Share

Chapter 11

Author: Brille23
last update publish date: 2023-11-20 20:09:15

Sementara itu, Viona yang baru saja sampai di perpustakaan setelah selesai sarapan pagi di kantin, langsung mencari keberadaan Wendy yang tertidur di sebuah tempat yang ada di sana.

"Ck, gadis itu, padahal Aku sudah bilang akan menyusul ke sini, tapi dia tidak mengabarkan di mana tempat ia duduk sekarang," gumam Viona yang sebenarnya sedikit kesal karena tak menemukan keberadaan Wendy di perpustakaan yang terbilang cukup luas itu.

Matanya terus menelisik tiap sudut ruangan, hingga akhirnya pen
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 136

    Mendengar ucapan mahasiswanya itu, Martin terlihat mengerutkan kening. "Em, ba-iklah. Memang Tuan Michael melakukan hal aneh apa, sehingga membuatmu merasa sangat penasaran?"Sembari memainkan buku di tangannya, pemuda itu menjawab dengan tenang, "Hanya penasaran dengan detail kecil."Martin memiringkan kepala, terlihat semakin penasaran. "Detail kecil, kah ... hm, aku mengerti." Meski penasaran, tetapi dia memutuskan untuk tidak memaksanya menjelaskan lebih jauh."Tapi ... belakangan ini aku tidak membicarakan banyak hal mengenai kasus apa pun dengan Tuan Michael," lanjutnya."Sebenarnya ... ayah tadi pagi mengatakan bahwa dia mau liburan, dan ingin mengajakku liburan bersamanya beberapa hari. Menurut Bapak, ayah menawarkan itu karena dia ada kasus atau apa?" Reynold punengatakan apa yang membuatnya penasaran mengenai sikap Michael tadi pagi. "Aku hanya ingin memastikan itu saja."Martin tersenyum lebar mendengar pengakuannya. "Well, intinya kau hanya khawatir dia mengajakmu karena a

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 135

    Pada pukul sepuluh tepat, dosen pun memasuki kelas. Namun, pada saat itu, Wendy tetap tidak menampakkan batang hidungnya. Hal itu sebenarnya membuat Reynold merasa semakin penasaran. Dia kembali melirik ke arah Viona untuk memastikan, tetapi dia tidak menyangka bahwa saat ini, gadis judes itu juga sedang memperhatikannya. Ketika mata mereka bertemu, dengan santainya Viona menampakkan senyum miring, mengandung sebuah arti di baliknya. Menyadarinya, secara alami, tanpa merasa gugup sedikit pun dia kembali mengalihkan pandangannya pada dosen yang sedang menyampaikan kuliahnya.Beberapa jam kemudian, perkualiahan mereka pun berakhir, dan setelah dosen yang mengajar meninggalkan kelas, para mahasiswa mulai pergi juga. Ketika orang-orang sudah pergi, Viona bangkit berdiri. Gadis itu menghampiri Reynold yang terlihat akan melangkah pergi keluar, lalu menghentikannya, "Reynold, apakah kau mau bicara sesuatu padaku? Well, kulihat selama perkuliahan sesekali kau melirik ke arahku."Reynold men

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 134

    Keesokan harinya.Pintu kamar Michael tiba-tiba terbuka sangat keras. Namun, itu bukan karena si pembuka pintu merasa kesal atau marah, melainkan karena dia terlihat begitu bahagia. Senyum sumringah tersungging di wajahnya yang menawan dan langkah kakinya membawanya pergi ke dapur.Di sana, pria paruh baya itu sudah disambut oleh dua piring nasi goreng yang sudah dihidangkan di atas meja. "Wah, wah, nasi goreng ... pas sekali dengan suasana pagi yang cerah dan menyenangkan ini," komentarnya sembari duduk di kursi makan dengan semangat.Reynold yang sudah berpakaian olahraga tampak berjalan sambil membawa seteko air putih beserta gelasnya menuju meja makan dengan tampang dingin biasanya. Dia menuangkan air untuk ayahnya, lalu meletakkannya di hadapan pria itu. "Suasana hatimu sepertinya sedang sangat bagus, Ayah," komentarnya sembari duduk di seberang tempat duduk Michael.Michael meneguk air putih pertama di pagi itu, dan wajahnya terlihat semakin segar. "Fuah! Segar sekali!" Dia sama

