LOGIN🔞🔥 ใครชอบแนว แซ่บสุดๆ NC ระดับน้ำแตกกระจาย 💦แบบที่ภาษาดอกไม้เอาไม่อยู่ ต้องอ่านเรื่องนี้! 😉 เรท XXX แบบโคตรๆ! คือมันไม่ใช่แค่แบบกุ๊กกิ๊ก มีฉากเลิฟซีนแบบสวยงามเฉยๆ อ่ะ แต่นี่คือ: NC โคตรเดือด!: ฉากกิจกรรมทางเพศ ฉากร่วมรัก บรรยายชัดเจน โจ่งแจ้ง ไม่กั๊ก ไม่ต้องมานั่งตีความว่าอะไรคืออะไร โคตรอีโรติก: เน้นความเร่าร้อน ความหื่น ความถึงพริกถึงขิง อาจจะมีความรุนแรง หรือพฤติกรรมที่ไม่เหมาะสม/ผิดศีลธรรม
View More"Anak kamu itu sakit karena kamu, Maaaaas... karena asap rokok biadab mu itu! Seandainya kamu mendengarkan apa yang biasa kukatakan agar mencuci tanganmu atau mengganti pakaianmu sebelum menggendong anak kita, ini semua tidak akan terjadi. Seharusnya kamu datang ke rumah sakit dan mendengarkan penjelasan dokter, Mas. Ibu kamu menuduh aku tidak becus menjaga anak, seharusnya beliau tau ini semua terjadi karena anak kesayangannya."
PLAKK!!Gema suara menakutkan itu terdengar di seluruh kamar utama. Seorang wanita cantik ditampar oleh pria yang lebih tua, pria yang sekarang menatapnya dengan nyalang."Sudah berani melawan suami ya, kamu!" ucapnya geram."Bukannya melawan, Mas. Tapi aku memberitahumu, kalau tidak begitu, kamu tidak akan tau." Dengan memegang pipi bekas tamparan sang suami, dia berucap menahan tangisnya."Tidak usah memberitahuku, aku sudah tau!"Wanita itu, bernama Nisa. Menatap suami tidak percaya. "Jadi? Kamu mendukung saja apa yang keluargamu ucapkan kepadaku?""Memang kenyataannya begitu, kan. Kamu tidak becus mengurus anak.""Bukankah mereka tahu penyebab anak kita meninggal? Bukankah ibumu tau apa yang menyebabkan anak kita masuk rumah sakit? Bahkan kamu, sebagai ayahnya tidak pernah menjenguk kami di rumah sakit, dengan alasan sibuk di kantor." Dengan memberanikan dirinya, Nisa mengangkat wajahnya dan menatap sang suami – Rif'at Mansyur."Semua itu urusanmu. Putra kita meninggal karena kamu tidak becus mengurusnya. Kamu mengeluh seperti ini, bilang saja kalau kamu tidak ikhlas mengerjakan semuanya," ujar Rif'at lantang, telunjuknya menunjuk wajah Nisa dengan berang.Nisa mendengus tidak percaya. "Aku rela berhenti dari kantor ketika hamil, aku rela menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan karir aku. Aku terima semua hinaan ibu dan adik kamu, aku masih bisa bertahan ketika kamu tidak menghargai aku. Tapi, aku tidak percaya kalau kamu juga mampu mengacuhkan putramu sendiri, dan aku sudah tidak tahan karena kamu malah membalas pengorbananku dengan BERSELINGKUH!" seru Nisa di akhir katanya.PLAKK!Sekali lagi tamparan itu hinggap di pipi Nisa, sekarang kedua pipi putih bersih