เข้าสู่ระบบเธอคือรักที่ลมพัดมาข่วงเวลาแค่เพียงสั้นๆ อีกไม่นานก็ต้องเลิกกัน กับความรักที่ไม่มีวันจะได้ครอบครอง เมื่อคน 3 คนต้องแต่งงานกับคนที่ไม่ได้รัก คนหนึ่งแต่งงานเพื่อความมั่งคั่งและต้องการลืมความรักเก่าที่เจ็บปวด อีกคนจำใจแต่งงานเพื่อรักษาสถานภาพทางการเงินของครอบครัวให้มั่นคง และอีกคนแต่งงานกับคนที่พ่อแม่เลือกให้เพราะสูญเสียความทรงจำไป จึงเป็นจุดเริ่มต้นแห่งความวุ่นวาย สุดท้ายใครกันจะได้ติดปีกโบยบินไปกับคนที่ตนเองรัก
ดูเพิ่มเติมDi ujung negeri, terdapat sebuah desa yang ramai bernama Desa Hongye, atau Desa Daun Merah, sebuah desa yang terkenal dengan para pedagang serta peziarah yang sering datang untuk berdoa di kuil kuno. Suasana pagi itu cerah, sinar matahari menyinari setiap sudut desa, sementara penduduk bersiap dengan kegiatan sehari-hari mereka.
Tak jauh dari desa itu terdapat sebuah gunung terpencil yang tersembunyi di antara kabut tebal, sepasang remaja, Ji Liong dan Hu Ling Lian berdiri di tengah hutan pinus yang sunyi. Pepohonan menjulang tinggi seakan menjadi saksi dari latihan mereka. Langit sore berwarna jingga kemerahan, memberikan suasana damai yang menipu.
Hu Ling Lian, mengenakan pakaian latihan berwarna hijau zamrud, tengah duduk bersila dengan konsentrasi penuh. Kedua tangannya terangkat, perlahan mengatur aliran napas dan tenaga dalam. Udara di sekitarnya bergetar samar, tanda bahwa ia sedang melatih Sin Kang ilmu warisan keluarga Hu yang terkenal sebagai salah satu ilmu langka di dunia persilatan.
Di depannya, Ji Liong berdiri tegak, memperhatikan dengan seksama. Wajah pemuda itu mencerminkan perpaduan rasa kagum dan kasih sayang yang tulus. Ia adalah putra dari ketua Perguruan Pedang Emas (Kim Kiam Pai), salah satu perguruan besar yang dihormati dalam dunia persilatan. Hari ini, ia hanyalah seorang kekasih yang dengan sabar membantu tunangannya mencapai potensi terbaiknya.
“Liang Koko,” suara Hu Ling Lian terdengar gemetar, memecah kesunyian. “Sepertinya aku tidak sanggup lagi melanjutkan. Tenagaku hampir habis…”
Mendengar keluhan itu, Ji Liong segera melangkah mendekat. “Lian Moi, jangan menyerah sekarang. Ini adalah tahap penting. Jika kau berhenti di sini, tenaga dalammu bisa kacau,” ucapnya dengan nada lembut namun tegas.
Hu Ling Lian menunduk, menampilkan ekspresi lemah yang membuat hati Ji Liong terenyuh. “Aku tidak bisa… sungguh tidak bisa,” ujarnya dengan napas terengah-engah.
Ji Liong terdiam sejenak, lalu mengambil keputusan. “Baiklah. Aku akan membantumu.”
Ia duduk bersila di belakang Hu Ling Lian, menyatukan telapak tangannya dengan punggung gadis itu. Dengan konsentrasi penuh, ia mulai menyalurkan tenaga saktinya ke tubuh Hu Ling Lian.
Pada awalnya, semuanya tampak normal. Aliran tenaga dalam Ji Liong terasa hangat dan stabil, membantu menenangkan aliran energi di tubuh Hu Ling Lian. Namun, tak lama kemudian, senyuman kecil muncul di sudut bibir Hu Ling Lian. Sebuah senyuman licik yang tidak dilihat oleh Ji Liong.
