LOGINKegugupan Alina membuat kesabaran Nightroe kehilangan sumbu untuk menunggu lebih lama. Langkah lebarnya segera menepi. Pintu kamar mandi terbuka sangat lebar. Dia melewati ambang pembatas di sana. Namun, kemudian tertahan mendapati sebuah pemandangan mengejutkan.
Darah di tubuh Nightroe seakan berhenti mengalir. Butuh waktu cukup lama memahami situasi yang mengambang secara brutal. Kebodohan seperti apa lagi ... coba Svanna lakukan? Sialan! Kegelisahan segera menyelinap di“Anda benar – benar cantik.” Komentar Alina mendadak meninggalkan keraguan di benak Svanna sekadar melangkahkan kaki keluar kamar. Dress pemberian Russol Sullivan memiliki beberapa bagian terbuka dan benar – benar memperlihatkan area punggung, apalagi bagian dada yang cukup rendah. Dia tidak terbiasa harus memulai sesuatu yang bahkan tidak begitu diketahui. Bertanya – tanya apakah nanti kehadirannya akan membuat semua orang tidak nyaman? “Kau yakin tidak apa – apa seperti ini?” tanya Svanna memastikan. Dia sedikit ingin menolak saat Alina meminta izin untuk mengikat sebagian rambutnya, tetapi tidak ada kata terungkap ketika semua berakhir seperti yang sedang mereka perhatikan; pantulan di dalam cermin. Lekuk tubuh terlihat cukup jelas. Svanna takut membayangkan bagaimana reaksi Nightroe nanti. Apakah pria itu akan marah dan terus menganggap dia seperti jalang? “Saya sangat yakin, Ms. Tuan Sullivan pasti akan bangga saat melihat dress pemberian darinya begitu sempurna
“Anda yakin akan mengenakan dress ini, Ms? Apakah nanti tidak melukai perasaan Tuan Russol Sullivan, karena beliau sendiri yang menyiapkan dress khusus untuk Anda?” Perhatian Svanna menyorot pantulan wajah Alina di depan cermin. Dia yakin tidak ada yang salah dari dress satin dan sentuhan polos miliknya. Mungkin memang perlu melakukan beberapa hal untuk diselesaikan. Sebagai ganti, dress pemberian Russol Sullivan akan dibawa bersama mereka, termasuk Alex yang akan menyetir nanti. Svanna berencana mengembalikan dress tersebut kepada ayah mertuanya untuk beberapa alasan yang dia rasa masih bisa diterima dengan baik. “Kau tenang saja. Ayah Nightroe akan mengerti kalau aku tidak terbiasa dengan hal – hal seperti ini,” ucap Svanna sambil tersenyum tipis. Benar, paling tidak, sesuatu dalam dirinya masih butuh adaptasi serius. Russol Sullivan akan mengerti—tanpa berusaha memaksakan kehendak. Pria paruh baya itu tidak seperti Nightroe. Suatu hal yang akhirnya Svanna sadar
“Ms, apa Anda di dalam?” “Barang – barang pemberian tuan besar Sullivan tertinggal di luar. Saya membawakannya untuk Anda.” Svanna berulang kali mengerjap saat suara Alina dari luar menarik seluruh perhatiannya ke permukaan. Tidak dimungkiri, perlu waktu beberapa saat sekadar memahami situasi di sekitar. Masih dengan kamar dan ranjang yang sama. Dia tidak pernah sadar bahwa akan tertidur, kemudian terbangun dengan keadaan cukup kacau; rambut teracak berantakan, demikian pula matanya terasa panas membengkak. “Ms?” Lagi. Suara Alina seakan benar – benar mendesak Svanna supaya mengambil tindakan dengan cepat. Dia terkesiap—menyadari satu tindakan yang terlupakan. Nightroe merobek kain – kain yang merekat di tubuhnya. Dia belum sempat melakukan apa pun untuk itu. “Tunggu sebentar,” sambil setengah berteriak, Svanna segera menginjakkan kaki di permukaan lantai kamar. Dia harus berpakaian, setidaknya. Berjalan secara tentatif ke arah lemari, lalu mengambil ap
