Home / Romansa / Terlena Kenikmatan Suami Baru / 5. Kehormatan dan Cinta

Share

5. Kehormatan dan Cinta

Author: CacaCici
last update Petsa ng paglalathala: 2026-02-15 23:51:47

Aeza menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia buru-buru turun dari ranjang, memungut pakaiannya. Dia kembali mengenakan pakaiannya. Akan tetapi karena lingerie tersebut sangat seksi, dia meraih kemeja Seven lalu memakainya ke tubuhnya.

"A-aku membatalkan rencana ini. Aku tidak bisa, Seven," ucap Aeza dengan mata berkaca-kaca sambil mengancing kemeja hitam milik Seven yang sudah ia pakai di tubuhnya, "Papaku mencintaiku, menjagaku, dan melindungiku. Aku tidak mau melakukan ini. Karna ini sama saja aku melempar kotoran ke wajah Papaku," lanjutnya sambil menangis.

"Baiklah, Nyonya. Kuhargai keputusan Nyonya," jawab Seven, menghela napas lega lalu menganggukkan kepala.

Setelah mengenakan kemeja tersebut, Aeza langsung keluar dari kamarnya. Dia berlari cepat untuk menemui suaminya.

Seven sendiri, dia mengenakan celananya lalu buru-buru keluar dari kamar tersebut. Namun, dia terlebih dahulu ke kamarnya yang ada di bangunan belakang rumah ini, untuk mengambil baju.

***

Ceklek'

Aeza membuka pintu ruang kerja suaminya secara paksa–tanpa mengetuk terlebih dahulu, memperlihatkan suaminya yang tengah bekerja, bersama dengan seorang perempuan yang tak lain adalah sekretaris sang suami.

"Ck, Aeza." Wajah Lucas kaget, akan tetapi ekspresi itu seketika lenyap saat melihat Aeza lah yang membuka pintu tanpa mengetuk terlebih dahulu, "lain kali ketuk pintu sebelum masuk ke sini. Tidak punya sopan!"

"Mas Lucas," cicit Aeza parau, air matanya sudah membasahi pipi. Dia bergegas menghampiri suaminya lalu menjatuhkan diri–duduk di lantai sambil menempelkan kening ke lutut Lucas. Aeza sama sekali tidak peduli pada raut marah suaminya. Hatinya saat kacau dan dia ingin suaminya memahaminya. "Maafkan aku, Mas."

"Maaf?" Lucas mengerutkan kening, menatap aneh pada Aeza.

Tak lama, Seven dan kepercayaan pribadi Lucas datang secara bersamaan ke ruangan itu. Keduanya masuk tanpa mengetuk pintu karena pintu ruangan Lucas sedang terbuka lebar. "Seven, apa yang terjadi pada istriku?" tanya Lucas saat Seven sudah berada tak jauh darinya.

"Ah, Tuan, itu …-" Seven mengedipkan mata berulang kali, tak tahu harus mengatakan apa.

Lucas mengerutkan kening, menatap lekat pada Seven. Lalu dia beralih menatap istrinya, mengamati tubuh Aeza yang ternyata mengenakan kemeja hitam. Jelas itu bukan kemejanya karena dia tidak punya kemeja hitam, dia kurang suka warna hitam. Ini kemeja Seven?

'Apa mereka sudah berhasil tidur bersama? Kenapa hatiku panas melihat tubuh Aeza mengenakan kemeja Seven? Seharusnya ini menjadi pertanda baik untukku, karena ini bukti kalau Seven dan Aeza sudah bercinta.' batin Lucas, mencoba menetralkan rasa panas dan marah yang bergejolak di hatinya.

"Mas, a-aku tidak bisa melakukan rencanamu, Mas. A-aku benar-benar tidak sanggup," cicit Aeza dengan nada gemetar. Dia sesenggukan, menangis sambil mendongak–memohon pada suaminya.

"Apa?!" Mata Lucas melebar, terlihat marah, "jadi kau dan Seven belum melakukannya?!" teriak Lucas marah.

"A-aku benar-benar tidak bisa, Mas. Aku merasa bersalah dan berdosa, Mas!" tangis Aeza, terus memperlihatkan mata yang memancar kesedihan pada suaminya. Dia berharap Lucas iba padanya lalu menghentikan rencana gila ini.

"Ck!" Lucas berdecak kesal, "itu berarti kau tidak mencintaiku. Kau memang sungguh ingin bercerai denganku yah, Aeza? Oke, baiklah," dingin Lucas, melayangkan tatapan tajam pada Aeza.

"Aku sama sekali tidak ingin bercerai dengan Mas Lucas." Aeza menggelengkan kepala secara lemah.

"Jika memang begitu, kau pasti bersedia melakukannya," kesal Lucas.

"Mas, tapi ini salah. Aku akan melakukan apapun agar kita tetap bersama. Kecuali mempertaruhkan martabatku sebagi perempuan, istri, dan seorang putri. Aku mencintai Mas Lucas, aku salau ingin bersamamu. Tapi … Papaku … dia segalanya untukku, Mas. Papaku membesarkanku seorang diri, dia mengajarkanku nilai cinta dan moral, dia selalu menegaskan padaku jika perempuan itu sangat berharga, dia melindungiku, dia membuatku menjunjung tinggi sebuah kehormatan dan martabat. Jadi …-" Aeza menggelengkan kepala, "aku tidak bisa, Mas. Aku tidak bisa melukai Papaku dengan cara mengkhianati didikannya."

Semua orang di dalam ruangan itu terdiam mendengar ucapan Aeza. Diam-diam Seven senyum tipis, menatap Aeza dengan manik berbinar-binar. Entah kenapa, ada perasaan bangga yang menyelinap masuk dalam hatinya saat mendengar ucapan Aeza.

"Berarti kau lebih mencintai Papamu dibandingkan aku, Sayang?" ucap Lucas tiba-tiba dengan nada pelan, terkesan sedih dan kecewa.

Aeza menggeleng lemah. "Aku mencintai Mas Lucas, dan itu berbeda dengan cinta yang kupunya untuk Papa. Tolong, Mas, tolong jangan paksa aku melakukan rencana gila ini. Hiks … a-aku benar-benar tidak sanggup. Suamiku itu Mas Lucas, bukan Seven. Jadi aku merasa berkhianat ji-jika harus melakukan 'itu dengan Seven. A-aku merasa berdosa bila harus melakukan 'itu dengan pria yang bukan suamiku. Pliss …." Aera terus memohon, menjatuhkan kepala ke lutut Lucas dan menangis sejadi-jadinya di sana.

Lucas langsung memalingkan wajah, menampilkan ekspresi datar yang kentara jelas terlihat. Tidak bisa dibiarkan! Jika Aeza tak hamil dalam satu tahun ini, maka dia bisa kehilangan semuanya.

"Andai saja aku tidak seperti ini, mungkin aku tidak akan memaksamu melakukan ini, Sayang," ucap Lucas datar, menyimpan kekecewaan mendalam.

Aeza seketika menundukkan kepala saat mendengar ucapan suaminya. Hatinya menjadi perih, merasa bersalah karena lagi-lagi suaminya mengungkit masalah kecelakaan.

"Tuan, izinkan saya berbicara," ucap Cleo Moris secara tiba-tiba. Dia adalah kepercayaan Lucas. Meskipun masih satu tahun bekerja dengan Lucas, akan tetapi Cleo sangat setia dan selalu berhasil membantu Lucas.

"Humm." Lucas berdehem singkat sebagai jawaban.

"Bagiamana jika Tuan menceraikan Nyonya lalu setelah itu Nyonya menikah dengan Seven?" usul Cleo, sontak membuat semua orang di ruangan tersebut menatap terkejut padanya.

