Aku menatap paha mulusnya yang lembut, lalu teringat bagian yang sempat kutatap siang tadi.Siang tadi, hanya karena melihat ke arah sini, aku mendapat sebuah tamparan.Sekarang, aku pun menjulurkan tangan, ujung jariku yang kasar meremas kulit lembut paha bagian dalamnya, dengan mudahnya meninggalkan bekas kemerahan di sana. Dia bergumam kesakitan karena tekananku. Tak lama kemudian, tubuhnya gemetar dan menghembuskan napas tertahan yang penuh gairah.Tak butuh waktu lama, area kulit mulus itu sudah dipenuhi jejak-jejakku.Wanita itu mendesah seiring belaianku. Kesadarannya yang dilumpuhkan alkohol membuatnya reflek mengikuti insting tubuhnya.“Sayang….” Suara desahannya terdengar penuh gairah. Seiring gerakanku, suaranya perlahan bercampur dengan nada tangisan pasrah, “Hm, ada apa… denganmu hari ini… ah, pelan-pelan….”Bibirnya menolak, tapi tubuhnya malah menggeliat penuh hasrat dan semakin menempel erat padaku.Sepasang kaki yang sudah penuh dengan jejak permainanku, menggesek pin
Read More