Share

53

Author: Eselitaa
last update publish date: 2026-04-06 17:28:11

Sementara itu, Allan Asier dimasukkan ke dalam penjara yang tempatnya sama dengan Lunara tetapi tempatnya berbeda.

Allan terkejut saat melihat Lunara tengah tertidur sambil meringkuk. Dia mengingat kembali percakapan Arzu dan Yeshe mengenai pedang yang ditangani.

"Kenapa kau bisa tahu mengenai sihir pedangku?" gumam Allan.

Para ksatria biasanya tidak menceritakan kemampuan atasan mereka. Mungkin dari mereka ada mata-mata tetapi bahkan sampai ke Lunara. Dan dia bahkan langsung kepikiran
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   147

    Tentu saja disana ada Yeshe Aldrdige. Pria itu memperhatikan Arzu dan segera menyapanya dengan ramah. "Ada apa jenderal?" tanya Vinsent dengan nada ada sedikit ketegasan disana. "Yang mulia, mengapa kau menahan naga putih? Tolong kembalikan naga putih itu kepada lady Lunara. Kami sudah berjanji untuk tidak melakukan pengkhianatan untuk kedua kalinya jadi yang mulia seharusnya bisa mengembalikan naga putih itu kepada lady Lunara," kata Arzu dengan nada tegas dan penuh desakan. Vinsent tidak langsung mengatakan sesuatu. Justru dia beralih menatap para bangsawan yang duduk disekitarnya. Termasuk Yeshe. "Naga yang diklaim baik oleh bangsawan, rakyat, maupun pengembara yang tinggal di kekaisaran ini akan sepenuhnya menjadi milik kekaisaran, untuk kepentingan bersama. Bukan berarti kami merampasnya begitu saja, jenderal Arzu. Naga itu tetaplah dikendarani oleh Lady Lunara," kata salah satu tetua. Arzu menggelengkan kepalanya tidak setuju. "Adikku berencana melakukan per

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   146

    "Vezerg memang dikabarkan punah oleh sebagian besar botanis kekaisaran, Raga," Profesor Heinz menghela napas berat, matanya menatap cemas ke arah Lunara yang masih terbaring lemah dengan peluh dingin di keningnya. "Namun, catatan kuno di perpustakaan rahasia akademi menyebutkan bahwa tanaman itu masih tumbuh secara terisolasi di celah-celah tebing beracun perbatasan selatan. Tanaman itu menyerap racun di sekitarnya dan mengubahnya menjadi energi pemurni yang mampu menghancurkan inti sihir gelap." Zane bangkit dari tempat duduknya, raut wajahnya kembali mengeras penuh wibawa seorang Marquis. "Aku akan mengirimkan pasukan elite Windmere ke perbatasan selatan sekarang juga. Berapa pun biayanya, tanaman itu harus dibawa ke sini." "Jangan, Marquis Zane," potong Raga dengan cepat. "Pasukan elite yang bergerak dalam jumlah besar ke perbatasan selatan akan memicu kecurigaan pihak istana, terutama Putri Mahkota. Jika dia tahu kita sedang mencari penawar untuk sihir gelap ini, dia akan meny

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   145

    "Marquis Zane, saya minta maaf. Saya, adalah orang yang telah membuat keadaan lady Lunara menjadi seperti itu," kata Raga seraya menundukkan kepalanya di hadapan Zane. Tentu saja Zane tertegun untuk sejenak. Lalu tampaknya Zane segera menyadari sesuatu maka dia tiba-tiba saja menarik kerah pakaian Raga dan tangan satunya mengancam Raga menggunakan belati. "Apa yang kau lakukan padanya? Aku pernah mendengar kau sangat mencintai putriku tetapi apakah karena kau tidak bisa memilikinya, makanya kau melakukan tindakan seperti ini?" Tanya Zane dengan amarah yang meluap-luap. "Tunggu sebentar marquis Zane, tenangkan dirimu. Jika kamu sampai menyakiti Raga, para profesional bisa mengajukan hukuman untukmu kepada kaisar," kata Profesor Heinz. "Tidak profesor Heinz. Dan untuk marquis, tolong dengarkan saya terlebih dahulu," kata Raga. "Saat lady Lunara koma, itu karena saya, saya memberikan sihir hasil eksperimen saya," kata Raga. "Dan tampaknya itu menyebabkan dia hilang ingatan. Makanya

