LOGINوالداي هما من أثرى أثرياء البلاد، مشهوران بأعمالهما الخيرية، وأي إنفاق يتجاوز دولارا واحدا يتطلب مني تقديم رسمي لموافقتهما. في اليوم الذي تم فيه تشخيص إصابتي بالسرطان في مرحلة متأخرة، طلبت منهما 10 دولار، فقوبل طلبي بثلاث ساعات من التوبيخ. "ما هذا المرض في سنك الصغير؟ إذا كنتِ تريدين المال، لماذا لا تختلقين عذرا أفضل؟ هل تعلمين أن 10 دولار تكفي لطفل في المناطق الفقيرة ليعيش لفترة طويلة؟ حتى أختك الصغيرة أكثر نضجا منكِ." سحبت جسدي المريض لعدة كيلومترات عائدة إلى القبو الصغير الذي أعيش فيه." لكنني رأيت على الشاشة الكبيرة في المركز التجاري بثا مباشرا لوالديّ وهما ينفقان مبالغ طائلة لتأجير مدينة ديزني لاند بالكامل من أجل أختي بالتبني. الدموع التي كنت أحبسها طوال الوقت انهمرت. 10 دولار لم تكن كافية حتى لجلسة علاج كيميائي واحدة، كل ما أردته هو شراء ملابس جديدة لأودع العالم بكرامة.
View More"Ruyan, kau harus pergi ke Kekaisaran Tianlong." Itu adalah kalimat yang selalu dinantikan oleh Ruyan selama ini. Ruyan sudah menantikan hari di mana dia bisa terbebas dari istana yang kejam ini.
“Apakah saya boleh tahu apa alasannya, Ayah?” tanya Ruyan pada ayahnya sekaligus raja dari Kerajaan Yunxi.
“Aku akan memberikan dirimu pada Kaisar Tianlong sebagai sandera untuk menghindari konflik dengan mereka,” kata Xi Yuefeng, sang raja.
Ruyan sudah menduga hal ini akan terjadi. Dia sudah tahu bahwa dia pasti akan dibuang oleh ayahnya sendiri suatu hari nanti. Tapi, Ruyan sama sekali tidak merasa sedih akan hal tersebut. Ruyan justru merasa sangat bahagia saat dia tahu bahwa dia akhirnya terbebas dari orang tuanya.
“Sandera? Apakah Anda menjual saya?” tanya Ruyan sambil menyembunyikan senyuman di wajahnya.
“Kau tidak memiliki hak untuk protes. Setidaknya buat dirimu berguna untuk kami. Kerjaanmu hanya mengurung diri di kamar selama ini. Dasar putri tidak berguna. Besok, kau akan mengenakan gaun pengantin dan Kaisar Tianlong akan menjemputmu,” kata Yuefeng.
“Gaun pengantin? Apa saya akan menjadi selir Kaisar?” tanya Ruyan.
“Aku tidak peduli apa yang akan Kaisar itu lakukan padamu. Yang terpenting kau besok harus memakai gaun pengantin saat kau dijemput,” kata Yefeng.
“Baiklah, Ayah,” kata Ruyan.
“Bagus, setidaknya kau menurut kali ini. Jangan sampai kau membuat masalah. Kalau kau membuat masalah, aku akan menyingkirkan pengasuh kesayanganmu itu,” kata Yuefeng.
Ruyan biasanya kesal jika ayahnya mengancamnya dengan pengasuhnya yang sudah pensiun itu. Tapi kali ini dia sama sekali tidak kesal karena dia akhirnya bisa pergi dari tempat ini walaupun dia harus menjadi selir kaisar. Ruyan tidak peduli apakah kaisar itu sudah tua atau belum. Yang ada di pikirannya saat ini adalah terbebas dari jeratan orang tuanya.
“Saya tidak akan membuat masalah, Ayah,” kata Ruyan.
“Tidak biasanya kau menurut seperti ini. Apakah ada sesuatu yang merasukimu?” tanya Yuefeng.
“Saya hanya ingin menjadi anak yang berbakti, Ayah,” kata Ruyan.
“Baguslah kalau kau sudah bertobat. Jangan sampai kau membuat kami malu atau melakukan sesuatu yang dapat membuat Kaisar berubah pikiran,” kata Yuefeng.
“Baiklah, ayah,” kata Ruyan.
“Kalau kau melakukan sesuatu yang bodoh yang bisa merusak perjanjian ini, bukan hanya pengasuhmu yang akan aku habisi tapi kau juga,” ancam Yuefeng lagi.
“Tenang saja, Ayah. Saya tidak akan mengecewakan Anda kali ini,” kata Ruyan.
“Kembalilah ke kamarmu,” kata Yuefeng.