Di balik tampilan lembutnya, Hu Ling Lian menyimpan niat busuk. Ilmu Sin Kang yang ia pelajari membutuhkan pengorbanan besar untuk mencapai puncaknya. Dan Ji Liong, dengan tenaga dalam yang murni dan kuat, adalah sumber sempurna untuk mempercepat latihan tersebut.
Ketika tenaga dalam Ji Liong mulai mengalir deras, Hu Ling Lian tiba-tiba mengubah tekniknya. Ia mulai menarik aliran tenaga dari tubuh Ji Liong dengan cara yang memaksa. Ji Liong merasakan keanehan itu. Ia mencoba menarik kembali tangannya, tetapi tidak bisa.
“Lian Moi… apa yang kau lakukan?” tanyanya dengan nada panik.
Namun, Hu Ling Lian tidak menjawab. Ia terus menghisap tenaga dalam Ji Liong dengan kecepatan yang meningkat, membuat pemuda itu merasakan sakit luar biasa. Wajah Ji Liong memucat, tubuhnya mulai gemetar, dan nafasnya semakin lemah.
“Lian Moi! Hentikan ini! Kau akan membunuhku!” serunya dengan sisa tenaga.
Hu Ling Lian akhirnya melepaskan tangannya dengan sebuah hentakan kuat, menyebabkan Ji Liong terlempar ke belakang dan terkapar di tanah. Tubuh pemuda itu lemas, wajahnya basah oleh keringat dingin.
“Kenapa… kenapa kau melakukan ini?” Ji Liong bertanya dengan suara serak, matanya penuh keterkejutan dan kesedihan.
Hu Ling Lian berdiri, menatapnya dengan senyuman sinis. “Maaf, Ji Liong. Kau memang berguna bagiku. Namun, setelah ini, kau bukan siapa-siapa lagi. Kau hanyalah orang cacat dalam dunia persilatan. Jangan harap aku akan bersanding denganmu.”
Ji Liong menatap Hu Ling Lian yang berbalik pergi, meninggalkan dirinya dalam keadaan hancur, bukan hanya fisik tetapi juga hati dan kepercayaan yang pernah ia berikan sepenuhnya.
Di tengah rasa sakit dan kehancurannya, tekad perlahan tumbuh di dalam hati Ji Liong. “Aku akan membalasmu!”
***
Di ujung desa Hongye, berdiri sebuah perguruan yang terkenal, Kim Kiam Pai atau Perguruan Pedang Emas. Perguruan yang dipimpin oleh Ji Bao Oek, seorang pendekar berusia paruh baya dikenal dengan julukannya Pendekar Pedang Angin. Ilmu pedang yang ia miliki merupakan hasil gubahan teknik dari perguruan Butong, tempat ia dulu belajar sebelum memutuskan untuk mendirikan perguruan sendiri.
Ji Bao Oek memiliki dua orang anak, satu orang putra bernama Ji Liong dan putrinya bernama Ji Xiu Yan. Keduanya merupakan anak berbakat mewarisi kemampuan sang ayah. Karena kemampuan mereka itu, terkadang untuk mengajar para murid, Ji Bao Oek menyerahkan kepada mereka berdua.
Hari ini Ji Bao Oek bersama rombongan menuju desa Yushi, atau desa batu giok yang melewati dua desa dari desa Hongye. Mereka berencana melakukan lamaran kepada Hu Ling Lian, putri Hu Chuan Kepala keluarga Hu yang juga pendekar ternama bergelar Pendekar Tombak Sakti.
Setibanya di kediaman keluarga Hu, Ji Bao Oek dan rombongan disambut dingin oleh para pelayan keluarga. Wajah-wajah tak ramah itu menatap rombongan dengan penuh tanya, seolah-olah mereka tidak mengharapkan kedatangan Ji Bao Oek dan para pengikutnya. Salah seorang pelayan bahkan berani mempertanyakan tujuan kedatangan mereka.