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   144

    "Jangan pikirkan kata-katanya tetapi jika kau masih punya keraguan, ingatkah ketika aku memberikan sihir yang sangat besar dan mematikan kepada Lunara?, Tampaknya itu membawa dia pada mimpi yang sangat panjang!" kata Raga. Arzu sedikit mendelikkan kedua matanya. Dia menatap Raga serius. "Mungkin saja dia pergi ke dimensi lain. Dia sempat bercerita kepadaku tadi bahwa dia pernah berhubungan dengan seseorang yang sangat berbeda dengan kita. Dia tinggal di dunia yang sangat berbeda dengan kita. Dia dikhianati oleh pria itu dan sahabatnya," kata Raga. Arzu terdiam. "Jadi dia pikir dia mengira dirinya adalah orang itu padahal dia adalah Lunara yang asli. Singkatnya, itu adalah sebabku tetapi aku bersedia bertanggung jawab. Aku akan mencoba mencari cara agar ingatannya kembali," kata Raga. "Karena sihir yang sangat besar bisa merusak otak," lanjut Raga. Arzu menggelengkan kepalanya. "Sepertinya memang benar seperti katamu. Soalnya Lunara hilang ingatan. Tetapi tidak, Rag

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   143

    "Jangan seperti itu, Lunara pernah mengatakan dia akan mencarikan salah satu untukmu," kata Lune. "Banyak yang percaya tetapi juga banyak yang menyangkal. Jika LUnara berhasil selamat dan kembali membawa itu, dia bisa menjadi seorang pahlawan," kata Arzu. "Kau dulu sangat membencinya!" celetuk Lune. "Itu karena dia benar-benar tidak bisa diharapkan. Entah apa yang mengubahnya menjadi seperti itu sekarabng," kata Arzu. "Benar. Kita bersyukur punya Lunara," kata Lune. "Jadi Arzu, setidaknya bantulah dia." "Apa?" "Ketika akan melakukan perjalanan, dia membutuhkan naga putih bukan? Kita harus mengambil kembali naga putih tanpa sepengetahuannya. Itu adalah bentuk perhatian kita kepada Lunara. Aku khawatir kita sebagai saudaranya, malah tidak melakukan apapun untuknya. Kita tidak bisa seperti ayah kita yang masih begitu murah hati pada kaisar," celetuk Lune. "Kau benar. Kalau begitu, aku akan menghadapi Duke Aldrdige," kata Arzu. "Baklah. Aku akan memimpin pasukan terb

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   142

    "Maaf Raga. Kamu tidak perlu melakukan tugas dariku. Aku...bisa melakukannya sendiri," kata Lunara. "JIka kamu berencana membunuh Yeshe, maka aku akan membantumu setelah aku mendapatkan posisi," kata Arzu. "Tampaknya Duke Aldrdige tidak menganggap kita sebagai ancaman," kata Lune. "Seharusnya dia paham bagaimana Arzu sangat berbahaya baginya bukan?" tanya Lunara. "Duke Aldridge sudah berbicara denganku. Dia mengatakan bahwa banyak sekali bangsawan yang tidak menyetujui pernikahan Arzu dengan putri mahkota. Tetapi dia bersedia mendukung kita. Dia tidak tahu banyak tentang Arzu tetapi dari pengamatannya, Arzu adalah orang yang setia terhadap kekaisaran," ucap Zane. "Namun jelas Kak Arzu sangat berbeda dengan Duke ALdrdige," kata Lunara. "Tentu saja. Lagi pula, aku lebih setia kepada keluargaku ketimbang kekaisaran. Saat jamuan teh bersama putri mahkota, aku sudah mengajukan untuk membatalkan pernikahan kami, tetapi dia tidak mengatakan apapun. Tidak. Dia mungkin meneri

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   06

    "Nona penyihir, bagaimana kalau menyicil membayarnya? Aku perlu bekerja dulu," ucap Lunara dengan sorot mata penuh harap pada nenek sihir itu.Luar biasa. Si penyihir itu tidak pernah membayangkan akan menyaksikan keadaan dimana Lunara meminta seperti ini padanya.Dan apa yang dia katakan? Bekerja

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   05

    Yeshe membaca potongan surat tersebut. Aku harap kamu menyukai hadiah dariku, tuan putri. Maaf jika aku hanya memberikan sebuah kalung tetapi aku benar-benar bekerja keras soal kalung ini. Yeshe menyipitkan kedua matanya. "Mana sisanya?" tanya Yeshe ke penyihir itu. Penyihir itu menggelengkan k

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   04

    Semua hadiah untuk putri mahkota harus melewati Duke Aldridge yang terkenal kejam yaitu Yeshe. Tapi, ada memberikan hadiah pada putri mahkota diam-diam seolah-olah menghindari pengawasan Yeshe. Berani sekali. Yeshe mengerahkan pedangnya ke kotak hadiah itu kemudian menyeragnya hingga kotak itu ha

  • Transmigrasi: Melarikan Diri dari Plot yang Menulisku Mati   03

    Di buku tersebut, diceritakan bahwa putri mahkota, sang karakter utama, sempat menyelamatkan peri dalam salah satu ekspedisinya ke suatu wilayah di kekaisaran. Setelah itu, sang putri mahkota berteman dengan peri tersebut. Diceritakan putri mahkota menjadi salah satu manusia yang berhasil bertema

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status