“Semoga Yang Mulia diberkahi ketenangan jiwa,” kata Ruyan sambil membungkuk pada ayahnya.
Ruyan berbalik lalu berjalan kembali ke kamarnya. Sampailah dia di dalam kamarnya, kamar yang sangat sempit dan tua. Di sinilah Ruyan tinggal. Dinding kamar ini sudah lapuk, dan bahkan jendela dan pintunya sudah mulai tidak berfungsi.
Ruyan adalah seorang putri kerajaan. Namun, bagaimana dia bisa berakhir di tempat seperti ini? Tentu saja karena ulah sang ratu.
Dulu, Yuefeng sangat menyayangi Ruyan saat ibu kandungnya masih hidup. Namun, saat ibu Ruyan meninggal akibat ulah salah satu selir ayahnya, ayahnya jadi terpengaruh oleh selir tersebut. Ayahnya kini terus menganggap bahwa Ruyan adalah anak yang tidak berguna.
Bahkan ayahnya juga menutup matanya saat melihat Ruyan ditindas oleh selir itu, yang kini sudah naik takhta menjadi ratu. Terkadang ayahnya juga ikut menindasnya padahal dia sama sekali tidak melakukan suatu kesalahan.
Ruyan menyimpan dendam pada ayahnya dan wanita yang disebut ratu itu. Bagaimana tidak? Wanita itu jelas-jelas menghilangkan nyawa ibu kandungnya dan ayahnya seolah menutup mata akan kematian ibu Ruyan. Ayahnya tidak mengusut tuntas kasus kematian ibunya dan malah langsung mengangkat wanita itu menjadi ratu.
Karena merasa tidak dianggap, Ruyan sangat jarang menampakkan diri pada mereka. Sekalinya Ruyan menampakkan diri pada mereka, mereka pasti tidak segan untuk menampar atau memukul Ruyan walaupun dia tidak melakukan apa-apa.
Ruyan sering kabur dari istana karena dia tidak tahan untuk terus berada di istana. Dia memerlukan suasana yang lebih baik di luar sana. Namun, Ruyan tidak bisa benar-benar pergi dari istana selamanya. Dia harus menunjukkan wajahnya setiap akhir pekan untuk kumpul keluarga. Kalau sampai dia tidak menunjukkan wajahnya, ayahnya pasti akan melakukan sesuatu pada pengasuhnya yang sudah pensiun itu. Ruyan tidak bisa benar-benar bebas karena ayahnya menyandera pengasuhnya.
Ruyan mengganti pakaiannya dan menyamar sebagai gadis biasa untuk keluar dari istana ini. Dia sudah terbiasa melakukan hal ini selama bertahun-tahun dan tidak ada seorang pun yang menyadarinya. Bahkan para pelayan yang selalu mengantarkan makanan padanya juga tidak curiga bahwa dia menghilang dari istana. Yang orang-orang tahu, Ruyan hanya mengurung dirinya di kamar.
Ruyan keluar dari area istana melalui jalan rahasia yang hanya diketahui oleh dirinya sendiri. Dia berjalan ke arah kota untuk pergi menuju ke kedai yang sering dia kunjungi akhir-akhir ini.
“Mao, aku sudah menunggumu dari tadi,” kata Lihan, pemilik kedai ini.
Mao adalah nama samaran Ruyan. Ruyan tidak bisa menggunakan nama aslinya ketika dia sedang menyamar sebagai gadis biasa di luar istana.
Ruyan menatap wajah si pemilik kedai dengan berbinar-binar. Ruyan sudah menyukai pria itu sejak pertemuan pertama mereka. Sayangnya, Ruyan adalah seorang putri yang pastinya akan dijual pada pemimpin negara lain. Jadi, Ruyan hanya bisa memendam perasaannya saja. Namun, Ruyan sama sekali tidak tahu bahwa Lihan sebenarnya adalah kaisar yang akan menjemputnya besok.
Lihan sebenarnya sudah tahu bahwa Mao yang dia kenal adalah Putri Xi Ruyan. Lihan sudah memata-matainya selama beberapa bulan ini jadi dia tahu seluk beluk Ruyan.
“Kau terlihat sangat senang hari ini,” kata Lihan.
“Ya, tentu saja. Akhirnya aku bisa terbebas dari orang tuaku,” kata Ruyan.
“Bagaimana bisa?” tanya Lihan.
“Aku akan dijual,” jawab Ruyan.
“Dijual?”
“Aku akan diberikan pada pria asing,” kata Ruyan.
“Apa maksudmu menjadi budak?” tanya Lihan dengan nada bercanda.
“Tidak. Bukan budak. Aku disuruh untuk memakai gaun pengantin besok lalu pria asing itu akan menjemputku. Lalu akhirnya aku bebas,” kata Ruyan.
