Short
Wanita Simpanan Pembunuh Anakku

Wanita Simpanan Pembunuh Anakku

Oleh:  MakjosTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
11Bab
2.0KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku mati, tetapi suamiku justru mengira ini hanyalah caraku menghindari perceraian. Bukan hanya terang-terangan membawa pulang cinta pertamanya ke rumah, dia juga memercayai kata-katanya, hingga mengabaikan putri kami yang tiba-tiba menghilang. Sampai akhirnya, sebagai seorang dokter forensik, dia sendiri yang membedah jenazah seorang anak kecil yang wajahnya sudah tak dapat dikenali. Saat mengetahui bahwa itu adalah putrinya, dia pun benar-benar runtuh.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Aku sudah mati. Rohku yang setengah transparan melayang di udara, menangis dan menjerit. Namun, suami yang berada di sampingku, Alden, tak bisa melihat kehancuran dan keputusasaan yang kualami saat ini. Dia mengenakan masker, sedang fokus membedah jenazah.

Alden adalah seorang dokter forensik. Pagi ini, dia menerima perintah dari atasannya untuk pergi ke lokasi pembuangan mayat di pinggiran kota guna melakukan pemeriksaan.

Meskipun sudah terbiasa melihat kematian dan TKP yang berdarah-darah, saat melihat jenazah seorang anak kecil, dia tetap merasa mual dan beberapa kali muntah kering. Matanya memancarkan rasa iba dan tak tega.

Tubuh kecil itu sudah tak lagi terlihat seperti wujudnya semasa hidup. Wajahnya berdarah-darah dan hancur tak berbentuk, di seluruh tubuhnya tak ada sepotong kulit pun yang utuh. Karena terlambat ditemukan, mayat itu sudah mulai membusuk dan terlalu menjijikkan untuk dilihat.

Setelah pemeriksaan awal, Alden membawa jenazah itu kembali ke ruang autopsi untuk dibedah secara sistematis. Gerakannya terampil dan profesional, cepat dan tegas.

Aku melayang di udara dan menyaksikan semuanya. Hatiku hancur berkeping-keping, seakan-akan mati untuk kedua kalinya.

Jika Alden tahu bahwa jenazah yang sedang dia bedah adalah putri kami, Jennah, apakah dia masih akan setenang ini?

"Usia korban sekitar enam sampai tujuh tahun, jenis kelamin perempuan."

"Bagian belakang kepala mengalami cedera jelas. Penyebab kematian kemungkinan besar adalah luka robek pada otak akibat benturan."

"Setelah kematian, tubuh korban mengalami kerusakan parah. Wajah dihancurkan dengan benda tumpul, kulit luar mengalami pembusukan berat, sidik jari nggak bisa diambil."

Alden mencatat semuanya dengan teratur, lalu menatap jenazah yang hancur itu dan menghela napas. "Entah orang gila mana yang tega menyiksa anak baik-baik sampai seperti ini."

Mendengar desahan simpati darinya, kebencian dalam hatiku justru meluap. Orang gila yang membunuh Jennah adalah cinta pertamanya yang dia bawa ke rumah, Mirae!

Kasus pembunuhan dan pembuangan mayat anak ini sangat keji. Ditambah lagi hujan yang terus turun akhir-akhir ini telah menghapus sebagian besar jejak di lokasi, membuat penyelidikan jadi semakin sulit. Seluruh tim bekerja lembur demi segera memecahkan kasus ini.

Saat Alden pulang, hari sudah hampir tengah malam. Aku mengikutinya masuk dan melihat Mirae yang menunggu di sofa. Mataku membelalak, rasanya ingin mencabik-cabik dagingnya. Wanita berhati iblis itu yang membunuh putriku!

"Alden, kenapa pulangnya malam sekali hari ini?" Mirae menyambutnya dan membantu melepas mantelnya.

"Di pinggiran kota ditemukan mayat seorang anak. Pelakunya kejam dan licik, membuat kami cukup kewalahan," jawab Alden sambil memijat pelipisnya, sehingga tak menyadari kilatan panik yang sempat melintas di wajah Mirae.

"Anak itu ... meninggal karena apa?" tanya Mirae seolah-olah penasaran.

"Mirae, jangan tanya hal seperti itu. Terlalu mengerikan, nggak baik untukmu," ujar Alden sambil merangkulnya. Tangannya mengelus perut Mirae. "Apalagi kamu lagi hamil."

Melihat pemandangan hangat itu, aku justru merasa semuanya begitu konyol dan ironis. Mirae telah membunuh putri kandungnya, tetapi dia malah mengkhawatirkan anak dalam kandungan wanita itu, bahkan rela menjadi pahlawan untuk anak orang lain!

Mengingat Jennah yang polos dan ceria, kesedihan kembali menyeruak dalam hatiku.

Pada tengah malam, setelah Mirae tertidur pulas, Alden bangun dengan hati-hati, berjalan ke balkon, lalu menekan sebuah nomor. Aku melihatnya dengan jelas, dia sedang meneleponku.

Seperti yang sudah kuduga, di seberang sana terdengar operator yang mengatakan bahwa nomorku tidak aktif. Alden mengumpat pelan, mengacak-acak rambutnya dengan kesal, lalu kembali ke kamar.

Aku tahu, dia ingin segera menghubungiku agar bisa menyelesaikan prosedur perceraian, supaya bisa cepat-cepat menikahi Mirae. Namun, dia tidak tahu kalau aku sudah mati. Mati pada hari aku pergi untuk menceraikannya.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
11 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status