Masuk“Kalau kau ingin tetap hidup, rawatlah lima suami buas itu dengan cinta dan kasih sayang!” Vania terbangun di penjara bawah tanah—diracun, dicekik, dan hampir dibunuh oleh tunangannya sendiri. Lebih buruknya lagi, ia terjebak dalam tubuh Violetta, villainess kejam yang terkenal karena menyiksa lima Abyss. Untuk bertahan hidup, Vania harus membuat kelima suami buasnya itu mempercayainya, melindunginya, dan tidak membunuhnya lebih dulu.
Lihat lebih banyakWUSHHH!Angin fajar yang dingin menyapu sisa-sisa debu vulkanik di Kawah Draconis. Sinar matahari pagi mulai mengintip dari ufuk timur, memantulkan cahaya pada kubah perak raksasa yang masih berdiri kokoh di tengah kawah yang mengering.Di dalam kubah tersebut, pendaran magis perlahan memudar."Akhirnya pagi tiba," suara serak dan berat milik Orion memecah keheningan. Ia menyeringai puas, menatap Vania yang terbaring dengan napas teratur di lengannya. "Bagaimana rasanya menaklukkan naga purba, Panglima?""Tutup mulutmu dan singkirkan tangan besarmu dari pinggangku, Kadal," gerutu Vania. Tubuhnya terasa remuk, namun anehnya, aliran mana di dalam pembuluh darahnya terasa luar biasa jernih dan kuat."Kau merendahkan suamimu sendiri setelah malam yang begitu panjang?" Orion terkekeh. Ia menjentikkan jari kanannya ke udara.TRING!Seketika, serpihan cahaya perak berkumpul, menenun dirinya sendiri menjadi sebuah gaun sutra berwarna hitam elegan yang langsung membalut tubuh Vania dengan semp
TET... TET... TET!Layar Administrator terus menjerit brutal. Angka hitungan mundur berwarna merah darah memantul dengan jelas di sepasang mata menyala milik Orion.[Waktu tersisa: 90 Detik!]"Lepaskan pinggangku, Kadal Sombong!" desis Vania tajam.Tangannya memukul dada bidang Orion yang kini terasa sepanas besi tempa. Namun, pukulan itu sama sekali tidak menggeser posisi sang Kaisar."Kau memukulku, Istriku? Di saat kau tahu nyawamu dan nyawa seluruh benua ini bergantung sepenuhnya pada milikku?" Orion menyeringai liar. Hawa panas dari tubuh polosnya yang keras dan padat semakin membakar udara di sekitar mereka."Waktu kita hanya sebentar, Sayang. Kau mau mati menjadi tumpukan debu bersamaku, atau mendesah di bawahku dan membiarkan naga ini menaklukkanmu?" tantang Orion."Jangan mimpi! Kalaupun kita harus melakukan ritual konyol ini, aku yang akan memegang kendali!" Vania membalas tak kalah angkuh, matanya berkilat ungu menantang."VIOLETTA! JANGAN LAKUKAN!" raung Lycan dari luar ba
"Kita harus ke kawah! Sebelum telur ini gagal menetas!" seru Aegir. Trisula di tangannya bergetar hebat saat hawa dingin yang tak wajar mulai merembes dari cangkang obsidian tersebut.TING![Peringatan Kritis! Penurunan suhu drastis pada wadah Kaisar!][Jantung naga akan membeku dalam waktu 60 detik jika tidak direndam dalam Api Hitam!]Layar Administrator berkedip merah darah di depan wajah Vania."Gargantua! Abaikan armada lalat besi itu! Menukik lurus ke arah kawah sekarang juga!" perintah Vania mutlak, suaranya sedingin es membelah deru badai."Pegangan yang kuat, Istriku!" raung Gargantua.WUSHHH!Raksasa chimera itu melipat sayap magmanya dan terjun bebas layaknya meteor, membelah lautan awan Kimerik menuju gunung berapi raksasa di daratan bawah."Semua unit balista! Bidik telurnya! Hancurkan sebelum mereka mencapai kawah!" teriak Jenderal Darius dari anjungan kapal Kekaisaran.TRATATATATA!Puluhan tombak baja melesat membelah udara. Namun, sebelum Zephyr atau Lycan sempat mena
Angin di ketinggian mendadak berhenti berembus. Gargantua berhenti mengepakkan sayap magmanya. Tubuh raksasa itu melayang kaku di udara, matanya membelalak menatap bayangan raksasa di hadapan mereka. Bayangan itu tidak bergerak sedikit pun. Namun... anehnya, seluruh awan merah di sekelilingnya terus berputar dan beriak. "Tunggu dulu," gumam Vania, matanya menyipit menembus debu Kimerik yang tersisa. "Itu bukan awan.""Apa maksudmu, Istriku?" tanya Zephyr, nada suaranya kehilangan unsur bercanda. "Jelas-jelas itu awan badai...""Bukan," potong Lycan dengan suara serak. Bulu peraknya berdiri tegak. "Awan itu tidak bergerak mengelilinginya. Awan itu... adalah sayapnya."Seketika, kengerian murni menyelimuti mereka. Makhluk itu begitu masif hingga kepakan sayapnya menciptakan ilusi cuaca di langit Kimerik. TING!Layar Administrator yang biasanya langsung memberikan informasi dengan nada sok tahu, kali ini berkedip-kedip tak menentu. Warnanya berubah dari emas, merah, hingga abu-abu st
Warning! Adegan Nganu!Hyper Lycan. **Lycan menggeram pelan, suaranya penuh kepuasan mendengar pengakuan Vania. Tangannya masih mencengkeram pinggul istrinya dengan kuat, batangnya masih tertanam sepenuhnya di dalam tubuh yang masih bergetar.“Bagus… sangat bagus,” bisik Lycan di telinga Vania.
“Jangan…” Vania mencengkeram punggung Aegir kuat-kuat, kuku-kukunya menekan kulitnya. Suaranya parau dan penuh nafsu."Tetap di dalam… diam dulu. Lubangku belum terbiasa… rasanya terlalu penuh.”Vania menggigit bibir, napasnya tersengal. “Thalassus-mu yang tebal ini… setiap tonjolannya menekan dind
“Ugh! Air! Beri aku air sekarang!”Vania memuntahkan cairan hitam itu ke lantai, terbatuk keras. “Uhuk! Tenggorokanku panas!”“Vio!” Aegir panik, menyodorkan segelas air. “Apa kau keracunan? Tolong jangan mati!”Vania meneguk air itu rakus.“Menarik,” Zephyr menyipit. “Apakah ekstrak jamurnya terla
"Kenapa... kenapa kau peduli pada sisikku?" Tanya Aegir saat hendak menyesap darah Vania. "Karena kau bilang kau cantik. Aku ingin membuktikannya. Aku ingin melihat sisikmu tumbuh kembali. Aku ingin melihat siripmu yang indah mengembang di dalam air... agar aku bisa melihatmu berenang dengan bebas
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan