LOGINAnne terkekeh pelan. "Berdirilah!""Hm?" Arlo pun berdiri, lalu memiringkan kepala sambil memandang Anne.Tanpa berkata sepatah kata pun, Anne melangkah maju, memeluk pinggang Arlo, lalu memalingkan wajahnya dan mengecup pipi Arlo dengan bibir merahnya.'Sialan! Bule ini malah mengambil keuntungan dariku!'....Di Doraia, Kota Aramaya, rumah Keluarga Margono ....Rama baru saja hendak makan siang bersama keluarganya ketika seorang bawahan berlari masuk dengan tergesa-gesa."Tuan, ada dua dokter dari Provinsi Hareast. Katanya, mereka datang untuk memeriksa penyakit Nyonya Tua!"Di meja makan, Sully menggigit bibirnya pelan, tampak ingin berbicara tetapi ragu.Sejak Arlo pergi, Keluarga Margono selalu berusaha menangkap Sheila. Namun, Sheila sangat cerdas dan waspada. Dia tidak pernah meninggalkan Provinsi Hareast, bahkan kini tinggal di rumah Raja Bela Diri.Dengan perlindungan Dandy dan Zaem, semua cara yang dimiliki Keluarga Margono tidak bisa digunakan.Keluarga Margono juga sudah me
Ujung bibir Kilian berkedut. Dia tahu, ini jelas bukan perintah dari Arlo!Mengandalkan beberapa petarung untuk mengancam seorang grandmaster seperti dirinya? Bukankah itu hanya lelucon?Justru karena itulah, keterkejutan di dalam hatinya menjadi makin besar. Itu berarti Avery, tokoh inti Konsorsium Miles, benar-benar telah ditaklukkan oleh Arlo.Wanita itu bahkan secara sukarela membantu Arlo menutupi setiap celah dan membereskan setiap masalah.Di mata Avery, dirinya sebagai perwira militer Kedutaan Doraia bisa dibunuh. Bahkan pewaris takhta kerajaan pun bisa dibunuh. Semua itu hanya demi mengurangi risiko bagi Arlo?Ini benar-benar terlalu gila! Sebenarnya apa yang dilakukan Arlo kepada wanita itu?Kemudian, Kilian teringat kembali pada pemandangan saat Arlo memelesat ke langit, laksana dewa yang menurunkan api hukuman dari langit.Memikirkan itu, dia merasa Avery ditaklukkan oleh Arlo justru sangat masuk akal.Dia pun samar-samar memiliki firasat. Kekuatan tempur Arlo sama sekali t
Tiba-tiba, seberkas cahaya merah memelesat ke langit.Sesaat kemudian, rangkaian bayangan merah berubah menjadi sosok kelelawar dan menghantam punggung Arlo.Arlo hanya mendengus pelan melalui hidungnya, lalu balas mengayunkan sebuah telapak tangan. Hagueyo langsung tewas di tempat.Andrew tercengang. Barangnya sudah didapatkan, tetapi Arlo tetap membunuh Hagueyo. Kalau begitu, apakah dirinya masih punya peluang hidup?Pada saat itu, suara deru kendaraan terdengar bersahut-sahutan. Belasan mobil melaju kencang menuju lokasi.Tak lama kemudian, Avery dan Anne turun dari mobil bersama belasan anggota mafia berpakaian hitam.Begitu melihat kastel yang sudah hancur di depan mata, semua orang menunjukkan wajah penuh keterkejutan. Sulit membayangkan kerusakan seperti ini diakibatkan oleh kekuatan manusia.Seluruh kastel sudah hangus menjadi reruntuhan. Apakah ini ulah Dewa Api? Lantas, ke mana Henry?Tak seorang pun berani mengucapkan pertanyaan itu."Anne! Anne, tolong aku!" Begitu melihat
Karena konsumsi energinya terlalu besar, wajah Arlo tampak sedikit pucat. Seluruh tubuhnya memancarkan aura brutal yang dipenuhi rasa tidak sabar."A ... Arlo ... kamu mau apa? Di mana Henry?" Andrew begitu ketakutan hingga wajahnya pucat pasi.Arlo menunjuk ke udara. "Henry ... ada di mana-mana."Andrew tercengang."Dia sudah kubakar jadi abu. Sekali ditiup angin, langsung tersebar ke mana-mana." Arlo mendecak sambil mencebik.Andrew dan Hagueyo sama-sama dipenuhi ketidakpercayaan. Dewa Api Henry ... dibakar sampai menjadi abu? Bagaimana mungkin?Namun, hanya Arlo yang berdiri di hadapan mereka sekarang. Hal itu seolah membuktikan bahwa Henry memang sudah tewas."Ka ... kamu mau apa? Aku ini adipati Rilandia!" seru Andrew dengan suara gemetar.Arlo tidak menjawab. Dia langsung mencengkeram leher Andrew dengan satu tangan. Tubuh Andrew terangkat ke udara. Secara naluriah, dia mulai meronta. "Hagueyo ... tolong aku .... Uhuk ... uhuk ...."Kilatan cahaya merah darah melintas di mata Hag