“Bilang saja kau akan dinikahkan. Kalau kau bilang kau akan dijual, itu memiliki kesan kau akan dijual sebagai budak,” kata Lihan.
“Sama saja,” kata Ruyan tidak peduli.
“Sepertinya kau sangat senang ya? Bagaimana kalau pria asing yang akan menjemputmu itu ternyata pria tua mesum yang suka menggoda gadis muda?” tanya Lihan.
“Itu bisa dipikir nanti. Yang terpenting aku bisa terbebas dari neraka itu,” kata Ruyan sambil tertawa.
“Astaga, kau ini memang perempuan yang aneh. Biasanya perempuan lain tidak mau dinikahkan seperti itu,” kata Lihan.
“Kalau bisa keluar dari neraka itu, kenapa tidak?” kata Ruyan.
“Ya, kau benar juga,” kata Lihan.
***
"أحلام، والدك آسف جدا! طوال هذه السنوات وثقت بالشخص الخطأ، وبيدي دفعتك إلى القبر.""المربية منال، هل تركت أحلام أي شيء؟""الآنسة تركت مذكراتها، وأعطتني إياها، وقالت إنني يجب أن أعطيها لكم بعد رحيلها.""اليوم هو عيد ميلادي، أبي أهداني دمية، أحبها كثيرا! سأحتفظ بها دائما معي، لأنها تمثل حب والديّ لي!""في الآونة الأخيرة، انضمت إلى منزلنا أخت صغيرة، أبي طلب مني أن أكون لطيفة معها، وأمي أيضًا قالت ذلك، لكنني عندما كنت لطيفة معها، كانت تكرهني، لا أعرف لماذا، لكنني سأستمر في الاستماع إلى والديّ وأعاملها كأخت حقيقية.""اليوم، أختي الصغيرة كسرت التحفة الأثرية التي يحتفظ بها أبي، لكنها قالت إنني أنا من كسرتها، ضربني أبي حتى شعرتُ بالألم في كل جسدي، وبغض النظر عن كيف حاولت شرح الحقيقة، لم يستمعوا إليّ، أشعر بحزن شديد."كل صفحة كانت مليئة بحب قوي لوالديّ.عندما رأوا ذلك، انهمرت دموعهم، على الرغم من كل الظلم الذي عانيته، كنت ما زلت أفكر في الاستماع إليهم.يا لها من ابنة رائعة، للأسف لن أراها مجددا.بدأ أبي يصفع نفسه بجنون."كل هذا خطأي، لقد كنت أحمقا، جلبت بثينة إلى المنزل فقط لجعل أحلام تشعر بالم
عند تكبير الصورة، اكتشفوا أنني كنت أتصل بهم، أسأل إذا كان بإمكانهم إعطائي 10 دولار."كل هذا خطأي لأنني لم أصدقك يا أحلام، أمك هي من آذتك!"بعد أن قالت ذلك، انهارت أمي وبكت حتى فقدت الوعي.سأل أبي إذا كان يمكنهم عرض لقطات الكاميرات بالقرب من مستودع المدرسة.في اللقطات، كنت أسحب نفسي بضعف وأعود إلى المستودع، لكنني سقطت بقوة قبل أن أصل إلى الباب، وبدأ الدم يتدفق. في نفس الوقت، كان أبي يقف على بعد مسافة قصيرة، ممسكا بيد بثينة مفعم بالفرح والسعادة وهو يوصلها إلى المدرسة.لو أنه انتبه أكثر قليلا في ذلك الوقت، ألم يكن ليراني وأنا على مقربة منه؟في لقطات اليوم الذي توفيت فيه، ظهرت بثينة وهي تفتح باب غرفتي وتقوم بإلقاء جثتي بجانب سلة المهملات.لم يتمالك أبي نفسه في تلك اللحظة، فنهض وبدأ بضرب بثينة حتى سال الدم من وجهها. حاول رجال الشرطة إيقافه، لكن الوقت كان قد فات.بعد فوات الأوان، كل شيء قد فات."لم أكن أتوقع أن الفتاة التي ربيتها بحب ستجعلني أقتل ابنتي الحقيقية بيدي."في الفيديو، كنتُ أُسحب بينما كنتُ أحضن الدمية التي أحبها، لكن بثينة لم تهتم بها وألقتها جانبا.كانت الخالة عاملة النظافة هي ا