itu merah membentuk Tiga jari tangan.Karena menyinggung masalah perselingkuhan inilah yang membuat Nisa ditampar suami. Nisa sudah tidak tahan menanggung semua permasalahan rumah tangganya yang membuat hatinya tidak nyaman. Ketika mengetahui adanya wanita lain yang menarik perhatian suaminya, dia sudah tidak tahan membendung rasa tidak adil kepada dirinya dan putranya.Awalnya Nisa tidak pernah menduga kalau suaminya berani selingkuh, kalau melihat perawakan Rif'at yang biasa saja dengan umur yang tidak lagi muda. Umur mereka yang tertaut empat tahun, namun ternyata kalau memang ada niat dan ada kesempatan, selingkuh itu tetap akan ada tanpa memandang usia."Jadi, kalau iya kenapa?"Pengakuan Rif'at lebih menyakitkan daripada tamparan di kedua pipinya. Nisa bisa bertahan dengan hinaan mertua dan iparnya, dia bisa bersabar dengan ketidakpedulian suaminya, namun dia sudah tidak tahan kalau dia ternyata juga dikhianati.Rasanya sangat sakit, seperti diinjak-injak berkali kali lipat, tidak dihargai dan hanya dianggap sebagai benalu.Nisa kehilangan kata-kata. Air mata yang dari tadi ditahannya agar tidak jatuh, akhirnya luruh juga. Wanita Dua Puluh Tujuh tahun itu memilih menghindar dan berlari keluar kamar."Berhenti, Nisa! Bila kamu keluar dari rumah ini, jangan harap kamu bisa kembali lagi," seru Rif'at menggelegar ketika dia melihat Nisa berlari menuju pintu keluar.Nisa berhenti sambil memegang handle pintu. Bimbang sejenak memikirkan dia harus pergi kemana karena dia tidak memiliki siapapun sebab dia seorang yatim piatu, sementara diluar sedang hujan lebat.“Puas? Kamu telah lalai menjaga cucu satu-satunya Keluarga Mansyur? Dasar wanita sembrono!”“Dasar wanita kota, mana tau tentang mengurus anak, yang dia tau hanya bersolek saja.”Semua kata-kata makian kembali terngiang di kepalanya, membuatnya memutar handle pintu dan menariknya. Angin dingin langsung menerpa wajahnya, nyaman sekali."Berani kamu keluar dari rumah ini, jangan harap bisa kembali lagi!" teriak Rif'at lagi, mengalahkan suara desau angin yang juga masuk ke dalam rumah.Nisa berpaling menatap sang suami ke belakang sebelum berlari keluar menerobos hujan. Dia juga tidak mengerti dengan dirinya, kenapa bisa menikah dengan pria kolot macam Rif'at.Selama ini, dia menghormati suami karena hidupnya yang memang bergantung pada pria itu setelah kedua orangtuanya meninggal. Bahasa kasarnya, numpang hidup pada pria itu.Air matanya luruh bercampur dengan tetesan hujan. Suara tangisannya tidak terdengar karena berbaur dengan suara gemericik air hujan yang deras. Berlari keluar menuju gerbang perumahan elit.Tanpa cacian mertuanya, Nisa sudah menyalahkan dirinya atas kepergian putranya. Tanpa kata hiburan dari sang suami, dirinya berfikir kalau mau menyusul balitanya ke alam baka.Gaun hitam yang dipakainya terlihat berat karena basah oleh hujan. Nisa persis seperti kucing kehujanan yang lupa jalan pulang, lebih tepatnya seperti kucing kota yang dibuang.Karena fokus dengan kesedihannya, Nisa tidak menyadari ada mobil yang berjalan dengan kecepatan 80 KM perjam dan malah menyeberang jalan tanpa menengok kanan kiri lagi.CKIIIIITMobil itu meluncur ke samping karena menginjak rem dengan mendadak dan karena kondisi aspal yang licin juga ban mobil yang terlalu kencang, jadi mobil itu meluncur mulus sebelum menghantam tubuh langsing Nisa.BRAKK!Orang-orang yang berdiri di pos satpam atau warung yang telah tutup karena menghindari hujan, melihat kejadian itu dan langsung menghambur ke tempat kejadian.Histeris melihat Nisa yang terkapar dengan darah mengalir di pelipisnya.Kemarahan orang-orang langsung tertuju ke arah pengendara mobil.“Keluar, kamu! Mau kabur, ya. Tanggung jawab!” teriak salah satu dari mereka sambil menggebrak kap mobil.Ferdi cemas setelah mendapat kabar dari asisten rumah tangganya yang mengatakan putranya menghilang lagi dari pengawasan pengasuhnya.Pimpinan perusahaan nomor 1 di kotanya itu sampai rela meninggalkan rapat penting saking cemasnya kepada sang anak. Putranya yang sering tantrum, ngambek dan suka menghilangkan diri. Perubahan anak itu menjadi anak yang susah diatur terjadi setelah dirinya bercerai dengan ibu dari putranya.Putranya yang sudah berusia 5 tahun, tapi masih juga belum dimasukkan ke PAUD karena tidak ada yang tahan dengan anak itu sebab sering membuat ulah, memancing perhatian ayahnya, lebih tepatnya mengukur batas kesabaran para orang tua.Menabrak wanita yang melintas dengan mendadak di depan mobilnya membuat masalah baru di kepalanya.“ARRRRKH!” Tidak ada yang mendengar teriakan frustasinya di dalam mobil karena hujan terus mengguyur jalanan ibukota, apalagi warga sekitar yang menyaksikan kejadian itu menuntutnya keluar dari mobil agar bertanggung jawab.Dia bisa melarikan diri dengan cara memutar setir ke kanan dan tancap gas meninggalkan kerumunan itu. Putranya sangat penting sekarang. Dia tidak ingin anaknya itu bersama dengan mantan istrinya, yang entah kenapa baru-baru ini sangat suka mengganggu ketenangannya melalui anak mereka.Tapi rencana hanya tinggal rencana karena sebelum dia menginjak pedal gas, warga yang marah