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 133

    JBUR!Aku melempar pria yang tidak sadarkan diri ke danau setelah kumasukan beberapa batu berat dan kuikat tangan dan kakinya menggunakan tali yang mengejutkannya kutemukan secara kebetulan di sekitar danau.Tak butuh waktu lama, tubuh pria itu pun tenggelam.Kucondongkan tubuhku, menatap dingin ke arah tubuhnya yang kian lama kian samar terlihat ditelan oleh kegelapan dasar danau."Kau akan berakhir seperti itu setelah ini," ucapku datar, ditujukan pada pria yang masih sadar di belakangku.Setelah itu, aku berbalik, memandang ke arah pria yang tengah berlutut dengan tangan dan kakinya yang sudah kuikat kuat. Wajahnya bonyok setelah kuhajar habis-habisan, dan saat ini tubuhnya terlihat gemetar, jelas dia sangat ketakutan."Baiklah ... Sekarang, Andre Hugh. Siapa dia? Dan apa yang dia inginkan dariku?" Tanpa basa-basi aku langsung mempertanyakan hal itu padanya. Tatapanku menajam ketika melanjutkan perkataanku, "Katakan, atau kau akan kuhabisi dengan cara yang jauh lebih menyakitkan."

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 132

    Aku hanya melirik padanya, sehingga aku bisa mendapati dalam pandanganku seorang pria asing berparas lumayan tengah tersenyum ke arahku. Setelah memastikan dia bukanlah orang penting bagiku, Aku pun memutar bola mata dan tidak mengacuhkannya. "Apakah Kau sedang kesepian, Nona Cantik?" tanya pria itu, tanpa menghiraukan ketidakpedulianku atas keberadaannya. "Bolehkah aku menemanimu minum?" "Ini minuman Anda, Nona," ucap bartender sembari meletakkan mocktail yang kupesan padanya. Aku menghadapkan badanku ke depan meja bar, dan mulai menegak sedikit minuman yang menyegarkan itu. "Well, jika kau diam, berarti kau tidak keberatan jika aku duduk di sampingmu seperti ini." Pria itu masih tidak menyerah untuk menggangguku, dan malah duduk di kursi kosong tepat di sampingku. Aku berusaha untuk tidak menghiraukannya dan lanjut menegak minumanku. "Aku ingin sekali menghajarnya, tapi apa yang dilakukannya sekarang belum cukup untuk menjadi alasan menghajarnya sampai mati!" pikirku. "

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 131

    Saat ini hari sudah sore. Setelah mendapatkan titik lokasi tempat saat ini Hilde dan Michael berada, tanpa menunggu lama, aku pun langsung berangkat menuju ke tempat itu. Beberapa saat kemudian, aku sampai di depan sebuah gang gelap yang di mulut gangnya tampak cukup ramai karena saat ini adalah jam-jam pulang bagi para pekerja kantoran. Mendapati hal itu, aku hanya mengernyitkan dahi, benar-benar tidak habis pikir mengapa Michael membawa Hilde ke tempat seperti itu. "Hm, titik lokasi yang dikirim Chris sudah benar, tetapi aku tidak melihat mereka ... sebenarnya apa yang sedang mereka berdua lakukan di dalam gang itu?" pikirku dengan memusatkan pandanganku pada gang yang berada tepat di depanku. Wajahku sudah kututup oleh masker, jadi dengan begitu penampakkan wajahku bisa sedikit tersamarkan. Aku harus berhati-hati karena mengingat Michael pernah berinteraksi denganku ketika kami berada di pesta Hilde waktu itu. Dia pria jenius, aku yakin hanya dengan sekali lihat saja dia pa

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 46

    Setelah jam perkuliahan terakhir, seperti dengan rencana kelompok Wendy, semua anggota kelompok tidak langsung pulang karena sebelum itu mereka harus mengerjakan tugas kelompok mereka maksimal sampai tugas mereka mencapai target, atau paling lama sampai hari mulai gelap.Wendy yang masih mengantuk it

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 45

    POV Wendy.Kini aku sudah berada di parkiran di depan mobil Chris. Setelah Chris menyuruhku untuk menunggunya di sini, dengan segera aku melaksanakan apa yang diperintahkannya."Aku tidak menyangka pria itu juga sampai mendatangi si tante girang itu ..." gumamku yang sedikit merasa kesal karena dengan

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 44

    Setelah pencarian panjangku dan melupakan sejenak keterkejutanku mengenai kehadiran Michael di tempat ini, akhirnya aku menemukan orang yang kucari. Kulihat wanita targetku itu tengah bercengkrama dengan Chris dengan akrabnya di tengah para tamu lainnya.Chris benar-benar sangat lihai sekali mendekat

  • Terpikat Pesona Berondong Targetku   Chapter 43

    Setelah mengobrol singkat di tempat makan itu, aku dan Viona memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami. Viona sempat menawarkan tumpangan ke rumahku, tapi karena Chris sudah memerintahkanku untuk pergi bersamanya, aku pun menolak tawarannya."Ingat! Untuk besok, tak perlu mempersiapkan apa-apa, Kau

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status