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    259. Aku Hamil, Dominic?

    Elma yang gugup tak melakukan apa-apa. Dia bingung dan tak tahu harus berbuat seperti apa, dia juga terkejut karena Rain menciumnya. Sedangkan Rain, hasratnya semakin membara. Tangannya yang sejak tadi diam, mulai meraba tubuh Elma."Akan aku buktikan bahwa pria yang aku sebut anak kecil ini bahkan bisa membuatmu menghasilkan anak, Elma Moris," ucap Rain dengan nada berat, penuh kesungguh-sunguhan dan tegas. Tatapannya tajam, tetapi maniknya memancarkan hasrat yang besar. Elma hanya diam, mengamati Rain yang terasa berbeda. Pria yang ia anggap bocah ini mendominasinya!Rain mulai melepas piyama yang Elma kenakan. Setelah itu sejenak dia diam sambil menatap tubuh indah Elma. Sialnya, setelah melihat tubuh Elma, dia mendadak gugup campur bingung. Semuanya indah! Dia bingung harus menyentuh yang mana lebih dulu. Dia juga gugup karena ini pengalaman pertamanya. "Hah." Elma menghela napas pelan. Segera mendorong tubuh Rain dari atas tubuhnya. Lalu setelah itu, dia mengambil posisi dudu

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    258. Suami Bocahku Mulai Beraksi

    "Astaga!" ucap Elma spontan, panik dan terkejut melihat sesuatu yang berada tepat di depannya. Namun, sekalipun sangga terkejut dan ingin pingsan karena benda pusaka itu, Elma tetap menjaga diri untuk tenang. Dia memejamkan mata lalu memalingkan wajah secara pelan. "Argk!" Di sisi lain, Rain berteriak horor, segera menaikkan handuk miliknya yang sempat melorot. Setelah itu, dia segera pergi dari sana—buru-buru mengambil pakaian dan kembali masuk ke kamar mandi. Sial! Dia sangat malu. Elma membuka mata, segara mengambil kipas portabel untuk mengipasi wajahnya yang terasa panas dan terbakar. Elma kemudian menatap ke arah laptop-nya, senyum tipis ketika mengingat kejadian tadi. Sejujurnya itu konyol dan memalukan. Akan tetapi …-"Tubuhnya sudah sangat dewasa, akan tetapi sikapnya … seperti Anaya. Bocah," gumam Elma pelan, masih senyum karena merasa geli dengan kejadian tadi. Tak lama Rain keluar dari kamar, pria berusia 25 tahun itu sama sekali tak menatap ke arah Elma. Dia buru-bur

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    257. Elma Berubah

    "Gilayah?" gumam Anaya sambil menatap tak habis pikir pada Larisa. Elma tiba-tiba datang, langsung menarik Anaya supaya menjauh dari hadapan Larisa yang sedang memohon. Dia mengambil tempat dengan berdiri di depan adiknya lalu menatap tajam pada Larisa. "Tolong berhentilah mengganggu adikku, Nona Larisa," tegas Elma, setelah itu menarik Anaya supaya pergi dari sana. Larisa segera berdiri, berniat mengejar Elma dan Anaya. Akan tetapi dia tidak bisa karena tiba-tiba perutnya cukup nyeri. Pada akhirnya dia membiarkan mobil itu pergi, tak mengejar karena dia tak sanggup. "Aku sudah memohon tapi kamu begitu angkuh, Anaya. Baiklah, terpaksa aku meminta sendiri pada Dominic supaya dia menikahiku," ucap Larisa dengan raut muka penuh dendam. Tetapi matanya terus menjatuhkan bulir kristal, ada ketakutan yang sedang ia sembunyikan. ***"Kenapa kamu tidak mendengarkanku, Anaya?!" marah Elma setelah mereka di dalam mobil. Ekspresi Elma terlihat serius, tatapannya tajam pada jalan. Namun, di