mulai menggebrak mobil mewahnya. Mobil Ferdi sampai bergoyang ke kiri dan ke kanan sehingga dia terpaksa mematikan mesinnya dan memutuskan untuk membawa wanita yang ditabraknya ke rumah sakit."Maaf, saya masih syok. Wanita itu tiba-tiba saja melintas di depan mobil," serunya sambil turun dari mobil. Tubuhnya langsung basah karena diterpa derasnya hujan.Sebelum diamuk warga, Ferdi langsung mengangkat tubuh Nisa yang pingsan dan meletakkannya di bangku penumpang. Wajah Nisa pucat dengan darah masih mengalir di pelipisnya. Ferdi mengambil jasnya untuk menyelimuti tubuh Nisa, meski itu tidak membantu karena tubuh itu masih menggigil."Setidaknya mampu menutupi lekuk tubuhmu dari mata bapak-bapak mesum," gumamnya kesal.Sambil menganggukkan kepalanya dengan sopan, Ferdi membawa mobilnya meninggalkan tempat kejadian. Ferdi melirik Nisa yang terlihat pucat seperti mayat, hanya darah di pelipisnya yang menunjukkan bahwa dirinya masih segar alias hidup.Sekilas timbul lagi pikiran untuk mangkir dari tanggung jawabnya, dia bisa membuang tubuh wanita itu ke sungai karena rumah sakit cukup jauh dari tempat tujuannya.ความเงียบเริ่มปกคลุมบ้านเช่าอีกครั้ง จนความร้อนรนในใจไต้ฝุ่นมันพุ่งทะลุขีดจำกัด เขาเดินย่องไปที่ประตูไม้บานเก่าแล้วเอาหูแนบฟังความเคลื่อนไหวข้างใน“ทำอะไรของมึงวะ!” ยอร์ชเดินตามมาติดๆ แล้วกระชากไหล่ไต้ฝุ่นออกอย่างแรง“อย่ายุ่งได้ป่ะ!” ไต้ฝุ่นปัดมือออก แววตาเต็มไปด้วยความกังวล “หายเงียบไปนานผิดปกติแบบนี้ ไม่ห่วงหรือไงวะ เกิดหน้ามืดเป็นอะไรขึ้นมาจะทำยังไง”“เขาอาจจะหลับอยู่ก็ได้ มึงจะไปแอบฟังทำไมเหมือนโรคจิต” ยอร์ชตำหนิเสียงต่ำ แต่พอเห็นไต้ฝุ่นไม่สนใจและหันกลับไปเอาหูแนบประตูต่อ ความลังเลเขาก็เริ่มคลาย สุดท้ายด้วยความเป็นห่วงบวกกับความอยากรู้อยากเห็น ยอร์ชก็โน้มตัวเอาหูแนบประตูตามไปอีกคนปัง!จู่ๆ ประตูก็ถูกกระชากเปิดออกอย่างแรงจากคนข้างใน ทำให้ชายร่างสูงทั้งสองคนที่ทิ้งน้ำหนักตัวไว้ที่ประตูเสียหลัก ถลาเข้าไปในบ้านตามแรงผลักอย่างหมดท่า!“พวกคุณทำอะไร!” ไอวี่ยืนกอดอก มองดูชายหนุ่มทั้งสองที่เกือบหน้าทิ่มพื้นด้วยสายตาระอา“เปล่า... ผมแค่เป็นห่วง เห็นคุณเงียบไป” ไต้ฝุ่นรีบยืดตัวตรงรักษามาด ส่วนยอร์ชก็ได้แต่ปัดฝุ่นตามเสื้อผ้าแก้เก้อ“ไม่ต้องเป็นห่วงฉันหรอกค่ะ ฉันสบายดี และจะสบายกว่านี้ถ้าคุณ
ยอร์ชเปิดประตูรั้วไม้จนเกิดเสียงดังเอี๊ยดอ๊าด ไอวี่ที่กำลังเช็ดโต๊ะอาหารชะงักมือทันที เธอรีบเดินออกมาดูด้วยความตกใจ แต่พอเห็นภาพตรงหน้า ลมหายใจของเธอก็แทบหยุดกึกชายสองคนที่เคยทำลายชีวิตและหัวใจของเธอจนพังไม่เป็นท่า กำลังยืนประจันหน้ากันในรั้วบ้านแคบๆ ของเธอเอง โดยเฉพาะไต้ฝุ่นที่ยืนนิ่งเหมือนถูกสาป สายตาที่เคยแข็งกร้าวจ้องเขม็งไปที่หน้าท้องนูนเด่นของไอวี่ด้วยความรู้สึกที่บรรยายไม่ถูก“ไอวี่...” ไต้ฝุ่นพึมพำ แววตาถือดีสั่นไหวอย่างรุนแรง“พวกคุณมาทำไม! ออกไปจากบ้านฉันเดี๋ยวนี้!” ไอวี่ตวาดเสียงสั่น ถอยหลังไปพิงขอบประตู“ไล่ท่านรองไปคนเดียวพอไอวี่... แต่อย่าไล่ผม” ไต้ฝุ่นขยับเท้าเข้าไปหาด้วยท่าทางต่างจากเดิม เขามองเธอด้วยสายตาอ้อนวอนอย่างที่ยอร์ชไม่เคยเห็น“ไล่ทั้งคู่ค่ะ! มาทางไหนเชิญกลับไปทางนั้นเลย ที่นี่ไม่ต้อนรับพวกคุณ!”