Share

95.

Author: Shaveera
last update publish date: 2026-06-10 23:09:37

Hingga tengah malam aku masih belum bisa memejamkan mata. Pikiranku menerawang pada peristiwa awal aku datang hingga munculnya Nyai Daksima. Ada kejanggalan yang tersirat dari sorot matanya dan cara dia menyampaikan lisannya.

Tidurku tidak nyaman, bukan karena ranjangnya melainkan karena pikiran yang berkelana tanpa ujung. Gerakan ku yang gelisah membuat Ranggalawe bangkit dan duduk menyandar pada dinding ranjang.

Lengannya yang kekar meraih kepalaku lalu diletakkan pada dadanya. Dia menunduk d
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   101.

    POV RanggalaweEntah dorongan apa yang menggerakkan. Ada gairah yang sulit kutahan lagi. Aroma tubuhnya menguar menerpa ujung hidungku. Aroma yang begitu membuatku candu. "Gendhis..."Perlahan kuangkat dagunya agar menatapku. Matanya sembap. Masih dipenuhi sisa air mata yang belum sempat mengering.Dadaku terasa diremas. Namun, bibir itu begitu menggoda. Kurapatkan tubuhnya pada tubuhku, dapat kurasakan sentuhan lembut itu. Tubuhnya menegang, begitu juga dengan tubuhku. Gairahku perlahan merambat naik ke ubun-ubun. "Paman," panggilnya dengan suara berat. Beberapa detik kemudian, perlahan ia membalas pelukanku. Kepalanya bersandar di dadaku, sementara kedua tangannya mencengkeram bagian belakang pakaianku seolah takut aku ikut menghilang dari hidupnya.Aku memejamkan mata.Aroma rambutnya memenuhi indera penciumanku. Harum bunga melati yang begitu lembut. Detak jantungnya terdengar jelas di telingaku.Cepat.Gelisah.Sama seperti detak jantungku saat itu. Selama bertahun-tahun aku

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   100.

    POV RanggalaweMalam itu angin berembus lebih dingin daripada biasanya.Aku masih duduk di ruang kerja, meneliti laporan para mata-mata yang baru kembali dari perbatasan timur. Cahaya lampu minyak menari di atas lembaran peta yang penuh coretan strategi.Namun, sejak beberapa saat lalu pikiranku tak mampu lagi berkonsentrasi. Entah mengapa dadaku terasa sesak. Seolah ada sesuatu yang sedang terjadi.Kriet! Pintu kayu itu terbuka perlahan, menampilkan wajah sendu wanitaku. Aku terdiam.Gendhis.Perempuan itu berdiri di ambang pintu dengan selendang putih menutupi bahunya. Rambut hitamnya tergerai sederhana, tetapi yang paling menyita perhatianku bukanlah penampilannya.Melainkan sorot matanya.Kosong.Tatapan yang biasanya hangat kini terasa hampa.Tanpa mengucapkan apa pun, dia melangkah masuk lalu duduk di kursi yang berada tepat di depan meja kerjaku.Dia hanya menundukkan kepala. Kedua tangannya saling menggenggam erat di atas pangkuan."Gendhis..."Aku bangkit dari kursiku. "Ada

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   99.

    POV RanggalaweAku tidak pernah menyangka bahwa persembunyianku di kamar pengantin itu bukan menjadi pertemuan pertama sekaligus yang terakhir.Justru sejak malam itu...Aku mulai sering kembali.Bukan karena aku kehilangan tempat bersembunyi.Melainkan karena ada seseorang yang tanpa sadar membuat kakiku selalu menemukan jalan menuju kamar itu.Gendhis.Perempuan bisu yang seharusnya hanya menjadi istri keponakanku.Hubungan sembunyi-sembunyi ini perlahan membuat kewarasanku terkikis.Setiap kali perang usai dan malam mulai turun, entah bagaimana aku selalu mencari alasan untuk memastikan dirinya baik-baik saja.Kadang aku datang membawa laporan keamanan.Kadang hanya memastikan penjagaan istana.Kadang...Aku bahkan datang tanpa alasan yang jelas.Begitu melihatnya membuka pintu dengan senyum tipis yang nyaris tak terlihat, seluruh penat setelah seharian memimpin perang seolah menguap begitu saja.Aneh.Aku, Ranggalawe.Seorang senopati yang ditakuti di medan perang.Justru menjadi

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   98.