"Apa keperluan kalian datang ke sini?" tanya pelayan itu tanpa basa-basi, mengerutkan keningnya menatap Ji Bao Oek.
Ji Bao Oek tertegun, merasa harga dirinya tersinggung. Dengan nada suara setengah membentak, ia berkata, "Kami datang sesuai dengan janji untuk melamar Nona Hu. Apa kalian tidak tahu siapa aku?"
Pelayan itu tampak ragu-ragu, lalu berkata, "Maaf, Tuan Ji. Akan tetapi, Nona dan Tuan Hu tidak berada di kediaman saat ini. Kami tidak menerima pemberitahuan apa pun mengenai lamaran hari ini."
Ji Bao Oek mendengar itu dengan perasaan campur aduk antara marah dan heran. "Tidak berada di kediaman? Apa maksudmu? Kami telah berjanji pada keluarga Hu untuk mengadakan lamaran ini. Sampaikan kepada Pendekar Hu Chuan bahwa kami ada di sini untuk menyelesaikan urusan keluarga kita!"
Pelayan itu menunduk, terlihat ragu, tetapi akhirnya ia masuk ke dalam untuk menyampaikan pesan itu. Ji Bao Oek dan rombongannya menunggu dengan perasaan yang tidak menentu. Beberapa waktu kemudian, seorang pria paruh baya dengan wajah serius keluar, Hu Chuan, Kepala keluarga Hu dan ayah dari Hu Ling Lian.
"Apa yang kau lakukan di sini, Tuan Ji?" tanya Hu Chuan dengan nada suara dingin.
"Pendekar Hu , aku datang untuk melamar putrimu, Hu Ling Lian, sesuai dengan perjanjian kita sebelumnya," jawab Ji Bao Oek tegas.
Hu Chuan menggelengkan kepala perlahan, raut wajahnya tidak berubah. "Perjanjian kita telah batal, Tuan Ji. Aku tak bisa mengizinkan putriku menikah dengan putramu, Ji Liong yang cacat itu."
Kata-kata itu seakan petir yang menggelegar di telinga Ji Bao Oek. Ia tidak menyangka akan mendapatkan penolakan mendadak seperti ini. Terlebih lagi ucapan Hu Chuan yang mengatakan anaknya cacat, padahal keadaan Ji Liong tidak kekurangan sedikitpun.
