Share

Peringatan

Penulis: Sayonk
last update Tanggal publikasi: 2026-06-02 15:24:54

Pada akhirnya Jasper mengikuti ucapan Ratu Estelle. Entah mengapa ia merasa Ratu Estellemeramalkan nasibnya di masa depan. Dia di bawa ke rumah yang berada di hutan. Ratu Estelle menceritakan rumah sederhana utu rumah adik angkatnya. Rumah sederhana yang selalu membuat Ratu Estelle nyaman.

Di halaman samping Asher sedang berlatih mengayunkan pedang. Dia di ajari oleh seseorang.

Ratu Estelle terkejut, seperti tidak asing meihat wajahnya. Dia menatap orang itu ternyata adalah pengawal istana
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Apa ini

    Duchess Arabella begitu kasihan pada suaminya. Ia mengerti bagaimana perasaan Ratu Estelle saat itu. Memang benar suaminya bersalah, tapi bagaimana pun juga Duke Alerix adalah ayahnya. "Ratu dia hanya ingin anda bertemu dengan ibu anda. Tidak memiliki maksud lainnya. Duke pasti ingin anda bahagia." Ratu Estelle tertawa sambil memalingkan wajahnya. "Aku tau karena dia ayah ku dan juga suami mu. Grand Duchess Arabella." Nada suaranya menekan. "Jangan karena alasan dia ayah ku lalu anda seenaknya menyuruh saya memaafkannya." Duchess Arabella dan Duke Alerix terkejut. Anak yang menunduk jika bertemu dengannya kini mengangkat wajahnya dengan dingin. Menegaskan bahwa dia tidak mudah di sentuh. "Dia tidak sudi bertemu dengan ibu ku. Jadi jangan memperlihatkan kebaikan pada ku jika memiliki niat tersembunyi." Tidak bisa ia bayangkan bagaimana menderitanya Ratu Estelle. Berusaha menjadi anak yang baik. Berusaha menjadi istri yang baik namun pengabaian yang ia dapatkan. "Ratu, ak

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Tidak di butuhkan

    Kaisar Raymond memilih berdiam diri di istananya. Masalah yang datang berturut-turut membuatnya tidak ingin keluar istana. Ada beberapa tumpukan kertas yang berada di ruangannya yang belum ia selesaikan. Bahkan pengecekan wilayah yang awalnya mengajak Ratu Estelle kini ia limpahkan pada Duke, ayah mertuanya. Rasanya begitu lelah memikirkan ucapan Ratu Estelle dan tidak membuatnya semangat. "Yang mulia ,saya ingin bertemu dengan Ratu." Tutur Duke Alerix. "Baiklah, kau boleh menemui Ratu Estelle." Ratu memang ia hukum, tapi ia tidak melarang siapa pun yang ingin menemui Ratu. "Terima kasih Yang Mulia," ucap Duke Alerix. Dia bergegas menemui Ratu Estelle. Ana pun mengatakan kedatangan Duke Alerix. Dia menyuruh Duke Alerix masuk saat Ratu Estelle telah menyuruh. "Yang Muliaa Ratu." Duke Alerix memberikan hormat. Dia menatap putrinya yang begitu dingin padanya. Tidak menyangka anak yang selalu membuntutinya semenjak kecil kini melemparkan tatapan ketidaksukaannya. Pasti dia datang k

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Pergi

    Ana masuk ke dalam ruang kerja Ratu Estelle. Dia ingin menyampaikan kedatangan budak siluman yang telah di lindungi oleh Ratu Estelle. "Yang Mulia ada yang ingin bertemu dengan anda. Dia budak yang anda lindungi." "Bawa dia masuk," ucap Ratu Estelle. Untungnya Kaisar Raymond hanya menyuruhnya di istananya tanpa keluar. Jadi ia masih bisa melakukan apa pun dan bertemu dengan siapa pun. "Yang Mulia Ratu." Ratu Estelle manatap pria di hadapannya. "Kenapa kau tidak pergi dari istana ini?" Budak cinta memang begitu. Mau di bunuh pun sama orang yang di cintainya. Dia akan memilih diam batin Ratu Estelle sambil menggelengkan kepalanya. "Yang Mulia Ratu, perlakuan saya selama ini hanya karena balas budi. Nona Helena pernah menolong saya dan saya berjanji akan mengikutinya." Ratu Estelle memutar tubuhnya. Dia menatap ke arah luar jendela. "Aku tidak ingin kau menghancurkan nyawa orang lain. Kau merelakan nyawa mu, tapi kau tidak bisa merelakan nyawa orang lain. Apa kau percaya

