LOGINDi Akademi Aethelgard, Upacara Manifestasi adalah momen penentu nasib di mana setiap remaja mendapatkan Job Class dan artefak suci. Raka, sang jenius taktis dengan rekam jejak fisik sempurna, diprediksi akan menyandang gelar legendaris seperti Dragon Knight. Namun, saat cahaya merah muda pucat muncul menggantikan pendar emas yang diharapkan, seluruh aula terdiam sebelum akhirnya meledak dalam tawa penghinaan. Alih-alih pedang pusaka, Raka justru mendapatkan sebuah botol susu plastik dengan Class pengasuh bayi peringkat F: Babysitter. Kehancuran reputasi Raka terjadi dalam sekejap; dari harapan bangsa menjadi bahan lelucon publik dengan skill konyol seperti "Ganti Popok Instan." Sementara dua sahabatnya, Elena dan Tama, melesat menjadi pahlawan Rank SS, Raka harus menelan pil pahit menghadapi kenyataan bahwa dunia sihir dan pedang seolah tidak memiliki tempat bagi seorang pengasuh. Namun, di balik nama kelas yang dianggap remeh, tersimpan anomali sistem yang tidak disadari siapapun. Botol susu di tangannya bukanlah sekadar alat bantu bayi, melainkan artefak dengan potensi pertumbuhan tanpa batas yang mampu menjinakkan entitas paling berbahaya sekalipun.
View MoreBab 1: Anugerah
Di Aula Besar Akademi Aethelgard, sebuah monolit kristal kuno berdiri tegak, siap memancarkan takdir bagi setiap orang berusia 20 tahun. Hari ini adalah Upacara Manifestasi. Hari di mana para murid akademi akan diberikan "Anugerah”. Di barisan paling depan, tiga sahabat karib berdiri: Raka Nightfall, Elena Isabella, dan Bima Ironheart. Di antara mereka bertiga, Raka adalah Murid Jenius yang diakui oleh seluruh instruktur. Bahkan, Raka diprediksi mendapatkan kelas legendaris seperti Dragon Knight atau Archmage. "Jangan tegang begitu, Raka," bisik Elena, meski jemarinya sendiri gemetar hebat. ". Raka hanya mengangguk tipis. Matanya fokus ke depan. "Selanjutnya, Elena Isabella!" teriak sang Pendeta Tinggi. Elena melangkah maju dengan keanggunan seorang putri dari keluarga penyihir agung. Saat telapak tangannya menyentuh kristal, sebuah ledakan cahaya biru safir menyelimuti seluruh ruangan. Dari pusaran cahaya itu, muncul sebuah tongkat kayu hitam dengan permata yang memancarkan aura dingin yang agung. [Nama: Elena Isabella] [Class: High Mage (Rank SS)] [Artefak: Staff of Eternal Frost] "Luar biasa! Rank SS pertama dalam sepuluh tahun terakhir! Darah Isabella memang tidak pernah mengecewakan!" gumam seluruh aula dengan nada penuh kekaguman. "Selanjutnya..Bima Ironheart!" Belum sempat kekaguman mereka reda, Bima melangkah maju dengan penuh percaya diri. Kali ini, cahaya emas yang membutakan memenuhi ruangan seolah matahari jatuh ke tengah aula. Sebuah pedang panjang dengan ukiran sayap malaikat muncul di genggaman ksatria muda itu. [Nama: Bima Ironheart] [Class: Holy Knight (Rank SS)] [Artefak: Excalibur Sword] "Dua Rank SS dalam satu angkatan? Ini sejarah! Nama Ironheart memang pantas menyandang pedang suci!" sorak para instruktur. Lalu, suasana mendadak hening total saat nama terakhir dipanggil. "Raka Nightfall!" Seluruh mata tertuju padanya. Raka melangkah dengan mantap. Dia menarik napas panjang, lalu menyentuhkan tangannya ke kristal. Detik pertama, tidak ada yang terjadi. Detik kedua, sebuah getaran terasa hingga ke fondasi gedung. Detik ketiga, cahaya merah muda yang lembut muncul. Cahaya itu meredup, dan di tangan kanan Raka yang kekar, muncul sebuah botol susu berwarna pink [Nama: Raka Nightfall] [Class: Babysitter (Rank F)] Hening sejenak. Satu detik... dua detik... lalu ledakan tawa keras mengguncang aula. "Babysitter?! Hahahaha! Raka Nightfall si jenius jadi pengasuh bayi?" teriak salah satu murid. Wajah Raka pucat pasi. Tangannya yang terbiasa memegang pedang latihan kini terasa sangat asing menggenggam botol plastik tersebut. Menjadi Rank F adalah adalah lelucon yang paling kejam dari semesta. Elena dan Bima segera berlari menghampiri. "Raka... ini