تسجيل الدخول"Sedangkan di utara dipimpin oleh Keluarga Darmawan dan Keluarga Hutani yang memiliki obat-obatan ajaib.""Kebetulan, bulan lalu semua bahan yang kalian butuhkan sudah dijual Lembah Raja Obat ke Keluarga Darmawan dan Keluarga Hutani.""Tapi, Keluarga Darmawan dan Keluarga Hutani memiliki hubungan besan dengan Keluarga Prijaya. Kalau Bu Fellis dan Pak Yukta bersedia bekerja sama dengan Keluarga Prijaya, aku masih bisa bicara dengan mereka."Setelah berputar-putar begitu lama, pada akhirnya Rohit tetap mengakui semuanya."Keberanian Keluarga Prijaya benar-benar luar biasa. Kalian berani menjebak kami." Fellis sampai hampir menggertakkan gigi gerahamnya hingga hancur."Nggak sebesar keberanian kalian. Pesanan sebesar itu, tenggat waktu sesingkat itu. Kalau nggak bisa memenuhi janji harus bayar ganti rugi sepuluh kali lipat. Kontrak seperti itu pun kalian berani tanda tangani."Sudut bibir Rohit melengkung membentuk senyuman puas.Wajah Fellis menjadi muram.Suatu ketika, Arlo pernah menya
Sejak bergabung dengan Pasukan Metal Bangsa dan berhasil mencapai tingkat semi-grandmaster, inilah pertama kalinya Jondy mengalami penghinaan sebesar itu.Namun, menghadapi seorang ahli seperti Karem, bahkan Zaem tidak sanggup menahan satu jurus pun. Kalau dia ikut turun tangan, itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri.Mata Sheila dipenuhi amarah. Dia tahu, kali ini Keluarga Margono benar-benar telah mengeluarkan biaya besar dengan mengundang ahli sekuat itu.Zaem sudah terseret ke dalam masalah ini. Dia tidak boleh membiarkan Jondy ikut celaka.Sheila segera menarik Jondy yang sedang diliputi amarah, menggeleng pelan, lalu berkata dengan suara berat, "Bawa Pak Zaem kembali! Aku akan tetap di sini. Nggak akan terjadi apa-apa padaku."Mata Jondy memerah. Arlo telah memberinya kesempatan untuk berkembang, sedangkan Zaem telah membimbing dan mengangkatnya. Namun ... saat ini dia sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa."Baik." Jondy mengangkat Zaem yang sudah pingsan, lalu meninggalka
Ketika mendengar perkataan itu, Delfi langsung murka. Dia melangkah maju dan mengangkat tangan, hendak menampar Sheila.Namun, Zaem langsung menangkap lengannya. "Pak Rama, jaga sikapmu!"Delfi dipaksa mundur selangkah.Saat itulah Rama mengalihkan pandangannya kepada Zaem dan menyeringai. "Terima kasih sudah mengantar putriku pulang. Ini urusan keluarga kami, nggak pantas orang luar ikut mendengar. Pak Zaem, silakan pulang!"Zaem menyipitkan mata, menggosok kedua tangannya sambil tersenyum. "Bu Sheila datang untuk menjenguk neneknya. Setelah selesai, kami akan pergi."Rama mendecak pelan, lalu mengangkat dagunya. "Ibuku sakit parah. Sudah seharusnya dia tinggal untuk merawatnya. Pak Zaem tentu sibuk dengan tugas negara, rasanya nggak punya waktu untuk menunggu.""Bu Sheila adalah keluarga anggota militer Pasukan Metal Bangsa. Dia hanya akan tinggal kalau itu memang keinginannya sendiri." Wajah Zaem menjadi dingin saat menolak."Keluarga anggota militer? Sejak kapan Sheila menjadi kelu
Sheila mulai ragu. Jangan-jangan dirinya memang terlalu curiga?Namun, sesaat kemudian dia diam-diam menggeleng. Arlo telah membuat Harry menjadi cacat. Keluarga Saputra dan Keluarga Margono pasti tidak akan membiarkan mereka begitu saja.Mungkin memang benar neneknya sakit, tetapi kemungkinan besar Keluarga Margono juga punya rencana tersembunyi.Dengan kemampuan medis Leonard dan Kamil, mereka tidak mungkin salah mendiagnosis. Keduanya juga orang yang layak dipercaya.Kalau kondisi neneknya benar-benar bermasalah, mungkinkah Keluarga Margono meracuninya?Yang jelas, Sheila kini harus membuat pilihan. Kalau pergi, pasti ada risikonya. Kalau tidak pergi dan neneknya benar-benar meninggal dunia, dia akan menyesal seumur hidup.Kali ini Keluarga Margono benar-benar menusuk titik lemahnya, membuatnya tidak punya pilihan lain.Zaem mengetahui sebagian dari situasinya. Melihat keadaan itu, dia berkata, "Kalau Bu Sheila ingin ke sana, biar aku yang mengawalmu."Sheila tersenyum pahit. "Kalau