4 ปีต่อมา... ดูเหมือนว่า ผลประกอบการของวิงส์แอร์เวย์ ภายใต้การบริหารของอนุพงษ์ไม่สดใสนัก ขาดทุนสะสมต่อเนื่อง เพราะความเชื่อมั่นของผู้บริโภคเปลี่ยนแปลงไป การบริการต่างๆ ก็ด้อยลงไปจากเดิม แม้กระทั่งนักรีวิวการเดินทาง ต่างก็วิจารณ์ไปใสทางที่ไม่ดี “นี่นะหรือบินไปด้วยรัก บินชั้นอีโคโนมี่ไปฮ่องกงเหมือนนรกแตก เริ่มจากเที่ยวบินดีเลย์ เปลี่ยนเวลาออกเดินทางอยู่หลายครั้ง ในช่วงที่นั่งรอเครื่องออก น่าเบื่อมาก จะดูหนังฟังเพลงจากระบบ IFE ฆ่าเวลา ลูกเรือก็ไม่แจกหูฟังอีก จนกระทั่ง เครื่องบินถอยออกจากงวงช้าง เปิดวิดีโอสาธิตความปลอดภัย ลูกเรือเพิ่งมาแจกหูฟัง สภาพหูฟังก็กิ๊กก๊อก เหมือนที่ขายในตลาดนัด คงจะใช้ทีเดียวทิ้ง ไม่น่าจะนำกลับมาใช้ใหม่ได้ อาหารบนเครื่องแล้วแต่ลิ้นผู้โดยสาร สำหรับผม ไม่ถูกปากครับ ไม่ต้องให้ดีเลิศแค่อยากให้เหมือนเมื่อก่อน ที่ทำให้เชื่อว่าบินไปด้วยรักจริงๆ” คุณเนสซี่เจ้าของช่องเนสซี่ไฟลท์ในบ้านแดง เขาเป็นอินฟลูเอน
สงครามสงบลงด้วยความบอบช้ำทั้งสองฝ่าย แม้ว่านุชจรีจะประกันตัวออกมาเพื่อรอสู้คดี ใช้ชีวิตเงียบๆ ในบ้านของตนเองที่ตรัง นุชจรียอมเซ็นใบหย่ามอบอิสรภาพให้แก่ตง ความสัมพันธ์ของทั้งสองตระกูลร้าวฉานยากจะเยียวยาและเป็นบทเรียนให้คนอื่นๆ เรียนรู้ว่าการคลุมถุงชนมันใช้ไม่ได้ในยุคนี้แล้ว ไม่ได้รักกันแล้วมาอยู่ด้วยกันมันทรมานจนแตกหักกันไป ส่วนแบงค์ต้องจัดการพิธีศพของจอร์จอย่างเรียบร้อย แม้ว่าบรรยากาศเต็มไปด้วยความโศกเศร้าแต่แขกที่มางานก็มาร่วมงานและแอบซุบซิบนินทาเจ้าภาพอย่างสนุกปากเพราะนอกจากแบงค์ นุ น้ำและลูกหลานที่คอยดูแลอำนวยความสะดวกแก่แขกมาร่วมงานสวดพระอภิธรรมศพ ยังมีตงร่วมงานอยู่ในฐานะกึ่งแขกกึ่งเจ้าภาพ “น่าสงสารมิสเตอร์จอร์จนะคะ” มลดาเปรยในระหว่างนั่งพนมมือฟังพระสวดสาธยายพระอภิธรรม “มันก็น่าอยู่นะ มิสเตอร์จอร์จนี่เป็นคนน่าสงสาร คิดดูนะพ่อแม่มาตายตอนเกิด 911 ที่นิวยอร์ค ใช้ชีวิตเงียบเหงาอยู่กับงานธุรกิจที่ต้องสืบต่อ จนมาเจอกับแบงค์เกิดความรักกัน ท
“ใครมีปืนเถื่อน มาขายฉันได้ไหมคะ พูดจริงนะจ๊ะจะซื้อไปยิงอกคน” นุชจรีนั่งกึ่งนอนบนเก้าอี้เอน เธอเหนื่อยทั้งกายทั้งใจ สุดแค้นคนชั่วที่พรากสามีสุดที่รักไปให้ตนนอนกอดทะเบียนสมรสต่างกอดสามี นุชจรีสู้ทนทวงสามี ตากหน้าจนด้านชา ทำทุกวิถีทางเพื่อให้ตงกลับมาแต่มืดมนเสียเหลือเกิน เธอไม่อาจข่มตาหลับ จิตใจไม่อยู่ในภาวะปกติ เธอตอบโต้คนที่ขัดใจเธอได้อย่างแสบสรร การมีศัตรูเป็นแบงค์ไม่ใช่เรื่องง่ายๆ ที่กำจัดออกไป การทำลายชื่อเสียง การไปพูดจาดีๆ ขอสามีคืน การลักพาตัวคนในครอบครัวของแบงค์ ผลลัพธ์ที่ได้คือการยื้อสถานภาพความเป็นสามีภรรยาของตงกับเธอไว้ไประยะหนึ่ง