pasti ada yang salah dengan kristalnya," bisik Elena Isabella. "Iya, Ka! Jangan dengarkan mereka.Kami yang paling tahu kehebatanmu," tambah Bima Ironheart. Raka hanya tersenyum kecut. Dia melihat kedua temannya yang kini berdiri di puncak hierarki sosial, sementara dia terjerembap ke dasar yang paling gelap. "Yah... mau bagaimana lagi," ujar Raka lesu sambil berbalik. "Mungkin kalau nanti kalian punya anak, kalian bisa titipkan padaku. Aku akan jadi pengasuh yang hebat untuk anak kalian." Raka berjalan menjauh, langkahnya berat, melewati bayang-bayang lorong. punggungnya terlihat begitu layu dan matanya sedih. Elena dan Bima terdiam, menatap punggung sahabat mereka. Tiba-tiba, sebuah kaki menjegal langkahnya. Raka tersentak, namun berkat refleks fisiknya yang tinggi, dia berhasil menyeimbangkan diri. "Ups, sorry. Gak liat ada babysitter lewat," ujar sebuah suara sinis. Raka menoleh. Itu adalah Marco, seorang siswa bertubuh kekar. Di tangan Marco, berkilau sebuah kapak ganda pendek. [Nama: Marco] [Class: Berserker (Rank B)] "Dirimu dulu sombong sekali, Sekarang? Kau cuma sampah Rank F. Mau ngapain di sini? Nyari bayi buat diasuh?", ledek Marco, dikelilingi oleh antek-anteknya yang tertawa. Marco mendorong bahu Raka keras-keras. "Woy, denger gak?! Sadar diri dong. Rank F gak pantes ada disini!" Kemarahan mulai mendidih di dada Raka. Bertahun-tahun dia berlatih keras, penghinaan Marco sudah keterlaluan. Raka mengepalkan tangannya. "Cukup, Marco." "Oh, babysitter kita marah? Mo ngapain ha?” Marco tertawa terbahak-bahak, mengangkat kapaknya provokatif. Tepat saat Marco hendak mendorong Raka lagi, sesuatu terjadi. Wajah Raka tiba-tiba berubah. Matanya yang biasa tajam dan waspada, mendadak menjadi teduh, namun memancarkan otoritas yang mutlak dan tak terbantahkan. Aura merah muda pucat yang lembut namun masif meledak dari tubuhnya. [Skill Passive: Dominant Nanny Aktif!] Di mata Marco, dunia tiba-tiba berputar. Sosok Raka yang tadinya lebih pendek darinya, mendadak tumbuh menjadi raksasa yang menjulang tinggi, menutupi langit-langit aula. Aura Raka terasa sangat protektif, namun sekaligus siap memberikan hukuman berat. Marco merasa tubuh kekarnya mengecil. Keberanian 'Berserker'-nya menguap entah ke mana, digantikan oleh perasaan tak berdaya yang amat sangat, seperti seorang balita. Lutut Marco gemetar. Dia ingin menangis, tapi suaranya tercekat. Raka, yang di mata orang lain masih berukuran normal namun memancarkan aura aneh, menatap Marco dengan tatapan "Kecewa". "Sepertinya ada yang butuh ganti popok", gumam Raka, matanya tertuju pada armor lempeng baja tebal yang dikenakan Marco. Raka menjentikkan jarinya. [Skill Active: Instant Diaper Change Aktif! Target: Marco] POOF! Sebuah kepulan asap putih berbau bedak bayi memenuhi area di sekitar Marco. Saat asap menipis, seluruh aula menjadi hening total. Mata semua orang melotot, rahang mereka jatuh. Marco, si Berserker Rank B dengan tubuh atletis, masih berdiri di sana. Kapaknya masih di tangan. Tapi, seluruh armor bajanya-pelindung dada, pelindung kaki, gauntlet-semuanya lenyap. Sebagai gantinya, Marco kini hanya mengenakan kaos putih dan sebuah popok motif beruang kecil warna-warni yang menggembung lucu. Marco meraba bagian pinggangnya yang berbunyi kresek kresek. Wajah Marco yang sombong, perlahan berubah menjadi pucat pasi, “Benda apa ini ?” BersambungBab 149 – FittingKereta milik Putri Amanda perlahan memasuki kawasan keluarga Goldglave.Semakin jauh mereka masuk, pemandangan di sekitar berubah drastis.Jalanan batu yang tertata rapi.Deretan taman mawar bermekaran di kedua sisi jalan.Air mancur marmer menghiasi halaman depan.Tak lama kemudian...Gerbang besi hitam perlahan terbuka.Di baliknya berdiri mansion megah tiga lantai dengan pilar-pilar putih menjulang tinggi. Dindingnya dihiasi ukiran emas yang elegan, sementara jendela-jendela kaca besar memantulkan cahaya matahari sore.Di sisi kiri mansion berdiri butik keluarga Goldglave yang terkenal di seluruh Kerajaan Aethelgard.Raka menghentikan langkahnya."...""Wow..."Kael tersenyum kecil."Selamat datang di rumahku, Kak."Raka masih menatap bangunan itu."Kael...""Ini rumahmu?""Iya."Raka menganggu
