Home / Fantasi / The Empress / 29. Bulan Merah

Share

29. Bulan Merah

Author: Lord Devil
last update publish date: 2026-06-05 09:57:24

Wajah Liu Ji di dalam cermin hitam membuat seluruh ruang makam membeku.

Bertahun-tahun nama itu hidup seperti hantu di keluarga Qin. Ia disebut sebagai pengkhianat, pemberontak, penyebab Wang Yin tertidur, penyebab Qin Lang kehilangan hampir seluruh keluarganya, penyebab Qin Lian dan Qin Yue lahir tanpa pelukan ibu. Namun selama ini, ia selalu terasa jauh. Seperti luka lama yang berdarah setiap kali disentuh, tetapi tidak lagi memiliki tubuh.

Malam itu, tubuh luka itu membuka ma

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • The Empress   59. Jejak di Kertas Abu

    Ruang arsip terbuka yang masih dijaga tiga lapis prajurit setelah insiden dupa perak seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. kertas abu peninggalan Qin Jun yang dulu dianggap surat pengakuan ternyata menyimpan lapisan tulisan kedua. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menjadi raja cukup lama untuk ta

  • The Empress   58. Dewan Lima Kerajaan

    Aula besar kerajaan yi yang untuk pertama kalinya menerima bendera lima kerajaan sekaligus setelah tragedi bulan merah seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. setiap kerajaan datang dengan wajah berduka, tetapi tidak semua duka datang tanpa kepentingan. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menjadi raj

  • The Empress   57. Tamu Bernama Hua Ning

    Paviliun tamu bagian timur, tempat rombongan kerajaan zhao diberi tempat tinggal dengan penjagaan sopan tetapi ketat seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Hua Ning tidak berbicara sejak memasuki Kerajaan Yi, namun matanya terlalu sadar untuk disebut anak yang hanya trauma. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab

  • The Empress   56. Resep Rahasia Qin Yue

    Ruang obat istana yang dipenuhi gulungan resep, mangkuk tanah liat, akar kering, dan bau pahit yang melekat di dinding seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Qin Yue menemukan satu resep lama yang tidak pernah dicatat dalam buku pengobatan resmi untuk merawat tubuh Wang Yin selama koma. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak lang

  • The Empress   55. Pedang Pertama Qin Lian

    Lapangan latihan belakang istana yang masih basah oleh embun dan penuh bekas kaki prajurit muda seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Qin Lian datang membawa pedang kayu terlalu besar dan keyakinan yang jauh lebih besar daripada tubuhnya. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung menjawab. Ia telah menjadi raja cukup lama

  • The Empress   54. Paviliun Pemulihan

    Paviliun lama yang dulu menjadi kamar koma wang yin dan kini diubah menjadi tempat tinggal sementara bagi anak-anak korban seharusnya memberi keluarga Qin kesempatan untuk bernapas. Akan tetapi, kerajaan yang baru saja selamat dari bulan merah tidak langsung berubah menjadi rumah yang tenang. Abu lentera masih menempel pada batu sungai, para penjaga masih menoleh dua kali setiap kali mendengar bunyi langkah asing, dan para pelayan masih berbicara lebih pelan ketika melewati kamar Wang Yin. Tidak ada yang mau mengucapkan kata bahaya, seolah kata itu sendiri bisa memanggil musuh baru. Namun justru dalam kesunyian seperti itulah tanda-tanda kecil biasanya datang. Qin Lian menolak menyebut tempat itu paviliun sakit karena menurutnya anak-anak tidak boleh merasa seperti barang rusak. Kalimat itu terdengar sederhana, tetapi bagi orang-orang yang baru melewati makam, ritual nama, dan pengkhianatan, pertanyaan sederhana bisa lebih menyakitkan daripada pedang.Qin Lang tidak langsung

  • The Empress   38. Benteng Cermin

    Benteng hitam yang memantulkan wajah masa lalu menjadi tempat pertama Bab 38 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetapi semua

  • The Empress   32. Gerbang yang Lama Terkunci

    Jalan besar menuju gerbang utara yang dipenuhi rakyat menjadi tempat pertama Bab 32 bergerak. Setelah seluruh luka bulan merah mulai terbuka, tidak ada satu pun orang di keluarga Qin yang benar-benar memiliki kesempatan untuk beristirahat. Qin Lang masih menyimpan wajah dingin seorang raja, tetap

  • The Empress   26. Harga Sebuah Pintu

    Suara dari dalam peti batu bukan suara laki-laki atau perempuan.Ia terdengar seperti ribuan orang berbisik dari balik dinding yang sama. Ada marah di dalamnya. Ada lapar. Ada kesedihan yang sudah terlalu lama membusuk sampai berubah menjadi kutukan."Berikan pengganti."Kata

  • The Empress   16. Saudara yang Hilang

    Lorong bawah tanah itu terbakar dari dalam.Asap hitam merayap di langit-langit rendah seperti makhluk hidup, mencari celah untuk keluar. Api menjalar di sepanjang garis minyak yang sengaja dituangkan di lantai batu, menyambar kain-kain tua, rantai berkarat, dan tumpukan kayu kering yang r

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status