Beranda / Fantasi / The Empress / 14. Jejak Utara

Share

14. Jejak Utara

Penulis: Lord Devil
last update Tanggal publikasi: 2026-05-22 12:00:32

Perintah Qin Lang turun sebelum matahari mencapai puncak langit.

Tidak ada genderang perang yang dipukul.

Tidak ada pengumuman besar di alun-alun kerajaan.

Tidak ada pejabat yang diberi kesempatan untuk berdebat di aula istana.

Namun semua orang yang cukup lama tinggal di Kerajaan Yi tahu, ketika Qin Lang memberi perintah dengan suara sedingin itu, sesuatu yang besar sedang bergerak.

Gerbang bagian utara diperketat.

Pengawal pribadi raja dipanggil dia

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • The Empress   74. Surat dari Negeri Han

    Pos perbatasan tua yang menghadap jalur dagang menuju negeri han, wilayah yang selama ini tidak ikut campur dalam urusan lima kerajaan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seekor elang hitam menjatuhkan surat yang ditulis dengan tinta biru, warna yang hanya dipakai keluarga penguasa Negeri Han. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Negeri Han menawarkan bantuan, tetapi Qin Lang curiga bantuan yang datang terlalu cepat selalu membawa ha

  • The Empress   73. Mahkota Kabut

    Aula kecil kota huan yang dindingnya penuh lukisan burung api tanpa kepala, peninggalan kuil tua sebelum kota itu ditinggalkan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Hua Ning tiba-tiba bersuara lagi, tetapi kata-katanya bukan miliknya sendiri. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Menara Kabut menginginkan Mahkota Kabut, benda yang mampu meminjam nama korban untuk membuka gerbang kedua. Dalam dunia mereka, musuh jarang datang dengan waja

  • The Empress   72. Putri Phoenix

    Kemah darurat di pinggir lembah, di mana para tabib, prajurit, dan anak-anak korban dipisahkan oleh lingkaran garam penahan kabut seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun gelar putri Phoenix menyebar lebih cepat daripada perintah Qin Lang untuk merahasiakannya. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena utusan dari lima kerajaan mulai melihat Wang Yin bukan hanya sebagai ratu yang bangkit, tetapi sebagai kunci politik yang bisa diperebutkan. Da

  • The Empress   71. Orang yang Mati di Balik Gerbang

    Ambang gerbang phoenix yang terbuka di lembah barat kota huan, ketika kabut merah muda menggantung rendah seperti tirai yang enggan disingkap seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seseorang yang selama ini dicatat mati dalam arsip Kerajaan Yi berdiri di balik gerbang dan memanggil Wang Yin sebagai putri Phoenix. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena rombongan Qin tidak tahu apakah sosok itu penyelamat, saksi, atau awal jebakan baru yang

  • The Empress   70. Gerbang Phoenix Terbuka

    Lembah barat kota huan yang dipenuhi kabut tipis, batu hitam, dan akar pohon merah tua yang tumbuh seperti urat di tanah seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Gerbang Phoenix tidak berdiri megah seperti legenda, melainkan terbaring di lereng batu seperti luka besar yang belum pernah dijahit. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tida

  • The Empress   69. Mahkota yang Tidak Dipakai

    Alun-alun kota huan yang berubah menjadi ruang sidang terbuka antara rakyat, prajurit yi, utusan lima kerajaan, dan anak-anak korban seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. para utusan menuntut satu orang disalahkan agar perjanjian lima kerajaan tetap terlihat bersih. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia te

  • The Empress   6. Kunjungan

    Beberapa bulan kemudian, Qin Lang memutuskan untuk mengajak kedua anaknya berkunjung ke Kerajaan Ling. Li Yan, sepupu Wang Yin menikah dengan pangeran mahkota, Xiao Zixuan dan dia hendak membawa si kembar bertemu dengan bibi mereka.Barangkali bisa memberikan sedikit informasi yang lebih soal Wang Y

  • The Empress   5. Bukit Ying

    Setelah lelah membaca cerita yang dituliskan oleh Qin Lang, Qin Lian merasa mengantuk dan tertidur dengan kepalanya di atas buku tebal itu."Qin Lian apa yang kau lakukan?" Qin Yue terkejut mendapati adiknya malah mengiler di atas buku kesayangan ayah mereka itu."Kenapa? Aku kenapa?" tanya anak itu

  • The Empress   4. Pesona Pria Itu

    Sebelum, pernikahan Qin Lang dan Wang Yin dilaksanakan semua pihak merasa senang dan bahagia. Kecuali Liu Ji yang merasa dirinya lebih tampan dan gagah dibandingkan manusia es itu."Mengapa dia memilih pangeran biasa saja dibandingkan aku?!" teriak Liu Ji tidak terima dengan keputusan Wang Yin yang

  • The Empress   3. Seorang Pria dari Jauh

    Suasana kamar pangeran mendadak riuh, Qin Lian sibuk mencari baju zirahnya dan mengenakannya.Tak hanya itu, dia juga mengambil pedangnya yang diasah dan diukir mirip seperti milik ibunya, Pedang Hong.*Pedang Hong : merah sesuai dengan warna sarungnya."Qin Lian mau ke mana?" tanya Qin Qiu terkejut

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status