Barangkali bukan apa – apa, selain kebencian yang dilingkupi sebuah ciuman .... Svanna meringis merasakan Nightroe menyerahkan gigitan kasar di bibir bawahnya. Sekarang dia mungkin menemukan jawaban. Hanya sekadar hukuman. Nightroe menghukumnya terhadap sesuatu yang masih menggantung di antara mereka. Apa yang dia harapkan dari kebencian yang masih menyala – nyala? Percuma. Tidak ada tempat untuk melarikan diri. Svanna bahkan hampir kehabisan pasokan udara. Sedikit bersyukur bahwa Nightroe mengerti situasi yang dia hadapi. Namun, itu tidak bertahan lama ketika pria tersebut kembali melakukan hal sama. Melumatnya, kemudian menyingkirkan sentuhan tangan yang secara naluriah hampir dia berikan—hampir menyentuh wajah suaminya. Napas Svanna tercekat ketika Nightroe mengangkat tubuhnya. Dia tidak bisa menyangkal, butuh pegangan dan bahu lebar Nightroe adalah satu – satunya ruang terbaik untuk tidak membuat situasi di antara mereka terasa kacau. Alarm
Mimisan—lagi ....Svanna tidak mengerti kata mana yang perlu dia garis bawahi. Ingin sedikit mengambil tindakan, tetapi sepertinya Nightroe sudah kembali pada setelan awal walau pria itu harus tertatih menjulang tinggi di hadapan Russol Sullivan.Ayah mertuanya benar. Cairan merah kental merembes dari hidung Nightroe, sementara tangan kasar itu berusaha menghentikan bentuk pendarahan di sana. Tidak ada satu pun kata terungkap dari mulut Nightroe. Mata sapphire pria tersebut hanya menatap tajam Russol Sullivan dan ... ke arahnya secara bergantian.Svanna menelan ludah kasar ketika Nightroe berjalan hampir sempoyongan menuju kamar. Hening seketika menjebak pekat antara dia dan Russol Sullivan. Tidak tahu apa yang bisa Svanna katakan. Benaknya bertanya – tanya apakah ada situasi tertentu lainnya yang membuat Nightroe harus kesakitan menyentuh kepala pria itu sendiri?“Apa yang terjadi kepada Nightroe?”Pada akhirnya, Svanna tak bisa menahan diri lebih lama. Memutuskan untuk mengajukan pe
Russol Sullivan sedang menunggu di sana. Secara naluriah meninggalkan ketegangan di bahu Svanna. Dia menduga – duga banyak hal buruk; tentang apa yang mungkin akan ayah mertuanya katakan mengenai situasi di sekitar. Namun, gambaran ganjil segera menyelinap saat dia juga menyadari bahwa pria paruh baya itu seperti membawa banyak perlengkapan. Di sekitar sofa sudah tersusun banyak kertas belanjaan. Svanna menelan ludah kasar ketika akhirnya memutuskan untuk melangkahkan kaki lebih dekat. “Tuan Sullivan,” panggilnya setengah gugup. Ada keabsahan di mana, ayah Nightroe terlihat begitu enggan. Pria paruh baya itu berdecak, lalu memberi isyarat supaya dia segera duduk. Benak Svanna mengingat betul: lebih baik dia menjaga sedikit jarak. Posisi saling berhadapan, setidaknya menjadi bagian paling menjanjikan. “Aku dengar kau masuk rumah sakit karena tenggelam di bak mandi?” Tidak ada basa – basi. Russol Sullvan tidak akan bisa menahan diri terlalu lama. Itu sesuatu ya
“Apa yang membuatmu sampai berpikir aku mengatakan kebohongan?” Svanna berbalik tanya. Cukup yakin ada sesuatu yang salah. Sesuatu yang merompak kebenaran di antara mereka dan tampaknya informasi di puncak kepala Nightroe diseludipi oleh kebohongan ganjil. “Apa yang kau harapkan? Kau berpik
Untuk terakhir kali, senyum Nightroe terlihat lebar. Mula – mula semua agenda tergambarkan melalui cara pria itu menerima coretan canva—mereka bahkan masih membicarakan beberapa hal kecil; seperti ketika Svanna memperhatikan ke mana Nightroe akan menyimpan lukisan tersebut. Pria itu kembali menge
Demi apa pun, rasanya Svanna ingin menghindari pelbagai kemungkinan yang sedang menunggu kewarasan Nightroe hilang, maka pria itu tak akan segan – segan mengambil tindakan buruk. Hanya tidak tahu kapan. Dokter yang membalut luka suaminya dengan perban, baru saja berpamitan pergi. Me
Suara percikan air menggema lantang sampai ke seluruh isi kamar. Meninggalkan banyak pertanyaan di benak Svanna. Dia tahu bentuk kejatuhan seperti apa di luar sana dan sedikit memahami bahwa tepat di bawah jendela dari ruang yang dia tempati, terdapat sebentuk kolam besar. Pernah ada keingi