Anne terkekeh pelan. "Berdirilah!""Hm?" Arlo pun berdiri, lalu memiringkan kepala sambil memandang Anne.Tanpa berkata sepatah kata pun, Anne melangkah maju, memeluk pinggang Arlo, lalu memalingkan wajahnya dan mengecup pipi Arlo dengan bibir merahnya.'Sialan! Bule ini malah mengambil keuntungan dariku!'....Di Doraia, Kota Aramaya, rumah Keluarga Margono ....Rama baru saja hendak makan siang bersama keluarganya ketika seorang bawahan berlari masuk dengan tergesa-gesa."Tuan, ada dua dokter dari Provinsi Hareast. Katanya, mereka datang untuk memeriksa penyakit Nyonya Tua!"Di meja makan, Sully menggigit bibirnya pelan, tampak ingin berbicara tetapi ragu.Sejak Arlo pergi, Keluarga Margono selalu berusaha menangkap Sheila. Namun, Sheila sangat cerdas dan waspada. Dia tidak pernah meninggalkan Provinsi Hareast, bahkan kini tinggal di rumah Raja Bela Diri.Dengan perlindungan Dandy dan Zaem, semua cara yang dimiliki Keluarga Margono tidak bisa digunakan.Keluarga Margono juga sudah me
Ujung bibir Kilian berkedut. Dia tahu, ini jelas bukan perintah dari Arlo!Mengandalkan beberapa petarung untuk mengancam seorang grandmaster seperti dirinya? Bukankah itu hanya lelucon?Justru karena itulah, keterkejutan di dalam hatinya menjadi makin besar. Itu berarti Avery, tokoh inti Konsorsium Miles, benar-benar telah ditaklukkan oleh Arlo.Wanita itu bahkan secara sukarela membantu Arlo menutupi setiap celah dan membereskan setiap masalah.Di mata Avery, dirinya sebagai perwira militer Kedutaan Doraia bisa dibunuh. Bahkan pewaris takhta kerajaan pun bisa dibunuh. Semua itu hanya demi mengurangi risiko bagi Arlo?Ini benar-benar terlalu gila! Sebenarnya apa yang dilakukan Arlo kepada wanita itu?Kemudian, Kilian teringat kembali pada pemandangan saat Arlo memelesat ke langit, laksana dewa yang menurunkan api hukuman dari langit.Memikirkan itu, dia merasa Avery ditaklukkan oleh Arlo justru sangat masuk akal.Dia pun samar-samar memiliki firasat. Kekuatan tempur Arlo sama sekali t
"Keluarga Artika ini memang kekuatan lama di lingkungan militer, nggak gampang dihadapi. Aku selalu merasa diriku sudah cukup bikin onar, tapi dibandingkan denganmu, aku ini seperti anak baik!"Arlo menyadari bahwa wanita ini punya kecenderungan cerewet.Tak lama kemudian, mobil berbelok ke sana kem
Arlo menatap Zainal dengan sorot mata menyala, lalu berkata dengan suara datar, "Beri aku penjelasan, bagaimana urusan hari ini harus diselesaikan?"Zainal dipenuhi amarah dan ketidakrelaan. Setelah ragu dan mengalami pergelutan batin yang lama, dia akhirnya pasrah."Aku ... aku keluar dari Hareast.
Arlo melangkah turun dari ring dengan aura kuat yang membuat siapa pun tak berani menatap langsung. Di hadapan kekuatan mutlak, segala tipu daya dan intrik hanyalah sia-sia.Ucapan Arlo tentang "menginjak hancur langit, memusnahkan langit, bumi, dan manusia" bukanlah omong kosong. Itu tercatat jelas
Omran mengepalkan tinjunya, menatap ring dengan mata tak berkedip.Wajah Faris memerah, seluruh tubuhnya tampak gelisah. Kalau Omran hancur, dia juga pasti ikut celaka!Sheila terlihat relatif tenang. Namun jika diperhatikan saksama, di balik sorot matanya tersimpan kegelisahan. "Entah kali ini dia