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Percikan api

    Kaisar Raymond membaca beberapa laporan namun pikirannya sama sekali tidak fokus. Dia membuang laporan di tangannya dengan kasar. Pikirannya tertuju pada Ratu Estelle dan ucapannya yang mengeluarkan kebencian padanya. Dia menghukum Ratu Estelle karena dia tidak suka Ratu Estelle membela budak rendahan itu. Hanya seorang budak Ratu Estelle tidak peduli dengan hukumannya. "Bawa budak itu." Geramnya sambil berteriak. Dadanya terasa panas begitu melihat Ratu Estelle membela orang lain. "Kau, budak rendahan. Kau sama sekali tidak becus. Berani sekali kau menggoda Ratu. Hukum cambuk budak sialan ini." Siluman singa itu menatap tajam Kaisar Raymond. Dia tidak akan melupakan penghinaan ini. Ia harus menjadi kuat. Suatu saat nanti ia akan membalas semuanya. Apa yang mereka lakukan akan ia bayar bekali-kali lipat. Selama ini ia diam saja karena Helena menolongnya, tapi setelah bertemu dengan Ratu Estelle yang begitu membelanya. Ia sadar, sekalipun pernah di tolong oleh Helena. Wanita itu t

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul    cambukan helena

    Prank Dada Helena naik turun, kedua matanya menatap tajam cermin yang memperlihatkan wajahnya. Pecahan vas bunga dan kaca serta alat make up berada di lantai. "Wanita sialan." Geramnya. Seharusnya ia tidak berbaik hati pada Ratu Estelle dan mempercayai ucapannya. Helena mengambil sebuah pena lalu menulis sesuatu. "Berikan ini pada David. Dia harus membantu ku memberikan pelajaran pada wanita sialan itu." "Baik Nona." Mia bergegas pergi. Helena mengusap wajahnya dengan kasar. Tidak seharusnya Kaisar Raymond menghukumnya. Seharusnya pria itu memaafkannya dan mempercayainya. Selama ini Kaisar Raymond selalu mengiyakan semua ucapannya. "Dan kau," Helena menatap pria di ujung sana. "Kau harus menerima semua kekesalan ku." Helena mengambil sebuah cambuk. Pria itu menunduk dan memberikan tubuhnya. Helena mencambuk pria itu. "Seharusnya tidak ada yang membuat ku kesal." Lima kali cambukan itu tidak membuat pria itu mengerang kesakitan. Helena pun tertawa walaupun ke

  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul   Wanita terlupakan

    Kaisar Raymond bergegas pergi tanpa mengatakan apa pun. Dia duduk di kursinya dengan hati bimbang. Kedua netranya menatap ayahnya. Pria yang ia kira setia pada ibunya dan padanya ternyata menusuk dari belakang. Dan itu di sebabkan oleh ayahnya yang menyebabkan kehancuran. "Kalau aku tidak bisa mendengarkan isi hati Ratu. Kekaisaran ini hancur karna mu ayah." Sekelibat bayangan datang memberikan hormat padanya. "Yang Mulia." "Cari tau keberadaan saudara tiriku. Apa pun yang terjadi bawa saudara tiriku." "Baik Yang Mulia." Bayangan itu pun menghilang bagaikan di telan angin. Dengan suasana hati yang resah, sakit hati dan kecewa. Tidak ada siapa pun yang tau, ia hanya bisa memendam semuanya sendiri. "Sebaiknya aku kembali lagi ke kamar Ratu. Di sana aku pasti menemukan kedamain." Sementara itu, di tempat lain. Seorang wanita mengamuk. Tanpa di sadari darah segar keluar dari telapak tangan Helena. Dadanya begitu panas dan terbakar saat mendengarkan Kaisar Ryamond tidak menemuinya

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status