Setelah ragu sejenak, Andrew membuka sedikit celah pintu rahasia. Seketika, sesosok tubuh langsung menyelinap masuk."Sial! Apa yang sebenarnya terjadi di luar? Aku ...." Saat ini Hagueyo tampak sangat berantakan. Wajahnya yang biasanya pucat kini memerah.Andrew menyeringai. "Itu Dewa Api Henry. Dia sedang menghadapi orang Doraia itu!""Pantas saja!" Jelas, Hagueyo juga mengenal Henry. "Rupanya benar Dewa Api. Nggak heran keributannya sebesar ini!"Andrew tertawa. "Tenang saja. Begitu Dewa Api memanggang bocah itu sampai matang, dia akan datang menjemput kita."Hagueyo ikut tertawa terbahak-bahak. "Bocah itu beruntung bisa menyaksikan kemampuan Dewa Api. Mati di tangan Dewa Api pun sudah merupakan kehormatan baginya."Saat keduanya masih berbicara, pintu ruang perlindungan mengeluarkan bunyi dentuman berat, seolah seseorang sedang membongkarnya dari luar.Ekspresi Andrew langsung sedikit berubah. Dengan bahasa ibunya, dia berseru, "Tuan Henry?"Namun, yang menjawabnya hanyalah suara b
Cahaya keemasan itu meledak di angkasa, berubah menjadi hujan api emas yang turun dari langit!Begitu percikan api menyentuh tanah, kobaran api langsung menyebar dengan dahsyat, bagaikan api yang membakar seluruh padang.Hiasan batu besar yang berdiri di antara Arlo dan Henry langsung dilalap api emas hingga meleleh menjadi lahar, lalu mengalir memenuhi tanah. Ke mana pun api itu menyapu, semuanya ditelan dan dilebur.Baik logam, batu, maupun pepohonan dan makhluk hidup. Dalam sekejap mata, lautan api emas telah mengepung seluruh area luar kastel. Bahkan di padang rumput seluas puluhan hektare dan di atas permukaan danau buatan, nyala api emas terus menari.Henry terpaku di tempat.'Ini ... kekuatan teknik api yang sebenarnya? Kalau begitu, selama ini apa yang sebenarnya aku kendalikan?'Kilian juga ternganga dengan wajah penuh ketidakpercayaan.Di dalam kastel, para pengawal yang masih hidup mengintip keluar dari balik jendela. Api yang menjulang ke langit berkobar dengan ganas, seola
Kepala departemen IGD, Wafda, mengerutkan kening. Dia baru dipindahkan ke rumah sakit ini sebagai kepala dokter dan tidak mengenal Arlo.Setelah menatap Arlo dari atas ke bawah, dia tersenyum mengejek. "Anak Muda, kamu tahu apa yang sedang kau katakan?""Pasien sudah nggak punya detak jantung, keemp
"Serang!"Entah siapa yang berteriak, seketika belasan pria bertubuh kekar membawa pentungan langsung menerjang ke depan. Namun, seketika mereka menyadari bahwa ini adalah pembantaian sepihak!Arlo benar-benar seperti algojo tak berperasaan! Tidak, lebih seperti iblis yang keluar dari neraka!Di man
Herry melirik sekilas ke Arlo, lalu berkata dengan nada kesal, "Kamu benar-benar nggak tahu betapa kejamnya dunia luar! Kamu tahu nggak siapa sebenarnya Maher yang mereka sebut-sebut itu?""Nggak tahu!" Arlo menggeleng.Herry berkata, "Orang-orang yang bisa bawa puluhan anak buah buat nagih utang be
Di sisi lain, Arman membawa Lidya, Isyana, dan yang lain masuk ke ruang VIP lain di kedai teh."Ini sepupuku, Ramos!" Arman menunjuk seorang pemuda berwajah tampan dan berperilaku angkuh yang sudah menunggu di dalam.Lidya melihat pemuda yang berwajah tampan dan beraura dingin itu, lalu berdecak pel