“ผมจะไปได้ยังไง ในเมื่อคุณกำลังท้องลูกของผมอยู่!” ไต้ฝุ่นโพล่งออกมาด้วยความมั่นใจ เขารู้สึกถึงสัญชาตญาณบางอย่างว่าเลือดเนื้อเชื้อไขในนั้นคือของเขา“มึงรู้ได้ไงว่าเป็นลูกมึงไอ้ดิน? เด็กในท้องนั่นลูกกู!” ยอร์ชสวนกลับทันควัน“กูได้คุณไอวี่ก่อนที่มึงจะได้นะครับท่านรอง แล้
ไอวี่เห็นรถเมล์สายประจำเคลื่อนเข้าจอดที่ป้ายพอดี ควันจากท่อไอเสียและเสียงเครื่องยนต์กระหึ่มเหมือนเสียงระฆังช่วยชีวิต เธอใช้จังหวะที่ยอร์ชกำลังชะงัก รวบรวมแรงเฮือกสุดท้ายกระชากแขนออกจากการเกาะกุมอย่างสุดกำลัง“ปล่อยค่ะ! รถมาแล้ว”“ไอวี่! เดี๋ยวสิ เรายังคุยกันไม่รู้เรื่อง!” ยอร์ชพยายามจะคว้าตัวเธออีกรอบ แต่ไอวี่อาศัยความคล่องตัวก้าวขึ้นไปบนรถที่ฝูงคนกำลังกรูแย่งกันขึ้นเธอไม่หันกลับไปมอง ไม่สนเสียงเรียกที่ดังไล่หลังมา ไอวี่เบียดตัวเข้าไปยืนกลางรถที่แน่นขนัด มือข้างหนึ่งเกาะราวแน่น ส่วนอีกข้างโอบประคองถุงยาและหน้าท้องของตัวเองไว้อย่างหวงแหนยอร์ชยืนเคว้งอยู่ริมถนน มองตามรถเมล์คันสีแดงที่พ่นควันดำหายไปในสายตา ท่ามกลางแดดจ้า ความรู้สึกผิดและโหยหาตีตื้นจนจุกอก เขารู้ดีว่าถ้าจะสั่งให้คนขับรถตามไปมันไม่ยาก แต่สายตาที่เด็ดเดี่ยวและรังเกียจที่ไอวี่มองเขาเมื่อกี้ ทำให้เขารู้สึกเหมือนถูกตบหน้ากลางสาธารณะ เขาเป็น ‘คนนอก’ สำหรับชีวิตเธอไปแล้วจริงๆยอร์ชยืนนิ่งอยู่ริมฟุตบาท จดจ้องไปยังทิศทางที่รถเมล์ลับสายตาไป ความรู้สึกหนักอึ้งในอกทำให้เขาแทบหายใจไม่ออก ท่ามกลางเสียงแตรและเครื่องยนต์ที่ดังระงม เขาร
ยอร์ชกัดฟันกรอดจ้องหน้าไต้ฝุ่นอย่างจะกินเลือดกินเนื้อ ความโกรธแค้นอัดแน่นจนอกแทบระเบิดเมื่อรู้ว่าถูกชายตรงหน้าปั่นหัวเล่นมาตลอดหลายเดือน“กูก็คิดอยู่แล้วว่ามึงต้องไม่ธรรมดาไอ้ดิน! แต่กูก็ยังสงสัยอยู่ดีว่ามึงทำแบบนี้ไปทำไม!” ยอร์ชตะคอกลั่นล็อบบี้“ก็แค่เบื่อๆ... เลยอยากหาอะไรสนุกๆ ทำ” ไต้ฝุ่นตอบนิ่งๆ ท่าทางผ่อนคลาย ขัดกับอารมณ์ที่พุ่งพล่านของอีกฝ่าย“อะไรสนุกๆ ที่มึงว่า คือการไปลากถังขยะ ลอกท่อกับล้างห้องน้ำในโรงเรียนกูเนี่ยนะ!”“ตามนั้นครับ... ท่านรองฉลาดจังเลยนะครับที่ดูเกมผมออก” ไต้ฝุ่นกระตุกยิ้ม แววตาแฝงความนัยที่ทำให้ยอร์ชรู้สึกเหมือนถูกตบหน้ากลางที่สาธารณะ“นี่มึงหลอกด่ากูอยู่เหรอ!”“พอผมชมก็หาว่าผมหลอกด่า... ใจคอจะมองผมในแง่ร้ายแบบนี้ไปอีกนานแค่ไหนครับ?” ไต้ฝุ่นเลิกคิ้วกวนประสาท “ผมก็แค่ไปดูทำเลเพื่อที่จะเทคโอเวอร์ที่ดินแถวนั้นให้มันคุ้มค่าที่สุด... ซึ่งตอนนี้มันก็ดูจะได้ผลลัพธ์ที่ ‘น่าพอใจ’ กว่าที่คิดไว้เยอะ”“มึงไม่เคยดีในสายตากู!” ยอร์ชชี้หน้าอย่างเหลืออด “คนเลวๆ ที่คิดจะกว้านซื้อที่ดินและสิ่งปลูกสร้างเพื่อทำอสังหาริมทรัพย์โดยไม่สนใจว่าคนที่อยู่จะเดือดร้อนและไร้หนทางขนาดไหนอย