Bab 148 — DesignMatahari mulai condong ke barat.Suasana Momo Cafe perlahan kembali tenang setelah kesibukan sejak pagi.Veronica dan para pengawalnya telah kembali menuju Serikat Dagang Aethelgard.Anna juga sudah selesai memanggang Banana Biscuit terakhir untuk hari itu.Sementara itu, Frans telah berpamitan untuk mengantarkan sampel ke Guild Petualang.Kini, hanya tersisa keluarga kecil Momo Cafe.Raka menghela napas panjang."Hari ini benar-benar sibuk."Jack tertawa kecil sambil menyandarkan cangkul di bahunya."Padahal kita baru panen pisang."Marco mengangguk."Siapa sangka buah itu langsung berubah jadi produk baru."Bima ikut tertawa."Aku masih penasaran bagaimana rasanya kalau dijadikan kue lain."Anna yang sedang membereskan dapur tersenyum kecil."Masih banyak yang bisa dicoba.""Mungkin nanti."Amanda yang se
Bab 147 — Ketua GuildSuasana Guild Petualang Aethelgard tetap ramai seperti biasanya.Para petualang memenuhi aula utama.Sebagian baru kembali dari dungeon.Sebagian lagi sedang memilih quest di papan misi.Di tengah keramaian itu...Seorang pria bertubuh kekar dengan rambut cokelat tua dan janggut tipis masih memegang sepotong Banana Biscuit di tangannya.Namanya...Roland Blackwood.Ketua Guild Petualang Aethelgard.Pria yang telah memimpin Guild selama belasan tahun.Ia terkenal ramah kepada para anggota, tetapi tidak ada satu pun petualang yang berani membangkang saat ia mulai serius.Roland kembali menggigit biskuit itu.Kress."...""Enak."Namun beberapa detik kemudian...Ia mengepalkan tangan kanannya."Hm?"Tatapannya berubah."Badanku...""...terasa lebih kuat."Frans tersenyu
Bab 146 — SampelMatahari mulai meninggi di atas Kota Aethelgard.Sebuah kereta kuda berlogo Serikat Dagang Aethelgard melaju perlahan meninggalkan Distrik Satu.Di dalam kereta...Lady Veronica masih memandang keluar jendela.Namun pikirannya sama sekali tidak berada di jalanan kota.Yang terus terbayang justru sosok seorang pemuda berambut hitam yang beberapa saat lalu berkata dengan tenang."Paket bekal petualang..."Veronica tanpa sadar tersenyum tipis.Dayang yang duduk di hadapannya langsung memperhatikan perubahan ekspresi itu."Nona..."Veronica menoleh."Ada apa?"Dayang itu tersenyum usil."Ini pertama kalinya saya melihat Nona suka seorang pria."Veronica langsung mengernyit."Aku tidak suka pria itu."Dayang mengangguk pelan."Kalau begitu...""Kenapa tadi Nona tersenyum sendiri?"Veronica terd
Bab 78: Harga Sultan Di tengah himpitan tekanan aura emas [Royal Dragon Pressure] yang membuat paving blok pelataran arena retak halus, Raka Nightfall tetap berdiri tegak. Dengan celemek beruang kesayangannya yang berkibar pelan, ia justru melipat kedua lengannya dengan santai, memancarkan
Bab 64: Resonansi Sang Naga "Di sudut kiri, Cahaya Aethelgard, BIMA IRONHEART! Dan di sudut kanan, Matahari Solaris, PRINCE LEONIDAS!" suara penyiar menggelegar ke seluruh penjuru stadion. Sorak-sorai penonton kembali pecah, Jika pada pertandingan Elena melawan Seraphina tribun dikuas
Bab 61: Tenang Sebelum Badai Ribuan penonton telah dievakuasi dengan pengawasan ketat, meninggalkan kursi-kursi kosong yang tampak membisu menyaksikan kawah kehancuran di pusat arena. Di tengah kawah itu, Duke Valerian Isabella berdiri dengan jubah Archmage-nya yang berkibar pelan. Wa
Bab 55: Penyamaran Fajar baru saja menyingsing di ufuk timur Akademi Aethelgard. Hari kedua babak penyisihan Turnamen Akbar seharusnya dimulai beberapa jam lagi, namun area di luar gerbang Colosseum utama sudah dipenuhi oleh lautan manusia. Bukan untuk pemanasan atau menyusun strategi,






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviewsMore