"Wow, pantas aja kamu kelihatan betah melarikan diri. Aku juga kalau disuruh semedi berhari-hari di villa mewah model asri begini juga nggak akan protes banyak---" Rena tak membiarkan Mala menyelesaikan ucapannya, dan lebih dulu menerjang bertubi-tubi gadis itu dengan pelukan erat. Astaga, padahal mereka tidak pernah absen saling bertukar kabar lewat sambungan telepon, tapi melihat kehadiran Mala secara nyata ada di hadapannya sekarang, benar-benar membuat perpisahan mereka terasa seperti berabad-abad. Melepaskan dekapan, Rena tersenyum kian lebar. "Aku janji akan traktir kamu makan apapun setelah gajian nanti," janjinya karena Mala sudah mau bersedia ia usik akhir pekannya dengan jauh-jauh menjemputnya kemari. Mala mendengus geli. "Traktiran yang kamu maksud pasti juga nggak akan jauh-jauh dari street food dan makanan murah lain. Kalau mau balas budi, sekali-kali yang levelnya setara Amuz atau Grand Hyatt biar lebih kerasa." Rena terkekeh pelan seraya menggandeng lengan gadis itu
Read more