    POV RanggalaweDarah.Aroma darah begitu pekat memenuhi udara Gerbang Utara Kerajaan Balai Kambang. Dentangan besi beradu dengan besi terus menggema tanpa jeda. Jeritan prajurit yang terluka bercampur dengan pekikan kuda perang, menciptakan simfoni kematian yang telah berlangsung sejak matahari mulai condong ke barat.Aku masih berdiri di sini, di antara para prajurit yang mencoba melawan ketidak adilan negeriku. Pemberontakan yang menggila membuatku harus menyamar menjadi salah satu di antara mereka, semua hanya demi kemakmuran Balai Kambang. "Hancurkan gerbangnya!""Tangkap pemimpinnya. Di sana!" Suara komandan musuh memekakkan telinga menunjuk ke arahku. Aku mengayunkan pedangku sekali lagi.Srak!Satu kepala prajurit terlepas dari tubuhnya. Bahkan sebelum jasad itu menyentuh tanah, dua tombak telah meluncur ke arahku.Trang!Aku menangkis tombak pertama. Namun tombak kedua berhasil menggores bahu kiriku.Bruk!Tubuhku terdorong beberapa langkah ke belakang."Sial..."Aku mengg

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   97.

    Dua hari dua malam aku tidur sendiri, ada rasa yang kurang. Tidak mungkin jika aku merindukan sosok suami dua pribadi itu. Namun, entah mengapa terasa begitu sepi.Malam ini sengaja aku duduk di tepi jendela, menatap pada langit malam yang gelap tanpa bintang. Langit pun seakan tahu jika aku sedang kesepian hingga dia tidak memberiku secercah cahaya bintang.Pria itu, kemana saja hingga aromanya pun tidak mampu kujangkau. Ini sangat aneh.Kuhirup udara bebas yang dingin, malam ini malam ketiga kepergian Ranggalawe aka Samuel Ortega. Sungguh sebenarnya bukan ini yang aku inginkan.Dua hari ini, aku begitu sibuk keluar masuk istana dengan sembunyi-sembunyi untuk mencari jejak kesalahan yang ditinggalkan oleh winita ular itu.Dulu, saat aku pertama kali masuk kembali ke negeri ini pernah melihat ratu bersama pria lain yang bukan ayahku, hanya saja sosok pria itu kurang jelas karena tubuhku lebih dulu ditarik masuk ke dunia modern lagi."Kau dimana, Paman. Sungguh aku menginginkanmu malam

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   96.

    Aku menyeruput cangkir yang terbuat dari keramik dengan ukuran khas Blambangan yaitu burung bangau. Pandanganku jauh ke seberang pada hutan yang sudah mulai jarang ditumbuhi rumput liar.Udara pagi yang mulai menghangat akibat sinar matahari mulai menyeruak menembus ranting pohon dimana aku duduk saat ini. Iya, aku sedang duduk santai di belakang pondok yang semalam kutinggali.Saat tengah malam, pintu kamar diketuk oleh beberapa dayang dan mereka membawaku ke pondok ini. Pagi buta, Nyai Daksima datang untuk mengajak aku berbincang mengenai sikapnya semalam.Saat ini, kutelaah lagi apa yang tadi baru saja diungkap oleh wanita senja itu. Mengapa harus dibisukan semua pelayan di sini? Memang ada apa di balik istana itu?"Jangan terlalu dipikirkan, Nyai. Semua pasti akan lebih baik, bukankah itu tujuanmu datang ke Blambangan?"Tanpa ada suara langkah kaki mendekat, suara khas suamiku sudah kudengar dan bahkan deru napasnya pun telah menyentuh leherku. Saat itu juga aku tersentak kaget, m

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   14. Terbuka dari kemenangan pertama

    Kutatap lebih intens pada semua pemegang saham satu per satu, masih terlihat jelas wajah kaget dan aku hanya menyeringai tipis. Asistenku pun mengulum senyum sinis."Bagaimana?" Suara asistenku mengalun penuh ketegasan. "Kita lakukan polling saja, siapa yang ikut di kubu Nona Gendhis?" lanjutnya.A

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   13. Harus Kembali

    Aku mendengus kasar, ingin rasanya bersuara lantang untuk mengusir wanita jalang itu. Wanita yang kuperkirakan adalah pembunuh ibu pemilik tubuh dan merebut semua perhatian ayahku. "Aku tidak peduli apa yang telah kau perbuat di masa lalu, saat ini perusahaan tidak menginginkan seorang pelakor," u

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   10. Bertemu

    Tiga hari sudah berlalu sejak kejadian di danau itu dan aku selama itu pula tidak pernah bertemu lagi dengan Ortega. Bukan tidak bertemu tetapi lebih menghindar darinya, aku belum siap jika harus kembali mengulang kisah yang sama.Saat ini aku ingin fokus untukmmebuka portal itu agar segera kembali

    last updateLast Updated : 2026-03-18
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   11. Rusak

    Ledakan kecil dan asap keluar dari layar laptopku. Untuk sesaat aku termangu, mengapa bisa terjadi? Tiba-tiba kudengar suara tawa terkikik dan mencekik tepat di ujung telinga kananku, aku menoleh. Menatapnya tajam."Habis, wajahmu begitu lucu saat berwarna hitam seperti itu," ujar Ortega.Mendengar

    last updateLast Updated : 2026-03-18
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status