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    256. Permohonan Gila

    "Kakak ipar baik, kan, ke Kakak?" tanya Anaya dengan pelan dan kikuk, efek canggung pada kakaknya. Raut muka Elma terlihat kaget, langsung menatap tak percaya pada Anaya. "Kak-Kakak ipar?" gumannya sudah payah karena terlalu tak percaya kalau Anaya akan menyebut Rain dengan istilah kakak ipar. "Iya, Kak. Rain—kakak iparku." Anaya senyum tipis sambil menganggukkan kepala singkat pada kakaknya. "Oh-oh, dia baik padaku." Elma berkata gugup. "Jangan memanggilnya Kakak ipar, nanti dia marah padamu, Anaya." "Mana mungkin Rain marah, Kak. Malah dia yang menyuruhku untuk memanggilnya 'kakak ipar," jawab Anaya, "sebenarnya Rain … eh, Kakak ipar itu sudah lama suka pada Kakak." "Tidak perlu menghibur." Elma langsung berdiri, semakin gugup dan tak nyaman saat Anaya mengatakan hal demikian. Dia tahu Anaya hanya menghibur. Rain tak mungkin suka padanya. "Kakak keluar dulu. Kamu tunggulah di sini. Tuan Dominic akan segera kembali," ucapnya lalu segera beranjak dari sana. Sebenarnya Elma

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    255. Berbicara dengan Kakak

    "Ck, aku jadi malas di rumahmu, Kek," tambah Darren, duduk di kursi kosong dengan ekspresi kesal. Brak' William langsung memukul meja, membuat Anaya dan para perempuan tersentak kaget. Berbeda dengan para pria yang tampak tenang, sama sekali tak terganggu dengan gebrakan meja. William langsung menatap tajam pada Bianca, wajahnya tampak marah dan menakutkan. "Apa-apaan kau, Bianca?! Tidakkah seseorang mengajarimu sopan santun, Hah?!"Bianca tak menjawab, malah menatap ke arah mamanya untuk meminta bantuan. "A-Ayah, su-sudah menceritakannya padaku. Di-dia bilang ada suara aneh di dalam kamarnya dan dia ketakutan," ucap Baby dengan gugup. Dalam hati, dia mengumpati putrinya yang gila dan bodoh. Baru hari pertama, akan tetapi putrinya sudah berulah. Posisi mereka terancam! "Apapun alasannya tidak seharusnya Bianca bersikap demi kian," geram William. "Ma-maafkan aku, Kakek," ucap Bianca dengan nada muram. "A-aku hanya terlalu takut dan tak tahu harus ke mana. Ka-kamar Mama jauh.""B

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    254. Membuat Tak Betah

    "Apa?" Anaya menatap cengang pada Bianca. Ekspresinya tak bisa ia kendalikan, terlalu shock pada permohonan Bianca. "Kamu ingin tidur di sini, di kamar ini?" ulang Anaya, masih menunjukkan ekspresi konyol. Bianca menganggukkan kepala. "Aku juga terpaksa. Soalnya aku takut, Kak Anaya," ucap Bianca, mendadak memanggil Kak pada Anaya supaya Anaya tersentuh dan memperbolehkannya menginap di kamar ini. "Tunggu." Anaya menggaruk daun telinga, menatap semakin tak habis pikir pada Bianca, "sebelum kamu datang ke sini, kamu sudah pastiin nggak kalau otakmu terpasang dengan baik dan benar?" Wajah Bianca seketika muram, juga kesal karena merasa dikatain oleh Anaya. "A-aku minta tolong dengan baik-baik tapi kamu seperti merendahkan yah.""Lah kamu o'on." Anaya melayangkan tatapan sinis, "dari banyaknya kamar di rumah ini, tetapi kamu memilih ingin numpang di kamar yang ditempati oleh pasangan suami istri?""Masalahnya apa? Kak Dominic kan sepupuku," ucap Bianca setengah memekik, "dan karena

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status