عندما دخلوا حاملين المصابيح، رأوا كومة من القمامة تملأ المكان، ورائحة كريهة تفوح في كل مكان.في الزاوية، كانت هناك وسادة قديمة وممزقة، وهي سريري الوحيد. أمتعتي الشخصية الوحيدة كانت الدمية التي أحضرتها من المنزل.الدمية كانت تبدو واضحة في هذه الغرفة، وكان من الواضح أنها قديمة جدا، لكنها كانت محفوظة بعناية، مع العديد من الرقع عليها.على الوسادة، كانت هناك بقع دماء كثيرة، تركتها قبل وفاتي.لم يستطع والديّ تصديق هذا المشهد، بينما كانت بثينة تقف خارج الباب تطلب منهم الخروج، لأنها وجدت المكان قذرا ولم ترغب في الدخول."توقفي عن الصراخ، هل تعتقدين أن دلالك لا يزال يؤثر علينا؟ ليس لدينا وقت لسماعك، اخرجي."لم تتوقع بثينة أن يصرخا عليها، فبدأت تبكي على الفور، لكن بكاءها هذا أثار غضب والديّ أكثر."لماذا تبكين؟ من تدعين عليه بالموت؟ اخرجي، لا أريد رؤيتك."قام والديّ على الفور باستدعاء خبراء الطب الشرعي لفحص المكان الذي كنت أعيش فيه.أكد الخبراء أن هذا المكان كان بالفعل مسكني، لكن بقع الدماء أظهرت أنني كنت قد توفيت منذ عام.عند سماع هذا الخبر، أغمي على والديّ.أثناء غيبوبة أمي، كانت تردد اسمي باستم
عندما وصل والديّ إلى المستشفى، كان الطبيب يشعر بالاشمئزاز منهم."المريضة أحلام طارق كانت حقا قوية، على الرغم من مرضها الشديد، لم تكن تشتكي من الألم أبدا. عندما كانت في المرحلة المبكرة، طلبت منها الخضوع للعلاج الكيميائي. لكنها قالت إنها لا تملك المال وغادرت خلسة.""علاج كيميائي؟ ماذا تقول؟ ابنتي بصحة جيدة!" اندفع أبي محاولا ضربه.تراجع الطبيب عدة خطوات، وكانت مشاعر الاشمئزاز واضحة في عينيه."لم أرَ أبدا والدين مثلكم، كيف يمكن أن لا تعرفوا أن ابنتكم قد توفيت منذ فترة طويلة؟"بدأ أبي وأمي في التمسك بملابس الطبيب بشكل هستيري."أحلام، أين ذهبت ابنتي؟ تقول إنها ماتت، أنا لا أصدق! كيف يمكن لابنتي أن تختفي فجأة؟ أنتم تكذبون، سأقاضي المستشفى!"كان المرضى يمرون بجانبهم ويتحدثون."أليس هؤلاء والدا بثينة؟ لماذا هما هنا؟ هل حدث شيء للآنسة بثينة؟""من هي أحلام؟ أليس لديهم ابنة واحدة فقط وهي بثينة؟"غادر الطبيب، تاركا الممرضة التي كانت تعتني بي لتأخذ والديّ إلى الغرفة."هذه هي الغرفة التي كنا نعدها لها، لكنها قالت إنها لا تملك المال للعلاج وغادرت.""غادرت؟ ابنتي لم تعد إلى المنزل! لم تعد منذ عام، أنت
في تلك اللحظة، رأيت على الشاشة الكبيرة في المركز التجاري المقابل حفل عيد ميلاد بثينة الخيالي.كانت تقف أمام كعكة طولها متر وثمانين سنتيمترا، ترتدي فستانا فاخرا مرصعا بالكريستال، وتغمض عينيها وهي تطلب أمنية."أمنيتي هي أن يبقى والداي معي إلى الأبد، وأن يشفى جميع الأطفال المرضى في العالم بسرعة."تصفيق
لقد تم تشخيص إصابتي بسرطان في مرحلة متأخرة، وأردت أن أطلب من والديّ الأثرياء 10 دولار لشراء كفن، لكنهم وبخوني لمدة ثلاث ساعات."هل تعلمين أن 10 دولار تكفي لطفل في المناطق النائية ليعيش لفترة طويلة؟ كيف أنجبتُ فتاة مسرفة مثلك!""لقد كنت مدللة منذ الصغر، كيف يمكن أن تصابي بالسرطان؟ إذا كنت جادة، فلتثب
ابتسمت بثينة بفخر، ورفعت رأسها عاليا."حسنا، دعونا نعود إلى الداخل، إنها مجرد نادلة، سنترك والديّ يتعاملون معها بعد انتهاء الحفل."الماء البارد كان يملأ أنفي وفمي، ولم أعد أملك القوة للمقاومة، فتركت جسدي يستسلم للإرهاق ويغوص في قاع الحوض.قبل أن أغمض عينيَّ، سمعت صوت أبي."مرحبا بكم جميعا في حفل عيد