พอเกิดเรื่องไฟไหม้ที่บ้านพ่อแม่ รู้ดีว่าแบงค์อยู่เบื้องหลังแต่เหมือนคนน้ำท่วมปากไม่กล้าบอกเหตุ หากพูดไปกลายเป็นขว้างงูไม่พ้นคอจะต้องบอกถึงเรื่องการลักพาตัวน้ำและภีม ผ่านมาเรื่อยๆ การอยู่เงียบๆ ดูสามีตนเองเล่นชู้กับชายอื่นอย่างมีความสุข เธอได้แค่เจ็บแค้นและรอเวลาเหมาะสมต้องสะสางแค้นในสักวันหนึ่ง ว่าด้วยเรื่องการยิงปืนไม่ใช่เรื่องยากและเรื่องง่าย การที่นุชจรีตัดสินใจเรียนยิงป
เมื่อเครื่องบินลงจอดที่สนามบินสุวรรณภูมิในเวลาบ่ายแก่ๆ แบงค์เปลี่ยนใจไม่ไปพบวินที่ทีจีผับและนัดพบเจอตง ตามตารางงานวันนี้ตงทำงานเที่ยวบินจากเชียงใหม่เวลาดึก เที่ยวสุดท้ายของวัน แบงค์ถอดเสื้อสูท ผูกไทค์สีส้มติดบัตรเจ้าหน้าที่เช็คอินลงช่วยงานฝ่ายเช็คอินในบริเวณชั้นผู้โดยสารขาออกเพื่อเป็นการฆ่าเวลารอตง จนเวลาล่วงเลยมาถึง 5 ทุ่มเศษๆ ตงก็ขึ้นมารับแบงค์ ทั้งสองออกจากสนามบินด้วยรถไฟฟ้าแอร์พอร์ตลิงก์มาสู่สถานีปลายทางพญาไท “หิวมั้ยครับ” แบงค์ถามตงในระหว่างเดินลงจากสถานีรถไฟฟ้าพร้อมกับตง “หิวอ่ะ” ตงตอบ “ผมอยากกินผัดไทย” “ผัดไทยตอนเกือบเที่ยงคืนนี่ต้องผัดไทยประตูผีที่เดียวแล้วล่ะ เรียกแท็กซี่ไปร้านผัดไทยประตูผีก็แล้วกัน” แบงค์และตงเรียกแท็กซี่มาร้านผัดไทยประตูผีย่านสำราญราษฎร์ สั่งผัดไทย หมูสะเต๊ะ น้ำส้ม
“ท่านผู้โดยสารครับ ขณะนี้เรากำลังลดระดับลงสู่ตึกเกือกม้า กรุณานั่งประจำที่ กอดนักบินให้แน่นด้วยความรักขอบคุณครับ” ตงรับหน้าที่เป็นกัปตันขับรถจักรยานยนต์สีแดงของแบงค์ เจ้าของรถกอดตงไว้เสียแน่น ทั้งคู่สวมชุดนักศึกษา เมื่อทุกพร้อม ตงปล่อยรถจักรยานยนต์ลงเนินเขาไปโดยไม่ออกแรงขับเคลื่อน ทั้งคู่ยิ้มแย้ม
“ท่านผู้โดยสารคะ ขณะนี้สายการบินวิงส์แอร์เวย์นำพาทุกท่านสู่ทาอากาศยานนานาชาติสุวรรณภูมิ เพื่อความปลอดภัยของท่าน กรุณานั่งประจำที่และรัดเข็มขัดจนกว่าสัญญาณรัดเข็มขัดเหนือศีรษะของท่านดับลง สำหรับข่าวสารและโปรโมชั่น
หลายปีต่อมา... ข่าวด่วน! วิงส์แอร์เวย์เทคโอเวอร์กิจการโรงแรมรอยัลไดมอนด์... 
ชายหนุ่มเอเชี่ยนลุคยืนมองตัวเองจากกระจกเงาบานใหญ่ สิ่งที่สะท้อนออกมาจากกระจกเป็นร่างสมส่วน ไม่ผอมไม่อ้วน ใบหน้ารูปไข่ คางแหลม ตาเล็กหยี สายตาสั้นและเอียงทำให้เขาต้องสวมแว่นสายตากรอบสีดำ จมูกโด่งเป็นสัน ปากเล็กบางสีชมพูระเรื่อ เขาสวมชุดทักซิโด้แต่ยังไม่สมบูรณ์นักเพราะเขาสวมใส่เพียงแค่เสื้อสีขาวประดั





