat beberapa kejadian masa lalu.”Aku tersenyum tipis. Pandanganku melintasi
“Ini… ini nggak mungkin… dia bilang asal aku melahirkan anak ini, setengah dari harta keluarga bakal jadi milikku….”Tubuh Winny gemetar hebat, jarinya mencengkeram erat pinggiran ponsel hingga ujung jarinya memucat.“Nggak mungkin?”Aku tertawa dingin, menatapnya seperti menatap seekor ulat yang malang.“Winny, kamu benar-benar mengira dirimu seberharga itu di matanya? Kamu itu hanya alat melahirkan yang sah! Begitu perutmu dibelek dan anak itu dibawa pergi, kamu bakal diusir dari keluarga ini seperti anjing terlantar, bahkan tanpa diberi sepeserpun!”“Dan aku….”Aku menunjuk hidungku sendiri, kilatan kejam terpancar di mataku.“Aku bakal mati dalam kecelakaan mobil yang dia rencanakan, tenggelam ke dalam laut bersama mobinya untuk jadi makanan ikan!”“Ja… jangan….”Winny menangis histeris sambil menutup wajahnya. Suara tangisnya yang tertahan bergema di dalam kamar tidur yang mewah itu, penuh dengan keputusasaan dan rasa takut.Aku menatapnya menangis dengan dingin. Setelah dia menan
Melihat wanita yang dulunya tak tersentuh ini, kini rela merendahkan dirinya hingga menjadi seperti ini, hanya demi mendapatkan sedikit belas kasihan dariku.Hasrat untuk menaklukkannya tiba-tiba meledak dahsyat di dalam dadaku.Aku langsung menggendongnya dan membuangnya dengan keras ke atas ranjang tunggal yang murahan itu.….Dua bulan kemudian, sebuah kabar datang dan membuat Zafri gembira bukan main.Winny hamil.Sambil memegang alat tes kehamilan yang menunjukkan dua garis merah, Zafri sangat terharu hingga meneteskan air mata bahagia. Malam itu juga, Zafri menyewa seluruh ruangan di klub malam paling mewah di kota.Dia menggelar pesta besar dan mengundang banyak tamu untuk merayakan keluarganya yang bernilai triliunan miliar akhirnya memiliki calon ahli waris.Sebagai ‘pahlawan besar’, tentu saja diriku diajak olehnya ke klub malam tersebut.Setelah beberapa putaran minum, akhirnya Zafri mabuk berat. Sambil merangkul beberapa wanita pendamping, dia dengan sempoyongan melemparkan
Wajah Zafri memerah karena mabuk. Sambil mengunyah kepiting, dia dengan bangganya memberikan janji-janji manis padaku.“Ini semua berkat arahan Pak Zafri, sudah seharusnya aku melakukannya.”Aku menyendok nasi putih di piringku dan menjawab dengan sopan, tapi pandanganku diam-diam melirik ke arah Winny yang duduk tepat di seberang Zafri.Hari ini Winny memakai baju rajut wol bergaya anggun, rambutnya disanggul rapi di belakang kepala dan wajahnya dipoles riasan tipis yang elegan.Dia sedang menikmati sarang burung walet di mangkuknya dengan perlahan.Namun, tepat saat Zafri sedang asik membual tentang masa depan… di bawah meja makan….Sebuah kaki indah yang dibalut stoking hitam, entah sejak kapan sudah menjulur mendekat dan mengait betisku.Tanganku yang memegang sendok sempat terhenti sejenak.Kaki itu bergerak lincah bagaikan seekor ular, menyusuri celana kainku dan merayap naik. Dengan godaan yang sangat lihai, kaki itu berhenti di posisi yang sangat berbahaya.Memberikan gesekan l






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.